Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa

Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa
mau berangkat


__ADS_3

.


.


.


"kamu yakin sayang?? artinya kamu harus ke Amerika kan? bagaimana dengan pekerjaanmu? ". tanya Nana


"aku harus mengurus orangtua tidak tau diri itu, bukankah anak itu buah hati sepasang suami istri? bagaimana bisa mereka mengabaikan anaknya sampai berbuat tak manusiawi demi mendapatkan perhatian mereka". geram Arka


"sayang..? sudah.. ada Kepsek dan bu Guru". Nana mengelus dada bidang suaminya yang terlihat marah.


"oh..! sorry! ". ucap Arka menundukkan sedikit kepalanya.


Bu Nensy dan Pak Kepsek hanya bisa menjatuhkan rahangnya, pantas saja Sikembar memiliki kepribadian baik ternyata Orangtuanya begitu penyayang tidak kejam seperti yang ditakuti musuh-musuhnya di dunia bisnis.


"maaf ya Pak..! kami akan urus sisanya, bisakah beritau nama orangtua Riyan bu? ". tanya Nana sopan.


Bu Nensy pun memberikan data diri Riyan lalu Nana hanya membacanya sekilas dan mengembalikannya ke Nensy.


"sudah Nyonya? ". tanya Nensy kebingungan sebab Nana hanya sebentar melihatnya.


"sudah..!". jawab Nana dan memberitahu Arka.


Nensy menganga lebar saat Nana begitu mudahnya memberitahu Arka, karna nama kedua orangtua Riyan cukup panjang dan berbelit bukannya nama singkat tapi Nana menghafalnya hanya dalam sekali baca? pantas saja anak-anak Nana bisa sekolah di Umur 5 tahun.


jika Nensy tau umur sikembar sebenarnya bukan 5 tahun melainkan 4 tahun, mungkin saja Nensy dan semua guru yang ada disekolah kanak-kanak itu bisa pingsan berdiri.


"kamu tetap disini sayang..! aku akan langsung beli tiket dan terbang ke Amerika". kata Arka


"tapi bisa minta bantuan Endra kan? ". tanya Nana


"tidak sayang..! Endra sedang fokus masalah Papaku, kamu mengerti ya sayang? aku bisa melupakan masalahku jika menyangkut Rose, aku tidak mau bocah ini terus saja mencari perhatian dengan menargetkan anak kita". jawab Arka.


Nana pun tersenyum lalu kembali berbicara dengan Kepsek dan Nensy, memang benar Riyan bukan pertama kali nya membuat kekacauan tapi tidak ada orangtua yang datang ke Riyan.


kekacauan pun terus dilakukan Riyan tapi tetap saja tidak ada perubahan, demi mencari perhatian kedua orangtuanya Riyan dibenci oleh semua anak-anak sekolahnya karna Riyan anak yang nakal.


sekitar jam 12.01 WIB


"kita tunggu Ren dan Rose pulang sayang? ". tanya Arka


"boleh". jawab Nana


mereka berjalan bergandengan tangan dan mencari tempat duduk dari semen namun ukurannya kecil hanya pantas di duduki untuk anak-anak TK saja.


"lucu ya sayang..! tempat duduknya kecil". kekeh Nana merasa gemas.


Arka tersenyum, mereka menatap kelas Sikembar sesekali mereka berbicara tentang Riyan.

__ADS_1


"orangtua mereka sudah gila..! apa mereka tidak ingin anak? bagaimana bisa mereka hanya tau bekerja saja, bagaimana dengan anak mereka? setelah di keluarkan begitu saja semua sudah selesai? dasar bedeb*h..!! aku rasa mereka bukan manusia tapi Robot yang taunya hanya bekerja". gerutu Arka


Arka tau bagaimana perjuangan seorang Ibu melahirkan anak, mempertaruhkan nyawa jadi mana mungkin ada seorang Ibu yang mengabaikan anaknya.


Nana tertawa karna mendengar Arka berceloteh panjang apalagi memakai irama seperti ngerap saja, sungguh lucu dan menggemaskan.


"kenapa tertawa sayang?". tanya Arka dengan heran.


"maaf sayang". cicit Nana menutup mulutnya rapat-rapat.


"huh...!". Arka menghela nafas dan Nana menoleh ke arah Arka.


"inilah yang aku takutkan sayang, itu sebabnya aku tidak bekerja hampir 5 tahun lamanya hanya bekerja di Rumah saja, aku takut anak-anakku akan kekurangan kasih sayang". keluh Nana


"iya sayang..! kamu selalu mengutamakan anak-anak dibanding pekerjaan". gemas Arka


"karna suamiku orang kaya raya jadi aku hanya fokus memberikan kasih sayangku sebagai seorang ibu pada anak-anakku, beruntung Ren dan Rose malah memintaku bekerja". kata Nana


"iya.. 2 bulan kemudian sikembar minta sekolah, beginilah kita sama-sama sibuk". kekeh Arka.


Nana dan Arka tertawa bersama, tidak terasa jam anak sekolah pulang sudah tiba.


Nana dan Arka sudah ada di depan Ruang kelas Sikembar, anak-anak yang keluar dari kelas Sikembar pun memutar kepala ke arah dalam kelas dimana Ren dan Rose masih disana sedang ditungguin oleh Orangtuanya, betapa iri nya mereka.


"mana anakku ini? ". gerutu Arka


"hehe..! iya sayang Anak kita berdua". ralat Arka nyengir.


"papa..? Mama?? ". pekik Rose


Ren hanya tersenyum melihat kedua orangtuanya, Nana dan Arka berjongkok lalu Rose memeluk mencium Arka sedangkan Ren malah memeluk dan mencium Nana.


"Papa nunggu Lose? ". tanya Rose menyeringai lebar.


"iya sayang..! hai Son !". sapa Arka ke Ren yang tersenyum.


"Nyonya.. Tuan..? kalian belum pulang? ". sapa Nensy dengan ramah.


"iya bu..! tinggal nunggu setengah jam lagi anak-anak pulang, tidak ada salahnya menunggu mereka". jawab Nana dengan sopan pula.


Arka tidak melakukan apa-apa hanya mengangguk saja sebagai rasa hormatnya.


"ayo kita pulang! ". ajak Nana melihat kedua anak-anaknya


sikembar yang pintar langsung berpamitan pada Nensy,, "kami pulang ya Bu Guru! ".


"iya nak..! hati-hati ya? ". sahut Nensy merasa takjub didikan Nana.


Arka menggendong Rose mencium sayang pelipis anaknya, sementara Ren bergandengan tangan dengan Mamanya.

__ADS_1


"mau makan apa sayang? ". tanya Arka ke Rose dan Ren bergantian.


"kita makan di tepi pantai gimana Pa? len ingin makan kepiting besal". sahut Ren


"iya..! ayo kita kesana". jawab Arka dan Rose memekik senang.


Nana menggeleng-geleng kepalanya, mereka bahkan sudah menjadi pusat perhatian apalagi Ren dan Rose begitu disayang oleh kedua orangtua nya itu.


Nensy melihat sekitar ternyata anak-anak sekelasnya belum pulang atau belum keluar pagar malah sibuk menonton keluarga Ren dan Rose.


"huuh..! kalau saja semua anak Orang kaya-raya seperti Mereka banjir kasih sayang orangtuanya, aku yakin anak-anak akan bahagia seperti Ren dan Rose". gumam Nensy


Nensy pun membujuk dan menemani semua anak dikelasnya sampai dijemput, dari semua anak yang ada dikelasnya hanya Ren dan Rose lah yang terlihat seperti anak paling bahagia.


di Restaurant tepi pantai,


"papa mau ke amelika? ". tanya Rose kaget


"kenapa sayang? apa mau ikut sama papa? ". tanya Arka


"tidak mau, lebih baik Papa sama mama aja". jawab Rose cepat.


"iya". sahut Ren


"loh..? kok mama? jadi anak-anak mama bagaimana? ". tanya Nana seolah protes.


sikembar dengan bijak menjelaskan hingga Arka terharu begitu juga Nana,


"len janji akan lajin minum susu pa.. ma bahkan nanti len liatin adek minum susu". kata Ren dengan serius.


"lalu kalian tidur sama siapa sayang? ". tanya Nana dengan lembut.


"sama Nenek! kalau pellu kami ke lumah Kakek dan Eyang..! heheh..". sahut Ren dan Rose serentak.


alhasil Arka memesan 2 tiket untuknya juga untuk Nana, tak lupa mereka mengantarkan sikembar ke Mansion Wijaya bersama Diah yang tidak mau pisah dari cucunya,


"kalian tenang saja biar Papa yang menemani sikembar ini". kata Yardan


"iya Pa..! terimakasih". ucap Arka dan Nana


"kalian hati-hati dijalan ya? ". Dewi


Nana dan Arka menganggukkan kepala,


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2