Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa

Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa
melawan


__ADS_3

.


.


.


Arka yang melihat raut wajah menggemaskan istrinya terlihat panik tiba-tiba saja Arka menyemburkan tawa nya, Nana mengerjab-ngerjabkan matanya melihat Arka malah menertawainya,


dimana lucunya? bukannya marah Arka malah terbahak, sungguh membuat Nana semakin heran tapi juga penasaran.


"apa kamu tidak ingat umur sayang? kamu sudah dewasa dan kita juga sudah punya anak tapi kenapa tingkahmu menggemaskan seperti anak kecil hm? ". Arka mendekati Nana lalu mengelus kedua pipi Nana dan mencubitnya gemas.


Nana meringis, "aku hanya mencoba menjelaskan semua nya biar kamu tidak marah sayang".


Arka terkekeh dan Nana mengerucutkan bibirnya sambil mengelus pipinya yang di cubit gemas oleh suaminya.


"aku tidak marah..! terimakasih sayang". ucap Arka


Nana tersenyum lebar, "terimakasih juga karna tidak marah padaku".


"kenapa aku harus marah?". tanya Arka


"bukankah aku ikut campur? kamu pernah bilang tidak suka orang ikut campur". jawab Nana menatap arah lain.


Arka mengulum senyumnya, "kamu lah yang berhak atas diriku sayang, kenapa kamu bisa berpikir aneh begitu? kamu boleh ikut campur apapun masalahku bahkan ke hal yang lebih intim juga boleh".


Nana membulatkan matanya lalu memukul bahu suaminya,, "dasar mesum! ". pekik Nana dengan kesal.


Arka bukannya malu malah tertawa terbahak-bahak, sejenak Arka melupakan rasa sakitnya karna ada Nana disisinya.


di tempat lain,


"apa? ". tanya Rose dengan galak ke salah satu anak sekolahannya menatap Rose dengan remeh.


"aku yakin kamu anak kecil, berapa umurmu sebenarnya? mana ada anak umur 6 atau 7 tahun cadel". kata Pria itu dengan remeh.


Rose menajamkan pandangannya, "kenapa pula kamu heboh mengenai bahasaku hah? mau aku cadel atau nolmal sekalipun bukan ulusanmu". Rose berkacak pinggang.


"haha... Normal.. Normal.. bukan nolmal". ejek anak laki-laki itu meledek Rose.


Rose mendelik, ia sangat lapar lebih baik makan sementara kakaknya sedang bermain basket, Rose membuka kotak bekal makan siangnya.


anak laki-laki itu langsung merampas bekal Rose lalu melemparnya ke tanah hingga semua menjadi kotor.


"coba ambil..! makan itu". kata anak laki-laki itu dengan sinis.

__ADS_1


seorang Ibu-ibu pekerja sapu tidak sengaja melihat perbuatan anak itu, ia mengepalkan tangannya karna tugasnya memang melindungi Ren dan Rose di sekolah ini.


"hahahah". tawa anak itu dengan puas.


Rose menatap tajam anak laki-laki itu lalu tangannya mengepal kuat,


brugggh..


Rose meninju rahang anak kecil itu hingga terduduk, ia segera berdiri dan menatap tak percaya Rose yang berani meninjunya.


"kau memukulku? apa kau tidak tau siapa aku hah? ". marah anak itu


"aku...? kau tidak tau siapa akuu?? aku adalah lose Mutiala AlkanaWijaya, siapa kau?? hanya anak Pelusahaan kecil??". sinis Rose


"wijaya?? mana mungkin kau anak wijaya, mana pengawalmu?". sinis anak itu mengelus rahangnya yang sakit.


syaaatt...


Rose menarik kuat rambut Anak laki-laki itu, sedangkan Ibu tukang sapu yang hendak membantu Rose pun terpaku ditempat, bahkan sapu yang ia pegang kini terjatuh melihat didepan mata kepala sendiri anak Atasannya bisa menyerang anak lain.


"aaah.. sakit bodoh...! kau gila hah?? ". kesal anak laki-laki itu.


Rose tidak terima diejek cadel walaupun ia memang cadel tidak bisa juga di amuk oleh orang lain, bahkan melempar nasi nya.


"aah.. lepaskan aku... lepas...! ". teriak anak itu kesakitan.


Rose tidak ada ampun menyakiti anak itu sampai dahaga laparnya hilang, keributan membuat satpam mendekat ternyata mereka orang-orang Diah bertanya pada Ibu tukang sapu.


"kenapa? ". tanya Pak Satpam ke Ibu tukang Sapu


"bekal makan siang Nona kecil dibuang oleh anak itu". jawab ibu.


"ada apa ini?? ". teriak Ibu Nensy ditengah-tengah mereka.


Ibu tukang sapu dan Satpam bukannya melerai pertengkaran Rose dengan anak itu malah sibuk bercerita membiarkan Rose menghabisi anak itu mungkin kalau mati sekalipun tidak ada yang bisa menjebloskan Rose ke penjara.


"pak...? tolong lerai mereka! ". teriak Ibu Nensy


"maaf bu..! saya sudah berusaha melerai tapi saya malah didorong oleh anak ini, dia membuli nona kecil ini bahkan membuang makan siangnya". jawab pak Satpam.


"Ya Tuhan..! Riyan???". teriak Ibu Nensy.


"t...to.. tolong bu". ringis Anak laki-laki itu bernama Riyan.


Ren mendengar adiknya berkelahi dengan Riyan pun mencampakkan bola basketnya dan berlari ke arah Rose yang diberi tau oleh Satpam yang lain, satpam itu juga orang Keluarga Ren.

__ADS_1


"Adek...?? ". panggil Ren.


Rose yang mendengar suara kakaknya pun menghentikan aktifitasnya yang bar-bar itu bagi anak kecil seumuran Rose,


buuggh...! Rose tanpa hati meninju hidung Riyan sampai tergeletak ditanah hidung Riyan mengeluarkan darah, sementara Rose mendarat dengan selamat.


"Ya Tuhan..? Rose..? kamu menyakiti Riyan? ". Nensy menatap tak percaya Rose.


"dia mengejek los cadel bisa lose telima buk tapi Los tidak telima dia membuang makanan lose, lose sangat lapallll". rengek Rose seketika menangis tersedu-sedu bagai anak yang teraniaya.


siapa yang mengira gadis kecil itu sedang berakting? bahkan Ren saja sampai tertipu dengan kesal Ren juga memukul Riyan sampai tak sadarkan diri, bagi anak kecil sungguh menyeramkan kemampuan sikembar.


"aaah...? berhenti..! Ren..? kamu mau membunuhnya hah?? ". Nensy menengahi.


"kalau papa sampai tau anak ini membuat lose menangis sudah aku jamin dia akan mati ditangan papah". kata Ren dengan geram.


Nensy gemetar seketika melihat tatapan tajam dan tak normal Ren, apa mereka tidak normal? bisa-bisa nya menyakiti anak lain dan dengan santainya Ren berbicara seperti itu? Riyan kan manusia bukan binatang yang mudah dimatikan,


"saya merekamnya bu..! perbuatan Anak ini yang menyakiti Nona kecil ini duluan". kata seorang Ibu tukang kebun dengan serius.


Ren mengabaikan pembicaraan orang dewasa itu, anak-anak lain mulai mendekati mereka berdua sebab melihat pemandangan menarik, Ren membantu Rose berdiri.


"adek nggak apa-apa? apa ada yang csakit? apa pellu kita ke lumah csakit? ". tanya Ren ke Rose menghapus air mata Rose.


"hiks.. hiks.. tkakak.. lose lapalll". rengek Rose


"iya dek..! mau kakak belikan? ". tanya Ren.


"ini Nak..! ini ada Roti". ibu tukang kebun memberikan Roti ke Rose.


Ren mengambilnya tak lupa mengucapkan terimakasih membuka plastiknya dan memberikan roti itu ke Rose yang melahapnya dengan gembira.


mereka seolah tidak peduli kekacauan yang telah dibuat oleh Rose dan Ren, anak laki-laki bernama Riyan itu dilarikan ke Rumah Sakit, semua guru dan kepala sekolah itu sibuk menghubungi orangtua Riyan yang tidak bisa datang karna terlalu sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.


"Nona kecil tidak apa-apa? ". tanya orang-orang dewasa pada Rose


Rose mengerjab-ngerjabkan matanya melihat satpam, tukang sapu dan tukang kebun itu bergantian dan Ren menjelaskan pasti mereka semua adalah orang Neneknya,


"ooh". jawab Rose santai sambil mengangguk dengan senyum cerahnya seakan melupakan kesedihannya tadi.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2