
.
.
.
"bisa kita berbicara ber-empat? ". tanya Arka serius
melihat keseriusan Arka membuat sepasang suami istri itu dilema, mereka sendiri bertanya-tanya mengapa 2 Presdir Perusahaan ternama mengajak bicara CEO di Perusahaan kecil milik mereka.
"saya juga Tuan? ". tanya Meilani karna merasa pekerjaannya bukan Perusahaan melainkan Toko seorang desaigner.
"iya anda juga Nyonya Meilani". kata Nana dengan serius pula.
walau tidak mengerti sepasang suami istri (papa mama Riyan) mengikuti Pasutri sempurna (Papa mama Ren dan Rose).
di balkon,
"kenapa jauh sekali Tuan?". tanya Adre
"Iya Nyonya? kenapa kita berbicara mengikuti mereka? ". tanya Meila juga.
Nana mengeluarkan ponselnya lalu menunjukkan Vidio Riyan yang membuli anaknya bahkan dengan tak tau dirinya membuang makan siang putrinya.
Adre dan Melia membekap mulutnya syok, seakan mereka tau kalau gadis kecil yang meninju dan Ren yang memukul anak mereka adalah anak Nana dan Arka, dari wajah sikembar bisa mereka lihat gabungan paras Arka dan Nana terbentuk pada Ren dan Rose.
"ii... ini? ". Melia
"hmm..? kalian mau menuntut kami? bukan salah anakku jika membuat anak kalian masuk Rumah Sakit, berani sekali anak bernama Riyan itu mencampakkan masakan Istriku". kata Arka dengan dingin.
glek..
mereka tau anaknya nakal tapi tak disangka akan berani membuli seorang anak Penguasa? apa Anaknya itu gila? apa anaknya ingin karir mereka hancur? entah apa yang dipikirkan Riyan.
berapa kali Melia memberitau Riyan kalau Arka dan Nana adalah seorang pembisnis besar lewat TV, untuk itu jangan pernah menyinggung mereka apalagi bermasalah dengan Keluarga mereka,
__ADS_1
"i.. ini kesalahfahaman Tuan, saya akan beri anak saya pelajaran". kata Adre dengan cemas
Melia menelan salivanya yang terus saja tercekat seolah tersangkut di tenggorokan padahal ia tidak peduli dengan siapa anaknya bertengkar karna sudah dibereskan lewat panggilan telfon namun tanpa diduga anaknya tengah mencari masalah dengan keturunan keluarga yang tidak patut disinggung.
"pelajaran? dengan apa? apa yang kau lakukan pada anakmu hingga suka mencari masalah hah? tidakkah kalian bertanya masalahnya? ". bentak Arka.
Adre dan Melia sampai terlonjak kaget, mereka bersusah payah mencoba tetap berdiri dengan tegap karna kaki Adre dan Melia terasa lemas ingin jatuh begitu saja (menyiksa).
"kamu seorang Ibu..! kenapa kamu lebih mementingkan pekerjaanmu hmm? apa pekerjaan lebih penting dari anakmu?". tanya Nana tersenyum miring.
"pe.. penting untuk masa depannya Nyonya". cicit Melia
"masa depannya? ckkk!! ". Arka berdecak
"masa kecilnya saja sudah rusak kenapa kalian memikirkan masa depannya? seharusnya kalian bentuk kepribadiannya supaya berguna untuk kalian nanti". cibir Arka dengan sinis.
DEG!!
"apa maksud Tuan? ". tanya Adre
"masa kininya tidak rusak, kami banyak membelikannya mainan mahal dan limited karna hasil kerja keras kami memanjakannya tapi kenapa kalian mengatakan masa kecil anak kami sudah rusak?". tanya Melia tak terima
Melia tak terima, "saya tau anak saya bersalah Nyonya tapi bukan berarti dia tumbuh menjadi Pria brengs*k, saya melahirkannya bukan untuk menjadi Pria brengs*k".
"kau tau kan? lalu kenapa kalian mengabaikannya? bukannya belajar anak itu malah mencari masalah demi mendapatkan perhatian kalian tapi apa yang kalian lakukan?". kata kejam Arka
"anak itu sangat rapuh, bagaimanapun 10 tahun dianak lahir dari rahim ibu itu adalah awal pembelajaran seorang anak, didikan Orangtua lebih baik dari seorang Guru, kamu tau berapa lama aku tidak bekerja demi membentuk kepribadian anakku menjadi lebih baik? hampir 5 tahun aku hanya fokus dengan anakku dan bekerja hanya selingan, aku tidak mau anakku menjadi nakal karna kurang kasih sayang". Nana
"Nakal karna kurang kasih sayang? ". beo Adre dan Melia
"lihatlah kalian..! anak kalian sedang berada di Rumah Sakit tapi malah orang asing yang menjaga darah daging kalian, sementara orangtua nya malah sibuk dengan urusannya". kata Arka
"aku pikir mereka tidak sayang pada anaknya sayang, mungkin saja Anak bernama Riyan itu sudah mati". Nana merangkul Arka dan menyandarkan kepalanya dibahu Arka.
Nana sengaja berkata kejam untuk menyadarkan pasangan itu.
__ADS_1
"hmm..! dia pasti ingin mati itu sebabnya berani menyinggung anakku, ckkk..! tidak akan aku maafkan, aku beri pelajaran pada Orangtuanya". kata Arka
"a.. ampuni saya Tuan! ". Adre seketika terduduk seketika karna kakinya sudah lemas sekali tidak bisa menahan tubuhnya saat berdiri.
Melia mematung ditempat,
"aku tidak bermaksud menakuti kalian tapi anakku sebenarnya sangat kuat walaupun umurnya masih kecil, hanya beberapa pukulan saja anak kalian langsung berbaring koma, aku yakin anak itu tidak mau hidup". Ujar Nana menyeringai
"tidaaak....!! aku bahkan kesulitan saat mengandung dan melahirkannya, aku kehilangan pelanggan setiaku demi Riyan, anakku tidak boleh mati". teriak Melia
"ckk...! mau sok baik? tidak usah pakai topeng didepan kami, aku tidak akan berubah pikiran, kalian akan dapat balasan dariku, didikan kalian tidak becus". Arka berkata dengan serius dan terlihat marah.
"ayo sayang..! aku muak dengan orangtua ini, diluar sana banyak pasangan yang tidak bisa punya keturunan tapi ada juga pasangan yang diberi keturunan seharusnya di sayang dan dicintai melebihi apapun itu? tapi apa ini? bukannya di sayangi dengan baik malah dianggap anak tiri.. ck.. kalau aku jadi Riyan itu aku yakin lebih baik mati dari pada tidak dianggap sama sekali". geram Arka membawa Nana pergi.
"iya sayang.. lebih baik dimanfaatkan dari pada dianggap tidak ada sama sekali, setidaknya dirinya masih dianggap berguna". sungut Nana.
"Tuan..? ampuni saya Tuan..! ampuni saya". Adre berusaha mengejar Arka.
Arka menepis lengannya saat dipegang oleh Adre, "kalian terlambat..! bisa-bisanya kami yang mendatangi kalian, silahkan kalian lihat anak kalian yang mau mati itu". kata pedas Arka.
Nana tersenyum sinis saja ke Melia seperti orang jahat yang tidak pantas diberi toleransi,
"aku terima dikhianati tapi aku tidak terima jika anakku disakiti, aku tidak pernah membuat anakku kelaparan atas dasar apa dia berani membuat anakku kelaparan?". kata Arka dengan dingin lalu merangkul pinggang Nana dengan posesif dan membawa Nana pergi.
Adre berusaha memanggil Arka dan hendak berlari ke Arka tapi tiba-tiba saja Melia jatuh pingsan, Adre buru-buru membawa Istrinya ke ruang perawatan khusus di tengah acara itu berlangsung.
"kamu hebat sayang..! ". puji Nana tersenyum cerah
"lihat saja apa yang akan aku lakukan pada kedua orangtua itu, aku menyentil 1 dinding kokoh Perusahaannya". gerutu Arka
Nana terkekeh, Arka sangat menyayangi Rose memang masalahnya spele yaitu membuang makanan Rose tapi Arka yang Papa nya saja tidak pernah membuat anaknya kelaparan bagaimana bisa anak lain membuang makanan anaknya yang sedang lapar hendak makan.
Arka tidak bisa memaafkannya tapi tidak bisa menghukum anak itu juga, itu sebabnya Arka menyerang Orangtua nya supaya lebih pengertian pada anaknya bernama Riyan itu lalu mendidiknya dengan benar.
.
__ADS_1
.
.