Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa

Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa
bujukan


__ADS_3

.


.


.


perlakuan Arka pada Nana yang begitu penuh kasih membuat siapapun terpaku, sebenarnya Nana memang pantas untuk dimanja apalagi parasnya yang seperti itu siapa yang tidak akan menyayanginya?


"apa? lanjutkan.! ". titah Arka menggema


Nana memainkan kuku-kukunya lalu mulai bosan memainkan ponselnya, sesekali Arka melirik Nana dan bibirnya tersenyum kembali fokus dengan pekerjaannya.


"menurutmu bagaimana sayang? ". tanya Arka tiba-tiba ke Nana.


Nana yang sedang bermain ponsel mengangkat pandangannya, semua orang tengah menatapnya penasaran juga kagum.


"Anna adalah seorang wakil Pengusaha di LA, dia sangat terkenal dengan pekerjaannya yang sempurna, aku lihat dia tadi bosan sepertinya kalian melakukan kesalahan". kata Arka


semua karyawan Arka saling pandang tidak mengerti, Nana tersenyum tipis, saat ini Arka sedang memintanya untuk menunjukkan kehebatannya supaya rumor tentangnya akan memenuhi Perusahaan Arka dan otomatis akan tersebar luas diluar sana.


Endra mengerutkan keningnya, "apa bisa? ". batin Endra yang tau dari mana Nana berasal.


Nana bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah layar monitor, "bisa aku ambil peranmu sekarang? ". tanya Nana sopan pada wanita yang tengah memegang sebuah tongkat.


"eeh..? iya Nona". jawab wanita itu memberikan benda yang ada ditangannya


Nana memejamkan matanya sedang mengumpulkan mental dan keberanian, lalu membuka matanya ia tersenyum ramah dan menunjukkan dengan detail letak kesalahan mereka tanpa merendahkan, bahkan Nana juga memuji kehebatan mereka dalam menulis tidak membuat kesalahan seperti titik, koma nya sangat tepat.


Endra menjatuhkan rahangnya, ia tidak menyangka gadis desa yang ia temui hari itu bisa begitu berkelas seperti CEO besar dari Perusahaan saja, gaya bicara, tata bahasa, kritikan yang sangat berkelas tanpa menyinggung perasaan orang.


Arka menyunggingkan senyum bangganya, ia tau Nana bisa melakukannya karna Nana adalah Putri kandung Yardan Wijaya, tadi Arka melihat Ponsel Nana yang melihat saham perusahaan Papanya (W Group), Arka jadi yakin Nana pasti diam-diam belajar bisnis supaya menjadi lebih hebat dalam memerankan karakter Anna.


"bagaimana Honey? ". tanya Nana tersenyum manis dan manja.


"sangat sempurna". jawab Arka tersenyum lalu berdiri berjalan ke arah Nana mengelus kepala Nana seolah memberi pujian nya yang begitu bangga pada Nana.


Nana tersenyum lalu beralih pada mereka semua yang faham akan penjelasan Nana tapi terpaku melihat senyum menawan Arka alias Devano, siapa yang pernah melihat senyum Tuan Muda Arkatama itu? baru kali ini mereka melihatnya.


"sudah mengerti kan? ". tanya Arka ke Karyawannya yang ada dimeja rapat.


"mengerti Tuan". jawan mereka serentak.


"Bubar dan perbaiki". titah Arka

__ADS_1


"baik Tuan". jawab mereka segera menyusun perlengkapan dan pergi dari Ruangan itu sesegera mungkin.


mereka tidak tahan melihat kemesraan sepasang kekasih sempurna itu, Endra pun buru-buru pergi karna tidak mau terhipnotis dengan kecantikan Nana bisa-bisa dirinya dipecat oleh Arka.


Endra mengagumi Nana seperti Artis atau Idola tentu bukan untuk dimiliki karna tau Arka sangat menyayangi gadis cantik itu.


"bagaimana hasil belajarku beberapa hari ini? ". tanya Nana tersenyum menaik turunkan kedua alisnya hingga Arka tertawa.


"Anna memang sempurna". jawab Arka


"sekarang ayo kita lanjut belajar bawa mobil supaya peran Anna semakin sempurna". ajak Arka dibalas anggukan oleh Nana.


berita kehebatan Nana dalam bisnis sudah menyebar luas di Perusahaan Arkatama Group bahkan sampai ke Perusahaan cabang dari berbagai kota yang begitu penasaran dengan sosok Anna.


tentu saja telah sampai ke Telinga Celinne, Celinne yang tidak bisa belajar bisnis merasa tertampar karna kemampuan Anna itulah Tuan Devano mencampakkannya.


sudah pasti dia sibuk dengan amukannya, sedangkan Emma dan Yunus mencari tau identitas Nana yang mana Anna memang lahir di LA dan besar disana, mereka hanya perlu mengkonfirmasi semua itu. Arka melakukan pekerjaannya dengan baik untuk membuat identitas Anna yang terlihat asli.


.


.


Arka menganga lebar melihat Nana sudah bisa bawa mobil dengan lancar seperti sudah profesional.


"kenapa Arka? ". tanya Nana tersenyum cerah.


Nana tertawa lebar, "sangat mudah belajar mobil ya Arka, aku pikir sulit".


"kalau begitu kita pergi makan ya?". Arka


"baiklah Restaurant mana? ". tanya Nana


"ke Mansionku". jawab Arka


"hmm? berarti tempat Tante Diah? ". tanya Nana


"iya, ayolah sayang..! bukankah aku sudah mengajarimu bisa berkendara? mommyku sangat merindukanmu". bujuk Arka


"baiklah". jawab Nana tersenyum lebar.


"mau kemana? kenapa tidak berhenti? ". tanya Arka


"biar aku yang nyetir". jawab Nana tersenyum cerah membuka atap mobil Arka.

__ADS_1


Arka hanya bisa terdiam karna Nana memang sangat hebat, pantas saja Yardan begitu kagum pada sosok Nana seolah ada tatapan iri dimata Yardan siapa orangtua Nana hingga memiliki Putri seperti Nana yang sehebat itu.


setibanya di Mansion Arkatama, Nana disambut hangat oleh Diah.


"sayang..? kamu makin cantik saja". gemas Diah mencubit kedua pipi Nana.


Nana tersenyum ramah menyalami tangan Diah dan wanita cantik itu pun merangkul Nana mengabaikan putra kandungnya sendiri yang terkekeh.


.


"benarkah Tante? apa bisa Mama Nana bekerja disini? ". tanya Nana berbinar saat Diah bilang butuh asisten Rumah Tangga.


Arka terdiam sedangkan Diah mengerutkan keningnya, "kenapa sayang? ".


"Arka, boleh kan Mamaku tinggal disini sebagai Asisten Rumah Tangga? Mamaku sangat hebat dalam hal bersih-bersih, aku hanya mau melindungi Mamaku dan bagiku disini adalah tempat yang paling aman". Nana


"tapi mamamu tidak suka denganku Nana". kata Arka


"aku bisa menjelaskannya Arka, aku Mohon...! dibelakangmu juga ada kandang kan? aku bisa menjadikannya Rumah Aa kan? ". rengek Nana


Arka melihat ke Diah yang tersenyum dan mengangguk, Diah pasti sangat mengerti keadaan Nana yang ingin sekali mencari tempat perlindungan yang terbaik untuk Mamanya.


"baiklah..! ". pasrah Arka


Nana tersenyum cerah lalu mengecup Pipi Arka mengucapkan terimakasih, Diah terkikik geli melihat wajah Arka yang merah merona.


Nana bergerak cepat, ia berganti pakaian menjadi Nana yang kampungan lalu naik ojek ke Rumah Dewi lalu mengatakan yang sebenarnya.


Awalnya Dewi marah tapi lama-kelamaan ia pun luluh karna Arka menolong Nana, bahkan mempertemukan Nana dengan Yardan.


"kamu yakin sayang? mama tidak suka kamu balas dendam". Dewi menggeleng kepalanya serius.


Nana tersenyum, "mama? Papa sangat menderita Ma.. apa mama tidak sadar? ".


Dewi terdiam karna ia memang melihat raut wajah Yardan saat itu terlihat tidak baik, Nana juga menjelaskan alasannya karna sekarang Papanya telah mengetahui dirinya adalah Putri Kandungnya hingga Dewi semakin tak percaya.


"mama percaya sama Nana ya? Nana dilindungi oleh Arka dan Papa, Papa bilang kalau dia sedang berusaha mengumpulkan bukti untuk membuat Wanita licik itu terusir ma". bujuk Nana


Nana yakin Yardan sudah tau dirinya adalah Putrinya tapi belum menemui Nana namun Nana sengaja mengatakan hal itu pada Mamanya supaya mama nya luluh dan tidak akan bersikap keras kepala lagi.


"mama tau kan bagaimana jahatnya Nyonya Emma? Nana tidak akan bisa hidup jika Wanita licik itu menyakiti mama, apalagi menjadikan Mama sebagai kelemahan Papa atau Nana". kata Nana


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2