
.
.
.
Nana dan Arka mendatangi Leonard, Yardan. Nana memberi hormat yang elegan untuk Tuan Besar Pengusaha ternama itu.
"akhirnya kamu datang juga Nana". kata Leonard.
Nana tersenyum sopan lalu tiba-tiba semua menjadi hening hingga Arka menepuk jidatnya melihat Anna yang entah sejak kapan sudah memeluk Nana dengan manja.
"Kakak kemana aja? kenapa lama sekali? ". tanya Anna dengan kesal
bingung! penasaran! tidak ada yang mengerti situasi itu, bukankah Gadis kecil itu tadi datang bersama Leonard lalu mengapa tiba-tiba gadis kecil itu memeluk Nana seperti saudara kandung saja apalagi Nana terlihat begitu lembut seperti seorang ibu bagi Anna.
"abang Arka yang salah sayang..! dia membuat kesalahan dengan tidak membawa dasi". Nana menatap tajam Arka hingga Leonard dan Yardan melihat ke arah Arka yang menggaruk-garuk kepala.
"ayo kak..! Anna kenali sama Pak Rez dan Bu Ars, kemarin kakak belum sempat Anna kenali sama mereka karna Anna terlalu sibuk dengan kakek". Anna merangkul Nana membawa Nana pergi meninggalkan Penguasa terhebat itu.
semakin saja membuat para tamu undangan tidak mengerti, mengapa gadis kecil itu bisa berani mengabaikan Leonard? jika Cucu Leonard tidak mungkin kan? sebab dunia tau cucu tunggal Leonard itu lumpuh karna kecelakaan tapi tidak ada yang tau foto cucu Leonard kecuali orang yang pandai meretas data keamanan milik Leonard.
"Pak.. Bu.. ini kenali Kak Nana, malaikat yang sudah menyembuhkan Anna". Anna memperkenalkan Nana pada kedua orangtua Caca
Pak Rez dan Bu Ars pun tersenyum ramah juga menghormati Nana seolah Nana adalah orang yang sangat di hormati seperti Tuan mereka, sebab Nana bisa menyembuhkan Nona kecil mereka yang seorang Abdi setia Keluarga Leonard.
"saya banyak mendengar cerita dari Anak saya, terimakasih pada Nona yang telah menyembuhkan Bintang Kecil kami". ucap bu Ars.
"terimakasih telah mengizinkan anak saya menjadi orang kepercayaan Bintang kecil kami". kata Pak Rez
Nana mengerutkan keningnya tapi bibirnya tersenyum tipis, Anna berbisik.
"inilah yang membuat Anna bosan Kak..! mereka sangat membosankan". Anna
__ADS_1
Nana terkekeh lalu menyapa mereka dengan ramah juga dan memuji pasangan suami istri itu yang hebat bisa melatih Putri mereka demi menjadi teman sekaligus pelindung Anna,
Kedua orangtua Caca adalah Abdi setia keluarga Anna, itu sebabnya mereka melatih Caca sedangkan Caca memang merasa senang mempelajari ilmu beladiri demi melindungi Anna, kebaikan hati Alm. Mama Anna begitu membekas dihati mereka hingga bersumpah akan melindungi Anna dengan segala kemampuan mereka.
.
.
acara di mulai
Leonard dan Nana naik ke atas panggung acara, mereka saling berjabat tangan lalu Nana turun dari panggung dibantu Arka yang menunggunya di tangga.
Leonard memegang MIC lalu berkata,,
"saya adalah Pria sombong dan angkuh tidak pernah menganggap orang asing itu baik, sejak saya pernah di khianati oleh orang kepercayaan saya hingga mengakibatkan saya harus kehilangan Menantu serta anak Saya, bahkan juga kehilangan Cucu saya yang hidup tapi tidak bisa berjalan, dia bernafas tapi seperti tidak punya semangat hidup. sejak saat itulah saya membenci orang asing karna orang dekat saja bisa kejam pasti orang asing juga jahat dan kejam".
Leonard sampai meneteskan air matanya saat bercerita pada tamu dan hadirin yang ada di acara itu bahkan tanpa ragu Leonard meminta maaf pada orang-orang yang pernah ia sakiti dan berjanji akan mengembalikannya seperti semula.
"berkat seorang gadis galak yang mengatakan uang yang saya miliki tidak akan menjamin kalau saya bisa menang". Leonard melihat ke arah Nana yang tersenyum tulus.
semua mata tentu tertuju pada Nana
"saya tidak percaya keajaiban karna sudah membuat cucu saya menderita itu bukan keajaiban bagi saya, tapi gadis galak ini menculik Cucu saya dan meminta saya untuk datang kesini meminta maaf pada Papanya".
"saya marah tapi tidak bisa berbuat apa-apa dan ingin langsung menyusulnya tapi masalah datang menyerang mansion saya, untuk pertama kalinya saya bersyukur Cucu saya tidak ada disana karna jika dia ada di mansion itu lagi-lagi saya akan merasa bersalah sebagai seorang Kakek yang tidak bisa melindungi satu Cucu saja".
Leonard mencurahkan isi hatinya pada para tamu undangan yang diam, tanpa malu Leonard memberitau betapa hebatnya Nana yang bisa mengalahkannya.
Sarah dan Aman sampai bangga pada Cucu mereka yang bisa membuat keajaiban pada Anna dan bisa membuat Leonard sadar, Yardan tak henti-hentinya mencium pelipis Dewi dan Nana bergantian disisi kiri dan kanannya.
tak lama kemudian Anna naik ke Panggung dibantu oleh Caca dan kedua orangtua Caca, Anna mengambil mic lain dan juga bercerita banyak hal tanpa ragu ia mengatakan pada semua orang bahwa Anna sangat mengagumi Nana.
"aku tidak tau anakku bisa sehebat ini". gumam Dewi dengan lirih bahkan meneteskan air matanya.
__ADS_1
"terimakasih telah memberiku putri yang sangat luar biasa sayang..! demi Putriku ini aku rela mengorbankan 100 anak laki-lakiku". bisik Yardan ke Dewi yang tersenyum tulus menangkup rahang Yardan.
Endra sampai melongoh memutar kepalanya ke arah Nana yang di putar balik oleh Arka, Endra menatap ke arah depan.
Arka benar-benar menemukan berlian saat hidupnya dalam ambang kematian, pantas saja Arka mau memaafkan Hemachandra yang berusaha membunuhnya.
Arka tersenyum begitu tampan, siapa yang tidak bangga? Arka merasa bangga memiliki calon istri seperti Nana.
"terimakasih Kak Nana..! Anna saaaaaa.... yaaang. banget sama kakak, semua keluarga Kakak adalah kehidupan Keluarga impian Anna". ucap Anna
Nana tersenyum lembut, "kakak juga ssa.... aaayang denganmu Anna..! bukan karna kamu cucu tunggal Pak Leonard tapi karna kepribadianmu yang rapuh membuat Kakak ingin selalu menjagamu".
hening.... hening...
Prok... Prokkkk... Prokkk...
gemuruh tepuk tangan para tamu undangan pun menggema, ada yang menangis haru ada yang terisak-isak, bahkan berbagai macam ekspresi, intinya mereka begitu kagum pada sosok Nona Presdir itu.
Hema mengepalkan tangannya sedangkan Toni bertepuk tangan disamping Hema.
"kamu harus dapatkan Nana Hema..! Papa sangat menyukainya, dia bisa membuat Tuan Leonard tunduk padanya". decak Toni sedikit berteriak
"iya Pa..! Nana hanya milikku..! lihat saja diakhir acara nanti aku akan jalankan rencanaku". sahut Hema.
semua orang memuji kehebatan Nana, betapa bangga nya keluarga Nana pantas saja Nana begitu disayangi, mereka begitu ribut dan heboh saat Nana di peluk, dicium Sarah, Diah, Dewi dan keluarga Nana hingga Nana hanya bisa pasrah wajahnya kena lipstik Nyonya-Nyonya hebat itu.
Ibu Ida yang datang di acara itu pun bertepuk tangan meriah, ia saja mengagumi Nana menyembuhkannya apalagi Leonard yang harta karunnya disembuhkan oleh Nana, sudah pasti Sayang dan begitu hormat lah.
.
.
.
__ADS_1