
.
.
.
Nana tersenyum manis di Kursinya, ia memutarnya sambil tertawa kecil.
"kalau dia mengabaikan peringatanku tinggal disebar saja tapi wajah Pak Bara akan aku blur, tapi tunggu...? ".
Nana seolah menyadari sesuatu, alhasil Nana mencari tau siapa saja Pria yang pernah tidur dengan Sari, Nana melacak semuanya hampir 2 jam dan menggeleng kepalanya pelan.
"gila..! anak ini seorang lac*r ya? ". gumam Nana tak habis fikir cara Sari mendapatkan uang adalah hasil jual dir*nya.
"jadi Oplas nya juga karna uang itu? ckk...! manusia serakah tidak akan pernah kenyang". gerutu Nana
Nana menutup komputernya, ia tidak sanggup melihat pekerjaan Sari yang tak lebih dari seorang pelac*r, ia akan menyebarkan Vidio se*s Sari dengan Pria asing yang tidak dikenal entah siapa dia tapi Nana akan memblur nya nanti jika Sari mengabaikan peringatannya.
"huuh...! gara-gara dia aku jadi lapar". gerutu Nana memilih pergi ke dapur.
Nana melihat suaminya yang masih fokus rapat, entah apa pembicaraan mereka hampir 2 jam belum juga selesai.
Nana pergi ke dapur memasak untuknya juga suaminya, Nana bersenandung saat memasak dan sangat menikmati kesenangannya.
"hmm? ". Nana melihat ponselnya yang bergetar.
Nana mematikan kompornya lalu mengangkat panggilan dari Ara.
"ada apa Ara? ". tanya Nana
"Nona ada masalah dengan Investor dari yogyakarta yang mencoba menerobos Perusahaan cabang kita di semarang, orang ini membawa banyak preman Nona sudah banyak korban yang dilarikan ke Rumah Sakit". lapor Ara dengan khawatir.
Nana berubah datar, "katakan pada Abi untuk memberikan IP Perusahaan cabang padaku! ".
"baik Nona! ". jawab Ara
"aku akan membuat kekacauan di media supaya dia bermasalah, itu bisa menekan waktu 1 jam dari sekarang untuk kita bisa terbang ke Semarang". jelas Nana
Nana mematikan panggilannya lalu berlari ke kamarnya dan menjalankan aksinya setelah mendapatkan alamat surel yang ia inginkan dikirim oleh Abi dalam hitungan menit.
__ADS_1
Asisten Nana bekerja dengan cepat dan cekatan karna Nana tidak suka membuang waktu.
Nana mengotak-ngatik komputernya, ia langsung mengirim rekaman CCTV kekacauan di Perusahaan cabangnya ke Pihak polisi dan meminta Polisi untuk datang ke Perusahaannya, setelah itu Nana juga menyebar luaskan bukti kejahatan Investor yang berusaha melawan Nana,
"dasar tukang penjilat yang menggelapkan dana ya? masih berani melawanku, apa dia tidak tau siapa aku ya? dia tidak kapok masalah orang yang pernah menggelapkan uang Perusahaan cabangku sebelumnya? manusia serakah..! kenapa banyak manusia serakah di muka bumi ini?? ". celoteh Nana yang merasa kesal dengan kejahatan yang sama dilakukan juga padahal Nana sudah pernah memberi peringatan.
berkat perintah dan pekerjaan Nana sebagai seorang Hacker pun bisa membantu Perusahaan cabang yang ada di Semarang untuk bertahan selama 1 jam dari sekarang.
"kau tidak akan lepas dari cengkramanku Dadang". kata Nana mencengkram tangannya sendiri menatap potret Pria paruh baya dilayar komputernya.
"hanya seorang Investor saja belagu". gerutu Nana berjalan cepat ke ruang ganti hendak berganti pakaian tapi perutnya terasa lapar.
Nana tidak jadi berganti pakaian memilih pergi ke dapur dan ternyata Arka juga baru saja keluar dari Ruangannya sambil memegang perut.
Nana dan Arka saling pandang lalu tertawa satu sama lain karna perut mereka sama-sama lapar, Nana melanjutkan masakannya yang tertunda sambil mengatakan kesulitan Perusahaan Cabang, Arka pun meminta ikut lalu menghubungi Ara dengan ponsel Nana belikan tiket untuk Arka.
30 menit kemudian
Nana dan Arka beserta Ara, Abi juga ikut pergi ke Semarang sesampainya di Perusahaan cabang milik Nana seperti biasa Nana selalu di hormati, mereka yang baik-baik saja masih bisa menyambut Nana sedangkan yang terluka berada di Rumah Sakit.
"Nona..? apa Nona yang melapor ke Polisi tadi? ". tanya salah satu manager Perusahaan cabang ke Nana.
"terimakasih Nona..! berkat Nona kami semua selamat". ucap mereka semua serentak.
"dimana Polisinya? ". tanya Nana
"Para Polisi sudah membawa para preman dan mengejar pak Dadang Nona".
"dia kabur? ". tanya Nana dengan serius.
"sebelumnya memang dia mau melarikan diri Nona tapi Polisi menembak kakinya".
Arka sampai kagum dengan kehebatan Nana dalam mengulur waktu bahkan dari jauh pun Nana bisa menyelamatkan banyak orang.
"kalian sedang apa? ". tanya Nana pada Karyawannya yang sedang menyusun barang-barang yang berserakan.
"kami membereskan semua kekacauan ini Nona". jawab salah satu Karyawan Nana dengan berhati-hati.
Nana melirik Abi yang langsung mengangguk menghubungi seseorang,
__ADS_1
"Ara kamu sudah bilang untuk tim medis datang kesini? ". tanya Nana ke Ara
"sudah Nona! ". jawab Ara
para Karyawan dibuat tidak mengerti tapi tidak berani bergerak, lalu akhirnya mereka semua mengerti saat gerombolan tim medis datang dan mengobati setiap luka yang mereka dapatkan walau hanya kecil karna pecahan kaca.
Abi ternyata menghubungi puluhan Pria berpakaian rapi memberi hormat pada Nana, ternyata orang-orang itu lah yang membersihkan kekacauan itu dengan cepat.
"kalian yang sudah diobati silahkan pulang dan istirahatlah..! aku beri kalian waktu libur selama 1 minggu, aku akan selesaikan sisanya". kata Nana
"baik Nona presdir". jawab mereka semua serentak.
benar saja setelah diobati mereka langsung pulang karna Nana yang memberi perintah, Nana tanpa ragu membantu membereskan kekacauan itu dan Arka juga membantu supaya cepat selesai, Ara menyapu lantai yang banyak terkena pecahan kaca, sementara Abi membersihkan pecahan guci.
mereka bekerja sama merapikan Perusahaan itu tanpa mengeluh lalu Nana menghubungi sebuah Restaurant ternama di Semarang dan membungkuskan banyak makanan untuk diberikan pada setiap pekerjanya.
malam hari
walau sudah malam tapi ditempat mereka saat ini terang benderang karna lampu hampir setiap sudut.
"terimakasih atas kerja keras kalian semua.! ambil makanan disana lalu isi formulir disana supaya upah kalian bisa dikirim ya? ". pinta Nana
"baik Nona! ". jawab mereka semua serentak.
Nana menghela nafas panjang, ia mengepalkan tangannya mengingat pak Dadang yang membuat kekacauan ini hingga banyak yang terluka, Arka menggenggam tangan Nana dan Nana menoleh ke Arka.
"semua bukan salahmu sayang..! kita makan terus besok kita jenguk karyawanmu yang ada di Rumah Sakit ya? ". bujuk Arka
Nana mengangguk pelan lalu Ara dan Abi seolah sudah mengerti mengantarkan makanan untuk Nana dan Arka, karna sibuk bekerja membersihkan Perusahaan yang kacau balau hampir 4 jam membuat mereka semua lapar.
Ara dan Abi sudah makan lalu memesan setiap Guci yang dipecahkan untuk diganti yang baru, semua itu atas perintah Nana, serta sofa-sofa yang dikoyak-koyak oleh pisau pun diganti, semua pesanan mereka akan datang esok hari.
sepertinya hanya Preman gila yang di bayar oleh Dadang, dinding kaca Perusahaan Nana anti peluru dan tidak mudah pecah tapi yang lain tentu saja bisa pecah.
.
.
.
__ADS_1