Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa

Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa
semakin sabar


__ADS_3

.


.


.


Han memeluk Papanya dan memberi semangat supaya Papanya bisa bertahan di dalam sana sampai bebas.


"benar nak? apa tidak ada efek lain setelah Operasi hmmm? ". tanya Han memegang pinggang Sekar yang bekas operasi Sekar.


Sekar tersenyum lebar, "berkat kak Nana Pa, Pengobatan Sekar setelah Operasi berjalan sangat lancar".


Han mengucap syukur lalu Polisi mengatakan jam jenguk sudah berakhir, Anna dan Caca melambai ke Han sambil memeluk Sekar ditengah-tengah mereka seolah memberitau Han kalau Sekar akan baik-baik saja bersama mereka.


Sekar menghapus air matanya lalu memeluk Anna dan Caca, mereka adalah 3 sekawan yang persahabatannya tidak diragukan lagi.


"tidak apa!". bujuk Anna


"iya tidak apa..! besok-besok kita bertemu lagi dengan Papamu ya?". Caca


Sekar mengangguk-ngangguk pelan lalu keluar dari Kantor Polisi, mereka bertiga telah dikenal oleh para polisi yang berjaga karna sering menjenguk Han.


didalam mobil


"kenapa? apa kau masih sedih? ". tanya Caca melirik Sekar sesekali.


Caca yang bawa mobil, mereka sudah memiliki sim kecuali Sekar yang belum mahir belajar membawa mobil.


"masih sedih Sekar? ". tanya Anna di bangku belakang.


"tidak..! aku hanya selalu terharu melihat papaku bahagia jika aku baik-baik saja padahal aku tidak tau bagaimana keadaan Papa di dalam penjara, tempat tidurnya, makannya, dan semuanya sementara aku malah memiliki semuanya". isak tangis Sekar.


Caca dan Anna menghela nafas lalu mengatakan pada Sekar kalau dia itu begitu berarti bagi Han, wajar saja Han mau menipu orang demi kesehatan Sekar.


"buktikan saja pengorbanannya tidak sia-sia". kata Caca


"iya..! asalkan kamu aman Papamu pasti juga senang menjalani hukumannya". sahut Anna.


Sekar tersenyum menghapus sisa air matanya tak lupa ia mengucapkan terimakasih pada Anna dan Caca yang mau berteman dengannya.


selama Sekar kuliah tentu dirinya sering dibuli karna dikatakan mahasiswi jalur belakang (sokongan) tapi saat Anna datang bersama Caca tidak ada yang berani membuli Sekar lagi, siapa yang tidak kenal Anna? Anna Cucu tunggal Asia Group dan adik kesayangan Nona Presdir W Group beserta Keluarganya juga termasuk anak kesayangan Keluarga Arkatama.


Anna juga galak pada orang-orang yang membuli temannya, tak heran jika Anna dan Caca pernah bertengkar dengan anak angkuh di kampus, tapi saat Leonard datang orangtua anak angkuh itu malah meminta maaf pada Anna, sejak itu identitas Anna sudah terekspos dan tidak ada lagi yang berani membuli Anna.


di mansion Arkatama.


"Ara? bagaimana Noni? ". tanya Nana melihat Ara telah datang berjalan ke arahnya.


"Nona sedang apa? kenapa berkeliaran? ". tanya Ara bukannya menjawab pertanyaan Nana.


Nana mengerucutkan bibirnya, "sebenarnya kamu itu bekerja denganku atau dengan orang lain Ara? kamu harus ingat akulah yang memilihmu".


Ara tersenyum lembut, "maafkan saya Nona! saya hanya takut pada Tuan Yardan dan Tuan Vano". jawab Ara dengan senyuman.

__ADS_1


"dan kamu tidak takut padaku? ". tanya Nana sambil bersidakap dada.


Ara menjelaskan alasannya supaya Nana tidak marah padanya, memang Ara akui Nana marah malah terlihat lucu dan menggemaskan tapi kalau Yardan atau Vano marah lebih menyeramkan.


"Noni sudah tiba didesanya Nona dan setelah itu dia akan kembali membawa Ibunya". lapor Ara mengalihkan pembicaraan.


Nana berubah serius, mereka berbicara tentang Noni.


"sayang? ". panggil Arka


Ara tersenyum lebar sedangkan Nana terdiam pura-pura menjadi patung, Ara yang melihatnya ingin sekali tertawa melihat Nonanya yang sangat lucu.


Arka tiba di hadapan Istrinya sambil bersidakap dada, ia mencium kening Nana yang pura-pura jadi patung lalu mendorong kursi roda sang istri, Ara hanya dianggap patung tak terlihat oleh Arka.


di kamar


"kenapa tidak makan salad buahnya hmm? ". tanya Arka dengan lembut.


Nana nyengir, "sayang aku pengen berenang". pinta Nana.


"sibuncit kesayangan mau berenang? ". tanya Arka menggoda


Nana memajukan bibirnya, "terus aja ejek aku".


Arka tergelak, "pakai baju apa hmm? bukankah bikinimu tidak muat iya kan?".


"sayangg". amuk Nana memukul bahu Arka yang terus mengejeknya.


Arka masih asik tertawa, suka sekali Arka menggoda Istrinya tapi menuruti juga permintaan Nana yang ingin berenang dengan perutnya yang buncit itu.


"sayang? kok nggak bisa ngapung kaki aku? ". tanya Nana dengan kesal.


Arka mendekat lalu mengelus perut Nana dan Nana melihat kebawah dimana ia bisa melihat Perutnya.


"hah? jadi karna perutku?". tanya Nana memegang tangan Arka yang mengelus perutnya.


Arka mengangguk gemas,


Nana menepis tangan suaminya. "ini karnamu sayang, aku jadi nggak bisa berenang".


Arka terkekeh tapi meminta maaf dan menuntun Nana berenang tapi hanya di tempat dangkal saja tidak bisa ditempat yang dalam.


"udah..! capek! ". kesal Nana


Arka tertawa gemas, "baru 10 langkah sayang udah capek? ".


"kamu nggak tau sayang kalau kakiku pegal cepat bawa aku naik". titah Nana


Arka menggaruk kepalanya yang tak gatal, "sepertinya anakku nanti juga punya sifat keras kepala". batin Arka.


Nana banyak mau nya, terkadang meminta Arka pergi jalan-jalan ke taman bermain tapi saat sudah tiba bukannya minta main Istri tercinta Arka itu malah minta pulang, Arka hanya bisa pasrah menuruti permintaan Nana.


ke esokan harinya

__ADS_1


"mau kemana sayang? ". tanya Arka melihat Nana tengah berdandan dengan sangat cantik.


"aku mau ke mansion Wijaya sayang". jawab Nana.


Arka melongoh, "sama siapa?".


"sama siapa lagi kalau bukan sama sayang, emang aku boleh bawa mobil coklat ku sendiri? ". tanya Nana


"tidak boleh". jawab Arka cepat.


"yaudah cepat ganti baju! ". pinta Nana


Arka buru-buru berganti pakaian, Diah mengizinkan Nana dan Arka pergi.


.


.


ditengah jalan, Nana mulai gerah berada didalam mobil.


"kenapa ini sayang? kok macet? ". tanya Nana sambil menoleh kiri-kanan.


"sepertinya ada kecelakaan sayang". jawab Arka celingukan melihat jalanan sangat macet panjang tapi hanya jalur mereka saja, jalur lain tidak.


"terus sampai kapan kita disini? ". tanya Nana dengan kesal.


"jadi maumu bagaimana sayang? ". tanya Arka


"pulang". jawab Nana tanpa beban.


Arka menjatuhkan rahangnya melihat kiri, kanan, belakang dan depan banyak mobil bagaimana mereka bisa berputar arah?


Arka menjelaskan dengan sangat hati-hati pada Nana seolah takut menyakiti hati Nana, Nana bersikeras minta pulang seperti anak kecil yang tidak tau situasi.


"aku turun aja! ". Nana hendak turun


"sayang? tunggu..tunggu sebentar ya? coba tidurlah hmmm? tidur bagaimana sayang? ". bujuk Arka


"bagaimana aku bisa tidur kalau tempatnya panas begini". kesal Nana


Arka membuka atap mobilnya tapi Nana malah marah-marah dan Arka terpaksa menutup atap mobilnya menyalakan AC.


"aku mau pulang sayang". desak Nana.


"iya sayang..! iya..! aku udah menghubungi Seseorang untuk menjemput kita ya? ". bujuk Arka.


"aku mau turun aja! ". Nana hendak turun tapi Arka mengunci mobilnya.


"sayang...!". panggil Nana dengan nada naik 1 oktaf sebab Nana tidak mau dikurung.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2