Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa

Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa
dimana?


__ADS_3

.


.


.


Nana keluar dari ruang ganti, ia tersenyum lebar melihat Arka sudah pulang sedang menggendong Rose.


"eeh...? Adek Ren mau kemana? ". pekik Anna.


Nana dan Arka memutar kepalanya dan melihat Ren berlari dengan kaki kecilnya ke Arka, Arka sudah tersenyum lebar mengira Ren akan mendatanginya ternyata Ren melewati Arka hanya numpang memegang celana Arka saja malah berjalan ke arah Nana.


"Mom.mmom..pal.. pal". rengek Ren melingkarkan lengan kecilnya di kaki Nana.


Nana melihat ke bawah lalu tanpa aba-aba menggendong Ren, jemari tangan kecil Ren terbuka dan tertutup memegang baju atas Nana seolah meminta nyus* pada Mama nya itu.


"kenapa sayang? ada apa dengan baju mama? ". tanya Nana pura-pura tidak mengerti.


Ren langsung memberengut hingga Nana terbahak, ia menoel-noel hidung Ren lalu semakin gemas ia menciumi seluruh wajah Ren.


Arka tiba-tiba sudah ada disamping Nana, "lapar? mau makan? sana minta Nenek". celutuk Arka ke Ren.


Ren menatap datar ke arah Papanya hingga Arka dan Nana kembali dibuat tertegun, bagaimana bisa anak yang umurnya belum cukup 1 tahun bisa begitu profesional mengendalikan Wajahnya.


"kita bawa Anak kita ke Rumah Sakit sayang!". pinta Nana serius.


"hah?? ". cengo Arka ke Nana


"seperti dugaanku anakku tidak normal, aku tidak mau anakku tumbuh tidak normal". kata Nana


Arka menjatuhkan rahangnya, diluar sana banyak wanita yang bahagia jika anaknya jenius tapi Nana malah khawatir anaknya jenius.


"jangan sayang, bukankah bagus jika punya anak jenius hmm? kamu jenius anak kita tentu saja juga jenius sementara aku juga bisa dikatakan jenius juga sayang, menurutmu apa mungkin gen anak kita bisa jadi anak normal hhmm? ". Arka


Nana terdiam.


"kamu sendiri yang minta anak kita dirahasiakan bukan? aku sedang memburu Om Roni, dia menyukaimu sayang". Arka


Nana menoleh ke Arka dengan tatapan tak percaya,


"kita bicarakan nanti setelah menidurkan sikembar ya? ". bujuk Arka.


Nana mengangguk walau tidak percaya tapi Nana penasaran mengapa Arka bisa berpikiran mengerikan seperti itu.


Anna, Caca dan Sekar memilih izin keluar dengan alasan lapar, mereka tidak ingin ikut campur masalah Pasutri itu.


.

__ADS_1


.


"sayang? ". panggil Nana


"iya..! ayo kita kebalkon sayang! ". ajak Arka menarik tangan Nana lalu bergenggaman mesra.


Nana mengikuti suaminya lalu Arka mendudukkan Nana di kursi goyang.


Arka menarik nafas dalam-dalam lalu bertanya dengan lembut, "apa kamu pernah bertemu dengan Om Roni sayang? ".


Nana menggeleng kepalanya serius, "tidak pernah sayang".


Arka menceritakan kebenaran yang ia ketahui, bahkan Arka menunjukkan bukti-bukti lewat ponselnya kalau Roni menguntit Nana layaknya Nana itu seorang artis.


Nana menarik sudut bibirnya sebelah ia geli dengan Pria itu namun takut Arka tidak mempercayainya, "aku tidak pernah melihatnya sayang, bahkan bertemu tidak sengaja dengannya pun tidak, kamu tau sendiri kan aku suka Pria tampan? tidak ada yang mengalahkan ketampanan suamiku kan? hanya kamu sayang".


Arka tersenyum lalu menggenggam tangan Nana dengan lembut ia mengecupnya, "aku percaya denganmu sayang..! aku hanya bertanya lalu kamu jawab tidak tau, itu sudah cukup bagiku jangan khawatir ya? ".


Nana mengangguk lalu memeluk Arka dengan manja, "aku pikir dia menyukai Mommy tapi kenapa malah aku sayang? aku kan pantas menjadi anaknya".


"aku sedang mencarinya! ". ujar Arka serius.


Nana mengangguk, diam-diam ia akan mencari tau siapa Roni mengapa Pria itu bisa menyukainya? apa dia tidak berkaca? Nana pikir Pria itu butuh ke Psikiater.


.


Nana mencari tau keberadaan Roni, ia melacak dengan panggilan telfon Roni.


"tidak mungkin dia bukan warga +62 kan? ". gumam Nana pelan nyaris tak terdengar oleh telinganya sendiri.


Nana tidak menyerah dan terus mencarinya dengan berbagai kemampuannya yang seorang Hacker, 1 jam Nana berjuang dan membuahkan hasil.


Ponsel Roni tidak ada di Indonesia, Nana memasukkan peta dunia ke GPS itu dan mengotak-ngatik sesuatu muncullah titik keberadaan Roni adalah di Afrika.


"hah?? kok bisa jauh sekali? ". gumam Nana tidak mengerti.


"apa dia tinggal disana sudah lama ya? lalu bagaimana caranya memintaku datang? apa dia pria tidak waras?". gumam Nana.


"sayang? kenapa belum tidur? ". tanya Arka masuk ke Ruangan Nana dan melihat titik GPS yang ada dilayar komputer Nana.


"apa itu sayang? ". tanya Arka


"keberadaan Om mu". jawab Nana


Arka yang mengantuk membelalak seketika, tadi ia setengah terpejam bisa melihat samar-samar walau matanya menyipit tapi mendengar titik itu adalah lokasi Om Roni nya membuat rasa kantuknya hilang diterpa angin.


"hah?? tapi titiknya bukan di Indonesia". Arka menunduk memegang meja dan melihat layar komputer Nana.

__ADS_1


Nana menjelaskan semua tanpa ada yang di tutupi sehingga Arka memegang tangan Nana membuat Nana berdiri berhadapan dengan Arka memandang suaminya dengan bingung.


"aku tidak pernah mengira akan punya Istri seluar biasa sepertimu sayang". kata Arka serius menatap lekat Nana.


Nana terkekeh pelan lalu merentangkan tangannya dengan cepat Arka memeluk Nana, ia mengikat erat pinggang Nana.


"suamiku juga luar biasa". Nana berkata dengan jujur.


Arka mengeratkan pelukannya, Nana mengelus-ngelus punggung Arka sambil tersenyum manis.


"ayo kita tidur! mataku mulai berat memelukmu sayang, kamu benar-benar seperti bantal bagiku". ajak Nana


Arka tersenyum lalu menggendong Nana yang melingkarkan tangannya di leher kokoh suaminya, ia memeluk Arka dengan mesra sesekali Nana mencium pipi Arka yang dibalas Arka dengan mengecup bibir Nana berkali-kali.


mereka seperti pasangan pengantin baru padahal sudah punya anak yang sedang tertidur pulas di box bayi.


Arka meletakkan tubuh Nana berhati-hati di atas ranjang kingsize nya.


"besok-besok kita bawa sikembar tidur di ranjang yang sama dengan kita ya sayang? ". pinta Nana


"boleh". jawab Arka tersenyum lebar menepuk lengannya, tanpa banyak protes Nana langsung memeluk Arka menyandarkan sisi kepalanya di lengan Arka sementara wajahnya di leher Arka, mencium aroma maskulin suaminya yang sangat memabukkan.


Arka mengecup sayang kening Nana lalu memejamkan mata sambil memeluk Nana.


entah siapa yang beruntung diantara mereka berdua, Arka merasa Nana adalah wanita luar biasa yang sangat mengagumkan sementara Nana berpikir Arka adalah Pria yang sangat hebat, saat Nana hamil sikembar menunjukkan betapa hebatnya suaminya itu dan begitu sabar menghadapinya saat Nana dalam masa kehamilan yang banyak mau nya juga menyebalkan.


pagi-pagi,


di Perusahaan Arkatama,


"Tuan? saya tidak menemukan keberadaan Tuan Chevroni! ". lapor Endra dengan serius.


Arka mengangkat tangannya, "aku sudah tau..! dia sedang berada di Afrika".


"hah? Afrika? ". beo Endra


"ckk..! kenapa kaget begitu? bukankah aku sudah bilang kalau istriku peretas hebat? dia mencarinya". kata Arka


Endra menelan salivanya bersusah payah, ia lupa kalau Nana adalah si Peretas Misterius yang sangat di kagumi banyak orang.


"kalau begitu kenapa minta bantuan saya Tuan? ". batin Endra dengan super sabar.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2