Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa

Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa
diawasi


__ADS_3

.


.


.


dan beberapa saat kemudian Nana bertemu Intan,


"Kak..? kakak lihat Rose? dia hilang dari pengawasan kami kak". tanya Nana


"loh.. bukannya Rose sama El ya?". Celvin yang menjawab.


"benarkah? ". tanya Arka dan Nana serentak.


Celvin dan Intan mengangguk,


"dimana mereka? ". tanya Arka


"disana! ". tunjuk Intan.


Nana dan Arka segera berlalu meninggalkan Pasutri yang sedang kebingungan itu,


Ren ada dalam pengawasan Kakek dan Neneknya, tapi Rose dalam pengawasan Nana dan Arka tapi tiba-tiba mereka kecolongan.


terlihatlah oleh Nana dan Arka bagaimana cara El memperlakukan Rose didepan banyak orang, El terlihat menyayangi Rose.


"bagaimana Rose? ". tanya El tersenyum cerah.


"enak bang, yang itu bang lasanya gimana? ". tunjuk Rose semangat.


El berjinjit mengambilkan apa yang Rose inginkan ternyata sangat enak, dan Rose tersenyum lebar ke arah El yang mengelus kepala Rose seperti adik kandungnya sendiri.


Arka tercengang melihat pemandangan itu begitu juga Nana.


"apa mereka bisa akur juga? ". tanya Arka tak percaya.


"mereka seperti Ara dan Abi, akrab didepan umum tapi suka berantem kalau sudah tidak ada orang". jawab Nana.


"mau kita lihatin saja". kata Nana menoleh ke Arka meminta tanggapan.


Arka mengangguk setuju,


"kenapa dek? ". tanya El


"hauss". jawab Rose dengan raut wajah lucunya.


El segera mengambil minuman untuk Rose lalu memberikan botol mineral setelah dibuka tutup botolnya oleh El.


Rose menatap heran El yang cepat menurutinya tapi tidak berpikir aneh, El bukan anak yang bodoh tidak tau tempat berkelahi jika didepan banyak orang mana mungkin El berperang dengan Rose.


"Hai.. Rose..? aku diundang juga loh kesini, kamu sedang apa? ". tanya anak satu sekolahan dengan Rose hanya berbeda umur.

__ADS_1


Rose menatap anak perempuan itu dengan aneh, "kenapa kau menyapaku? kita tidak saling mengenalkan? ".


"aku hanya ingin berteman denganmu Rose". kata anak perempuan itu dengan ramah.


Rose tersenyum sinis, "aku tau kamu tidak tulus padaku, tidak usah pula-pula baik didepanku, aktingmu sangat buluk".


El mengamati dan akhirnya bisa menebak kalau Rose tidak suka anak perempuan itu, segera El membawa Rose pergi.


"abang...! lose belum siap malah-malah sama dia". protes Rose


"adek tidak usah malah-malah ya? adek kan baik". kata El meledek Rose.


Rose menatap tajam El yang tersenyum lebar tanpa merasa bersalah sedikitpun.


"abang cali masalah sama lose? mau lambut abang los lusakin? ". ancam Rose


"tidak adek...! rambut abang sudah disalon mahal". kata El memperagakan gaya kerennya.


Rose memutar bola matanya dengan malas, "tidak usah sok-sok an ganteng didepan los ya bang..! abang tidak menalik sama sekali". ketus Rose.


Nana dan Arka mendengarnya, ternyata El baik pada Rose karna takut ancaman Rose, El adalah anak nya Celvin yang sangat menjaga penampilannya terutama didepan banyak orang.


padahal El memang tidak akan mencari masalah didepan umum pada Rose tapi namanya sudah terbiasa tentu keselip juga ledekan gemasnya ke Rose.


" Rose sayang? ". panggil Arka


Rose berbalik, raut wajah kesal dan marahnya seperti tadi berubah menggemaskan pada Arka, ia berjalan mengangkat gaunnya dan memeluk Papanya.


"sayang..! Mama khawatir, bagaimana kalau kamu diculik orang hmm? Mama dan Papa bisa kejang-kejang seperti ikan tidak dapat air". Nana.


Rose mengerucutkan bibir mungilnya,


"Tante.. Om? ". sapa El tersenyum ramah.


"terimakasih sudah menjaga Putri Tante ya sayang". Nana masih mengelus kepala Rose tapi menatap El.


"iya Tante..! sama-sama, El pergi kesana Tante, Om". izin El ke Nana dan Arka.


"hmm". sahut Arka


Nana tersenyum melambaikan tangannya ke El,


"kamu diapain sama El nak? apa perlu Papa patahkan tulang rusuknya? ". tanya Arka dengan serius.


Nana menatap Putri kecilnya yang terlihat cantik, Nana sendiri mengakui Putrinya begitu cantik mungkin kelak saat dewasa nanti akan mengalahkan kecantikan Nana dimasa jaya nya kini.


"papa..? Lose bisa mematahkan tulang lusuknya dengan tangan los ini, papa tidak usah ya? nanti diancam tante Intan Papa kalah lagi". Rose dengan polos.


"diancam?bagaimana kamu bisa tau nak? ". tanya Arka sedangkan Nana terkekeh saja karna tau ancaman itu.


"bang El yang bilang". jawab Rose masih polos.

__ADS_1


"anak itu mencemari nama baikku didepan anak-anakku". geram Arka


Nana menepuk pundak Arka dan menggeleng kepalanya, Arka menarik nafas dalam-dalam lalu membawa pergi Anak dan Istrinya bergabung dengan keluarganya.


acara pesta pernikahan Ara dan Abi semakin meriah, banyak tamu undangan datang memberi doa restu untuk pasangan yang berbahagia itu, Pak Reza juga datang bersama Istri dan anaknya.


hidup mereka menjadi jauh lebih baik sejak bekerja di Perusahaan Nana sebagai Asisten ketiga.


.


Sekar, Anna dan Caca datang ke acara itu bergandengan tangan, walaupun Anna punya banyak saudara jauh yang mengincar hartanya tapi Anna berlagak seperti tidak peduli dengan harta kekayaannya karna permintaan Leonard dan Nana.


untuk mencari aman keselamatan Anna, mungkin cara itulah yang terbaik, sampai saatnya Tiba Anna akan semakin kuat dalam bisnis, diam-diam Anna masih dalam belajar untuk menjadi seorang Pembisnis yang hebat seperti Nana tapi saat ini Anna fokus menjadi dokter.


"kenapa Ca? ". tanya Sekar heran.


"aku tidak terbiasa mengenakan gaun aneh ini". protes Caca.


Anna tertawa cekikikan, "aku juga suka gaya berpakaianmu tapi kita ke acara pesta tidak mungkin memakai jas Formal, kita kan bukan laki-laki".


"ayo Caca..!".ajak Sekar mendorong-dorong Caca didepannya.


Caca menggerutu dengan kelakuan Sekar dan Anna, sedangkan Sekar dan Nana malah menertawai ocehan Caca.


Caca awalnya tidak banyak berbicara tapi kalau di ganggu dan dibuat malu Caca akan mengomel panjang, itu sebabnya mereka suka mengganggu Caca.


"aduuh...! ". Anna tiba-tiba memegang leher belakangnya.


"kenapa Anna? ". tanya Caca berbalik dan khawatir pada Anna begitu juga Sekar.


"tidak tau..! kenapa tengkukku terasa dingin? apa ada yang memperhatikanku? ". bisik Anna.


Sekar dan Caca dengan polos mengedarkan pandangannya ternyata memang benar banyak lelaki yang memandang Anna karna gadis itu adalah Calon Penguasa Asia Group.


"iya..! apa perlu aku colok mata mereka Anna? ". tanya Caca


"jangan Ca..! di suntik rabies aja". celutuk Sekar


Anna menatap tak percaya perdebatan kedua temannya, Caca seorang Dokter walau hanya dokter hewan tapi menyuntik sesuatu hal yang tidak pantas dilakukan oleh seorang dokter tidaklah baik karna melanggar sumpah.


Anna mengedarkan pandangannya, firasatnya tidak enak seperti ada yang tidak senang dengannya jadi mencari tatapan itu.


Anna mana tau kalau arti tatapan Pria itu untuk Anna supaya tidak tertawa disaat Anna ditatap Pria lain, hanya dia lah yang boleh melihat tawa Anna.


Pria itu begitu kesal dengan orang yang menatap gadis nya, ternyata sesuai janji si pengirim Amplop merah hari ini adalah pertemuannya dengan Anna tapi belum bertatap wajah.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2