
.
.
.
hanya dalam jangka 1 bulan sikembar bisa menguasai 2 bahasa asing itu membuat guru Privatnya bangga, baru kali ini Flo mengajari seorang anak kecil hanya dalam jangka 1 bulan biasanya 3 sampai 6 bulan sebab anak kecil itu kebanyakan bermain.
hari ini Arka bekerja seperti biasa, kasus kematian Papanya ternyata adalah ulah Roni, CCTV yang Nana dapatkan beberapa tahun itu terlihat Roni selalu bolak-balik dan tak disangka Papanya Arka diracuni sebelumnya karna Roni jatuh cinta pada Diah dan ingin Diah menjadi Istrinya tentu melakukan berbagai cara supaya mau menikah dengannya, Roni juga sering berbuat baik pada Arka saat kecil.
saat kecil Arka tidak tau apa-apa hanya menerima hadiah pemberian orang lain, tapi satu hal yang tidak Arka terima yaitu saat Roni menawarkan diri menjadi Papanya, Arka yang kesal mengatakannya pada Diah betapa marahnya Diah saat itu langsung mengusir Roni dan mengancamnya tak lupa melarang Pria itu untuk menginjakkan kaki di rumahnya lagi.
di Ruangan Kerja Arka,
"aku tidak menyesalinya, sudah sepantasnya dia menerima semua itu". gumam Arka dengan dingin.
"maafkan Vano Papa". bisik Arka terdengar sangat menyesal.
Arka sepertinya salah menilai baik Roni saat kecil tanpa tau ada niat terselubung yang tujuannya mencelakai Papanya membuat papanya sakit tampak alami seperti takdir.
jika saja sejak kecil tidak menerima apapun pemberian Roni kemungkinan semua itu tidak akan terjadi, tapi seperti yang Nana katakan jangan menyalahkan diri sendiri sebab anak manapun tidak ada yang mau menyakiti ayah kandungnya sendiri.
"sayang? ". panggil Nana
Arka segera menghapus air matanya dan tersenyum, ia berusaha untuk menutupinya dan Nana menyadari itu.
"ada apa? ". tanya Nana berlari kecil ke Arka sambil meletakkan bekal makan siang untuk suaminya.
Nana memegang kening dan menangkup rahang Arka, "kamu sakit sayang? ". tanya Nana cemas.
Arka tersenyum lalu berdiri dari duduknya dan secara perlahan memeluk Nana.
"kenapa sayang? apa kamu menyalahkan dirimu sendiri lagi? ". tanya Nana dengan kesal.
"aku sudah berapa kali mengatakan kamu tidak salah, kamu hanya kecolongan saja tapi semua sudah terjadi tidak bisa dirubah lagi". jelas Nana
Arka menganggukkan kepalanya, "aku hanya ingin minta maaf pada Papa". ucapnya lirih.
Nana menghela nafas lalu mengajak Arka makan siang setelah itu pergi ke makam Papanya disanalah Arka mencurahkan penyesalannya namun anehnya setelah mengadu disana, Arka merasa beban di pundaknya terangkat hingga menjadi lebih ringan.
mereka berdua pergi ke Apartemen dan membersihkan diri disana, "sudah lebih baik kan? ". tanya Nana yang sudah kesekian kali.
Arka mengulum senyumnya karna sudah berapa kali Nana menanyakan hal yang sama bukannya kesal atau marah Arka malah gemas.
"kenapa tersenyum? ". tanya Nana dengan heran.
__ADS_1
"saranmu sangat menakjubkan sayang, aku merasa jauh lebih baik sekarang". jawab Arka
Nana pun tersenyum, "syukurlah kamu sudah lebih baik".
"ayo kita pulang! ". ajak Nana mengulurkan tangannya dan Arka menyambut tangan itu tak lupa ia memberi kecupan manis di punggung tangan Nana.
"terimakasih sayang". ucap Arka dengan tulus
Nana mengangguk sambil tersenyum cerah,
Arka dan Nana belum diberi keturunan lagi mungkin karna yang maha kuasa sudah memberi anak 2 jenius sekaligus untuk Arka dan Nana, tapi sepasang suami istri itu tidak terlalu memikirkannya karna hidup mereka sudah lengkap tidak akan serakah yang hanya mengotori hati saja.
Sikembar menyambut Nana dan Arka dalam bahasa Inggris, lalu bertanya dalam bahasa Mandarin.
"ya ampun..! sayang..? mau pamer ya sama Mama dan Papa hm? kalian pikir Mama sama Papa tidak tau hmm?? ". gemas Nana menoel-noel hidung sikembar
"sudah nak..? kalian makan atau minum jus sana..! sikembar sibuk belajar saja dan mengoceh bahasa itu pada setiap Pelayan, dikiranya semua orang bisa bahasa itu". omel Diah
"hehehe". sikembar nyengir kuda.
Arka terkekeh dan Nana tersenyum.
Diah menjatuhkan rahangnya saat anaknya yaitu Arka malah meladeni bahasa asing yang dikuasai oleh anaknya,
"Perancis". jawab Arka enteng.
"bahasa apa saja Papa kuasai? ". tanya Ren serius.
"Papa hampir menguasai semua bahasa". ucap Arka dengan sombong.
Rose dan Ren saling pandang lalu segera berbalik dengan raut wajah kesal yang terlihat menggemaskan membuat Diah tertawa,
"kamu kenapa melawan anak-anak sayang? ". tanya Nana
"maaf sayang..! mereka sangat arogan hanya menguasai bahasa itu, aku goda sekalian". jawab Arka
"biarkan saja..! sikembar benar-benar doyan belajar, bukannya suka mainan seperti anak-anak lain". Diah menyahut.
"mereka keras kepala Mom..! Nana yakin pasti mereka akan belajar banyak bahasa terutama bahasa Perancis itu". Nana menatap ke arah Arka yang tersenyum lalu tubuhnya bergetar karna tertawa.
Nana mendelik lalu pamit pada Diah dan pergi ke lift malah masuk kamar sikembar ternyata tebakan Nana benar, di kamar Sikembar banyak buku berserakan, entah kemana sikembar bermain yang jelas hanya bermain di sekitar mansion saja dan Nana tidak mengkhawatirkan mereka selagi masih di zona aman.
"tidak ada salahnya aku buat perpustakaan kecil untuk mereka". gumam Nana tersenyum manis.
"Nyonya..? ". Noni pun datang memberi hormat.
__ADS_1
"eeh..? Noni? bantuin aku nyusun buku-buku ini ya?". pinta Nana
"biar saya saja Nyonya". tawar Noni memelas.
"bantuin aku saja jangan bawel! ". ancam Nana
Noni pun terpaksa menuruti Nana, bagaimana bisa seorang Nyonya membersihkan kamar anaknya? bukankah pelayan dibayar untuk merapikan dan membersihkan Rumah majikan?
.
.
Nana menghubungi seseorang dan ke esokan harinya, Sikembar sekolah diantar oleh Aman dan Sarah yang kebetulan merindukan Ren dan Rose berkunjung Ke Mansion Arkatama.
Nana berlari kecil keluar dari Lift lalu terdengar oleh Diah menantunya itu memerintahkan membukakan pintu gerbang.
"sayang? kamu punya urusan apa sama perabot sayang? kenapa mama tadi ditelfon sama Satpam kita? ". tanya Diah
Nana tersenyum, "Nana mau buat Perpustakaan kecil untuk anak-anak Mom..! mereka suka membaca jadi Nana belikan banyak buku juga sama lemari-lemari nya".
Diah pun terkekeh tak lagi bertanya,
"Nyonya..? perabot yang....? eeh.. Nyonya maafkan saya". Noni berlari ke arah Nana tapi tidak menyadari Diah sehingga meminta maaf.
Nana dan Diah saling pandang lalu tertawa kecil,
"ayo kita keluar Noni! ". ajak Nana
"baik Nyonya Muda". jawab Noni segera perpamitan sopan ke Diah lalu berlari mengikuti Nana.
Diah kembali ke Ruang tamu menonton TV, sebenarnya di kamar ada TV tapi lebih suka menonton di Ruang Tamu sambil menunggu sikembar pulang.
Nana membawa lemari-lemari itu ke Ruangan kosong yang sudah di rapikan Nana tepat didepan Kamar Ren dan Rose.
Nana juga membeli sofa dan lemari Kaca, Ruangan itu lumayan luas dan bisa dijadikan tempat anak-anaknya bermain,
"sayang sekali Ruangannya kosong..! bagus juga tinggal di rias". senyum lebar Nana.
semua pekerja yang bertugas tengah kelelahan, Nana meminta Pelayan lain yang juga ikut membantu membawakan minuman dan cemilan.
.
.
.
__ADS_1