Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa

Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa
ritual?


__ADS_3

.


.


.


Nana dan Arka kembali ke Jakarta dan kini pergi ke Mansion Wijaya, semua keluarga Nana menyambutnya bahkan memberi penyambutan seperti menyirami bunga 7 warna ke tubuh Nana dan Arka.


"semoga kalian abadi sampai kakek nenek". kata semua keluarga Nana


Nana hanya melongoh dengan penyambutan tak biasa itu, Arka tersenyum bangga seolah berbahagia dirinya akan menjadi seorang Ayah, tangannya tak lepas merangkul pinggang sang Istri.


"selamat ya sayang? ". Dewi menangkup pipi Nana dan tersenyum bahagia.


Nana masih melongoh lalu Yardan datang memberi kecupan manis di kening Nana begitu juga Aman sedangkan Sarah membuat ritual yang ia yakini sejak dulu untuk kesehatan sang bayi sampai lahir.


Diah menandai kening Nana dengan serbuk kunyit, Nana benar-benar tidak tau ritual apa yang dilakukan keluarganya seolah Nana dan Arka seorang Raja dan Ratu saja yang sedang mengandung bayi Putra Mahkota.


"ada apa ini Pa? ". tanya Nana berbisik ke Yardan.


Yardan menjelaskan ritual keluarga Wijaya hingga Nana menganga.


"kenapa Nana tidak tau Pa? ". tanya Nana penasaran.


"saat Mamamu mengandungmu kami melakukan ritual ini sayang walaupun tidak sampai ke dirimu tapi darah Papa itu sudah menjadi hal yang paling penting untuk keselamatanmu nak". jelas Yardan.


Arka ditarik oleh Aman dan Sarah, jari telunjuk Arka ditusuk jarum dan mengeluarkan setetes darah lalu ditancapkan ke sebuah amplop tebal yang berisi uang tunai disirami bunga 7 warna, setelah ritual selesai Amplop itu akan dibagikan pada anak-anak yatim yang membutuhkan.


"kamu tidak apa-apa sayang? ". tanya Nana berbisik ke Arka.


Arka tersenyum lebar lalu meletakkan tetesan darah yang tersisa di telunjuk Arka di kening Nana bersatu dengan Kunyit di kening Nana.


"ritual aneh apa lagi ini sayang? kenapa darahmu diletakkan disana?". tanya Nana yang benar-benar belum faham situasinya.


Sarah yang mendengarnya segera menjelaskan semuanya pada Nana sampai Nana mengerti, Nana tak lagi berkomentar melihat Dewi mengangguk seolah sudah tau saja Ritual itu.


"kamu tau Ritual ini sayang? ". tanya Nana ke Arka penasaran.


"hmm.. Mommy pernah cerita sama aku saat Nyonya Emma mengandung anak Papa ritual ini juga dilakukan, tapi walaupun bukan Mama yang ada didekat Papa, namun saat itu darah di telunjuk Papa yang diberikan pada amplop itu tentu saja itu merupakan doa supaya anak keturunan Wijaya tetap baik-baik saja, itu kepercayaan yang telah melindungimu dari kejahatan Nyonya Emma sebelumnya yang ingin membunuh kalian". jelas Arka


Nana mengangguk, "aku tidak tau apapun". bisik Nana pelan.

__ADS_1


"tidak apa sayang, itu sebabnya aku memberi tau keluarga kita saat kemarin". jawab Arka


Nana menjalani segala ritual yang ada karna Nana adalah Putri Tunggal Keluarga Wijaya yang akan melahirkan benih keturunan Wijaya yang baru bersatu dengan keturunan Arkatama diyakini akan melahirkan anak yang hebat.


Leonard, Anna, Caca dan Sekar datang terlambat tapi mereka tidak mengacaukan acara malah langsung berbaur dengan ritual itu.


Anak yatim piatu pun datang ke Mansion Wijaya dengan Bus sewaan Yardan, mereka berbaris rapi masuk ke Mansion dilayani bak seorang Raja hingga anak-anak itu bahagia.


Keluarga Wijaya percaya doa tulus anak-anak Yatim-Piatu adalah yang paling mujarab itu sebabnya ritual ini ada sejak dulu supaya anak keturunan keluarga Wijaya tetap rendah hati, baik, tidak merendahkan kekurangan orang lain.


"Arka kamu harus bagi-bagikan amlopnya nak! ". pinta Sarah


sejak Nana memanggil Devano Itu Arka semua keluarga Nana juga terbiasa memanggil Vano itu Arka padahal sebelum ada Nana tidak pernah mereka memanggil Arka.


"iya Nek! ". jawab Arka


Diah membantu Arka memasukkan uang-uang tadi ke dalam amplop, jumlah anak yang di undang mencapai 100 orang.


Nana malah senang melihat banyak anak-anak, ia sampai ikut bergabung makan bersama mereka semua hingga Yardan dan Dewi yang melihat kebahagiaan Nana saling berpelukan mesra.


"semoga saja Cucu kita memiliki kepribadian yang sangat mulia ya sayang". bisik Yardan.


setelah memasukkan uang ke Amplop giliran anak-anak panti pulang, Nana membagikan minuman enak, Sarah dan Aman membagikan bekal makan untuk dibawa pulang, sedangkan Yardan dan Dewi memberi kue dan makanan ringan terakhir Arka membagikan amplop dibantu Diah.


"terimakasih. ! hati-hati di jalan ya? ". teriak Nana melambai-lambai.


semua acara berjalan dengan lancar walaupun kening Nana penuh dengan Kunyit dan tanda merah berupa darah Arka seperti orang India pun tak membuat Nana malu malah percaya diri dan bahagia.


"bagaimana sayang? apa bahumu terasa ringan? ". tanya Sarah lembut.


Nana memegang bahunya dan ternyata ia baru menyadarinya, "hebat sekali..! kok bisa nek? ". tanya Nana dengan takjub.


semua orang mengucapkan syukur artinya Nana ikhlas dan punya ketulusan pada anak-anak panti tadi, dulu Emma pernah mengatakan hal yang sama tapi hanya berbohong berbeda dengan Nana yang jujur.


"selamat ya sayang? ". ucap Diah menangkup wajah Putranya.


"Mommy akan punya Cucu". kata Arka dengan senyum tampannya.


Diah mengangguk sambil tertawa kecil, "acara 7 bulanan akan kita gelar di Mansion Arkatama". kata Diah.


semua orang setuju lalu Anna, Caca dan Sekar mendatangi Nana mereka saling berpelukan satu sama lain.

__ADS_1


"kakak Anna bolehkan jadi Auntynya dedek bayi nanti? ". tanya Anna mengerjab.


"tentu saja boleh". jawab Nana tersenyum manis.


"yeee...! ". pekik Anna senang.


"kalian juga boleh". jawab Nana hingga Caca dan Sekar tersenyum lebar.


Anna duduk disamping Nana sedangkan Arka pergi ke kamar mandi ada panggilan alam mendesaknya.


"kak? ternyata Sekar hebat dalam melukis kak? cantik sekali lukisan yang dia buat untuk kakak, katanya sebagai ucapan terimakasih pada kakak yang mau menerimanya". heboh Anna ke Nana.


"hmm? ". Nana melihat ke Sekar.


Caca mendorong bahu Sekar pelan hingga Sekar melangkah maju ke Nana dengan malu-malu Sekar memberikan bungkus kadonya hingga Nana terkekeh.


"kamu membongkar rahasianya sayang". gemas Nana ke Anna yang nyengir kuda menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"maafkan aku Sekar..! aku terlalu senang". cengir Anna ke Sekar yang malah tersenyum.


Nana menggeleng gemas kepalanya lalu membuka kertas kadonya hingga Nana menganga takjub, ia sangat hebat di bidang Hacker, Bisnis, beladiri, pengobatan dan lainnya tapi kalau melukis itu butuh kelihaian tangan tentu saja Nana tidak terlalu bisa dengan seni itu, kecuali meniru dan menurut Nana itu bukan kelebihan.


"woww...!". Nana meraba lukisan nya karna ia sangat yakin lukisan itu tidak ditiru asli dari pemikiran saja maksudnya hanya modal ingatan.


"itu saat kakak tersenyum padanya di taman belakang". jelas Anna dengan senang.


"kamu mau jadi pelukis sayang? ". tanya Nana ke Sekar.


"tapi aku tidak terlalu berbakat kak". jawab Sekar dengan jujur.


"ini adalah berkah sayang..! tanganmu sangat berbakat hanya perlu diasah semua akan menjadi lebih sempurna". jelas Nana


"kami setuju kak! ". jawab Anna dan Caca serentak.


Sekar pun hanya bisa bengong saat Nana menghubungi Ara meminta asistennya memasukkan Sekar ke perguruan tinggi khusus Seni rupa, Anna dan Caca menyemangati Sekar yang bertambah malu.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2