
.
.
.
"maafkan mama yang menjadi kelemahan kalian". ucap Dewi menundukkan kepalanya.
"mama?? Nana tidak suka mama bicara seperti itu, mama tau sendiri sikap orang licik kan? Nana ingin bertarung dengan baik ma? Nana tidak mau melibatkan Mama". Nana
"sayang..? ".
Nana berbicara banyak hal hingga Dewi pun luluh dan setuju untuk pindah ke Mansion Mama nya Arka, bukan gratis karna Nana tau Dewi tidak akan mau jika gratis, Dewi pun setuju saat dirinya ditawarkan menjadi Asisten Rumah Tangga.
.
Nana berpakaian tertutup membawa Dewi yang memakai penutup wajah juga, mereka menaiki Kuda dan berjalan santai saja, tentu dilihat orang-orang.
"kamu tidak gugup dilihat banyak orang sayang? ". tanya Dewi
"tidak ma..! Nana udah enggak gugup lagi ditatap banyak orang". jawab Nana terdengar ceria
Dewi pun tersenyum lembut, Nana dan Dewi tidak terburu-buru hingga akhirnya dimalam hari telah tiba di Mansion Arkatama.
Arka dan Diah menyambut kedatangan Nana dan Dewi, bersama kudanya.
Vano alias Arka membantu Dewi turun sedangkan Nana bisa turun sendiri, Arka mengelus leher Kuda putih milik Nana.
"akhirnya aku mengenalmu Aa". kata Arka tersenyum tipis.
Nana mendengarnya pun menatap Arka, "kenal? kamu udah ingat kudaku Arka? ".
"iya.. dia ini kuda kecil yang pernah aku lepaskan ke Hutan sayang dengan helikopter, aku melepaskannya bersama kawanannya sedangkan ibu mereka sudah mati karna orang yang tidak bertanggung jawab". jawab Arka
"jadi itu sebabnya Aa mengenalmu ya? dia pasti hanya ingin balas budi". gumam Nana akhirnya terjawab sudah rasa penasarannya dulu.
"iya.. binatang memang terkadang buas dan kejam tapi jika kita melakukan hal baik, mereka akan mengingatnya bahkan mengukirnya dengan indah di hati mereka". gumam Arka tersenyum tipis.
Nana pun mengangguk setuju dengan kata-kata Arka.
sedangkan Diah sudah membawa masuk Dewi, meninggalkan Arka dengan Nana bersama kudanya.
"ayo aku antarkan tempat tinggal kudamu sayang". ajak Arka
Nana dibawa ke Kandang yang disediakan Arka hingga Nana menganga lebar melihat tempat itu menjadi lebih bagus.
"ini? ". Nana berdecak tak percaya.
"aku bisa menyewa orang untuk merawat kudamu Nana, aku akan beli kuda untukku menjadi pasangan kudamu supaya tidak kesepian dan kamu fokuslah pada balas dendammu". kata Arka serius.
Nana tersenyum haru lalu memeluk Arka, "terimakasih..! aku tidak akan melupakan kebaikanmu".
"hmm... aku akan mengumpulkan kebaikan sebanyak mungkin supaya kamu semakin berhutang budi padaku lalu mau menikahiku". kata Arka berbisik hingga Nana tertawa memukul dada bidang Arka.
Arka pun tertawa kembali memeluk Nana, ia hanya menggoda Nana saja supaya tidak menangis.
__ADS_1
Nana tidak tau arti cinta tapi kebaikan Arka tentu akan ia ingat, Arka selalu membantunya hingga tiba di titik sempurna bahkan mau membantunya balas dendam pada Celinne dan Emma.
.
.
ke esokan harinya
Nana hanya bermain dengan ponselnya, ia tiba-tiba dapat panggilan telfon dari Arka.
"halo Arka? ". sapa Nana
"haloo? Nana? nanti malam aku ada acara, kamu mau datang sebagai Anna sikekasih sempurnaku hmm? aku dengar Celinne dan Nyonya Emma datang bersama Tuan Yardan". Arka
"apa Asisten Papa juga datang? ". tanya Nana
"Yunus? iya.. dia juga datang". jawab Arka
"baiklah, aku akan melakukan peranku sebagai Anna, Mommy mu sangat baik memberikan semua baju-baju dan heels itu untukku, aku bisa menjadi kekasih sempurnamu tanpa mengeluarkan uang". Nana
Arka terkekeh, "apa uangmu sudah habis? apa perlu aku beri uang? ". tanya Arka
"tidak perlu Arka, sebentar lagi Papa akan memberiku ATM tanpa batas". jawab Nana
Arka tertawa lepas disebrang sana, ia pun setuju karna Nana sangatlah Cerdas.
.
.
.
Celinne mengepalkan tangannya, "lihat saja apa yang akan aku lakukan padamu Anna".
Emma melihat tangan Celinne pun berbisik ke Yunus, "aku harap kamu bisa mengerjakan semuanya dengan baik Yunus, aku tidak suka melihat putriku menderita".
"aku juga tidak suka putriku menderita, tenang saja semua akan berjalan sesuai rencana". bisik Yunus juga.
setelah itu Yunus pun pergi sementara Emma berjalan ke arah Celinne, "sayang? ". panggil Emma
"kenapa ma? ". tanya Celinne.
"kami yang akan memberinya pelajaran, kamu tenang saja sayang setelah ini laki-laki yang kamu inginkan akan kembali padamu". bisik Emma
Celinne menyunggingkan senyum jahatnya, "baiklah..! Celinne akan menonton saja".
disudut ruangan Yardan berbicara dengan klien bisnisnya, sesekali ia melihat pintu seolah tidak sabar dengan kedatangan seseorang.
"Papa sudah menahan diri sejak tau kamu adalah putri kandung Papa nak..! Papa tau kamu sedang bersembunyi dan Papa akan mengikuti permainan cerdasmu". batin Yardan.
tak berapa lama mereka mulai berbisik-bisik hingga Yardan melirik situasi yang ternyata Abi juga datang yaitu orang kepercayaan Yardan.
"ada apa Abi? ". tanya Yardan bertolak punggung dengan Abi.
"Tuan, Kenapa Nona Queen bisa ganti identitas?". tanya Abi penasaran
__ADS_1
walaupun Abi tidak bisa menemukan identitas Queen Adena Sasikirana Arundati tapi Abi yakin perempuan bernama Anna adalah gadis yang Yardan suruh untuk diselidiki sebab foto Nana diberikan pada Abi.
"percayalah..! dia memang putri kandungku, Nana memang sengaja merubah identitasnya". jawab Yardan
Abi tertegun lalu Yardan menjelaskan semuanya hingga Abi berdecak kagum dengan kehebatan Nana, pantas saja Abi tidak bisa menemukan identitas Nana sebelumnya ternyata Nana seorang peretas. Abi tau dari cerita Yardan yang bilang ponselnya di retas Nana.
"mereka datang Tuan". bisik Abi
"iya.. pergilah". usir Yardan
Abi pun segera pergi karna mereka harus terlihat tidak saling kenal satu sama lain.
Kedatangan pasangan serasi yang ditunggu-tunggu oleh tamu undangan pun membuat semuanya diam tanpa ada yang berbicara sepatah pun.
Devano alias Vano menggenggam tangan Nana yang kini dikenal sebagai Anna sikekasih sempurna milik Arka.
Arka mendatangi Yardan yang juga mendatanginya, Yardan menatap Nana dengan intens.
"Nana? ". gumam Yardan
"kalian ingin bicara? silahkan saja". Arka pun mengelus kepala Nana
Yardan dan Nana pun kini tinggal berdua, sebenarnya banyak tamu undangan tapi di sudut ruangan ya hanya mereka berdua saja, yang lain hanya melihat saja.
Celinne tersenyum lebar melihat Anna berbicara dengan Yardan, Celinne begitu yakin bahwa Papanya pasti akan membujuk Anna untuk meninggalkan Devano. entah dari mana dia dapat kepercayaan diri itu.
"Tuan? ". Nana
"tidak perlu berpura-pura lagi Nana, Aku tau Nana tau siapa Yardan Wijaya bagimu". Yardan memotong pembicaraan Nana.
"benarkah? ". tanya Nana menyunggingkan senyum tipisnya.
"tentu saja". jawab Yardan meminta Nana untuk mengikutinya.
Nana menerima sebuah amplop yang dikeluarkan Yardan lalu melihat isinya ternyata hasil tes DNAnya,
"Papa minta maaf karna terlambat menyadari nya". ujar Yardan
Nana tersenyum, "apa Tuan ingat siapa Mama? ".
"siapa nak? Papa benar-benar tidak ingat". jawab Yardan.
"tanda lahir yang Tuan katakan itu memang ada pada diri Mama dan itulah yang membuat Nana tau kalau Papa adalah Papa kandung Nana". jawab Nana.
Yardan tersentak, "benarkah? ".
"iya papa". jawab Nana tersenyum lebar.
Yardan tersenyum lembut, "boleh Papa memelukmu? ".
.
.
.
__ADS_1