
.
.
.
Ren dan Rose tiba di Sekolah baru, hari ini adalah hari pertama sikembar sekolah di tempat baru.
"kenapa dek? ". tanya Ren
"tidak apa Kak..! Rose cuma takjub di tempat baru". jawab Rose
"kenapa tidak mau diantar Papa sama Mama tadi? ". tanya Ren
"Kakak tidak tau kalau Mama ada rapat pagi ini? Rose nggak mau merepotkan Mama, Mama sudah banyak berkorban demi kita". jawab Rose dengan santai seperti sudah dewasa saja.
Ren mengelus kepala Rose, "itu karna Mama mengutamakan kita dari pada pekerjaannya, bukankah adek tau itu? ".
"iya Kak..! pokoknya Rose nggak mau Mama meninggalkan rapat itu hanya demi kita, Rose bisa kok datang sendiri". tegas Rose.
Ren tersenyum saja karna tau watak Rose.
Rose menolak siapapun mengantarkannya, baik Papa, Mama atau Oma nya sekalipun, Rose tidak mau diejek manja padahal Ia tidak mau merepotkan orang sekitarnya yang super sibuk tapi rela meninggalkan segalanya deminya.
Arka harus keluar Kota pagi ini dan Sore akan kembali, sedangkan Nana ada rapat penting pagi-pagi sementara Diah ada acara arisan pagi-pagi buta harus pergi ke Rumah teman Arisan untuk memasak,
Jangan heran kalau Rose maupun Ren tidak tau kesibukan keluarganya itu, mereka sangat pintar mencari tau, Mudah bagi Rose membuat keluarganya tidak berkutik yaitu dengan mengancam Rose tidak mau sekolah atau bahkan tidak mau makan jika dipaksa.
Kepribadian Rose yang keras kepala mirip Nana tidak ada yang bisa melawannya termasuk Nana dan Arka sendiri.
"kita ke Kantor Kepsek dulu kan kak? ". tanya Rose
"boleh! ". jawab Ren
sepanjang perjalanan Ren dan Rose menjadi pusat perhatian anak-anak sekolah yang ada, semua anak-anak baru ditemani oleh orangtua tapi hanya sikembar yang tidak bawa orangtua.
sebelumnya Ren dan Rose sudah melihat denah atau peta gedung sekolah baru mereka, jadi dihari pertama mereka tidak bingung mencari Kantor Kepsek, kedatangan sikembar ke kantor Kepsek membuat bingung Kepsek wanita itu,
"dimana orangtua kalian nak? ". tanya Ibu Kepsek dengan lembut.
"ahh.. Papa keluar kota, Mama ada rapat sedangkan Oma ada arisan Bu Kepsek..! saya tidak mau merepotkan orangtua apalagi mereka rela meninggalkan pekerjaan demi kami". jelas Rose dengan bijak.
Bu Kepsek sampai menganga lebar,
"ibu Kepsek..! sejak dulu orangtua kami selalu meluangkan waktu untuk kami, jadi biarkan kami mengurus semuanya sendiri tanpa bantuan orangtua". sambung Ren
__ADS_1
Bu Kepsek pun menerima formulir serta berkas-berkas yang dibawa oleh Sikembar, betapa pintarnya mereka, disaat semua orang masih bingung mencari kantor Kepsek tapi sikecil berdua itu yang pertama kali menemukan kantor Kepsek.
"hubungi Mama saya bu Kepsek! ". pinta Rose.
Rose meminta ponsel wanita itu lalu menekan nomor ponsel Nana, lalu Bu Kepsek dengan bingung melihat Rose yang masih kecil namun perasaan bu Kepsek kedua anak kembar itu memiliki pemikiran yang tidak wajar (diluar batas kepintaran anak seumuran Ren dan Rose).
"halo Ma..? ini nomor Ponsel Bu Kepsek, Mama boleh tanya semua nya pada Bu Kepsek". kata Rose lalu menyerahkan ponsel itu ke Kepseknya.
Ren hanya melihat kegiatan adik kembarnya itu, bukan maksud Ren tidak peduli tapi Ia sangat tau adik kembarnya itu sangat pintar dan bisa menyelesaikan masalahnya sendiri.
Bu Kepsek dan Nana berbicara lewat telfon,
"maafkan saya Bu Kepsek..! awalnya saya ingin menemui anda langsung tapi anak saya malah mengancam saya Bu, saya tidak bisa ikut jika anak saya sudah mengancam". ucap Nana menjelaskan di ujung telfon karna ia tidak bisa hadir seperti kebanyakan anak-anak lain.
.
.
"ayo dek..! ". ajak Ren
Rose mengangguk lalu menyambut uluran tangan Kakaknya, mereka berjalan berpegangan tangan seperti anak muda pacaran.
Bu Kepsek kembali menganga melihat punggung sikembar yang tak terlihat lagi, tak lama Sikembar pergi, Orangtua/wali murid datang bersamaan, mereka semua mengomeli letak kantor Bu Kepsek yang jauh dan sulit untuk ditemukan.
orangtua/wali anak-anak lain sibuk mendaftar ulang sementara Ren dan Rose sudah dapat kelas bahkan duduk di meja nomor 2 atau 3,
.
sementara di Tempat lain,
Anna harus terlibat masalah besar yaitu perjodohan yang dilakukan oleh Om nya, Ia tidak bisa mengelak lagi dan terpaksa ia mencari Aditya.
"Adi...? ". Anna tiba di ruangan pribadi Aditya yang ada di Mal,
Adi yang melihat Anna segera berlari meninggalkan pekerjaannya mendekati Anna dan memegang bahu Anna terlihat khawatir.
sejak Anna dan Adi muncul di sosmed karna pernah bersama didepan banyak orang lalu di potret beberapa orang yang gemas dengan mereka berdua, hubungan Anna dan Adi dikenal oleh banyak orang, A Couple disebut generasi kedua setelah gemparnya pacarannya Arka dan Nana yang kini sudah berkeluarga dan punya anak kembar yang menggemaskan.
"kenapa Anna? kenapa kamu berlari? ". tanya Adi cemas.
"aku tidak punya pilihan lain, menikahlah denganku..! selamatkan aku Adi..!! ku mohon..! aku tidak mau menikah dengan Pria pilihan Om ku hiks.. hiks". Anna menangkup kedua tangannya memelas ke Adi.
Adi tertegun, ia ingin membuat Anna jatuh cinta padanya seiring berjalannya waktu, tapi mengapa tiba-tiba jalan Cinta nya seolah dipermudah? apa karna Tuhan ingin memberinya kebahagian?
"ayo kita duduk..! kenapa kamu begitu terburu-buru hmm? apa kamu akan dinikahkan besok?". Adi merangkul bahu Anna dan membawa gadis bermata biru itu duduk disofa.
__ADS_1
Anna menangis, Kakeknya juga tidak mau pernikahan itu terjadi tapi Om nya begitu keras, entah mengapa Pria itu begitu tidak tau malunya mengatur pernikahan keponakannya yang sudah lama tidak bertemu dengannya.
hanya orang bodoh saja yang tidak tau maksud perjodohan itu, jika Anna menikah dengan Adi setidaknya Anna tidak akan terlibat perjodohan itu apalagi Anna yakin Adi tidak akan menghianati Anna karna jasa Anna yang pernah menyelamatkan hidup Pria itu.
"kenapa aku? ". tanya Adi terkejut mendengar penjelasan Anna.
"jika ada Pria yang aku percaya itu hanya kamu Adi..! ku mohon !! selamatkan aku ! bukankah kamu ingin balas budi? lakukan saja dengan pernikahan ini, aku tidak minta apa-apa hanya ingin status saja kalau aku sudah menikah..!". Anna berkata dengan serius.
"kamu ingin status saja? ". tanya Adi
Anna mengangguk, lalu Adi pun mengiyakan permintaan Anna.
betapa senangnya Anna terbebas dari perjodohan itu, mereka menikah sederhana di malam itu juga didepan Leonard yang pertama kali melihat Adi langsung menyukai Pria itu.
Pria yang pernah mengalami rasa sakit di khianati dan disakiti tidak akan pernah menyakiti orang lain kecuali orang yang menyakitinya, Nana dan Arka hadir diacara Ijab kabul Anna dan Adi ditemani Caca dan Sekar.
"jangan murung dong Ca..! artinya dia Tuanmu sekarang". bisik Sekar menggoda.
Caca mendelik, "ckk..! Anna hanya memanfaatkan dia saja".
"setidaknya dia mau dimanfaatkan oleh Anna dari pada Pria lain? pasti Anna lah yang dimanfaatkan". jawab Sekar dengan santai.
Caca diam saja, entah mengapa ia bisa melihat ada tatapan tak biasa dari Adi setelah Ijab kabul dilakukan, Adi sepertinya memancarkan tatapan Cinta terpendam yang dikubur lama-lama pada Anna yang terlihat tersenyum bahagia bukan karna pernikahannya dengan Adi melainkan terbebas dari perjodohan itu.
Anna memeluk erat buku nikahnya dan berbinar melihat Cincin pernikahannya, Ia tidak akan tertekan lagi oleh perjodohan gila itu karna statusnya kini sudah menikah.
"ada apa sayang? ". bisik Arka.
"aku merasa Adi memang mencintai Anna sayang". bisik Nana juga.
"biarlah..! aku merasa Anna tidak salah pilih menjadikan dia sebagai pagar atau dinding tinggi untuk membuat para lelaki berhenti mengejarnya". balas Arka.
"kamu akan menjadi pewaris Perusahaan Asia Group Adi". kata Leonard
semua orang menganga lebar termasuk Adi yang langsung terduduk di tempat, Anna dengan cepat membantu Adi dan duduk ditempat yang benar.
"Kakekk? ". rengek Anna.
"kenapa? bukankah itu sudah jelas sayang? siapa yang menikah denganmu harus menjadi pewaris Asia Group kan? itu adalah alasan terkuat untuk mengusir Ommu nak..! Kakek tau kamu bisa bisnis tapi menurut Kakek keamananmu lebih penting untuk itu fokuslah dengan pekerjaanmu, biar Adi yang membasmi hama-hama di Perusahaan Kakek". tegas Leonard.
"Anna? ". bisik Adi memegang tangan Anna.
Anna tersenyum kikuk ke Adi, Ia sungguh tidak menyangka masalah mereka akan semakin rumit.
.
__ADS_1
.
.