Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa

Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa
juga manusia biasa


__ADS_3

.


.


.


Ulang tahun Anna yang ke-17 tahun membuat semua Keluarga barunya begitu heboh menata Mansion Arkatama sedangkan Nana membawa Anna ke Apartemennya bersama Ara.


mereka seolah sudah sepakat menyembunyikannya dari Anna dan Caca,


"ayo ganti bajunya..! ". pinta Nana


"hah? ". Anna kebingungan


"bukankah kalian mau belajar renang? ". tanya Ara terkekeh


"ehh..? ". Caca yang baru mengerti segera berlari ke ruang ganti dan mengganti pakaiannya.


Ara terkekeh melihat semangat Caca, Anna juga mengganti pakaiannya lalu mendekati Nana.


"siap?? kita pemanasan dulu ya?? ". kata Nana


Nana dan Ara melakukan peregangan di ikuti oleh Anna dan Caca yang serius mengikuti guru mereka.


Nana serta Ara begitu serius melatih Anna dan Caca seperti seorang guru yang tegas, dalam hitungan jam baik Anna maupun Caca sudah bisa berenang walau belum profesional tapi mereka sudah punya ilmu nya bisa berenang tinggal di asah saja.


"chesss...! ". Nana dan Ara duduk di tepian kolam sambil bersantai minum jus namun mata mereka mengawasi Anna serta Caca yang sedang asik berenang.


"sudah sayang..! kalian harus istirahat..! jika kalian tetap berenang kakak yakin 15 menit lagi kaki kalian akan keram". peringatan Nana


"sebentar lagi kak? ". rengek Anna.


Ara dan Nana pun mendekat ke arah Anna serta Caca yang masih senang berenang, mereka tanpa ragu masuk kembali ke kolam berenang berjaga-jaga jika kedua anak gadis yang mau masuk usia dewasa itu yaitu sudah genap 17 tahun.


tidak terasa 3 tahun sudah Anna menghabiskan waktu dengan keluarga Nana.


"aahhh..! ".


benar saja apa yang Nana peringatkan, Kaki Anna maupun Caca keram hingga mereka kesulitan berenang, beruntung Nana dan Ara sudah mewanti-wanti kejadian itu.


Anna dan Caca naik ke tepian kolam ditolong Nana dan Ara terlihat Anna menundukkan kepalanya merasa bersalah karna keras kepala tidak mendengarkan peringatan kakaknya itu.


"bagaimana?? masih mau nakal lagi?? ". tanya Nana


"maafkan Anna kak..!". cicit Anna


"maafkan Caca juga Kak". sahut Caca juga.


Nana hanya bisa pasrah, "lain kali berenang itu hanya boleh 1 jam mengerti?? ".


"iya kak..! ". sahut Anna dan Caca patuh.

__ADS_1


"ya sudah bersihkan tubuh kalian lalu ganti baju, kalian sudah pucat berjam-jam berenang". titah Nana


Caca berdiri membantu Anna, mereka jalan sedikit tertatih-tatih


"ayo Nona..!". ajak Ara


saat Caca dan Anna berada di kamar mandi, mereka malah meribut dengan senang walau kaki mereka masih sedikit keram tapi malah senang karna bisa berenang.


selama ini mereka terlalu sibuk belajar hingga lupa berenang juga butuh teknik dan harus belajar juga jika ingin pandai berenang.


"apa nanti kamu kena marah Anna? ". tanya Caca


"aku terlalu asik berenang tadi dan mengabaikan perintah kak Nana, tadi pertama kalinya aku tidak menuruti kak Nana". jawab Anna sedih melihat kakinya yang keram.


"aku yang harusnya minta maaf Anna..! aku juga seharusnya memintamu berhenti tapi aku juga terlalu senang pandai berenang". Caca menundukkan kepalanya.


Anna tersenyum ke arah Caca, "aku tidak menyalahkanmu Caca..! lain kali aku akan menuruti perkataan kakakku".


mereka melempar senyum satu sama lain, lalu Caca memijit kaki Anna yang keram begitu juga Anna melakukan hal yang sama.


.


"sepertinya Nona Anna takut pada Nona". kata Ara dengan senyuman.


Nana menghela nafas, "itu karna aku pernah memarahinya, mungkin dia takut aku memarahinya lagi".


Ara menjelaskan mengapa Nana pantas memarahi Anna dihari itu, apa yang Nana lakukan saat itu sangatlah benar, memanjakan Anna boleh tapi harus membuat Anna sadar bahwa ia salah dan tidak boleh melakukan hal yang sama lagi.


malam hari


Nana dan Anna berpegangan tangan masuk ke Mansion Arkatama, Kaki Anna sudah normal seperti sedia kala.


"kenapa gelap kak? ". tanya Anna celingukan tidak mengerti.


"entahlah..! coba pake senter ya? ". sahut Nana yang meraba-raba sakunya.


"tunggu Kakak ya sayang..! ponsel kakak kayaknya tertinggal di mobil". ujar Nana terdengar serius.


"Kak..? tunggu Kak? ". Anna meraba-raba tangan Nana yang ternyata sudah pergi.


"Caca? Caca kamu dimana? ". tanya Anna


"aku disini Anna". sahut Caca


mereka berpegangan tangan setelah lama saling meraba satu sama lain, entah mengapa tiba-tiba situasi bisa segelap ini tak biasanya Mansion Arkatama mengalami hal aneh ini.


Anna dan Caca kaget saat terdengar lagu selamat ulang tahun dari keluarganya,


Ceklek...!


lampu tiba-tiba menyala hingga menjadi terang benderang.

__ADS_1


"Selamat Ulang tahun Annastassia". ucap semua orang serentak.


Anna sampai menangis merasa terharu dengan kejutan keluarganya,


"kenapa seperti ini? ". tanya Anna dengan kesal sebab ulang tahunnya yang sebelumnya tidak pernah melakukan hal seperti sekarang.


"sekarang Anna sudah genap 17 tahun..! kami harus merayakan usia Anna yang sudah masuk dewasa". jawab Diah


"Kakak? ". rengek Anna mendapati Nana sudah memakai topi kerucut perayaan ulang tahun Anna disamping Nana ada Arka yang juga memakai topi yang sama.


Nana tersenyum lebar lalu tiba-tiba mereka memberi jalan, Leonard menyanyikan lagu selamat ulang tahun dalam bahasa Jerman yaitu bahasa kesukaan Anna.


"Kakekk?? ". Anna tak bisa berkata-kata lagi setelah melihat kakeknya juga ada di depannya.


Ulang tahun Anna yang ke-17 tahun benar-benar spesial, semua keluarganya memberinya kejutan yang tak terduga.


mereka merayakan Ulangtahun Anna bersama keluarga saja,


keesokan harinya mereka berkemas, langsung berangkat ke Bali ternyata Leonard sudah menyewa banyak kamar untuk mereka semua liburan.


Nana dikamar penginapannya sendiri sementara Ara disebelahnya, pintu diketuk saat Nana membukanya ternyata ada Arka yang juga berlibur bersama keluarganya sebab Anna juga bagian dari Diah yang otomatis juga seperti adik bagi Arka.


"ada apa?". tanya Nana


"aku mau ajak kamu jalan-jalan sayang..! mau ikut?". tanya Arka


Nana menurutinya lalu mengajak Anna yang ternyata tidak mau ikut malah mau berenang karna ada fasilitas renang di hotel itu.


"Ara..? kamu awasi Anna dan Caca ya? jangan sampai kaki mereka keram lagi". pinta Nana


"baik Nona". jawab Ara


Nana pergi melambaikan tangan pada Anna dan Caca, Arka merangkul bahu Nana.


didalam mobil


"kenapa kamu menatapku seperti itu Arka? ". tanya Nana


"pantas saja Anna sangat menyayangimu sayang bahkan sangat patuh padamu". Arka mengelus kepala Nana.


"aku juga manusia biasa yang bisa marah Arka". gerutu Nana


Arka tersenyum karna tau kemarahan Nana saat itu, Nana tidak mengatakan pada keluarganya kecuali Arka karna jika mereka semua tau sudah pasti Anna akan dimarahi karna sayang bukan karna benci.


"buktinya Anna semakin lengket padamu, apa kamu tidak sadar kalau Pak Leonard sepertinya sangat menghormatimu seperti kamu punya kedudukan lebih tinggi darinya". Arka


Nana mengelaknya karna menurutnya mungkin saja Leonard melakukan itu untuk ucapan terimakasih telah menyayangi dan merawat Anna sepenuh hati.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2