Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa

Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa
kabar baik


__ADS_3

.


.


.


Nana dan Arka menginap di Hotel terdekat,


tengah malam Nana melihat pemandangan Kota lewat balkon, Arka tiba-tiba datang menyelimuti Nana lalu memeluk Nana dari belakang.


"kenapa tidak tidur hmm? ". tanya Arka


"aku tidak bisa tidur sayang". jawab Nana


Arka membalik tubuh Nana dan menghadap padanya, "hei.. sayang? kamu sama sekali tidak bersalah..! lagian bedeb*h itu sudah masuk penjara dan orang-orang yang terluka juga sudah diobati sedangkan mereka yang di RS baik-baik saja karna cepat ditangani".


Nana menghela nafas, "apa mereka menyalahkanku sayang? ". tanya Nana


"tidak akan". jawab Arka cepat


Nana pun memeluk Arka memejamkan matanya di pelukan sang suaminya, Arka selalu ada dimana pun dan kapanpun Nana butuhkan seperti saat ini.


lama-lama Nana ketiduran, Arka masih memeluk Nana dan menahan tubuh istrinya supaya tidak terjatuh sampai mendengar suara dengkuran halus Nana baru Arka perlahan menggendong Nana membawa masuk ke kamar mereka,


Arka menutup pintu ke balkon lalu kembali masuk ke selimut yang sama dengan Nana dan memeluk istrinya dengan posesif.


"aku sangat beruntung memilikimu sayang". bisik Arka dengan lembut.


Nana tidak mendengarnya lagi sebab dirinya sudah masuk ke alam mimpi, dipeluk Arka membuat Nana tenang melupakan semua beban pikirannya saat ini.


ke esokan harinya.


Nana dan Arka diikuti Ara sedang dalam perjalanan ke Rumah Sakit sementara Abi mengurus kasus Dadang di kantor Polisi bersama pengacara sewaan W Group, Abi ingin Dadang mendekap dalam penjara sesuai hukumannya tanpa bisa dibela oleh pihak Dadang untuk meringankan hukumannya.


"jika Dadang keluar dari Penjara apapun caranya kalian harus bawa dia ke Rumah Sakit Jiwa, kalau bisa kurung dia sebagai orang sakit jiwa paling berbahaya". bisik Nana ke Ara


"baik Nona..! saya sudah sampaikan pada Abi". jawab Ara


Nana pun mengangguk pelan lalu Arka datang membawa menu sarapan ala kadarnya untuk sekedar mengisi perut.


"sedang apa kalian? ". tanya Arka ke Nana dan Ara.


"aku hanya ingin Si Penjahat gila itu mendekap dalam penjara selama-lamanya kalaupun bebas harus tetap dihukum dengan dimasukkan ke RSJ". jawab Nana

__ADS_1


Arka mengangguk setuju karna tau Nana paling tidak suka jika ada yang mengusik para pekerjanya yang tidak bersalah.


"sekarang sarapanlah sayang! ". bujuk Arka lembut.


.


.


"setelah kasus ini selesai aku menunggu kabar baikmu Ara". kata Nana ke Ara yang sontak saja terbatuk-batuk seketika.


"uhukkk.. uhukkk.. hah? maksud Nona apa? ". tanya Ara masih terbatuk-batuk.


"kalian tidak berniat menikah?". tanya Nana


"sudahlah sayang, jangan ikut campur masalah pribadi asistenmu biarkan saja hati yang menuntun mereka ke pasangan sendiri-sendiri". potong Arka


"Tuan sangat bijaksana!". puji Ara merasa dapat pembelaan.


Nana mengerucutkan bibirnya, "kamu tidak tau sayang, Ara dan Abi itu suka berkelahi, jadi biar akur sekalian aku nikahkan saja mereka".


"memang kamu Ibu nya Ara hmm? ". gemas Arka


"bodo amat". jawab Nana membuang muka hingga Arka tertawa.


"aku minta maaf pada kalian semua..! gara-gara aku tidak terlalu memperhatikan kalian semua seperti ini, aku harap kalian tidak terlalu membenciku". ucap Nana


mereka malah bersorak tak terima mengatakan semua itu salah Nana, mereka malah mengatakan kalau Dadang yang bersalah terlalu meremehkan Nana yang sangat hebat akan turun tangan menolong pekerjanya, Nana sampai terharu akan pengertian para pekerjanya.


sebenarnya sejak Nana menaikkan gaji Karyawan semua pekerja Perusahaan W Group baik dicabang sekalipun sangat memuja Nana yang bijak, bahkan menaikkan gaji mereka semua, jika Pemilik Perusahaan besar lain pasti keuntungannya untuk diri sendiri tapi Nana malah membagikannya ke Para pekerjanya.


selama 1 minggu Nana mengurus Perusahaan W Group di Semarang sampai tuntas lalu hari ini adalah hari terakhir, Ara dan Abi sudah kembali ke Jakarta sementara Nana bersama Arka masih di Semarang menghabiskan waktu berdua seperti sepasang kekasih saja.


"tidak terasa sudah 1 bulan pernikahan kita sayang". kata Arka menatap lekat Nana yang sedang minum jus.


Nana menoleh ke Arka lalu menyandarkan kepalanya di Bahu Arka sambil menatap pemandangan indah di Kota ini,


"hmmmm..? ". Nana tiba-tiba membekap mulutnya sendiri.


"kenapa sayang? ". tanya Arka dengan panik.


"hmm... Hoeeekk.. ". Nana membuang jus nya lalu berlari, Arka pun mengikuti Nana dengan khawatir tanpa ragu masuk ke Toilet wanita mengelus-ngelus punggung Nana.


"aaahhh! ". teriak wanita yang ada di Toilet itu melihat Arka ada di Toilet wanita.

__ADS_1


"maaf..maaf..! istriku sedang mual aku tidak bermaksud apa-apa". jelas Arka dengan khawatir mengelus punggung Nana yang muntah-muntah.


"apa karna Jus tadi sayang? aku akan tuntut Cafe itu". geram Arka melihat istrinya yang sangat menderita.


"uuhh.. huu". para wanita yang ada di Toilet pun menerima alasan Arka,


"bawa ke dokter saja Tuan..! mungkin Nona Presdir sudah hamil". celutuk emak-emak yang tadi berteriak paling heboh.


siapa yang tidak kenal Nana dan Arka? siapapun tau mereka itupun jika emak-emak itu punya ponsel dan bermain sosmed.


Arka tertegun, "hamil? ". beo Arka


Ibu-ibu yang lain pun memberi tau kalau disini ada Bidan lalu tanpa aba-aba lagi Arka menggendong Nana membawa istrinya ke Bidan terdekat ternyata Nana memang sedang mengandung sudah 3 minggu.


"tapi 2 minggu yang lalu saat diperiksa kenapa hasilnya negatif dokter? ". tanya Arka


Si Bidan Wanita mengatakan kalau bisa saja alatnya rusak, Nana sudah hamil 3 minggu dan Si Bidan sangat yakin dengan analisnya tidak pernah meleset.


Arka pun tersenyum bahagia, ia mengucapkan terimakasih pada Bidan itu lalu pergi ke Brankar yang ternyata sedang memijit pelipisnya.


"kamu memang hamil sayang". kata Arka dengan senyum lebarnya.


"iya sayang..! aku senang tapi kepalaku pusing sepertinya aku tidak bisa minum jus Sirsak itu sayang padahal sebelumnya aku sangat ingin minum". kesal Nana memijit-mijit pelipisnya.


"maafkan aku sayang yang tidak tau kamu sedang mengandung, lebih baik kita pulang ke Hotel ya? aku akan kabari keluarga kita". Arka merapikan rambut istrinya.


Nana mengangguk, Arka memasangkan sepatu di kaki Nana lalu mengecup bibir Nana dan menggendong Nana ala bridal style sambil tersenyum bahagia membawa istrinya kembali ke hotel.


setibanya di Hotel, Nana langsung tertidur pulas sedangkan Arka mengabari semua keluarganya termasuk pada Sarah dan Aman yang berada di Vila tepi pantai nya.


mereka yang dapat kabar bahagia itu pun segera berkumpul di Mansion Wijaya sambil bersabar menunggu Nana dan Arka kembali dari Semarang.


"terimakasih sayang..! sekarang istirahatlah yang puas". bisik Arka mengecup kening Nana yang tertidur.


Arka meraba perut datar Nana lalu mengangkat sedikit baju Nana dan mencium perut Nana seolah mencium anaknya.


"Papa menunggumu sayang..! jangan terlalu menyusahkan Mamamu ya? ". bisik Arka dengan nada pelan seperti berbisik karna Arka takut membangunkan Nana.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2