
.
.
.
selama liburan tidak ada lagi yang sedih, mereka menikmati masa-masa bersama di Bali, kebahagiaan mereka semakin lengkap saat Leonard mengatakan ia akan pindah ke Indonesia dan sudah memiliki Mansionnya sendiri.
Leonard berjanji akan membawa semua orang-orang terkasih Anna masuk ke Mansionnya yang sudah siap dibangun tinggal dihuni saja.
di tepi pantai
Nana berdiri sambil melihat hamparan pantai, ia melamun seakan memikirkan sesuatu.
Nana kaget saat Arka tiba-tiba memeluknya dari belakang,, "Arka kamu mengagetkanku". keluh Nana
Arka tersenyum, "kenapa kekasihku ini melamun hmm?? tak biasanya kamu melamun sayang".
Nana diam tidak tau mau menjawab apa dan cerita apa pada Arka, karna dia sendiri saja tidak tau mengapa dirinya seperti itu.
"kamu memikirkan pernikahan kita? ". tebak Arka
Nana tidak menyahut tapi Arka sudah bisa menebaknya sendiri.
"aku tidak memaksamu untuk segera hamil atau kita harus melakukan hubungan suami-istri secepat mungkin, jika kamu masih takut dan belum siap bisakah kamu pura-pura siap saja didepan keluarga kita? aku tidak ingin mereka kecewa padaku, aku tidak pernah melakukan apapun padamu sayang tapi aku sangat menghormati alasan Papamu". kata Arka
Nana mengangguk, "Papa benar terkadang perkataan orang bisa membunuh".
"kita menikah hanya untuk menjaga nama baikmu supaya tidak buruk dimata masyarakat sayang". kata Arka
"apa begitu bebas saat sudah menikah, apa bedanya jika sudah menikah nanti? ". tanya Nana
"jika kita sudah menikah tidak ada yang berani berpikir kita melakukan hal diluar batas karna kita sudah sah dimata hukum dan agama, jika kita malam-malam keluar dan menginap di hotel dikamar yang sama tidak akan buruk dinilai orang". jelas Arka
Nana mendengarkan keuntungan setelah menikah dengan Arka,
"hanya itu saja? ". tanya Nana
"hmm... ! aku juga punya teman tidur tidak sendirian lagi". jawab Arka
Nana tampak berpikir, "apa menikah itu enak?? ".
"hmm.. tanyakan pada Intan jika tidak percaya". gemas Arka kembali memeluk Nana dengan erat.
Nana mengangguk, ia akan bertanya langsung ke Intan apakah menikah itu menyenangkan.
.
.
__ADS_1
.
liburan selesai, kini semua Keluarga Nana telah kembali ke Rumah masing-masing.
Nana langsung pergi menemui Intan yang sudah janji temu dengannya di Restaurant dengan ruangan VVIP.
"Intan..? ". Nana berdiri menyambut kedatangan temannya.
Intan tersenyum cerah langsung memeluk sahabat baiknya dan mereka saling bertukar kabar berjalan ke bangku lalu pesan makanan menunggu makanan tiba Nana mulai serius.
"aku mau bertanya serius padamu". kata Nana
Intan yang tadinya mau membuka ponselnya langsung meletakkannya kembali melihat Nana untuk mendengarkannya serius pula.
"apa menikah itu menyenangkan? ". tanya Nana
Intan mengerutkan keningnya, "hah? ".
"apa menikah itu enak? menyenangkan?". tanya Nana sekali lagi
Intan akhirnya mengerti lalu tertawa terpikal-pikal, Nana yang kesal malah mendengus melihat arah lain sambil bersidakap dada sebab teman baiknya ini malah menertawainya.
"maaf.. maaf.. Nana maafkan aku". kata Intan berusaha menetralkan tawanya.
setelah menjadi lebih tenang Intan menatap Nana yang tengah menatap datar dirinya hingga sekali lagi Intan ingin tertawa tapi ia berusaha menahannya.
"aku serius..! ". kesal Nana sampai memukul meja.
Intan terus menceritakan indahnya setelah menikah itu.
"hmmm?? enaknya dimana? menyenangkannya dimana? ". tanya Nana
Intan menceritakan enaknya saat bercint*, dan menyenangkannya hari-hari bersamaan dengan sang suami terutama saat berduaan.
"benarkah?". tanya Nana memicingkan matanya seolah tidak percaya.
"kamu boleh tanyakan pada orang lain Nana..! atau paling dekat kamu lihat bagaimana kedua sepasang kekasih saling mencintai menikah, tidak usah jauh-jauh ke aku bagaimana dengan Papa dan Mamamu hmm? apa Mamamu terlihat bahagia setelah menikah dengan Papamu dari sebelum menikah? ". ledek Intan
Nana terdiam mengingat bagaimana mesranya Yardan memperlakukan Dewi, Aman dan Sarah yang saling berdebat tapi tidak terpisah walau hanya 1 hari.
"aku bukan bermaksud memaksamu Nana..! aku merasa kamu akan diperlakukan seperti Ratu oleh Tuan Vano, dia sangat mencintaimu siapapun tau itu". kata Intan dengan senyuman
"jika aku jadi kamu aku tidak akan berpikir lagi". sambung Intan lagi.
Nana ingin berbicara tapi Para Pelayan mengantarkan makanan telah tiba, setelah makanan disusun mereka makan berdua sesekali cerita mengenai masa-masa yang bahagia Intan.
"kebahagiaan keluargamu akan semakin berlimpah saat kamu mengandung Nana! ". seru Intan
Nana memaksakan bibirnya untuk tersenyum,
__ADS_1
sepanjang perjalanan pulang Nana melihat sepasang suami istri tengah menyebrangi jalan, dan Nana bisa melihat wanita itu tengah hamil bagaimana perlakuan Pria itu pada istrinya yang tengah mengandung keturunannya.
Nana melototkan matanya melihat pasangan itu berubah menjadi dirinya yang mengandung dan Arka yang membawa semua barang perlengkapan disekujur tubuhnya.
tin.. tin...
"aah..! ". Nana kaget saat diklakson oleh mobil dibelakangnya.
Nana pun segera melajukan kendaraannya sambil menggeleng-geleng kepalanya,
Nana menepikan mobilnya tepat berada di Rumah Sakit, ia duduk sambil meradukan keningnya di Setirnya.
"aduuh..!! ". pekik seseorang hingga Nana kaget mengangkat pandangannya.
Nana segera keluar dari Mobilnya, ia berlari ke arah wanita yang terduduk itu.
"Mbak.? Mbak tidak apa-apa? ". tanya Nana khawatir
"terimakasih Nona..! saya hanya tergelincir mau ke Rumah Sakit itu". jawab wanita hamil itu tersenyum senang dibantu oleh Nana karna ia cukup kesulitan berdiri sendiri.
"apa kandungan Mbak tidak apa-apa? ". tanya Nana
"tidak apa Nona..! anak saya sangat kuat saya tidak sabar menunggu kelahirannya". kata wanita itu dengan senang mengelus-ngelus Perutnya.
Nana bertanya dimanakah suaminya dan ternyata suaminya sedang mencari pinjaman uang untuk biaya persalinannya, Nana pun meminta suami Wanita itu untuk datang dan Nana akan membantu uang persalinan mereka.
.
di Rumah Sakit
Dokter mengatakan wanita itu harus operasi Caesar sementara si Suami menangis karna uang Operasi Caesar sangatlah banyak lalu memohon pada Nana untuk meminjamkannya uang lebih supaya istrinya bisa operasi.
"lakukan operasinya Dokter..! saya akan langsung ke Adm". kata Nana
suami wanita itu berlari menemani Istrinya karna permintaan Nana yang mana istrinya pasti butuh si suaminya.
Nana setia menunggu mereka dan telah mengabari keluarganya bahwa Nana sedang ada urusan diluar, tak berapa lama Arka menghubunginya lalu Nana menjawabnya dengan jujur.
1 jam kemudian
Arka berlari mendatangi Nana tanpa malu memeluk kekasihnya, "bagaimana sayang? apa kamu sudah makan? ". tanya Arka khawatir.
"bagaimana aku bisa makan Arka? wanita tadi.. ". Nana menunjuk
"ayo kita makan..! kamu pikir menunggu persalinan orang itu sebentar?? hmm? kamu harus makan biar ada tenaga". ajak Arka membawa Nana pergi dari sana untuk makan.
"menolong orang boleh tapi jangan menyiksa diri sendiri". gerutu Arka menyeret kekasihnya itu.
.
__ADS_1
.
.