
gadis pelayan yang menjadi mata-mata Arka di Rumah Toni pun tiba, ia dituntun oleh Endra masuk ke Ruangan Vano.
"Tuan, saya membawa gadis yang anda maksud!". seru Endra
Vano memutar kursinya ke arah Endra dan memberi kode pada Endra untuk meninggalkannya bersama gadis itu saja.
"kenapa? ". tanya Arka penasaran alasan gadis itu mengubah rencana dengan menambah kadar ramuan yang mereka sepakati.
"maafkan saya Tuan, teman saya yang melakukannya". pelayan itu bersimpuh ke Vano seolah meminta pengampunan karna melanggar janji yang sudah mereka sepakati.
"temanmu? ". tanya Vano tidak mengerti.
Pelayan yang namanya Dira itu menceritakan alasan Ia mau bekerja dengan Vano selain karna balas dendam juga butuh uang.
Vano menghela nafas panjang, "baiklah..! aku terima alasanmu, aku akan bayar sisanya".
Dira melihat Vano, "a.. apa Tuan? T.. Tuan tidak marah? ".
"kenapa aku harus marah??". kata Arka mengangkat tangannya mengusir Dira.
Dira pun keluar dari Ruangan Devano alias Arka dengan pandangan linglung, ia tak menyangka Vano tidak memarahinya bahkan malah mengerti alasan Dira.
di Ruangan Arka langsung TF uang untuk hasil kerja Dira yang memuaskan walau lebih cepat dari waktu yang telah ditentukan.
Arka mendatangi RSJ tempat Hema dikurung, ia bisa mengunjungi Hema dengan alasan kunjungan keluarga.
"Hema..? ". panggil Arka
Hema mengangkat pandangannya dan terlihat ketakutan melihat Arka,
"tidaaaak...!! tidaaaakkk...! aku tidak salah... tidaaakkk... aku tidak membunuhnya...kalian salah tangkap". teriak Hema terus mengesot kebelakang hingga berada di pojok.
Arka melihat Hema yang tubuhnya bergetar-getar ketakutan, "apa memang begini efeknya? tapi aku rasa tidak, apa wanita yang dilec*hkan itu menambah ramuan lain? ". batin Arka
"ckk...! ini karmamu". kata Arka tersenyum miring.
__ADS_1
"puas sekali aku melihatmu seperti ini, kau disini sementara papamu malah menikmati kebahagiaannya menjelang pesta pernikahannya hmmm.. lihat apa yang akan aku lakukan pada Pria itu". gumam Arka menyeringai tipis
Arka menemui Nita yang kini ada di Ruangan Privat Restaurant ternama, "kau datang! ". kata Arka dengan dingin.
"kenapa Tuan mengajakku bertemu? apa Tuan mau balas dendam padaku? ". tanya Nita didepan pintu sambil memegang gagang pintu bersiap kabur jika Arka macam-macam dengannya.
bukan macam-macam masalah negatif tapi masalah nyawa karna Nita tau Arka sangat marah padanya.
"aku akan membantumu kabur dari pernikahanmu". kata Arka serius
Nita terpaku, "lalu?? apa Tuan mau menikahiku? ".
"jangan harap..! aku hanya membantumu bebas dari Pria gila itu, aku bukan berniat menjelekkannya tapi kau terlalu berlebihan untuknya aku yakin kau bisa menemukan yang lebih baik darinya". Arka
"percayalah kau wanita pekerja keras, kau akan mendapatkan Pria yang mencintaimu dengan tulus bukan karna hal fisikmu tapi memang dia mencintai hatimu seperti aku mencintai Nana". Arka
Nita berkaca-kaca mendengarnya, "anda mendoakan saya Tuan? apa saya pantas dicintai? ".
"tentu saja..! Nana sudah mengatakan padaku alasan kau melakukan hal ini, dia menitip pesan dengan meminta maaf padamu karna mempermainkanmu tanpa mencari tau alasanmu melakukan hal itu". jawab Arka dengan serius tapi wajahnya dingin dan datar.
alhasil Nita menerima tawaran Arka yang membantunya kabur 1 hari jelang pernikahannya, alasan Arka ingin balas dendam pada Toni yang terlihat bahagia menikahi Nita padahal anaknya sendiri di RSJ.
hari berlalu begitu cepat hingga tanpa terasa esok adalah hari pernikahan Nita dengan Toni, Arka dan Nana sudah membantu Nita pergi ke Bandara tak lupa membelikan Nita tiket.
"aku bersumpah demi apapun tidak terjadi apapun diantara kalian berdua, saat itu aku hanya membuka jubah mandimu dan buka kemeja Pria itu saja, aku memukul kepalanya cukup kuat aku jamin dia tidak akan sanggup melakukan hal itu setelah terkena pukulanku". Nana
Nita tersenyum lega lalu berpamitan pada Arka dan Nana setelah itu membawa neneknya pergi dari Nana tak lupa Nita mengucapkan terimakasih pada orang yang telah Nita coba jebak itu.
setelah apa yang Nita lakukan masih mau juga Nana membantunya, apapun alasannya yang pasti Nita merasa bersalah telah mencoba menjebak orang baik, sebelumnya Nita mengira Arka adalah orang jahat, sombong dan kejam tapi kenyataannya malah tidak seburuk itu.
"kenapa melamun sayang? ". tanya Arka mengelus kepala Nana
mobil Arka sudah ada di Apartemen Nana tapi mengapa Nana tidak menyadarinya malah melamun hingga Arka penasaran apa yang dipikirkan kekasihnya itu.
"aah..! udah sampai ya? ". Nana sadar dan menatap sekeliling.
__ADS_1
Nana melepas seatbeltnya dan keluar dari mobil Arka yang menghela nafas ikutan turun mengikuti Nana sampai ke Apartemennya, Nana kaget saat berbalik ada orang masuk ke Apartemennya namun pelakunya ternyata adalah Arka.
"Arka kamu mengagetkanku". kesal Nana
"apa yang kamu pikirkan sampai tidak sadar aku mengikutimu bahkan kita tadi satu lift". tanya Arka serius.
Nana terdiam, "Aku hanya merasa bersalah padanya Arka".
Arka tersenyum, "bukankah sudah berbicara dengannya hmm? dia tidak marah sama sekali malah meminta maaf padamu karna pernah mencoba menjebakku hmm? kamu yang memberitauku alasan dia melakukannya kan?".
"tapi tetap saja Arka aku ceroboh tidak mencari tau tentangnya terlebih dahulu". keluh Nana
Arka menjelaskannya lebih detail bahwa yang salah diantara mereka adalah Hemachandra, untuk itu Nana tidak perlu menyalahkan diri sendiri.
"sudah.. sudah.. mending kita makan mie bagaimana? aku akan buatkan Roti kukus kesukaan pacarku ini". Arka menangkup pipi Nana yang tersenyum tulus.
"terimakasih". ucap Nana merasa jauh lebih baik berkat perkataan Arka.
Nana dan Arka menghabiskan waktu berdua lalu malam harinya sudah muncul berita bahwa Toni akan menikah dengan Nita pun bocor ke publik.
pernikahan Toni dan Nita memang tidak untuk dipublis karna atas permintaan Nita sendiri yang malu menikahi Toni seumuran dengan ayah bagi nya.
"hoho...! Pria itu terlalu bersemangat hingga memberitau ke publik bahwa pernikahan mereka akan digelar dalam waktu begitu dekat". sinis Arka
"dia berbahagia tapi tidak tau anaknya sedang di RSJ? perempuan bisa membuat seorang Ayah mencampakkan anaknya sendiri". gerutu Nana
"kita lihat saja sayang..! pernikahan mereka tidak akan terjadi karna aku sudah menjaminnya". sahut Arka menyeringai tipis.
Nana tersenyum saja sambil berkata, "aku harap Nita bahagia disana bersama Neneknya".
"tapi bagaimana informasi pernikahan mereka bisa bocor? ". tanya Nana penasaran
"dia yang membocorkannya sendiri tapi menyuruh orang lain untuk memberikan kabar itu pada wartawan". Arka
"hahaa.. dasar Pria Tua, apa dia tidak malu menikahi seorang perempuan yang umurnya tak berbeda jauh dengan anaknya bahkan lebih kecil". decak Nana
__ADS_1
"Pria tua sepertinya tentu saja tidak memikirkan umur yang penting dapat istri muda yang seksi kan? aku sudah bilang mereka itu Pria kotor". kekeh Arka