Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa

Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa
berani datang


__ADS_3

.


.


.


Nana terkekeh lalu berdiri menggenggam tangan Anna membawanya ke meja makannya tadi, sedangkan Ara duduk manis sambil menebarkan senyuman ramah dan sopannya pada Anna,


Anna duduk disamping Nana sedangkan Caca duduk dihadapan Anna yaitu tepat disamping Ara.


"kakaaak? ". rengek Anna


"kamu yakin sayang? kamu tidak mau ke Singapura berjumpa dengan Kakekmu hmm? ". tanya Nana sambil mengambilkan Anna air putih lalu memberikan segelas air itu untuk Anna.


"Anna udah bosan disana..! mereka semua tidak asik". jawab Anna dengan kesal


Ara menahan tawanya dan Nana menatap Ara yang pura-pura serius makan, Caca melihat Ara pun hanya mengerjab mata saja.


"kenapa tidak asik sayang? ". tanya Nana


"Kaaak..? pokoknya Ara tidak mau pergi kesana..! Ara masih mau sekolah". pinta Anna


Nana pun menghela nafas panjang, "kalau Kakak katakan nanti kamu benar-benar tidak ikut sayang, coba pikirkan baik-baik ya? ".


"nggak mau mikir lagi..! Anna tidak mau kesana". jawab Anna dengan tampang lucunya


"baiklah..! kamu menang..! kakak akan mengatakan sama Papa ya? jangan sedih dong". gemas Nana


Anna tersenyum lebar, "kakak makan apa? ". tanya Anna


Nana pun memesan makanan untuk Caca dan Anna, mereka makan bersama bahkan diam-diam Caca memperhatikan Nana yang sangat cantik hingga Anna bisa sembuh bahkan merubah sifat tertutup Anna menjadi terbuka, kasih sayang keluarga Nana pada Anna membuat Caca mengerti mengapa Anna betah tinggal bersama mereka.


jika di Mansion Singapura, Anna hanya ditemani para pelayan itu pun Anna jarang berbicara saat Caca mengajak bermain Anna malah sering mengurung diri, Anna yang dulu berbeda dengan Anna yang sekarang.


.


"kamu yakin nak? ". tanya Yardan


"Papaa...? Anna tidak mau pergi Pa, kenapa Papa memaksanya? ". tanya Nana dengan heran


"Papa pikir Anna mau pergi sama kami, kan Kakeknya disana hanya untuk 1 minggu mungkin saja Anna mau ikut, jadi Papa sudah memesankan tiket untuknya". Yardan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Papa..? Anna rela diberi pengawal oleh Kakek, tapi Anna tidak mau kesana, mereka semua tidak asik". Anna bersuara


"sudahlah Mas..! biarkan Anna disini, lagian Anna sendiri yang tidak ingin ikut, mungkin saja dia merasa hidup disini, terkadang istana megah belum menjamin kebahagiaan kita". Dewi


Anna tersenyum lebar


"coba Papa tanya lagi..! kamu memang tidak mau ikut Papa ke Singapura sayang? ". tanya Yardan


"tidak mau". jawab Anna cepat

__ADS_1


"yakin? ". tanya Yardan


"sangat yakin". jawab Anna


"kenapa? ". tanya Yardan hingga Dewi dan Nana tepuk jidat.


"Anna baru saja sekolah, Anna bahagia disini! mereka baik dan tidak pernah bersikap aneh seperti disana". jawab Anna


"aneh? ". beo mereka semua tidak mengerti.


Anna menceritakan nya, jika salah satu pelayan ada yang tidak sengaja melukai Anna akan dipecat, itu sebabnya tidak ada pelayan yang berani bermain dengan Anna hingga Caca datang tapi Anna tau beberapa kali Caca dipukul oleh Papa Caca karna tidak sengaja menjatuhkan Anna yang berusaha diajak berdiri dari kursi roda.


"ternyata Anna menjauh karna tidak mau aku dihukum Papa". batin Caca terharu


sejak saat itu Anna selalu tertutup mengurung diri, ia selalu diabaikan oleh Kakeknya yang sibuk keluar negri bukan karna tidak sayang tapi tidak ada waktu untuk bersama dengan Anna, semua dokter telah mencoba menyembuhkannya tapi tidak berhasil.


hanya Nana yang begitu sabar mengobatinya, sebenarnya sakit Anna tidaklah separah itu hanya saja butuh waktu yang lama dan harus rutin setiap hari jika tau cara menyembuhkan Kaki Anna yang lemah.


Anna tidak lumpuh total hanya saja kakinya lemah dan tidak kuat berjalan melebihi 2 langkah.


"sudah ya sayang..? disini tidak ada yang memperlakukanmu seperti Tuan Putri yang begitu berlebihan, kamu juga manusia yang butuh bersosialisasi dan pertemanan mu tidak akan dibatasi asalkan kamu mau dikawal dan bisa memilih teman". Dewi mengelus kepala Anna


Nana merangkul Anna dan mencium pelipis Anna, hidup Anna sangat gelap bahkan sangat gelap. walau banyak mainan yang bisa dibeli tanpa berkedip tapi Anna kekurangan sosialisasi, siapa yang bahagia main sendiri?? tidak ada juga.


"ya sudah..! kalau begitu Papa dan Mama saja yang pergi..! kamu sekolah yang rajin ya nak? ". Yardan berkata dengan lembut dan tersenyum hangat.


Anna tersenyum cerah menghapus air matanya, rasanya beban berat dipundaknya telah terangkat karna sudah bercerita, itu semua berkat Nana yang meminta Anna mengeluarkan isi kepala Anna tanpa ada yang harus dipendam dan ditutup-tutupi.


"Ca? ". panggil Nana


"iya Kak? ". sahut Caca selangkah lebih dekat pada Nana.


"kamu punya tugas berat melindungi Anna ya? jangan sampai bokongmu dipukul oleh Papamu hmmm? ". Nana menoel-noel hidung Caca yang tersenyum lebar.


"Kakak..? jangan ancam Caca". Anna melindungi Caca dengan tubuhnya hingga Nana tertawa mengelus kepala Anna.


"ayo pulang..! ". ajak Nana


di dalam mobil


"karna Papa dan Mama tidak ada di Mansion bagaimana kita tinggal di Apartemen kakak hmm? ". tanya Nana


"tapi di Mansion Mommy juga boleh kak". jawab Anna


"kalian mau tinggal sama Bang Arka ya? ". tanya Nana


"bukan Kak..! disana banyak taman dan pohon, Anna suka disana". jawab Anna dengan ceria


Nana pun tersenyum meminta supir untuk mengantar mereka ke Mansion Arkatama, Nana menghabiskan waktu di Mansionnya sedangkan di Perusahaan W Group.


"siapa? ". tanya Abi

__ADS_1


"Tuan hemachandra Tuan". jawab bawahan Abi.


Abi berdecak lalu menghubungi Ara yang ternyata sudah ada di jalan menuju ke Perusahaan.


.


.


"ada apa Tuan? ". tanya Abi yang kini ada di Lobi menemui tamu tak diundang itu.


"dimana Nona Presdir? ". tanya Hema celingukan


"aku meminta bertemu dengan Nona Presdir bukan bertemu dengan Babu". tegas Hema merasa dipermainkan.


Abi tidak tersinggung sama sekali sementara para karyawan yang mendengarnya bergosip-gosip karna Hema juga Babu nya Tuan Muda Arkatama.


"apa kalian bilang? ". teriak Hema dengan marah ke mereka yang bergosip.


lari..!


semua yang bergosip tadi melarikan diri hingga tidak terlihat lagi batang hidung mereka oleh Hema


"panggil orang-orang tadi... cepat...! ". titah Hema


"maaf Tuan..! saya bukan Babu anda tapi Babunya Nona Presdir". jawab Abi membalas kata-kata Hema


"apa kau tidak tau aku hah? ". bentak Hema yang tersulut emosi.


Hema ingin memukul Abi tapi ada tangan mulus sudah menahan tangan Hema, Hema memutar kepalanya hingga melihat Ara yang langsung membanting tubuh Hema hingga Hema terjatuh kelantai.


"jangan membuat keributan di Perusahaan Nona saya Tuan..! anda tidak diundang kenapa harus datang kesini? buat janji terlebih dahulu baru anda bisa masuk ke Lobi Perusahaan kami". kata Ara dengan tegas.


"sialan..! kau Babu Sialan..! ". Hema mencoba berdiri dan memegang lengannya yang sakit.


Ara hanya menatap dingin Pria ini,


"kau..? ". marah Hema


Abi menahan tangan Hema yang ingin menampar kuat pipi Ara.


"jangan jadi pecundang yang berani memukul perempuan". kata Abi


"aaahhh...! ". Hema menjerit marah


Hema semakin marah saat Abi dan Ara meminta satpam untuk mengusirnya, ia diperlakukan seperti virus yang tidak boleh masuk ke Perusahaan Nana.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2