Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa

Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa
acara (Part. 1)


__ADS_3

.


.


.


tak terasa malam ini adalah hari dimana akan digelar pesta peresmian kerjasama Perusahaan Asia Group dengan W Group,


Nana sudah berpakaian seperti Princess dewasa dan Anna seperti Princess kecil, mereka menaiki mobil berbeda-beda


Anna, Caca, Orangtua Caca bersama Kakeknya Anna sedangkan Nana bersama Arka, Diah pergi bersama keluarga Yardan.


"kenapa Arka? ". tanya Nana melihat Arka tengah membelakanginya.


"sayang..? aku lupa bawa dasi". jawab Arka meraba-raba saku-saku nya.


Nana menepuk jidatnya lalu teringat akan sesuatu, Nana berlari mengangkat gaunnya ke arah mobilnya sementara Arka mengejarnya.


"kenapa sayang? ". tanya Arka kini sudah ada disamping Nana tapi masih berlari.


"aku punya sesuatu". jawab Nana membuka pintu mobilnya


Nana mengeluarkan sebuah kotak kecil lalu membukanya dan menunjukkannya ke Arka, Arka tersenyum melihat itu.


"itu untuk siapa? memang untukku kan?". tanya Arka


"bukan ini buat Papa tapi untukmu saja, bagi seorang pengusaha sukses sepertimu menghadiri acara pesta tanpa dasi tidaklah baik, kecuali kamu datang ke Kantor sendiri". Nana


Arka menaikkan sebelah alisnya, "sayang...?kenapa bukan untukku hmm? ".


Nana menghela nafas pasrah melihat wajah kusut Arka, jika sampai Arka datang ke acara penting mereka dalam keadaan seperti itu bisa menyebarkan berita yang tidak-tidak.


"iya iya... Arka aku akan belikan satu untukmu, bukankah kamu suka yang limited? dasi ini ada 5 di negara ini, itu sebabnya aku belikan buat Papa". Nana


Arka tersenyum lembut, "apapun yang kamu berikan tidak akan pernah aku menolaknya sayang walau pun hanya barang pasaran".


Nana tersenyum merapikan dasi yang sudah terpasang di leher Arka, "aku sangat limited dan aku akan berikan barang yang limited untukmu, harga ku sangat mahal Arka".


Arka terkekeh, "ayo kita berangkat..! "


Nana pun mengangguk, Arka merangkul pinggang Nana yang menekan remot mobilnya lalu mengikuti Arka yang membawanya masuk ke Mobil mewah berkelas VVIP.


.


kedatangan Tuan Leonard bersama seorang gadis kecil yang cantik menjadi sorotan banyak Pengusaha dan tamu undangan, Anna sangat cantik dengan mata birunya itu yang berkilau terang.

__ADS_1


Pesta itu tidak boleh membawa ponsel dan kamera saat memasuki acara jadi hanya orang-orang penting ini saja yang bisa melihat Tuan Leonard membawa gadis kecil nan cantik bahkan duduk disamping Tuan Leonard.


"mana Kakakku Ca? apa tadi Kak Ara bilang Kak Nana akan datang? ". tanya Anna ke Caca


"Ara.. Nona Nana akan datang karna dia adalah Presdir utama W Group". bisik Caca seolah merasa yang paling tau.


kedua orangtua Caca masih takjub melihat Anna yang benar-benar sudah sembuh total, seakan tidak percaya melihat perubahan besar dalam diri Anna, bukan hanya Fisik saja yang sudah berubah tapi Kepribadian Anna pun berubah total.


pantas saja Leonard begitu menghormati Nana yang hanya seorang Presdir W Group, kekayaannya itu tidak setara dengan Kekayaan Asia Group milik Leonard.


"sayang?? Nana akan datang". Leonard mengelus kepala Anna


Anna memutar kepalanya menatap Leonard dengan senyuman, "iya Kek".


Keluarga Yardan sudah datang bersama Diah, Dewi menjadi pusat perhatian sosok Nyonya Wijaya yang sebenarnya adalah Dewi, wajah Dewi memancarkan kebahagiaan yang tidak ternilai harganya hingga setiap orang yang melihat wajah Dewi ikut tersenyum tulus.


mereka semua seolah merasakan kebahagiaan Dewi yang hilang telah kembali pada Dewi, apalagi memiliki Putri cantik jelita yang sangat jenius. perlakuan Yardan yang penuh cinta, kasih sayang Sarah dan Aman pada Dewi membuat siapapun iri bahkan Dewi sendiri tidak percaya akan mendapatkan kebahagiaan ini.


"ini semua karna anakku..! sayang.. Mama sangat menyayangimu, Mama mengerti sekarang arti perjuanganmu ingin membawa Mama ke titik kebahagiaan ini, terimakasih sayang..! kamu adalah kehidupan Mama". batin Dewi


Putrinya lah yang sangat membanggakan, telah menyatukan Dewi dengan Yardan, mengusir Emma dan keluarganya bahkan bisa membuat bangga Yardan dengan kehebatannya bisa membuat kerja sama dengan Asia Group.


.


"dimana Nana Yardan? ". tanya Leonard mendatangi Yardan.


"apa terjadi sesuatu dengan mereka? ". tanya Sarah khawatir


"tenang saja mah.! Papah yakin Nana akan baik-baik saja". Aman


Abi dan Ara pun sudah datang berdua, mereka juga kebingungan mencari Nona Presdir belum juga datang, Yardan dan Leonard mendatangi Abi dan Ara tanpa ragu mereka menjawab Nana meminta mereka untuk pergi duluan, sebab Nana pergi bersama Arka.


Dewi pun sedang berusaha menghubungi putrinya dan mencoba menghubungi Arka.


"halo Arka? kamu dimana nak? ". tanya Dewi yang juga kebiasaan memanggil Arka.


"lagi dijalan sama Nana Ma, tadi Arka cukup kesulitan karna Arka tidak sengaja meninggalkan dasi". jawab Arka


"ya sudah..! berhati-hatilah nak, kami menunggumu". Dewi


.


"siapa Arka? Mama? Mama siapa?". cecar Nana


"siapa lagi Mamaku hmm? ". tanya Arka balik

__ADS_1


"Arka..? aku serius.. apa mamaku??". kesal Nana


Arka mengangguk sambil tersenyum tampan melirik Nana sesekali.


"ini semua karnamu Arka, kamu yang membuatku terlambat". rengut Nana


"maafkan aku ya sayang! ". ucap Arka dengan memelas.


Nana pun mengangguk antara dan ekspresi wajahnya seperti ikhlas dan tidak ikhlas hingga Arka gemas mengelus lembut kepala Nana.


"Arka..? kamu merusak rambutku". gerutu Nana menepis pelan tangan Arka


.


.


Hema dan Toni datang ke Acara Pesta, Toni memperingati Hema untuk mengontrol diri dari amarah.


jujur saja Toni juga tidak mengerti mengapa Hema sulit mengendalikan amarahnya akhir-akhir ini, setiap diajak ke Rumah Sakit untuk periksa Hema akan marah besar karna dirinya merasa tidak sakit.


"iya Pa..! aku sudah merencanakan semuanya". jawab Hema dengan senyuman liciknya.


"jangan terlalu gegabah, kita rencanakan matang-matang ya? kita intruksi bersama jangan bertindak sendiri-sendiri ya? ". bujuk Toni


"tergantung Pa". jawab Hema


mereka berdua ada di pojok Ruangan tengah menyusun strategi yang sudah mereka rencanakan di hari seperti ini, mereka merasa yang paling pintar tanpa mengerti bahwa Nana sudah tau rencana licik mereka itu.


"berhati-hatilah..! ". titah Toni ke Hema


"iya Pa..! semua sudah direncanakan dengan sangat hati-hati". jawab Hema


.


.


kedatangan Nana bersama Arka membuat semua mata tertuju pada Nana dan Arka, kecantikan Nana serta ketampanan Arka benar-benar visual yang sangat mematikan.


"sebentar lagi Nana akan menjadi milikku.! bersabarlah sedikit Hema, jangan kacaukan rencanamu sendiri". batin Hema menatap Nana dari jauh


Nana tersenyum ramah pada mereka semua, siapa yang tidak ingin memotret Nana dan Arka sebenarnya sangat ingin memotret pasangan itu tapi Ponsel dan Kamera memang dilarang dibawa saat masuk ke acara ini, semua sudah ada peringatannya di kartu undangan.


bahkan saat tidak sengaja terbawa Ponsel pun akan disimpan oleh para pengawal yang berjaga didepan Ruangan acara, mereka semua adalah orang-orang kepercayaan Leonard yang tidak ingin cucunya terekspos ke modia.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2