Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa

Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa
membalas


__ADS_3

.


.


.


Leonard terasa tertampar, "kau menghinaku? ".


"anggap saja begitu, jika anda bisa menghinaku aku juga bisa menghinamu". kata Nana dengan senyum sinisnya.


"jika anda berani?? ayo lawan saya itu pun jika anda bukan pecundang yang taunya hanya bersembunyi dibalik uang anda". kata Nana


Leonard membelalak, "mulutmu pedas sekali..! ".


"yah..! dari awal aku berusaha menghormatimu tapi kau merendahkanku, jika dari awal kau memang tidak terima kerja sama dengan Perusahaan lain kenapa harus memberi angan-angan pada mereka? hanya karna kau kaya? ckk.. uangmu bukan segalanya bukan?". kata Nana dengan tatapan meremehkan.


"kurang ajar..! berani kau merendahkan tuanku! ". teriak salah satu pengawal Leonard mendekati Nana tapi Nana sudah menahan tangan pengawal itu dan mematahkannya hingga terduduk dan Nana menendang dengan heelsnya.


bruggh... Pria itu terlempar cukup jauh


"aku sudah bilang kalau aku bisa menghajar orang..!". kata Nana dengan senyuman sinisnya.


"apa maumu sebenarnya? ". tanya Leonard tak bisa menahan rasa takutnya


Leonard merasa gadis ini sangat agung punya aura kekuasaan yang sangat mematikan, jika berani melawannya berarti Nana bukan gadis biasa.


"akuu?? balas dendam atas nama Papaku..! kau fikir aku mau kerja sama ini? aku hanya memanfaatkan kerja sama ini untuk melihat Aki tua yang sudah membuat Papaku menderita". seringai Nana


Leonard sampai keringat dingin, ia tak menyangka telah membiarkan Singa betina mendekatinya.


"kenapa? anda takut? ". tawa Nana merendahkan.


puluhan pengawal Leonard pun menyerang Nana, Nana dengan gerakan anggun dan elegan menyerang mereka dibantu oleh Abi dan Ara yang juga punya kemampuan beladiri yang diakui sebab tamatan dari Perguruan hebat.


dalam hitungan menit mereka semua sudah tumbang karna Nana dan kedua asistennya, Nana tidak membunuh namun membuat lawannya patah-patah dibagian tertentu.


Nana melangkah mendekati Leonard yang gemetar ketakutan, "mana sifat angkuh anda tadi? hmm? ". tanya Nana dengan senyuman nya.


Leonard pucat pasi,


"sudah aku bilang jangan bersembunyi di ketiak para pengawalmu, hanya karna kau punya uang?". kata Nana memainkan kuku-kuku cantiknya.

__ADS_1


"aku akan terima kerja sama ini". kata Leonard dengan nada bergetar.


"anda terlambat Tuan". kata Nana yang kini berlagak sombong tidak mau menerima kerja sama yang ditawarkan Leonard.


"apa tujuanku? ". tanya Nana meraba wajah Leonard dengan ujung kukunya lalu memegang dagunya.


"aku senang sekali melihat wajah panikmu ini! kenapa? kau takut aku membunuhmu? tenang saja aku tidak tertarik denganmu hanya saja... hmmm?? aku tertarik pada Cucu kecilmu itu, ANNA..! ".


kata Nana membuat Leonard semakin memucat dan kini pun bersimpuh di kaki Nana.


"ampuni Aku..! aku minta maaf karna menyakiti hati Papamu..! aku..aku rela dibunuh tapi jangan sentuh Cucuku.. jangaaann...! ". Leonard pun bersembah sujud pada Nana


Abi dan Ara sampai menganga ditempat, dari mana Nana tau kelemahan Leonard tapi Ara memang sudah tau hanya saja tidak mengira Leonard akan begitu merendahkan diri pada Nana hanya karna tau sosok Anna kecil itu.


"sudah aku bilang aku tidak tertarik pada nyawamu..! kau menyakiti hati Papaku itu sama saja menyakitiku jadi aku balas dengan menyakiti Cucumu di Singapura dan kau akan sakit kan?? ". Nana


Leonard meminta ampun pada Nana, entah dimana kesombongannya tadi, kini Nana membuat seorang Leonard bisa sujud padanya bahkan ketakutan karna Nana tau kelemahannya dan tau tempat Cucunya disimpan.


pengawal lainnya mencoba berdiri, "jika kalian mencoba menyerangku aku akan patahkan 1 jari kelingking Nona Kecil kalian". ancam Nana


"aku yakin orang suruhanku sudah membawa cucumu pergi..! hmm..? anggap saja tahananku ya?". kata Nana dengan senyuman manisnya.


"jangan bergerakk!! ". teriak Leonard.


ia tak menyangka akan dibalas oleh Keluarga yang dulu pernah ia rendahkan, bahkan anaknya begitu jenius dan mengetahui kelemahannya.


"kau fikir aku bodoh Pak Tua? aku mengambilnya sebagai Sandera jika kau berani menggunakan kekuasaanmu maka cucumu akan menderita ditanganku". Nana


"jangan sakiti Cucuku..! aku mohon..! dia tidak tau apa-apa tentang perbuatanku, jangan sakiti dia aku mohon..!!"


"SUDAH TERLAMBAT! ". kata Nana


"BYE!! ". Nana melambai pergi meninggalkan mereka


Leonard merangkak mengejar Nana hingga memegang kaki Nana dan sekali lagi meminta maaf, ia berjanji akan menyerahkan segalanya.


"kalau begitu minta maaf pada papaku sampai dia mau memaafkanmu, jika Papaku tidak memaafkanmu maka aku tidak akan melepaskan cucumu". kata Nana lalu menepis kakinya hingga Leonard menangis dengan tubuh bergetar.


.


Salah satu pengawal Leonard menghubungi rekannya di Singapura dan ternyata memang benar Anna kecil dibawa oleh Orang-orang kuat.

__ADS_1


Leonard menjerit frustasi, ia tidak bisa berbuat apa-apa saat Anna kecil sudah ada ditangan Nana.


"apa perlu kita bunuh Tuan? ". tanya salah satu dari mereka


"jangan coba-coba menyentuhnya..! dia balas dendam atas nama Papanya, jika kalian gegabah dia bisa bertindak gila". kata Leonard terbata-bata.


detik itu juga Nana terbang ke Indonesia bersama kedua asistennya.


"Nona? kenapa bertindak kejam seperti itu? ". tanya Ara penasaran


"aku hanya ingin mengajarinya, dia juga tidak boleh mempermainkan Pengusaha kecil dengan angan-angan kerja sama tapi itu semua hanya bohong, dia memaki, merendahkan, tindakannya sangat kejam bahkan beberapa Pengusaha lain sampai jatuh bangkrut karnanya, aku tau dia melakukan itu demi Cucunya tapi kasih sayangnya itu salah".


Ara pun mengerti hanya bisa mengagumi Nana.


setibanya di Indonesia, Nana mendatangi Mansion Arkatama dan masuk ke kamar mewah yang berisi sosok Anna kecil.


Nana mendekati kursi roda itu dan tersenyum lembut, "haii.. Anna". sapa Nana


Anna kecil menoleh dan terlihat ketakutan pada Nana, mata birunya itu berkaca-kaca meminta pulang.


Nana mengatakan yang sebenarnya bahwa kakek Anna begitu kejam menyakiti hati Papanya dan Pengusaha lain hingga jatuh bangkrut, benci boleh saja, tapi jangan semua Orang dianggap musuh juga oleh Leonard, itu tidak benar.


"kakekku tidak seperti itu! ". Anna kecil menggeleng kepalanya tak percaya.


Nana memutar rekaman nya saat berbicara dengan Leonard yang merendahkan, menjatuhkan Nana. Nana merekamnya supaya Anna kecil mau tinggal bersamanya dan mengikuti pengobatan darinya.


"kakek sejahat itu? ". Anna kecil menangis tak percaya bahwa Kakeknya bisa bertindak kejam seperti itu.


"kakekmu merendahkan Papaku sampai Papaku sakit dan aku hanya ingin membalasnya, tidak semua kekayaan bisa membuat dia menang". Nana


"itu sebabnya kamu mengurungku? kamu ingin kakekku kalah?". tanya Anna kecil menghapus air matanya.


Nana tersenyum dan menggeleng, "aku hanya ingin bertemu denganmu dan sedikit memberi pelajaran pada Kakekmu yang menggunakan cara salah demi melindungimu".


Anna merasa hangat akan perlakuan Nana yang mengusap kedua pipinya,, "lalu aku bisa apa? aku tidak berguna sama sekali".


"hei.. Kakekmu sampai bersujud padaku supaya tidak menyakitimu, kakekmu sangat menyayangimu hanya saja caranya salah". Nana menoel-noel pipi Anna.


"benarkah? tapi Kakek selalu sibuk". kata Anna kecil dengan sedih.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2