
.
.
.
Arka mengelus kepala Rose lalu membawa buah-buahan yang telah dibeli,
"sayang..?? kakak kangen sama kamu dek". gemas Sekar memeluk Rose dan menciumi wajah lucu Rose.
Rose tertawa cekikikan, "kakak..? mana kak Caca dan kak Anna? ". tanya Rose
"mereka lagi keluar beli obat di apotik Sayangku, Cintaku". gemas Sekar tak kuasa melihat paras Rose yang semakin menggemaskan.
Rose tersenyum lebar, "kakak ada gambal los? ". tanya Rose
Sekar menggendong Rose, "tentu saja..! kakak melukis gadis kecil menggemaskan ini".
Rose mengalungkan tangannya di leher Sekar,
"Siapa yang datang nak? ". tanya Hannado yaitu Papa Kandung Sekar yang sudah bebas dari penjara mendatangi Sekar dan melihat Rose lalu tersenyum lebar.
"Kakek?". sapa Rose melambaikan tangannya.
"ya Tuhan..! ada Rose ya? pantas saja Sekar begitu senang ya? ". Han mengelus kepala Rose.
"Papa? Sekar bawa Rose ke ruangan lukis Sekar ya? hehe..! ". kata Sekar
"iya nak..! Papa mau ke kebun belakang juga". jawab Han.
"Papa ngapain ke kebun belakang malam-malam? ". tanya Sekar.
"Papa penasaran sama pemandangan disana malam hari nak". jawab Han
Sekar mengangguk sambil tersenyum lebar membawa Rose pergi yang tersenyum cerah ke Han, Han tak kuasa menahan senyumnya.
semenjak keluar dari Penjara, Anna memperkerjakan Han sebagai tukang kebun dibelakang dan banyak lagi pepohonan yang dulu ditanam oleh Leonard dengan tangannya sendiri sudah tumbuh besar menjadi pepohonan Rindang karna rajin di pupuk, tapi jika punya banyak pohon disekitar Rumah tentu harus ada tukang kebun yang akan mengurus Kebun serta dedaunan yang gugur.
Sekar dipaksa tinggal di Mansion Anna karna Anna tidak mau Sekar tinggal di tempat lain, walau pekerjaan mereka berbeda tapi Sekar, Anna dan Caca adalah sahabat baik.
"waaah...??? ini lukisan los kak? kok bisa pelsis ya? wajah Lose dilihat dikaca juga sepelti ini". Rose begitu heboh melihat lukisan besar adalah wajahnya.
ukuran gambar Rose melebihi tinggi badan Rose saat ini, Sekar sangat sayang pada gadis kecil ini bukan hanya Sekar saja tapi Anna dan Caca pun sama.
__ADS_1
Ren? mereka perempuan dan Ren sekedar menyapa saja jarang bersama mereka, Ren lebih suka menyendiri dari pada bermain dengan Perempuan, sejak kecil Ren terbiasa pada Nana dan Rose saja, Nenek, dan Eyangnya pun tidak mempermasalahkan kepribadian Ren yang penting Ren itu sehat.
"gambal kak len dimana? ". tanya Rose membuat Sekar senyam-senyum seperti orang kasmaran saja saking gemasnya pada Rose.
Sekar membawa Rose ke belakang lalu menunjuk ke atas,
"itu dia..! ". tunjuk Sekar dengan pose kerennya.
Rose menganga lebar, walau lukisan Ren tidak sebesar miliknya tapi Rose yakin Ren akan menyukainya.
brakhhh...!
pintu tiba-tiba dibuka, Rose dan Sekar melihat ke arah Pintu.
"ooh..! kalian mau berduaan ya? kenapa tidak tunggu kami? ". tanya Anna mengomel.
"kak Anna? sudah lama ya? kakak baik? ". tanya Rose
"ya Tuhan..! kalau begini kakak tidak bisa malah sayang". ledek Anna dengan bahasa cadel meniru Rose.
Rose mengerucutkan bibirnya karna tau Anna meledeknya, Rose juga tidak mau cadel tapi mau bagaimana lagi? Rose sudah masuk kategori sangat genius bisa lancar berbicara tanpa ada kendala hanya 1 pengucapan yang belum dikuasai Rose dan Ren yaitu menyebut huruf "R".
Caca berlari hingga tiba didekat Rose sambil terengah-engah,
"kak? ". Rose mengerjab-ngerjab lucu.
Rose tersenyum cerah dan itu membuat ketiga gadis cantik itu terpana segera berebut menggendong Rose, Rose menepuk keningnya lalu kaki kecilnya berjalan meninggalkan mereka bertiga.
"tidaaaakk..! Rose...! ". Sekar
"mawaarr! ". kesal Caca
"sayang..? Rose?? ". panggil Anna.
bisa-bisanya ketiga gadis cantik itu masih bisa berebut dan saling menyalahkan satu sama lain.
mau bagaimana lagi? Rose hanya 1 sementara mereka bertiga mana mungkin bisa mendapatkan Rose kalau mereka tidak kompak malah berebut, tubuh Rose kan tidak bisa dibagi 3.
.
"Opa?? ". Rose berlari dengan kaki kecilnya memanjat kingsize Leonard.
Leonard terlihat sudah mendingan sejak di obati oleh Nana, berkat Nana dan Anna Leonard bisa selamat sampai sekarang jika tidak? mungkin Leonard sudah lama meninggalkan Anna,
__ADS_1
Anna dan Nana seorang Dokter yang bisa menjaga serta menyelamatkan Leonard tanpa harus ke dokter melainkan melengkapi suatu kamar dengan fasilitas VVIP, dokternya hanya Anna, sesekali Nana juga memeriksa keadaan Leonard.
Leonard pernah diobati oleh dokter lain di Rumah Sakit namun karna banyak saudara jauh Anna yang serakah mencoba membunuh Leonard melalui dokter itu, beruntung saat itu Anna tiba tepat waktu membawa bubur sampai Kaki Anna terkena bubur panas saking syoknya Anna menjatuhkan mangkuk buburnya, tapi Anna tidak menyadarinya malah cepat menyelamatkan Leonard.
Caca memberitau Anna tentang luka di kakinya itu, saat itulah Anna menyadari kakinya yang sudah melepuh, beruntung Anna itu seorang dokter jadi bisa menyembuhkan kakinya sendiri tanpa meninggalkan jejak.
sejak itulah Leonard dan Anna tidak percaya Rumah Sakit ataupun dokter lain, hanya Anna dan Nana saja yang dipercaya Leonard.
"eeh..?? siapa inii? si Bunga mawar? ". Leonard mengelus rambut Rose yang langsung memeluknya dan tidur disampingnya dengan pose manja.
"hehe..! ". cengir Rose menggemaskan.
Ren tersenyum memegang tangan Leonard, Nana dan Arka saling pandang lalu melempar tawa kecil satu sama lain karna mereka tau Sikembar memang disayang oleh Leonard seperti cucu sendiri.
anak kecil instingnya sangat kuat bisa tau mana orang yang sangat tulus mencintainya.
"Kakakk? ". kesal Anna
"heh? ". Nana menoleh
"kenapa kalian? lomba lari? ". celutuk Arka dengan heran.
Nana menatap kesal suaminya dan Arka sadar tengkuknya terasa dingin segera menundukkan kepalanya karna tau hawa dingin itu dari Istrinya.
"ada apa dengan kalian sayang? ". tanya Nana mendekati Anna, Sekar dan Caca yang terlihat kesulitan bernafas seperti yang dikatakan Arka seolah 3 gadis itu baru saja habis lari.
"kenapa kakak tidak punya 3 anak perempuan aja? dengan begini kami tidak akan berebut". protes Anna
"iya kak..! awalnya Rose baik-baik saja sama Sekar, eh.. mereka nyelonong sampai mengacaukan kedekatan kami". adu Sekar.
"enak aja..! Mawar itu berhak memilih, pasti dia memilih aku". sungut Caca
"ckk..! kalian pikir punya anak itu mudah? harus izin dari yang maha pencipta juga, kalau yang diatas belum memberi, kami manusia bisa apa? lagian kami saja tidak keberatan kenapa kalian yang repot? kalian bisa menikah kalau mau punya anak lucu". ledek Arka.
keempat perempuan berbeda paras kecantikan itu menatap tajam Arka, Arka pura-pura melihat arah lain membuat Leonard berbisik-bisik ke Sikembar yang tertawa sembunyi-sembunyi.
"kalian ini..! lagian sudah berapa tahun ini hmm? kenapa tidak berubah juga, Rose hanya 1 kalau kalian kompak bisa saja bermain dengannya selalu saja berebut seperti anak kecil". omel Nana.
"heheh". ketiga gadis cantik itu nyengir dan tertawa malu.
mau mengelak pun tidak bisa karna kata-kata Nana memang benar.
.
__ADS_1
.
.