Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa

Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa
bertanya


__ADS_3

.


.


.


"kamu harus dengarkan aku sayang..! hanya sekali ini saja ya? tadi siapa yang maksa mau ke Mansion Papa dan Mama hmm? sekarang kita terjebak macet sayang, kemana kita mau lewat hmm?". omel Arka.


Nana melihat sekeliling dan memajukan bibirnya, "tadi aku bilang lewat jalan lain tapi kamu enggak dengerin aku malah tetap dijalan besar".


"maaf sayang..! tunggu sebentar lagi ya? disana ada bundaran". bujuk Arka.


Nana mengangguk pelan, kelamaan menunggu akhirnya Nana ketiduran, saat Nana tidur Arka melanjutkan perjalanannya ke Mansion Wijaya walau harus terjebak macet lebih dari 1 jam.


setibanya di Mansion Wijaya,


"sayang? ". panggil Arka mengelus pipi Nana.


Nana menggeliat dengan bibir mengerucut hingga Arka gemas menciumi bibir Nana yang menahan kening suaminya supaya tidak menciuminya, tapi Arka malah terkekeh.


"loh..? kita udah sampai sayang? ". tanya Nana mengedarkan pandangannya melihat sekitar bukan Mansion Arkatama melainkan Mansion Wijaya.


Arka mengangguk, "katanya mau menginap disini".


Nana tersenyum lebar, "ayo cepat ambilkan kursi rodaku sayang".


"iya..!". jawab Arka segera melepaskan seatbeltnya keluar dari mobil.


Arka mengeluarkan Kursi roda untuk Nana lalu berlari menaiki anak tangga dan kursi roda itu dikunci diatas sana, Arka kembali menjemput istrinya membawa Nana menaiki anak tangga dengan hati-hati.


Arka heran mengapa Nana semakin cantik dengan daster serta rambut digulung asal itu kaki Nana juga tidak pakai heels hanya mengenakan sendal jepit model karet, Nana memakai bedak tipis dan lipglos saja sudah sangat cantik.


"kenapa menatapku sayang? apa ada sesuatu diwajahku? ". tanya Nana melihat Arka terus saja menatapnya.


Nana sudah duduk di Kursi Roda tapi Arka tak juga berdiri tetap betah berjongkok disampingnya sambil terus saja menatapnya.


"sigembul kesayangan kenapa semakin cantik hmm? padahal aku sudah membuatmu buncit kenapa aku malah makin mencintaimu hmm? ". gemas Arka


Nana membulatkan matanya,


"lihatlah matamu yang besar itu cantik sekali sayang". Arka semakin gemas.


Nana mendelik kesal, "issh..!". Nana mendorong pelan suaminya yang berjongkok menatapnya sampai terduduk dilantai.


Nana melajukan kursi rodanya mengabaikan Arka yang tertawa dilantai sampai bahunya bergetar-getar.


kedatangan Nana membuat kaget Yardan dan Aman.

__ADS_1


"mahhh?? ada Nana? ". teriak Aman


"sayangg?? Nana kesini! ". teriak Yardan juga.


Dewi dan Sarah berlari dari dapur lalu mendekati Nana terburu-buru bertanya mengapa Nana di Kursi Roda, sama siapa Nana pergi ke Mansion Wijaya.


"itu sama Arka Mama..Nek..! dia sudah gila terus saja mengejek Nana gembul". adu Nana menunjuk dengan ekor matanya ke arah pintu.


"lalu kenapa tidak masuk sayang? ". tanya Yardan


"Nana dorong bukannya marah dia malah tertawa seperti orang gila disana". kesal Nana.


Yardan dan Aman tertawa lepas lalu berjalan keluar Mansion mencari Arka,


"kenapa di kursi roda sayang? apa kakimu lemas? ". tanya Dewi


"dibilang lemas sih enggak ma..! cuma Nana mudah lelah sekarang". cengir Nana


"wajar itu sayang.. ! kandunganmu masuk 8 bulan itu wajar". sahut Sarah


"mama masak apa? ". tanya Nana berbinar.


Sejak Nana hamil besar tidak sanggup memasak karna membuatnya lelah, Diah dan Arka juga tidak mengizinkan Nana bekerja malah meminta Nana banyak istirahat jelang kelahiran nanti Nana pasti membutuhkan banyak tenaga.


"kamu mau makan apa sayang? ". tanya Sarah mengelus kepala Nana


"hmmm?? Nana mau makan Spageti buatan Nenek dan ayam bakar buatan mama". jawab Nana tunjuk tangan seperti anak kecil.


"bagaimana kandunganmu sayang? apa Arka membawamu Ke Rumah Sakit? ". tanya Dewi sesekali menoleh ke Nana sambil fokus memanggang ayam bakar buatannya.


"udah ma..! Mama punya calon cucu laki-laki dan perempuan". jawab Nana terlihat biasa saja.


Dewi dan Sarah saling pandang, "sepasang? ". beo keduanya serentak.


"iya Ma..Nenek.. tapi Nana tidak tau yang mana anak pertama kami laki-laki atau perempuan". jawab Nana fokus dengan daun bawangnya yang dikupas begitu hati-hati olehnya.


"woww...!! eeehh? ". Sarah terlampau girang lalu segera ia membalik mie nya hampir saja gosong.


Dewi tersenyum dan cekikikan sendiri membayangkan dirinya punya cucu kembar berbeda jenis kelamin.


Nana melihat Dewi dan Sarah pun menautkan alisnya, ia heran ada apa dengan keluarganya? tadi Arka sudah tidak waras, Papa dan Kakeknya juga tertawa lepas kini Mama dan Neneknya juga sama.


Nana memang bahagia punya anak terutama benih Pria yang dicintainya tapi sekarang mood Nana hanya ingin makan tidak berpikir hal lain.


.


.

__ADS_1


di kamar Nana bersama Arka tetap di Mansion Wijaya.


"sayang? ". panggil Arka


Arka mengedarkan pandangannya mencari istrinya ternyata Nana tengah tertidur pulas di sofa dengan posisi miring memegang perutnya.


Arka tersenyum tampan, ia mendekat perlahan seolah takut membangunkan Istrinya.


"apa Nana tidak tidur tadi malam ya? kenapa sejak tadi dia tertidur terus? ". batin Arka.


Arka merapikan anak rambut Nana membubuhi istrinya kecupan penuh cinta hingga Nana terusik dan perlahan membuka matanya.


"sayang? ". suara Nana terdengar serak.


"maaf ya sayang aku malah membangunkanmu, apa tadi malam sayangku tidak tidur?". Arka


Nana mencoba untuk duduk dan Arka membantu Istrinya duduk.


"iya..! tadi malam aku tidak bisa tidur terus memikirkan kamarku disini jadi minta kesini". jawab Nana dengan jujur mengucek matanya.


"minum susu dan vitamin ya? setelah itu tidur lagi, nanti malam Ara akan datang meminta tanda tangan Presdirnya". Arka


Nana menganggukkan kepalanya dengan patuh, Nana tidur juga tidak bisa lama palingan 1 atau 2 jam paling lama setelah itu terbangun lagi, segala cobaan Nana hadapi saat mengandung buah hatinya dengan Arka tapi Nana hanya menikmati semua perannya sebagai Ibu.


Nana membayangkan Dewi mengandungnya sambil bekerja demi mendapatkan makan membuatnya sedih, terkadang Nana merasa bersalah pada Dewi bahkan pengorbanan Dewi dulu tidak sebanding dengan Nana saat ini, mungkin orang lain sangat mengidolakan Nana yang sempurna dan baik hati tapi jujur saja Nana hanya mengagumi Mama nya saja.


Dewi wanita terhebat yang tidak ada duanya sama sekali bagi Nana, ia bangga terlahir dari rahim Dewi dan berjanji akan membahagiakan Mama nya seperti sekarang bersama Yardan.


malam-malam sekitar jam 9


"maaf Nona saya datang malam-malam". ucap Ara setelah menerima berkas yang ditanda tangan Nana.


Nana tersenyum, "apa hubunganmu dengan Abi baik-baik saja? kalian tidak bertengkar kan? ".


Ara tersenyum kecil Nana melihat ekspresi Ara sudah tau itu kalau hubungan Ara dan Abi belum baik.


"sebenarnya apa masalah kalian Ara? kenapa kamu membencinya? ". tanya Nana penasaran


Ara menghela nafas pasrah, lalu menceritakan dulu Abi pernah menolongnya sampai kaki Abi patah dan dipecat oleh atasannya, Abi menjadi pengangguran beberapa tahun tapi keberuntungan berpihak pada Abi dipertemukan dengan Yardan.


"hah?? dia menolongmu sampai dipecat kamu malah memusuhinya? ". tanya Nana seakan tidak percaya.


"dia pasti membenci saya Nona, lebih baik saya membencinya duluan". jawab Ara dengan serius.


Nana menjatuhkan rahangnya.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2