
.
.
.
Nana terus saja mencari Data Diri Reza yang sudah beristri dan punya anak tapi harus mengalami hal itu, bisa dikatakan Nana membantu Detektif Reza tapi jujur saja hasil Pekerjaan Reza sangat memuaskan.
"baiklah..! besok kita urus orang-orang jahat ini, aku harus fokus menghancurkan Sari terlebih dahulu, karna dia hampir saja aku tiada. huuff..!! anakku menyelamatkanku". gumam Nana mengelus perutnya.
Nana melacak keberadaan Sari melalui Nomor Ponsel dan alamat E-mail ponselnya.
"eeehhh?? kok bergerak? kemana dia? ". gumam Nana kaget
"apa dia tidak malu dengan Vidio yang aku sebarluaskan itu? masih santai-santainya dia keluar dari Rumah ya?". ledek Nana menggeleng kepalanya.
Nana melihat buahnya sudah habis, ia beranjak pergi namun bunyi pesan masuk lewat komputernya membuat Nana berbalik memegang komputernya.
"terimakasih Nona Misterius, Istri saya sedang hamil besar dan butuh biaya. pekerjaan ini saya lakukan dengan cepat supaya mendapatkan uang, mungkin selama 1 bulan kelahiran anak saya, saya tidak bisa bekerja Nona Misterius". pesan itu dari Detektif Reza.
"Okeh..! ". balas Nana singkat lalu meninggalkan Komputernya.
Detektif Reza sangat suka bekerja dengan Nana, Nona Misteriusnya itu sangat menakjubkan hanya mencari kebenaran maka Reza akan mendapatkan upah setelahnya, tapi pekerjaan Reza tidak setiap hari melainkan saat Nana butuh informasi saja.
Nana hendak keluar kamarnya namun tiba-tiba ia tersadar kalau dirinya dikunci oleh suaminya, "lalu bagaimana caraku keluar? makan siangku bagaimana?? ". gerutu Nana
Nana melihat jam dinding sudah tengah hari tapi Suaminya tak kunjung kembali, Nana terpaksa ngemil buah lagi karna dirinya sudah lapar tak berapa lama kemudian pintu terbuka.
"Sayang? ". Nana berlari ke arah Pintu kamarnya mengira itu adalah suaminya ternyata bukan.
"Mommy? ". Nana tersenyum lebar ternyata Diah yang masuk membawa makan siang untuk menantunya.
"Mommy? ". Nana merangkul lengan Nana yang dibalas senyuman lembut dan penuh kasih sayang dari Diah.
"maaf Mommy telat antar makanan untukmu ya sayang?". kata Diah.
Nana tersenyum cerah lalu mengikuti Diah ke Sofa dan makan didepan Diah yang terus saja memperhatikannya, Nana tidak malu karna tau Mommy Diah hanya ingin memastikan dirinya makan dengan baik tanpa ada yang dibuang setetespun.
"Sayang Arka kemana mom? ". tanya Nana penasaran.
Diah mengelap wajah Menantu kesayangannya, "sayang? kamu harus mengerti dia ya? kemarin hatinya itu terluka pasti karna dia masih syok berpikir kamu terluka sayang, dia pergi untuk menghabisi pelaku itu supaya hidupmu dan cucu Mommy baik-baik saja kedepannya".
"tapi kan tidak ada bukti Mom? bagaimana caranya Arka membawa Sari masuk penjara? ". tanya Nana
sebenarnya Nana punya bukti tapi dirinya ingin menyiksa Sari sampai masuk Rumah Sakit Jiwa, disanalah siksaan yang paling menyedihkan.
__ADS_1
"Mommy tidak tau sayang, entah apa yang dilakukan anak Mommy pada pelakunya". kata Diah dengan jujur.
Nana menautkan kedua alisnya tapi ia segera menetralkan raut wajahnya dan memelas pada Diah.
"Momm? boleh ya Nana keluar? ". rengek Nana dengan manja memeluk Diah
"tidak bisa sayang..! Mommy bisa kena marah oleh Suamimu". jawab Diah.
"Mom..? Nana mau beli Ponsel baru". adu Nana dengan tampang lucunya
"hubungi Ara ya? Mommy sungguh tidak bisa sayang". jawab Diah lalu pamit pergi.
Nana mengerucutkan bibirnya, alhasil ia menelepon Ara dengan Telepon di kamarnya.
"Ara belikan aku Ponsel yang paling bagus antar ke Mansion Arkatama". pinta Nana
"Baik Nona". jawab Ara lalu Nana memutuskan panggilan.
Nana kembali mengerucutkan bibirnya berjalan ke arah balkon, "huuh..! sabar Nana sabar..! Sayangmu masih syok dia mengurungmu supaya hatinya tenang dan tidak lagi merasa takut".
"tapi kemana suamiku ya? ". gumam Nana terheran-heran.
Nana menunggu Ara datang, sekitar 26 menit Nana melihat mobil Ara masuk ke Pekarangan Mansion megah milik keluarga Arkatama.
.
"Iya Ara..! ayo aku antar kamu ke kamarnya ya? ". ajak Diah.
Ara mengikuti Diah.
"kamu harus temani Nana ya Ara? sejak Insiden mobil Vano ditabrak oleh mobil lain membuat Vano marah dan bersumpah menghabisi pelakunya untuk itu dia sengaja mengurung Nana sampai Vano berhasil membunuh pelakunya". kata Diah
"iya Nyonya..! kami juga melakukan hal yang sama atas perintah Tuan Besar Yardan". jawab Ara
"kalian juga? ". tanya Diah
"benar Nyonya!". jawab Ara dengan jujur dan yakin.
Diah mengangguk senang karna semakin banyak yang balas dendam pada pelakunya semakin bagus tentu akan cepat juga selesai masalahnya.
"masuklah Ara..! ". pinta Diah ke Ara.
Ara menunduk sopan ke Diah lalu menerima kunci kamar Nana, Diah memperingati Ara untuk tidak mengizinkan Nana pergi.
"saya mengerti Nyonya". jawab Ara sekali lagi memberi hormat pada Diah.
__ADS_1
Ara masuk ke Kamar Nana, walau tidak nyaman tapi disinilah Nana dikurung karna Keluarga Nana terlalu mencintai Nana hingga takut terjadi hal seperti itu lagi sebelum pelakunya di musnahkan.
"Ara? ". Nana ternyata sudah menunggu Ara didepan pintu.
Ara pun mengunci kamarnya dan menyimpannya hal itu dilihat oleh Nana.
"kamu juga mau mengurungku Ara? ". tanya Nana menyelidik.
"maafkan saya Nona..! ini semua atas perintah Tuan besar Yardan". jawab Ara
Nana menghela nafas,, "kamu tau sekali kelemahanku". kesal Nana mengambil tas kecil yang ditenteng oleh Ara berisi ponsel baru untuknya.
Nana membuka isinya lalu mendaftarkan semuanya sendiri beserta kartu baru, Nana memasukkan semua Nomor Ponsel yang ada di penyimpanan ponsel sebelumnya yang sudah hancur.
"ada yang perlu saya bantu Nona? ". tanya Ara
"aku hanya ingin keluar". jawab Nana
"maaf Nona". ucap Ara
"maka nya jangan bertanya". kesal Nana dengan kedua alis ditekuk membuat Ara ingin sekali tertawa tapi ditahan supaya Nana tidak tersinggung.
Nana adalah wanita yang bebas siapapun tau itu termasuk Ara, itu sebabnya Arka mengurung Nana sampai pelakunya tertangkap sedangkan Nana tidak suka di kurung membuat nya tidak bebas, Ara tidak boleh menertawai penderitaan Nana itu yang terkurung.
malam hari, Nana masih menunggu Suaminya yang masih betah mengurungnya.
"kemana nih si Sayang? apa aku ini tawanan Seorang Raja? kenapa aku dikurung disangkar emas dan hanya diberi makan saja, huhh.. aku bisa stress nih". gerutu Nana
Nana memegang kepalanya yang terasa berat, ia berjalan ke balkon baru bisa tenang karna Nana sejak dulu terbiasa bebas saat terkurung membuatnya sedikit sesak dan kepalanya pusing.
Nana melihat ponsel ditangannya yang bergetar, "hmm?? ". Nana kaget dapat Notif berita bahwa Sari meninggal Dunia karna kecelakaan.
"Kecelakaan? ". beo Nana
Nana melihat berita itu lebih detail dan ternyata benar bukan sekedar hoak, ia menelfon detektif Reza dan meminta Reza untuk memastikan kebenaran berita itu saja, detektif Reza yang mendapat tugas paling mudah pun melakukannya memberi kabar pada Nana lewat pesan lagi.
Nana membayar upah detektif Reza lalu menjatuhkan rahangnya sambil meletakkan ponselnya di meja ke arah balkon.
"meninggal?? karna kecelakaan??? benarkah?? kok bisaa?? ". gumam-gumam Nana tak percaya.
.
.
.
__ADS_1