Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa

Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa
belajar berjalan


__ADS_3

.


.


.


"Mom.. mom.. mom...! ". Ren merangkak cepat ke arah Nana yang sedang berjalan ke arah dapur.


"sayang? waah... Ren hebat!! ". pekik Sarah


"haha.. hebatnya". gemas Diah


"cepat sekali dia merangkak". gemas Dewi


Rose digendongan Yardan tidak melihat kakaknya masih asik dengan benda kenyal (Quisy) yang diberikan Kakeknya,


Nana mengambil air di kulkas, Arka membuatkan Nana susu yang bisa melancarkan asi Nana seperti sebelum-sebelumnya sebab kedua bayi kembar mereka kuat Asi.


"Mommm.. mom.. mom? ". panggil Ren merangkak ke arah Nana dengan cepat.


Sontak saja Nana menyemburkan air minumnya dan menoleh kearah asal suara, matanya membulat sempurna begitu juga Arka.


"sayang? ". panggil Nana dan Arka serentak.


Ren menyeringai lebar berjongkok lalu mencoba berdiri hingga Nana dan Arka bersimpuh bertumpu pada lutut sambil merentangkan tangan.


"sayang? kamu udah bisa berdiri sayang? ". tanya Nana terharu melihat anaknya sudah bisa berdiri.


"mom...mom.. mom! ". Ren melangkah pelan dan pelan.


Arka berteriak memanggil keluarganya yang berlari terbirit-birit ke arah dapur, mereka khawatir tapi mata mereka terbelalak sambil melongoh dengan mulut terbuka lebar melihat Ren sudah bisa berdiri lama.


Ren memutar kepalanya dengan polos, kakinya bergoyang-goyang sebab ia belum bisa berjalan tapi Nana lah yang pertama kali melihat Putranya bisa berdiri bersama sang suami.


"aaahhh...! Ren??". pekik keluarga Nana begitu terharu


Ren menyeringai lebar terdengar suara tawa nya begitu menggemaskan, langkah kaki Ren berjalan pelan-pelan lalu berlari hingga keluarganya panik namun saat tubuhnya miring sudah masuk dalam pelukan Nana.


"uuuh... sayang..? mau pamer sama Mama ya kalau udah bisa berdiri hmm?? ". Nana menciumi bahu kecil Ren.


Ren tertawa di pelukan Mama nya, Arka mengambil alih putranya dari Nana membubuhi kecupan sayang di seluruh wajah Ren, Ren berwajah datar seolah tak senang di ciumi oleh Papa nya berjenis kelamin laki-laki.


"kenapa wajahnya begini hmm? ". kekeh Arka mengelus dagu Ren yang terlihat lucu.


Nana terbahak melihat kelakuan Ren, semua keluarga Nana mendekat lalu merebut Ren dari Arka.


Arka berubah masam karna anaknya direbut darinya padahal Arka menggendongnya belum cukup 20 menit.


"masih kecil bisa menunjukkan wajah datar ya? gemasnya Eyang Putri padamu sayang". Sarah memanggil dirinya Eyang untuk panggilan Bayi mungil itu nanti padanya.

__ADS_1


"sini sama Eyang Kakung nak! ". Aman mengambil Ren dari Sarah.


Dewi sudah menimang-nimang gemas Rose yang mana mata bulatnya menatap Dewi dan Yardan.


Nana dan Arka saling merangkul satu sama lain, Arka mencium puncak kepala Nana.


"anak kita sudah tumbuh besar sayang". kata Arka dengan lembut.


"belum sayang, Anak kita masih masa belajar". jawab Nana.


"aku terharu saat Ren memanggilmu hanya untuk menunjukkan dia sudah bisa berdiri". gemas Arka.


Nana tersenyum manis, "aku yakin Rose akan menunjukkannya padamu juga sayang".


Arka mengangguk haru,


malam-malam.


Arka begitu sibuk dengan pekerjaannya di Ruangan kerja, pintu nya tidak dikunci sengaja dibiarkan terbuka begitu saja.


di kamar Nana


"loh..? sayang? mau kemana? kenapa enggak tidur hmm? ". tanya Nana dengan lembut pada Putri kecilnya.


Rose tampak celingukan mencari sesuatu dan hal itu membuat Nana bingung tentang apa yang dicari putrinya.


"nan... nan..? ". racau Rose


"nan? mainan? ". tebak Nana


Rose terus saja mengatakan hal yang sama, Nana mengira Rose meminta mainan tanpa ragu Nana bangkit dan mencari mainan lembut kesayangan Rose diberikan oleh Anna untuk adik kesayangannya.


"sayang? ". Nana celingukan mencari Putrinya.


"ya Tuhan..! kenapa pintunya tidak ditutup? kemana perginya putriku itu? ". Nana mencari Putri nya yang ia tebak keluar dari kamar.


Rose merangkak cepat ke arah ruangan kerja Papanya, entah mengapa indra penciumannya sangat tajam bisa mencium aroma maskulin Papanya.


Rose menyeringai lebar melihat pintu ruangan kerja Papanya terbuka,


"pah. pah.. pah". racaunya dengan raut wajah menggemaskannya seolah sudah menemukan keberadaan Papanya.


Arka terlalu serius bekerja hingga tidak mendengar celotehan serta gumaman putri kecilnya memanggil Arka, Arka tertegun melihat sebuah jemari tangan mungil muncul dimeja nya.


"hah? ". Arka berdiri tegak dan mengitari meja nya, ia penasaran benda apa itu? mengapa begitu kecil?


"pah? ". Rose memegang meja kerja Arka dan mengintip papanya tapi tidak bisa karna meja Arka cukup tinggi hanya tangannya saja yang bisa memegang meja itu.


"Rose? sayang? ". Arka tersenyum cerah seketika melihat putri kecilnya.

__ADS_1


rasa lelah Arka hilang entah kemana melihat bocah menggemaskan itu.


Rose memutar kepalanya, ia memekik kegirangan berlari kencang ke arah Arka hingga Arka panik segera mendekat hingga Rose jatuh dipelukan Arka tapi Arka tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya sampai ia terjatuh dengan posisi terlentang di lantai sambil memeluk Rose.


"sayang?? ada apa? ". Nana tiba-tiba datang berlari panik mendekati Arka dan membantu Arka duduk.


Arka menatap Putri kecilnya dengan haru,


"kenapa sayang? apa Rose mengganggumu? maafkan aku sayang, aku tadi mengira dia minta mainan tapi putri kecil kita ini sudah pandai mengerjaiku, dia mengambil kesempatan untuk kabur dan berakhir di ruanganmu, entah kenapa Rose selalu saja begini !! padahal kakaknya sudah tertidur". Nana mengomel-ngomel.


"sayang? ". Nana memanggil Arka lalu memegang bahu Arka.


"kenapa sayang? ". tanya Nana


"sayang..? Rose tadi berjalan ke arahku sayang, dia mendatangiku sambil berlari untung saja aku cepat menggendongnya lalu kami terjatuh tapi syukurlah dia terjatuh diatas tubuhku". kata Arka melirik Nana sesekali lalu menatap Putrinya yang terus saja menunjukkan raut wajah menggemaskannya itu.


sebenarnya anak seumuran Ren dan Rose sudah bisa berjalan tapi karna kedua bocah kembar itu gemuk alias gembul mungkin kaki mereka belum sanggup menopang tubuh kedua bocah itu yang berat, itu sebabnya belum bisa berjalan namun sangat lincah merangkak sampai Arka memasang pengaman di telapak tangan, lutut anak-anaknya itu yang sangat aktif.


Nana tersenyum mengelus kepala Rose, "sudah aku bilang sayang kalau Rose akan menunjukkannya padamu, aku bahkan tidak melihatnya, aku yakin kelak putri kecil kita ini akan lebih menyayangimu dari pada aku".


"kamu juga sayang, Ren akan sangat menyayangimu melebihi aku". gemas Arka mengecup pipi Nana.


"terimakasih sudah melahirkan Rose untukku". ucap Arka dengan tatapan penuh cinta ke Nana.


Nana tersenyum manis, "ayo tidur..! Putriku mengajakmu tidur".


Arka mengangguk,


Nana membantu Arka berdiri sedangkan Arka menciumi wajah Rose yang menyeringai lebar, pekikannya membuat Arka gemas dan memeluk Putri gembulnya dengan sayang.


Nana menutup ruangan Arka lalu melingkarkan tangannya dilengan Arka yang sedang menunggunya.


di kamar,


"tidurlah sayang..! biar aku yang menidurkan Putri kita ini". kata Arka berbisik mesra ditelinga Nana.


Nana menggeleng kepalanya, "aku hanya ingin melihat cara mu menidurkan Putri kita saja sayang".


Arka pun memajukan bibirnya dan Nana tertawa mengecup bibir suaminya, lalu mereka memutar kepala melihat Putri kecilnya mengerjab-ngerjab polos.


"kamu sih sayang". Nana menyalahkan suaminya yang minta dicium hingga Rose melihat mereka.


Arka terkekeh menciumi pipi Rose yang menyeringai lebar dan memekik dengan suara lucu.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2