Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa

Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa
masuk sekolah


__ADS_3

.


.


.


beberapa bulan kemudian,


Arka dan Nana datang ke Sekolah Sikembar, mereka mengambil raport anaknya.


"hah? ". Nana cengo melihat hasil penilaian raport Sikembar.


"haha..! nilai mereka sempurna". tawa Arka malah bangga.


"Bu Nensy..? apa nilai mereka memang seperti ini? ". tanya Nana ke Guru wali kelas Sikembar.


"benar Nyonya..! kami juga tidak mengerti mengapa nilai-nilai dari PR mereka sempurna Nyonya, kami bertanya dengan sopan dan hati-hati apa memang mereka yang mengerjakan PR-PR nya, dengan mudah mereka menulisnya di papan tulis, kami sudah melakukan rapat di Kantor Nyonya, kasus ini sangat sulit saya hadapi sendiri jadi bertanya pendapat orang lain". Jelas Nensy


"apa menurutmu kami mengerjakan PR anak-anakku? hei... anak-anakku itu sangat bertanggung jawab, Mama nya mendidik untuk mengerjakan PR yang menjadi tanggung jawab mereka sendiri, enak saja menuduh anakku berbuat curang". Arka


Nensy gelagapan dan meminta maaf,


"diamlah sayang..! wajar saja bu Nensy bertanya seperti itu, aku sendiri sebagai Ibu kandung mereka saja kaget nilai mereka sempurna apalagi Bu Nensy". Nana menatap serius Arka seolah memperingati.


Arka melihat arah lain,


"Bu...! saya benar-benar tidak tau apa saja PR-PR yang Bu Nensy berikan pada anak-anak saya, mereka memang mengerjakan PR itu sendiri". Nana menjelaskannya dengan sopan.


"maafkan saya yang sempat meragukannya Nyonya, saya tidak bermaksud menyinggung Nyonya tapi kepintaran mereka tidak bisa dipercaya dengan akal sehat manusia pada umumnya Nyonya apalagi umur mereka masih terlalu muda". Bu Nensy pun berbicara dengan sangat sopan.


seperti kata-kata orang Anda Sopan kami pun Segan,


Nana tersenyum hangat.


"terimakasih atas kepercayaan Nyonya terhadap sekolah kami, setelah ini semoga kedua anak-anak Nyonya masuk ke sekolah yang lebih tinggi (SD) dan saya doakan semoga mereka tumbuh menjadi Pribadi yang baik, menjadi anak yang pintar dan bisa diandalkan banyak orang". doa tulus Nensy.


"terimakasih doa nya Bu Nensy..! saya sebagai Orangtua Ren dan Rose mengucapkan terimakasih sudah mendidik anak-anak saya selama sekolah disini, maaf jika anak saya pernah menyakiti hati para guru disini". Nana menangkupkan tangannya.

__ADS_1


Bu Nensy memegang tangan Nana lalu meminta maaf karna kurang sopan,


Arka menatap Istrinya dengan senyuman, Nana memang sangat menghormati pekerjaan orang yang berjasa terutama guru, itu sebabnya anak-anaknya begitu hormat pada Guru karna hasil didikan Nana.


"Nyonya jangan berbicara seperti itu Nyonya..! selama saya mengajari Ren dan Rose mereka tidak pernah melakukan kesalahan bahkan dari anak-anak yang saya ajari hanya Ren dan Rose lah yang paling patuh, saya sangat menyukai mereka Nyonya..! bukan hanya saya tapi guru lain pun dihormati oleh Mereka, teman-teman sesama guru dengan saya mengatakan jika anak murid mereka seperti Ren dan Rose betapa bahagia dan beruntungnya mereka". Nensy mengatakan betapa baiknya Ren dan Rose selama di sekolah.


"Ren serta Rose adalah anak yang sopan Nyonya, walaupun Ren jarang berbicara tapi Ren selalu menghormati guru walaupun guru itu tidak pernah mengajar di kelasnya". sambung Nensy lagi.


"anakku sangat hebat! ". gumam Arka lalu izin pada istrinya untuk mencari sikembar.


Nana mengangguk ke Arka lalu tertawa canggung ke Nensy,


"maaf ya bu..! suami saya itu sangat memanjakan anak-anak saya, saya bahkan takut anak-anak nanti manja dan sulit diatur, zaman sekarang teknologi semakin canggih, banyak anak-anak yang ketagihan teknologi lalu berani membentak dan mengabaikan perintah kedua orangtuanya". Nana


Nensy tersenyum lembut, "mengapa Nyonya bisa berpikir seperti itu? sebenarnya semua itu tergantung pribadi anak-anak itu sendiri Nyonya, dan menurut saya semua anak itu pantas untuk dimanja Nyonya".


.


.


liburan sekolah sikembar selama 2 minggu,


kini keluarga kecil Arka tertidur pulas setelah beberapa jam sampai dari Bandara, sungguh perjalanan yang melelahkan bahkan sikembar pun terkapar seperti tidak bertenaga padahal Ren dan Rose selalu tidur di dalam pesawat.


pagi-pagi,


"kenapa Mom? ". tanya Arka


Nana melihat berkas yang dipegang oleh Diah,


"ini nak..! Mommy memasukkan Sikembar ke Sekolah Elit tapi mommy lupa kalau itu sekolahnya El nak..! bagaimana ini? ". tanya Diah melihat ke Arka dan Nana bergantian.


Arka mendengus, "mau bagaimana lagi Mom? biarkan saja, lagian El yang paling rugi jika dia berani menggoda Rose".


"kamu yakin sayang? aku takut El berakhir di Rumah Sakit? ". tanya Nana khawatir.


"kita tanyakan pada mereka". ajak Diah.

__ADS_1


mereka bertiga berjalan ke arah Ruangan Sikembar, Nana memijit pelipisnya melihat Ren sedang main motor di jalanan yang dibuat khusus oleh Arka seperti pembalap terkenal, dan Nana tambah pusing mendengar suara letusan peluru mainan yang di tembakkan oleh Rose ke target.


"sayang..? kalian kemarii!! tidak lihat mama kalian datang hmm? ". teriak Diah


seketika sikembar meninggalkan kesenangan mereka, Ren dan Rose berlari ke arah Nana dan memeluk Mamanya dengan erat, manja.


Arka tersenyum mengelus kepala Ren yang didekatnya.


"Mama mau mendiskusikan suatu hal penting sayang". kata Nana


"baik Mama". jawab Sikembar serentak menarik tangan Nana duduk disofa.


Ren duduk disamping Nana, Diah dihadapan Ren, Arka disamping Nana dan Rose tanpa permisi langsung duduk dipangkuan Arka, tapi Papanya tidak marah malah terkekeh gemas memeluk putri kecilnya tak lupa Ia menghadiahkan kecupan sayang di pipi Rose yang melihat ke arah samping (Nana).


Nana mengatakan sekolah baru Ren dan Rose adalah Sekolah ternama DharmiYudh, disana ada jenjang Sekolah dari Dasar sampai Menengah Atas.


"bagaimana sayang? kalau Rose tidak mau Oma tidak akan memaksa". tanya Diah lembut ke Rose.


"kenapa Rose tidak mau Oma? Rose mau kok". jawab Rose yang memang sudah lancar huruf R nya setelah berlatih cukup keras.


"tapi ada El nak". jawab Arka


Rose tampak berpikir, "memang kenapa dengan abang El Papa? ".


"loh..? kamu tidak mempermasalahkan sekolah dengan Bang El sayang? ". tanya Nana


Ren hanya diam melihat adiknya, Ia yakin Rose tidak sepenakut itu malah mundur saat bendera perang sudah dikibarkan, itu sama saja tindakan Pengecut, Ren sangat yakin kalau Rose mau sekolah di tempat itu walau ada Elvin.


"memang kenapa mama? Rose tidak takut sama bang El, biar Rose patah-patahkan nanti jari tangannya dan tulang bok*ngnya". kata Rose dengan polos namun nada bicaranya berhasil membuat bulu tangan Arka berdiri.


Anak seumuran Rose bagaimana bisa berbicara tanpa beban seperti itu? terkadang Arka juga sering lupa kalau anaknya tidaklah normal.


keputusan pun diterima oleh Rose bahwa Putri Kecil Arka dan Nana itu tidak takut dengan El, Ia mau sekolah disana tanpa memikirkan El.


Rose bukan seorang gadis kecil yang cengeng saat di ejek oleh orang lain.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2