Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa

Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa
menikah


__ADS_3

.


.


.


Arka menganga lebar melihat tempat yang ada dihadapannya, ia menoleh ke Abi yang tersenyum tipis memberi hormat sedikit mempersilahkan Arka masuk.


Abi mengawasi Arka sebagai mata-mata Nana jika Arka kabur dan tidak mau melewati penyiksaan yang Nana berikan.


"aaahhhhhh". jerit Arka membuat para pekerja laki-laki yang merawat tubuh Arka kaget bukan main tapi tidak takut karna mereka dapat tugas langsung dari Nana.


"bedeb*h...!". teriak Arka berusaha memberontak


"Tuan..? apa anda merasakan apa yang Nona Presdir rasakan?? ". tanya Abi dengan senyum misteriusnya.


Arka terpaku beberapa saat,, "baiklah..! aku tahan penyiksaan ini". gumam Arka memejamkan matanya.


berbagai terapi dan perawatan Arka lewati, akhirnya ia mengerti mengapa Nana balas dendam padanya. niat hati Arka ingin membahagiakan Nana ternyata tanpa Arka sadari ia malah mengantarkan Nana ke Lubang siksaan.


Arka terkapar di kamarnya dengan posisi telungkup, tubuhnya pegal-pegal hingga saat tiba diatas ranjang langsung terlelap tanpa bisa berpikir lagi.


"sebenarnya apa yang Nana lakukan Abi? ". tanya Diah penasaran ke Asisten kedua Nana itu.


"Nona Presdir mengalami penyiksaan di Rumah Kecantikan Nyonya dan Nona hanya ingin membuat Tuan Muda merasakan penderitaannya masuk ke Rumah itu". jawab Abi


Diah hanya bisa tertawa, "salah sendiri sih..! istri udah cantik mau dipercantik lagi". geleng-geleng kepala Diah.


Abi melihat sekeliling kamar Arka hanya ada foto Nana dan Arka saja, didepan Ranjang Arka ada Foto Nana yang sangat besar


Nana keliatan bak Putri Disney di Foto itu, Abi jadi tau betapa berharganya Nana bagi Arka.


pagi-pagi


Arka mengeluh kesakitan tapi dibagian tertentu tubuhnya merasa enakan, pantas saja Orang Imsomnia pergi ke Rumah Perawatan kecantikan supaya bisa tidur nyenyak, ternyata inilah jawabannya.


"kenapa nak? ". tanya Diah pura-pura tidak tau mengapa Putranya bisa seperti kakek-kakek yang patah tulang.


"pegal mom". jawab Arka


Arka mengedarkan pandangannya ternyata masih ada mahar untuk Nana belum selesai dihias.


"Mommy belum siap menghiasnya? ". tanya Arka


"belum lah..! Mommy buat 12 Kotak tentu saja lama siapnya kan Mommy sendiri yang merakitnya". jawab Diah.


"banyak sekali Mom! ". Arka


Diah menjelaskan semua yang ada di tubuh Nana sangatlah sempurna dan kepribadian Nana juga lebih baik, menurut Diah mahar yang ia berikan itu adalah tanda Cinta Mertua pada Menantunya, berbeda jika Arka yang akan memberikan mas kawin untuk kekasihnya yang berharga itu.


"terserah Mommy saja..! yang penting Mommy senang dan Nana tidak dipandang rendah oleh wanita lain". jawab Arka tersenyum tampan.

__ADS_1


"kamu tidak marah karna dia membuatmu seperti ini? ". ledek Diah


Arka memicingkan matanya menatap sang Mommy, "mommy tau sesuatu?? ".


Diah mengatakan bahwa ia tau dari Abi dan Arka menghela nafas panjang tentu menyesal telah membuat badan Nana sakit-sakitan seperti yang ia rasakan setelah melakukan perawatan mahal itu.


"lain kali jika kalian sudah menikah apapun yang ingin kamu berikan padanya nak, tanyakan pada Nana". peringatan Diah


"iya Mom..! sekarang Vano sangat merindukannya". gumam Arka tersenyum sendu


Diah menggeleng kepalanya pelan, "Mommy juga tidak sabar dia tinggal disini sebagai menantu Mommy".


Arka melihat kepergian Diah yang pergi ke ruang tamu kembali menata dan menghias kotak maharnya yang sangat indah begitu teliti.


sampai hari Pernikahan tiba, Arka harus menahan diri untuk tidak melihat Nana atau bahkan sekedar VC pun tidak boleh.


.


tidak terasa hari pernikahan Nana dan Arka pun telah tiba, Nana memesan Gaun pernikahan dari Qila dan make-upnya juga dari Qila.


"Nona sangat cantik..!". puji Qila dengan senang mendandani Nana tidak banyak memakai fondation.


Nana tersenyum manis, "aku gugup mbak..! "


"tidak perlu gugup Nona..! anda sangat menawan". puji Qila


tiba-tiba Anna datang menyembulkan kepalanya di pintu.


"cepat sekali? ". tanya Nana


"maafkan saya Nona..! saya yang terlalu lama mendandani Nona". jawab Qila


"tapi kenapa tidak menunggu kakak Anna? ". tanya Nana ke Anna


"bang Arka takut hilang hafalannya kalau melihat kakak". jawab Anna dengan polos


Qila menahan tawanya seketika sedangkan Nana mengerucutkan bibirnya akan kejujuran Arka yang takut hafalannya buyar karna melihat wajahnya ini.


Nana dirangkul oleh Anna dan Caca menuruni tangga dengan gaun berwarna putih tulang melekat di tubuhnya.


Arka dibuat takjub melihat betapa cantiknya Nana, Nana malah terlihat serius melihat jalan, Nana takut tergelincir karna gaunnya tidak normal memiliki ekor yang panjang.


Diah dan Dewi hendak membantu Nana tapi Yardan menahan mereka, alhasil Yardan lah yang menjemput Nana menggendong Putri kesayangannya.


"aah.. Papa? ". protes Nana melingkarkan tangannya dibahu Yardan.


"Papa ingin melakukannya sayang! ". kata Yardan tersenyum mencium pelipis Nana.


Arka berdiri semua tamu dan saksi yang ada berdiri melihat betapa cantiknya Nana membuat mata setiap orang tidak berkedip melihatnya.


Yardan menurunkan Nana tepat di hadapan Arka, Yardan mengambil tangan Nana lalu menyerahkannya ke Arka.

__ADS_1


"kedepannya tanggung jawabmu membahagiakan putriku Devano..! jika kau membuatnya menangis walau setetes saja aku yang akan menghabisimu". peringatan Yardan.


Arka menerima tangan Nana, "Devano berjanji Papa..! Devano akan membahagiakan dan menjaga harta berharga keluarga Wijaya".


semua tamu undangan dan Para saksi bertepuk tangan meriah, Yardan beranjak pergi kembali bergabung ke Dewi yang mengelus rahangnya.


Nana dan Arka saling bertatapan, Arka merangkul pinggang Nana lalu mencium lembut kening dan Pipi Nana,


"aku mencintaimu Istriku..!". bisik Arka


Nana tersenyum hingga wajahnya semakin terpancar kebahagiaan yang belum pernah ia rasakan, baru saja menikah Nana sudah dibuat jantungan dengan kata-kata Arka yang menyebutnya Istri.


Nana menyalami tangan suaminya dan Arka juga mencium punggung tangan Nana tapi matanya hanya tertuju pada wajah menawan Nana hingga orang-orang disekitar mereka bersorak histeris, Arka sangat manis.


"silahkan tukar cincin sayang..! ". ujar Diah membawa sebuah kotak cantik dan membukanya ada cincin pernikahan.


Nana mengambil cincin yang besar lalu memasangnya di jari manis Arka dan begitu juga sebaliknya.


Intan datang terlambat membawa El diikuti oleh suaminya (Celvin), "Tantee?? ". rengek Intan ke Dewi dan Diah yang bergandengan tangan pun menoleh ke Intan.


"ya ampun sayang..! Ijab kabulnya sudah selesai kamu terlambat sayang". Dewi mengelus lembut pipi Intan.


"kamu kenapa terlambat sayang? ". tanya Diah ke Intan


"maafkan Intan Tante, tadi jalanan macet total". ucap Intan merasa bersalah.


"tidak apa..! sekarang istirahatlah..! nanti malam kamu akan kelelahan". sahut Dewi


"iya sayang..! mana El? ". tanya Diah


"El sama Mas Celvin Tante". jawab Intan


.


di Ruang Make-up


"eeh..? Intan?? ". Nana memutar kepalanya melihat dari pantulan cermin ada Intan masuk ke Ruangannya.


"hai.. sahabatku..? bagaimana sayangku? menikah itu enak kan?? kamu diperlakukan seperti ratu kan??". ledek Intan dengan gemas mencubiti pipi Nana.


Nana tersenyum, "aku tidak tau Intan tapi aku hanya ingin melaluinya saja".


"benar itu Nana..! kamu harus melaluinya dan nanti kamu akan mengerti indahnya jika sudah menjadi istri bahkan senang punya suami". Intan.


Qila hanya tersenyum memberi waktu mereka untuk berbicara, ia menggendong anaknya yang patuh di sofa menunggunya karna masih banyak waktu untuk acara resepsi pernikahan Nana dan Arka dimalam hari.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2