Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa

Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa
Nana marah


__ADS_3

.


.


.


"kamu tidak marah padaku sayang? ". tanya Arka dengan lirih


Nana masih serius mengelap darah yang keluar dari dada bidang Arka, Nana sungguh merasa bersalah membuat Arka terluka bukannya menyembuhkannya.


"sayang..?". panggil Arka


Nana melihat Arka dan tersenyum, "sebenarnya tadi malam hanya akal-akalanku saja, aku ingin membuat rencana Hema hancur berkeping-keping jadi...! hmm..?". Nana terlihat gugup


"hmm?? ". Arka tidak mengerti


"aku sudah bilang Arka, kamu harus bertindak cepat pada Abang angkatmu itu, dia sangat jahat. aku tidak menduga dia akan memberimu obat pelumpuh gajah". geram Nana melihat arah lain


Arka jadi faham tadi malam itu ternyata rencana Hema, "tapi bagaimana kamu bisa tau rencananya sayang? ".


"Arka kamu masih bisa bertanya padaku hah? dia membuatmu hampir mati lagi". Nana menatap geram Arka yang masih bisa-bisanya berbicara manis padanya.


"wanita bernama Nita itu ingin menjebakmu Arka, dia bekerja sama dengan Abang angkatmu". lanjut Nana lagi


"kamu tenang aja sayang, aku hanya tidak ingin terlalu emosi, tadi itu aku begitu panik hingga memukul perempuan itu". Arka berbicara dengan lembut pada Nana


"hmm? kamu pukul perempuan Arka? ". tanya Nana


"iya... kamu marah padaku sayang? dia menggangguku mengejarmu, aku takut kamu benar-benar marah hingga aku....? ". Arka berusaha menjelaskan situasinya saat itu.


Arka takut Nana salah faham bahwa dia adalah Pria ringan tangan yang suka memukul, Arka tidak mau Nana takut padanya karna Arka tidak akan pernah melakukan hal seperti itu pada Nana.


Nana memeluk Arka, "aku mengerti Arka..! aku tidak marah, kenapa kamu minta maaf padaku hmm? kamu tidak tau kalau aku malah berakting padamu?kamu seharusnya marah padaku lah, apalagi kamu hampir saja meninggal karna si Hema itu lagi". cerocos Nana malah ngomel-ngomel ke Arka.


Arka tersenyum lembut, "sudah aku bilang kalau apa yang Hema lakukan membuatku bertemu denganmu kan? itu sebabnya aku tidak membunuhnya hanya ingin membuatnya gila saja".


"aku takut kamu salah faham kalau aku tipe Pria yang main tangan sayang, aku tidak seperti itu". jelas Arka lagi


Nana berdecak, "dengan kebodohanmu yang tidak membunuh abang angkatmu alasannya karna dia membuatmu bertemu denganku itu sudah membuktikan kamu adalah Pria yang baik tidak akan pernah main tangan Arka, aku tau itu".


"terimakasih sayang..!! terimakasih itu sudah baik bagiku". ucap Arka mencium bahu Nana berkali-kali


Nana tersenyum lalu melepaskan pelukannya dari Arka, Nana mengecup bibir Arka.

__ADS_1


"aku takut kamu tiada tadi Arka, jika kamu sampai meninggal aku tidak akan memaafkan diriku sendiri". kata Nana


Arka mencium kening, pipi dan bibir Nana.


"bukankah anda si tangan Tuhan yang mengobatiku?" goda Arka


Nana memukul bahu Arka, "masih sempat bercanda hah? ". gerutu Nana


Arka terkekeh, mereka bercerita banyak hal mengenai cerita tadi malam, hingga Arka diam-diam mengepalkan tangannya tapi nyatanya bibirnya tersenyum ke Nana.


Arka tidak mau Nana melihatnya marah karna Arka tidak bisa membiarkan Nana takut padanya.


"aku membalaskan dendammu sepertiga padanya Arka, ku harap kamu menambah kadar ramuan nya supaya dia langsung ke Rumah Sakit Jiwa". pinta Nana dengan serius.


"iya sayang..! aku akan membuatnya membayar semuanya". jawab Arka dengan serius juga.


"kamu yakin baik-baik aja Arka? otot-ototmu masih lemah karna efek cairan itu". Nana memegang tangan Arka


"kamu mau menemaniku kan? ". tanya Arka


alhasil Nana menghabiskan waktu dengan Arka, mereka berdua sibuk dengan kegiatan masing-masing yaitu Nana menyembuhkan Arka sedangkan Arka malah berusaha menjadi pelawak untuk menghibur Nana.


.


sementara di berita pencarian terpanas ada berita yang menggemparkan yaitu Nita seorang model yang tidak terlalu terkenal adalah baby sugarnya Toni merupakan Papanya Hema


.


.


"kamu yakin tidak apa-apa sayang? ". tanya Mommy Diah khawatir membolak-balik tubuh Putranya.


Nana tanpa ragu mengatakan yang sebenarnya pada Diah hingga Diah marah-marah dan memaki Hema, semua keluarga Nana ada di Mansion itu sedangkan Leonard ada di tanah kosong yang pernah ditempat tinggali oleh keluarga Celinne, hanya rumahnya saja yang dibongkar, Leonard ingin membangun Mansion impiannya di Indonesia seperti Mansion Arkatama.


"dia memang pantas di penjara, kalau perlu dia masuk ke sel tahanan kumpulan pembunuh biar dia mati sekalian". geram Mommy Diah


Dewi menenangkan Diah dengan sangat perhatian, Sarah menepuk-nepuk tangan Diah supaya jauh lebih tenang. Yardan, Arka, Aman berbicara bertiga.


Nana membersihkan diri diikuti oleh Anna dan Caca yang khawatir padanya terutama Anna sampai tidak bisa tidur, beruntung hari ini adalah hari libur sekolah.


Nana melihat berita tentang Hema yang sudah berada di penjara dan akan disidang beberapa hari, Nana tersenyum puas.


"setelah bebas dari penjara kau baru menerima hukuman lain lagi, selamat menikmati kegilaanmu di dalam sel tahanan". senyum tipis Nana

__ADS_1


.


.


.


"Tuan? anda baik-baik saja? kenapa Tuan terlihat pucat? kemana aja anda Tuan? apa menginap di Apartemen Nona Nana? ". cecar Endra


"diamlah Ndra..! kau cerewet sekali, aku baik-baik saja karna ada Nana bersamaku". kata Arka dengan malas


"tapi anda terlihat pucat Tuan". keluh Endra mendekati Arka tanpa ragu memegang kening Arka.


Arka berdecak, "lihat jam kerjaku Endra, aku harus bekerja kan? katakan siapa klienku".


Endra menghela nafas panjang terus saja membujuk Arka untuk menemui dokter sebab wajah Arka tidak seperti biasanya, terlihat pucat entah apa yang terjadi pada Arka.


Nana menerobos masuk ke Ruangan Arka, Arka dan Endra tentu kaget pintu dibanting dengan kuat, mereka semakin tak bisa berkata-kata lagi melihat pelakunya adalah Nana.


"siapa yang menyuruhmu kerja Arka? ". tanya Nana bersidakap dada tak lupa tatapannya datar juga nada bicaranya tak senang.


Arka bangkit dan berjalan ke arah Nana, "sayang..? aku harus bekerja karna aku tidak ingin mati bosan, aku mencari klien dan pekerja baru pengganti posisi Hema dan Papanya".


"Endra urus semuanya..! si keras kepala ini biar aku bawa ke Rumah Sakit". titah Nana menarik pergelangan tangan Arka keluar Ruangan itu.


Endra memberi tundukan hormatnya dan berkata, "jangan khawatirkan pekerjaan Nona, saya akan mengurusnya dengan baik mohon bantuan Nona untuk merawat Tuan Devano".


Arka diseret oleh Nana pun di tatap oleh para karyawan Arkatama Group, terdengar oleh semua Karyawan Arka bahwa Nana mengomel-ngomeli Arka seperti amarah seorang ibu pada anaknya yang nakal.


"ada apa ya? "


"tapi tadi Tuan Vano memang pucat tidak seperti biasanya".


"aku penasaran apa gosip itu benar".


"tapi bukankah Asisten Nona Presdir W Group mengatakan kalau Nona Nana dan Tuan Vano pulang duluan".


"kalau iya apa Tuan Vano demam ya? ".


"entahlah".


tak ada habisnya para karyawan Arka bergosip karna penasaran akan kebenaran malam kebersamaan Toni dengan Nita, dan saat itu Hema marah-marah alias lepas kendali mengatakan kenapa Toni menggagalkan rencana nya yang seharusnya Devano bersama Nita.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2