
.
.
.
Nana membawa pergi motor maticnya, ia bersenandung saat motornya berhenti di lampu merah.
"ckk...! rasanya aku ingin mencabik-cabik mulutnya itu, percaya diri sekali dia aku akan membuka hati untuknya".
"aku sudah tau Nodamu jadi aku tidak akan mau berdekatan denganmu atau menjadikanmu itu temanku... terlalu munafik bagiku". batin Nana
"bahkan Arka saja yang sebaik itu aku butuh waktu menyadari perasaanku hanya karna kesan sombong dan angkuhnya itu, tapi dia lebih parah..? ck.. ck.. ck.. menghabisi nyawa orang itu perbuatan orang tidak waras dan perbuatan yang sangat tercela orang seperti itu pantas sih untuk dimusnahkan". cerocos Nana
Nana masuk ke Kawasan Apartemennya lalu melepas gigi palsunya yang membuat dirinya risih, Nana membuang gigi palsu itu di tong sampah lalu segera ia masuk lift dan menekan lantai tujuannya.
tring...!!
Nana berjalan santai ke Apartemennya ternyata Arka sudah tidak ada alias pergi dan meninggalkan memo kecil dengan tanda terimakasih Arka membuatkan roti kukus kesukaan Nana.
Nana tersenyum lebar langsung membuka panci yang bisa merebus air, sebab roti kukusnya pasti didalam sana.
"hmmm...? harumnya". Nana menyeringai lebar mengeluarkan satu persatu roti kukus itu dan diletakkan diwadah lumayan besar (piring plastik).
"apa ada rasa lain ya? kenapa wangi nya ada yang beda bukan tiramisu". gumam Nana
Nana pun tidak peduli membawa piring itu ke meja makannya dan langsung berdoa lalu makan, Nana menganga saat Ara masuk mencarinya.
alhasil Nana meletakkan kembali roti kukusnya, "ada apa Ara? kenapa kamu keliatan terburu-buru? ". tanya Nana
"Nona..? Tuan Besar Leonard menawarkan kerja sama". jawab Ara terengah-engah
"ooh.. aku pikir apa". gerutu Nana mengambil kembali roti kukusnya dan memakannya.
Ara menjatuhkan rahangnya, "Nona ini berita besar, sekarang Perusahaan kita menjadi pembicaraan banyak orang, semua Pengusaha tau kalau Tuan Besar Asia Group itu sulit untuk diajak kerja sama hanya Perusahaan W Group yang pertama kali ditawarin kerja sama Nona".
"iya aku tau ini akan terjadi". jawab Nana
"hah? ". cengo Ara
"Ara..! Pak Tua itu hanya ingin membalas apa yang telah aku lakukan pada Cucunya, aku menyembuhkan Cucu kesayangannya padahal dia sudah menyewa berbagai dokter dari semua negara tapi tidak ada yang berhasil". jelas Nana tapi mulutnya masih mengunyah.
Ara pun memilih duduk didepan Nana dan mengambil segelas air minum karna ia sangat kehausan berlari mengetahui kabar mencengangkan ini.
__ADS_1
"iya Nona..! kenapa harus didepan orang banyak? kenapa Tuan Leonard mengumumkannya? ". cecar Ara dengan heran.
Nana terkekeh, "dia hanya ingin membuat Perusahaan Papa menjadi lebih terkenal, bukankah itu tujuan Papa? Papa ingin Perusahaannya Go International, inilah yang dilakukan oleh Pak Tua itu".
"lalu apa yang harus saya lakukan Nona? ". tanya Ara
"tolak saja". jawab Nana
"Nona...? ini kesempatan besar, Nona harus menerimanya jika Tuan Leonard tidak mengumumkannya ke publik itu tidak akan menyebabkan masalah jika Nona menolaknya tapi kali ini berbeda Nona..! Nona bisa jadi sasaran empuk perkataan Netizen...!". cerocos Ara dengan dramatis
Nana menghela nafas panjang, "tapi aku menyembuhkan Anna tulus Ara bukan maksud ini, aku hanya ingin balas dendam padanya karna sudah membuat Papaku stress saat itu".
"siapa bilang Nona menyembuhkan Nona Anna ada maunya? jika ada yang mengatakan itu aku akan membuat hidupnya menderita Nona". jawab Ara dengan serius.
"apa yang bisa kamu lakukan? ". tanya Nana dengan serius juga
"Ara adalah Orang yang berkuasa setelah Tuan Besar, Nona di Perusahaan W Group". jawab Ara
Nana terkekeh, "ya sudahlah...! serahkan sama Papa saja".
"baik Nona". jawab Ara langsung melenggang pergi
"hei..? kau tidak mau sarapan? ". teriak Nana
"sudah Nona..! bubur ayam tadi pagi-pagi saya beli didepan". teriak Ara juga.
Ara mendatangi Mansion Wijaya dan mengatakan yang Nana sampaikan,
"sayang..? ". panggil Yardan
"Iya Mas..? ". sahut Dewi berlari ke Ruang tamu.
"ayo kita pergi ke Singapura! ". ajak Yardan merangkul bahu Dewi dan mengecup sayang pelipis Dewi.
Dewi kebingungan, "ngapain kesana? anakku? ". cecar Dewi
Yardan menjelaskan tujuannya hingga Dewi menghela nafas panjang,
"Tuan Leonard tidak juga menyerah padahal Nana sudah menolaknya". gumam Dewi
"anakku sangat hebat Sayang..! dia membuat seorang Tuan Besar Leonard menawarkan kerja sama pada Perusahaanku, aku tidak pernah bermimpi seperti ini, aku mencintai kalian berdua !". Yardan
Dewi tersenyum lembut, "dia sangat merindukanmu, aku tau itu Mas..! aku terlalu takut bertemu dengan Emma jadi selalu menyembunyikannya supaya hidupnya tidak dalam bahaya".
__ADS_1
"seorang ibu memang selalu memikirkan keselamatan anaknya, selama ini aku ingin anak laki-laki supaya bisa mewarisi Perusahaanku tapi sekarang aku sangat beruntung memiliki anak perempuan seperti Nana, aku tidak butuh anak laki-laki lagi berkat kehebatannya". Yardan
Ara hanya diam didepan mereka hingga Dewi tersadar lalu menyadarkan Yardan dan Ara hanya tersenyum malu padahal seharusnya Yardan lah yang malu tapi kenyataannya Yardan tidak punya malu jika sudah bersama Dewi.
.
Ara pun kembali ke Apartemen yang ternyata Nana ketiduran dengan pakaian Formalnya itu di sofa, Ara menahan senyum melihat Nana yang tertidur seperti bayi yang cantik.
Abi menelfon Ara lalu Ara mengatakan Nonanya tertidur, Abi tak lagi mengatakan apa-apa hanya meminta Ara untuk menjaga Nona nya sampai terbangun.
"iya..! kamu jaga Perusahaan ya? kami akan berangkat kalau Nona sudah bangun". Ara berbisik.
panggilan terputus.
Ara duduk dihadapan Nana, "apa yang Nona lakukan sampai tertidur begini? tadi pagi izin mau kemana ya? Nona sangat misterius". gumam Ara
sekitar jam 11 siang, Nana terbangun dan hal yang pertama ia lihat adalah Ara yang tengah memainkan ponselnya.
"Ara? jam berapa? ". tanya Nana sambil duduk
"jam 11 lewat Nona". jawab Ara
"uuh.. aku ketiduran, kenapa tidak bangunin aku? ". tanya Nana
Ara tersenyum lebar, "Nona tidurnya sangat nyenyak, saya tidak berani mengganggu".
Nana menghela nafas panjang, "bagaimana respon Papa? ". tanya Nana sambil memijit tangannya yang salah posisi tidur.
"Tuan Besar dan Nyonya akan pergi ke Singapura Nona memenuhi undangan Tuan Leonard". jawab Ara
Nana mengerucutkan bibirnya, "Papa ini juga kadang-kadang serakah juga".
Ara hanya tersenyum mendengarnya, "seorang Pengusaha memang harus serakah Nona..? kita memiliki karyawan yang harus digaji, apalagi Perusahaan W Group yang ada di Palembang mengalami krisis ekonomi".
"benarkah? kenapa aku tidak tau? ". tanya Nana dengan kaget
"Tuan Yardan sudah melihatnya dan ternyata ada yang Korupsi, jadi Perusahaan memecatnya setelah melihat bukti tapi Tuan Yardan butuh uang untuk menutup kerugian itu supaya Perusahaan itu tidak tutup karna banyak Karyawan yang masih sangat butuh pekerjaan itu". jelas Ara
Nana pun sampai tak percaya mendengarnya, "kenapa Papa diam saja? kalau aku tau aku sudah tanda tangan saat itu".
Alasan Yardan tentu membuat Nana terenyuh, demi keselamatan pekerjaan banyak orang Nana bisa menurunkan ego nya.
.
__ADS_1
.
.