Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa

Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa
pertemuan


__ADS_3

.


.


.


Nana tidak mau pergi, ia membantu orang berseragam utusan Papanya itu.


Nana tak habis fikir dengan mudahnya mereka menghabisi nyawa orang lain, tidak butuh waktu lama menghabisi 20 mafia abal-abalan itu sudah K.O.


"apa Papa yang meminta kalian untuk menghabisi nyawa mereka? ". tanya Nana dengan serius.


30 orang berseragam itu memberi hormat pada Nana seperti hormat para prajurit kerajaan pada Rajanya.


"kami sudah dilatih 2 bulan yang lalu hanya untuk melindungi Nona dari dalam bahaya". ucap salah satu pria diantara mereka.


"tapi kenapa harus menghabisi? ". tanya Nana


"kami sudah mencari tau Nona bahwa mereka sangat kejam, jika sudah menargetkan satu perempuan akan diperk*s* bergiliran setelah itu dibunuh dan dibuang Nona".


"benar Nona mereka tidak bisa dibiarkan hidup".


"Tuan Yardan memberi kami nasehat jika ada lelaki yang menatap kotor pada Nona akan dihabisi".


Nana memijit pelipisnya, kejam? ya memang kejam tapi dunia ini memang kejam jika kita tidak bisa beladiri.


Nana tak bisa lagi berkata-kata, "ya sudah..! kalian pergilah..! ". usir Nana


"kami akan pergi jika Nona sudah pergi! ".


Nana sekali lagi menarik nafas dalam-dalam, ia berbalik pergi dan berjalan memasuki mobilnya lalu melaju kencang meninggalkan mereka yang berseragam itu.


mobil Nana sudah tidak lagi terlihat lalu salah satu dari mereka bangkit, "cepat urus mereka semua lalu bersihkan semua bukti". titahnya menggelegar.


"baik Ketua". jawab yang lainnya serentak.


.


Nana sudah ada di Mansion keluarga Wijaya, atap mobil Nana sudah di tutup jadi tidak akan ada yang mengenalinya.


pintu gerbang di buka! Mobil Nana pun masuk ke kawasan tempat tinggal Papanya itu. Nana memarkir kendaraannya sembarangan lalu berlari memasuki Mansion nya.


"Papaa?? ". teriak Nana


"Nona..? Tuan Besar ada di Mansion Keluarga Arkatama". jawab salah satu pelayan sopan.


"Kakek dan Nenek? ". tanya Nana


"sama Nona". jawab mereka semua sebagai pelayan serentak.


"baiklah..! terimakasih". ucap Nana berbalik pergi.


"Nona..? jangan berlari! ". teriak Pelayan


Nana mengabaikan mereka saja terus berlari memasuki mobilnya dan melaju kencang meninggalkan mansion itu.


Nana di ikuti lagi, pasti orang yang mengintai Mansion keluarganya, Nana tidak peduli terus saja memijak gas mobilnya dan sudah pasti si mobil pengikut tidak bisa mengejar mobil Nana.

__ADS_1


"Papa sangat pandai bersembunyi..! jika aku beritau Papa disana sudah pasti Mama akan tau dan masalah akan semakin runyam". gerutu Nana


setibanya di Mansion Arkatama, Nana seperti sudah kebiasaan memarkirkan mobilnya sembarangan dan berlari memasuki Mansion.


"Papaaa? ". panggil Nana


"ada apa sayang? ". tanya Dewi berdiri berlari kecil mendekati Nana.


mereka semua berkumpul di ruang tamu,


"kenapa Nana? ". tanya Diah


"ada apa sayang? kenapa dengan Papamu? ". tanya Sarah


"papamu salah nak? ". tanya Aman juga.


Nana memijit pelipisnya saat semua orang kini tengah mengerumuninya.


Nana mendengus sebal melihat senyum tak bersalah Papanya itu yang kini tengah mengelus sayang kepalanya.


"mungkin Nana merindukanku". tebak Yardan


Yardan memeluk Nana lalu berbisik, "Papa melakukan ini demimu sayang, jika kamu terluka Papa tidak akan bisa memaafkan diri papa sendiri".


Nana menghela nafas panjang, "aku sayang Papa".


"papa lebih menyayangimu". balas Yardan


Sementara yang lain menatap mereka dengan tanda tanya, tapi mau bagaimana lagi? Dewi pun bingung namun Nana memang kekurangan kasih sayang Papa hingga menurutnya kini wajar Nana begitu lengket dan manja pada Papanya, apalagi Yardan bisa memberikan apa yang Dewi tidak bisa berikan yaitu fasilitas dan kekayaan.


.


.


Nana membawa Ara dan Abi bersamanya pergi ke Amerika, kebetulan pertemuan mereka di tetapkan di Amerika. kini Nana dan kedua asistennya telah tiba di Bandara yang ada di Amerika, Abi menuntun jalan sebab ia sudah menyiapkan penginapan untuk mereka lewat online.


"jadi pertemuannya di Hotel ini? ". tanya Nana


"benar Nona..! sejak dulu Tuan Leonard memang selalu minta bertemu di hotel tempat kedap suara". jawab Abi


"kenapa begitu ya Nona? apa yang ditakutkan Tuan Leonard?". Ara


Nana tersenyum tipis, "dia hanya berusaha melindungi harta berharganya di suatu tempat, itu sebabnya dia minta bertemu di berbagai negara".


kedua asisten Nana hanya bisa diam memikirkan semuanya, lalu tersadar saat Nana meminta mereka untuk istirahat.


pagi-pagi


Nana sudah berpakaian formal dengan motif anggrek putih, Nana sudah memesan Pakaian itu jauh hari sebelumnya sebab Anna (Cucu Leonard) menyukai bunga Anggrek putih.


"semangat Nana..! jika dia tidak bisa menerimamu baik-baik maka ancam dia". seringai Nana


"manusia memang serakah tapi aku hanya ingin bertemu dengan Anna kecil itu, dia sangat menderita dan aku yakin aku bisa menyembuhkannya". gumam Nana pelan.


saat Nana keluar Kamar ternyata Ara dan Abi sudah bersiap menunggunya, Ara tersenyum lebar menatap Nonanya yang sangat cantik.


"ayo kita pergi..! kita sedang perang". ajak Nana dengan serius.

__ADS_1


"benar Nona! ". jawab Ara dan Abi serentak.


mereka menelusuri Hotel dan masuk Lift tiba di Lantai 29,


triingg...!!


Nana keluar bersama kedua asistennya dan disambut oleh 2 pria berbadan besar.


"dengan Nona Presdir W Group? ".


"iya saya". jawab Nana


"mari ikut kami Nona! ". jawab yang lainnya.


Ara dan Abi saling melirik melihat banyaknya pengawal yang menjaga Leonard, sungguh aneh tapi memang itulah yang kini mereka lihat sekarang.


"Tuan Leonard..! Nona Presdir telah tiba! ".


Nana melihat ke arah hormat pria disampingnya itu, memang orang kaya suka-suka saja, kursi berputar dan terlihatlah Pria beruban yang sesuai perkiraan Nana umurnya 60 tahun.


"oh.. ini Putri Penguasa yang sebenarnya? ". tanya Leonard tersenyum tipis namun terkesan merendahkan.


"anda lancar berbahasa indonesia Tuan, Kenalkan Nama saya Anna". Nana menundukkan kepalanya dengan sopan.


Leonard tertegun nama gadis ini mirip dengan nama Cucu kesayangannya, dan melihat pakaian gadis itu hingga Abi menutupi Nonanya.


"jangan menatap tubuh Nona saya seperti itu Tuan". peringatan Abi dengan tatapan tajam.


Leonard tertawa,


Nana pun berkata pada Abi,, "biarkan aku mengatasinya". bisiknya.


Nana pun melangkahkan kakinya ke arah Leonard dan duduk dihadapan Leonard, "bisa kita mulai Tuan? ". tanya Nana


"baiklah..! jika anda gagal aku tidak akan memberi kesempatan". kata Leonard dengan angkuh.


Nana menjelaskan kerja samanya hingga Leonard tertawa sinis, "kalian sama saja..! ingin keuntungan dariku? tidak akan aku berikan". kata Leonard dengan sombong.


Nana memejamkan matanya karna tau kepribadian Leonard dibentuk begitu kejam tanpa ampun demi menjaga cucu kecilnya.


"aku menolak kerja sama ini..! ". kata Leonard dengan tegas.


Leonard berdiri,


"duduk...! " titah Nana dengan serius.


Leonard menatap ke Nana, "oh.. kau berani memaksaku? ".


"aku tidak memaksamu Tuan, tapi aku sudah mempersiapkan semuanya bertemu denganmu dan anda menolak saya? saya adalah Anna yang tidak menerima kekalahan". kata Nana berdiri dengan senyum miringnya.


"kau fikir bisa mengalahkan pengawalku? ". Leonard dengan angkuh berbicara.


"anda membawa semua orang bayaran anda karna anda tidak bisa menghajar orang kan? saya Anna bisa menghajar orang". ancam Nana


Ara dan Abi pun dibuat salut dengan kemampuan Nana yang sangat berani.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2