Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa

Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa
berhasil


__ADS_3

.


.


.


"apaaaa??? ". pekik Nana menggelegar mendengar laporan Arka.


Arka seperti anak kecil menundukkan kepalanya tidak berani menatap istri tercintanya,


"sayang..? kamu tau kan umur mereka masih 4 tahun, kamu harus tau kalau anak seumuran anak kita belum cocok sekolah". marah Nana.


"mamah..? jangan malahin papa, apa csalah kalau Lose hanya ingin csekolah? selama ini lose hanya melihat di hp, meleka belmain di pelunculan punya teman banyak". Rose merentangkan tangan kecilnya menutupi Papanya yang dimarahin Nana.


Rose hanya melindungi Papanya.


"iya mam..! kami yang paksta papa untuk menuluti kemauan kami". Ren memeluk kaki Nana mendongak ke Nana.


Diah dan yang lainnya sampai terharu,


Nana terduduk lemas, "kenapa kalian membuat mama berada di posisi ini sayang? kalian menyudutkan mama seolah mama ini wanita yang kejam tidak mengizinkan kalian sekolah, tapi sebenarnya Mama ingin kalian sekolah saat umur 6 atau 7 tahun nanti bukan umur 4 tahun seperti sekarang".


"tapi kami sudah becal mama, mama boleh bekelja kan? kami juga mau sekolah sepelti di tv-tv". rengek Ren.


kini tugas Ren yang merengek manja ke Nana sementara Rose sudah menjalankan tugasnya ke Arka sampai mau mendaftarkan mereka sekolah.


"sudah sayang..! mereka sudah terdaftar biarkan mereka sekolah ya? lagian papah akan mengawasinya bersama Arka". Yardan


"Eyang juga". sahut Aman dan Sarah bersamaan.


"Mommy akan mengawasi mereka dari jauh nanti bahkan menyewa guru untuk mengawasi kedua anak kalian". Diah.


"sayang maafkan aku..! Rose terus terlihat sedih... kamu tau sendiri kan aku tidak sanggup melihatnya menangis, itu sebabnya aku melanggar perintahmu sayang". cicit Arka.


Yardan dan Aman mendekat lalu mengelus punggung Arka, mereka sangat mengerti mengapa Arka sangat lemah jika dihadapkan oleh Rose karna 1 keluarga besar Nana tau betapa sayangnya Arka pada Rose, apapun permintaan Rose pasti akan Arka penuhi walau terkena pukul nanti oleh Arka,


segala konsekuensi dan hukuman akan diterima Arka jika apa yang ia perbuat bisa membuat Putrinya bahagia,


"maaf sayang..! aku hanya tidak bisa mengontrol amarahku tadi". ucap Nana ke Arka merasa bersalah.

__ADS_1


"apapun hukumanmu aku terima sayang". kata Arka memelas.


"tidak pah..! kalau ada yang halus dihukum itu adalah lose, lose yang membuat papah melawan mama". Rose membela Arka memeluk Papanya dengan tangan kecilnya.


"len juga pantas dihukum mama". sambung Ren terlihat serius malah terlihat menggemaskan.


Arka bersimpuh lalu berpelukan dengan Rose yang melingkarkan tangan kecilnya dileher Arka,


"maafkan lose papah, lose membuat papah melawan pelintah mama sampai dihukum, papa tenang saja lose akan melindungi papa". kata Rose dengan bibir bergetar.


"tidak apa sayang..! papa tidak akan membiarkan mutiara papa lecet, biar papa yang dihukum mama ya? ". bujuk Arka dengan lembut ke Rose.


"sayang? ". Diah dan Dewi menatap Nana memelas.


Nana melihat keluarganya yang terharu dengan cara Rose yang melindungi Arka, apa Nana salah ingin anaknya tumbuh normal ? tapi mau bagaimana lagi? Nana tidak bisa melawan takdir jika anaknya sendiri yang ingin hidup tak normal.


"mamah? ". Ren memelas ke Nana.


Nana menarik nafas dalam-dalam lalu menuruti kemauan sikembar hingga Rose dan Ren memekik riang, Ren mencium pipi Nana lalu berlari ke Arka.


"telimakasih papah, papa kelen dimata len! ". ucap Ren dengan tulus ke Arka.


"kamu harus menerima hal ini sayang..! anak-anakmu memiliki sifat keras kepala sepertimu bahkan mama dulu tidak bisa mengekangmu tapi kamu malah mengekang anakmu hmm? bagaimana rasanya jadi ibu saat itu hayoo? ". Dewi mengelus kepala Nana yang terpaku seketika.


Nana salah? ya Nana salah, karna keposesifannya membuatnya lupa kalau Nana dulu juga pernah berada di posisi Ren dan Rose.


"peluk mama sayang..! ". Nana merentangkan tangannya.


Ren dan Rose memutar kepalanya ke Nana yang tampak merasa bersalah, mereka berlari ke arah Nana lalu memeluk Nana dengan erat.


"maafkan mama ya? mama terlalu mengekang kalian ya? kalian pasti benci sama mama kan? ". ucap Nana dengan nada bergetar.


"tidak ma..! kami tau mama tellalu menyayangi kami". jawab sikembar serentak.


"iya.. syukurlah kalian tau itu sayang..! kalian mau memaafkan mama kan? mama berjanji tidak akan memaksa kalian untuk hidup seperti yang mama inginkan tapi kalian harus janji untuk selalu berhati-hati ya? mama takut terjadi sesuatu pada kalian". Nana


keluarga Nana menghapus air mata dengan haru, Arka juga meneteskan air matanya dan Nana menatap suaminya seolah mengerti Arka langsung mendekati Nana dan berpelukan seperti keluarga bahagia.


"maafkan aku sayang". ucap Arka dengan lirih

__ADS_1


"tidak apa sayang..! maafkan aku juga ya? ". sahut Nana juga.


dalam urusan Rumah Tangga memang tidak bisa selalu berjalan mulus, seperti takdir yang mengatakan tidak ada yang namanya manusia hidup di dunia ini dengan enak, terkadang ujian setiap manusia itu berbeda-beda


seperti harta, kekurangan uang, tidak ada anak, keluarga tidak harmonis dan sebagainya, kali ini Nana dan Arka mengalami ujian tentang perasaan seorang Ibu yang membuat Nana bersikap egois.


.


.


di kamar Ren dan Rose mereka memekik gembira akhirnya diizinkan sekolah, Nana sendiri yang membeli seragam sekolah anak-anaknya sementara waktu, sedangkan Arka menyewa desaigner ternama membuatkan baju sekolah khusus untuk anaknya yang paling nyaman dipakai sikembar.


Diah dan yang lainnya sudah sepakat meminta 10 pengawal bayangan mengikuti Sikembar dari jauh dengan berbagai penyamaran seperti tukang sapu, satpam, guru, penjaga pagar dan penyiram kebun.


semua dilakukan untuk melindungi cucu berharga ArkatamaWijaya, sikembar tidak peduli yang penting mereka bisa bermain.


hari pertama sekolah TK, keluarga Arka sudah sibuk menyiapkan sarapan dan seragam sikembar sampai Nana pun kecolongan waktu (kesiangan).


"sayang..? maafkan mama terlambat ya? ". ucap Nana bersimpuh didepan sikembar yang sudah rapi dan wangi padahal tidak memakai parfum memang asli bawaan tubuh mereka masing-masing.


"hehe..! tidak apa mama! kami sayang mama". sikembar memeluk Nana dengan erat.


"papa bagaimana? ". Arka tiba-tiba sudah disamping Nana.


"haha..! papa juga, kami sayang papa". sikembar pun beranjak dan berpindah tempat memeluk Arka.


.


.


Sikembar membuka mulut lebar-lebar melihat banyaknya mobil yang mengantar mereka ke sekolah dihari pertama, berulang kali sikembar menolak tapi tetap saja keluarga mereka bersikeras ingin mengantarkan si calon penguasa ternama itu walau hanya sekali.


didalam mobil, pak Sabar yang seorang supir Ren dan Rose menahan senyum melihat wajah sikembar mungil terlihat masam, Rose mengerucutkan bibir dan Ren berwajah datar malah mereka terlihat imut.


hari pertama sekolah pasti mereka nanti diejek manja dan sebagai nya, entah apa yang akan mereka perbuat nanti jika sikembar disinggung oleh orang lain.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2