Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa

Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa
dilamar


__ADS_3

.


.


.


setelah makan bersama Arka, Nana kembali ke ruang persalinan wanita tadi yang ternyata belum juga selesai.


sebenarnya Nana sudah makan bersama Intan tapi tidak banyak karna terlalu memikirkan bagaimana nasibnya nanti setelah menikah.


"kamu yakin mau menunggu mereka sayang? ". tanya Arka sekali lagi


"aku mau menunggunya Arka, jika kamu ada urusan pergilah". jawab Nana sambil tersenyum


"aku tidak ada urusan, aku akan menemanimu sayang". kata Arka pun memilih duduk disamping Nana.


Nana merangkul lengan Arka dan menyandarkan kepalanya dibahu Arka, "apa kamu akan baik padaku setelah menikah Arka? ". tanya Nana serius


"tentu saja sayang..! kamu itu adalah janji yang aku ikrarkan pada mendiang Papaku". jawab Arka serius.


"ceritakan tentang Papamu Arka". pinta Nana


Arka menceritakannya hingga Nana juga ikut sedih mendengar masalalu Arka yang menderita sejak ditinggal Papanya, memang umur tidak ada yang tau tapi bisa apa mereka sebagai manusia? hanya bisa mengikhlaskan dan harus bertahan hidup.


"baiklah.. aku mau menikah denganmu Arka tapi setelah Anna berhasil masuk perguruan tinggi". jawab Nana pun hatinya telah merasa mantap menerima Arka sebagai calon suaminya sambil tersenyum manis


"benarkah? kamu mau menikah denganku sayang? ". tanya Arka memegang tangan Nana


"hmm... tapi aku mau pernikahan yang megah mendapat banyak ucapan selamat dari berbagai kalangan, aku tidak ingin ada yang memaksa harus bawa amplop atau kado pernikahan karna yang aku ingin ucapan selamat dan doa tulus dari mereka saja". kata Nana


Arka menyanggupinya, berapa pun biaya Pernikahan mereka nanti bahkan sampai triliun pun tidak masalah bagi Arka karna ia memang sangat ingin menikahi Nana tapi mau memaksa Nana yang takut Arka nanti Nana malah kabur dan memilih mundur darinya.


Nana kembali menyandarkan kepalanya dibahu Arka, jika Nana harus menikah tentu saja Nana hanya mau menikah dengan 1 pria yaitu Arka, setidaknya Nana tau bagaimana perlakuan Arka selama beberapa tahun ini padanya.


Arka memekik dalam hati, bibirnya tiada henti menciumi puncak kepala Arka.


malam hari


Operasi Caesar Wanita yang Nana tolong tadi pun berhasil, mereka memiliki bayi laki-laki dan tak henti-hentinya juga mereka mengucapkan terimakasih pada Nana yang telah menyelamatkan mereka.


Nana bisa melihat raut wajah bahagia Pasutri itu walau Ekonomi mereka sulit tapi melihat buah hati mereka telah lahir kedunia seakan rasa sakit yang diderita wanita itu hilang ditelan bumi, awalnya Nana takut tapi mendengar penjelasan Wanita itu membuatnya mengerti itu semua adalah kekuatan Cinta.


Nana tanpa ragu akan mengundang mereka dihari bahagianya saat menikah dengan Arka, mendapat undangan langsung dari Nana mereka senang karna Nana sangat baik dan tidak menilai rendah mereka yang dari kalangan bawah.

__ADS_1


.


beberapa bulan kemudian


sesuai janji Nana akan menikah dengan Arka jika Anna berhasil masuk ke Perguruan tinggi terbaik di Jakarta, ternyata Anna ingin menjadi seorang dokter dan masuk ke Perguruan Tinggi Kedokteran sedangkan Caca juga mengikuti Anna yang ingin jadi dokter tapi Caca mau menjadi dokter hewan.


"menikahlah denganku sayang..! ". kata Arka membuka sebuah kotak kecil yang berisi cincin berlian


Nana sampai membekap mulutnya syok, didepan banyak orang Arka melamarnya padahal mereka sudah sepakat akan menikah, Anna yang senang mengambil tangan Nana memberikannya ke Arka.


Arka memasangkan cincin lamarannya ke Nana lalu mengecup lama punggung tangan Nana, semua mahasiswa/i yang ada disekitar mereka berteriak iri bahkan ada yang merekam itu dan menyebarkan luaskan di medsos.


di dalam mobil


Nana tersenyum manis melihat cincin berlian yang terpasang indah di jemari tangannya, ia menggerak-gerakkan jari-jarinya.


"Nona sudah mantap mau menikah dengan Tuan Vano bukan?". goda Ara


Ara tau sebelumnya Nana banyak keraguan karna takut menikah alias belum siap, tapi entah apa yang terjadi pada Nana membuat Nana yakin mau menikah dengan Arka.


"Arka aneh..! kami sudah sepakat akan menikah dan Undangan telah dipesan tapi dia malah melamarku didepan banyak orang". gumam Nana tapi bibirnya tersenyum sambil menggeleng kepalanya pelan.


Ara tersenyum tulus, "karna Nona sangat berarti bagi Tuan Vano, Tuan Vano ingin dunia tau kalau Nona hanya miliknya saja".


Ara pun tertawa dan Nana tersenyum manis tidak marah, karna Nana tau kekasihnya itu cemburuan.


.


.


"selamat Tuan Muda..! akhirnya penantian anda tidak sia-sia.. Nona Muda mau menikah dan menerima Tuan sebagai calon suaminya". ucap Endra


Arka tersenyum tampan, "simpan doa mu di hari pernikahanku Ndra..! ".


"baik Tuan Muda". jawab Endra


jelang pernikahan Nana dan Arka semua keluarga dari pihak Arka, Nana sangatlah sibuk, mereka ingin pernikahan Nana dan Arka digelar 1 minggu lagi, itu sebabnya semua tampak semangat seakan tidak ada lelahnya mengurus pernikahan anak-anak mereka terutama Diah yang menyusun dan menghias kotak mahar untuk calon menantunya.


sementara Nana harus ikut segala perawatan tubuh supaya Nana bersinar di hari bahagianya nanti.


"Nona..? Ponselnya berdering! ". kata seorang pekerja yang merawat tubuh Nana supaya semakin bersih dan bersinar.


padahal Nana punya kulit yang bersih tapi Arka selalu memanjakan Nana hingga ia hanya menuruti, mereka tidak boleh bertemu satu sama lain hanya saling menitip pesan lewat asisten masing-masing.

__ADS_1


Nana mengangkat panggilan itu ternyata dari Sarah yang tidak mau Nana bertemu dengan Arka sebelum Ijab kabul di ucapkan, Nana menjawab semuanya dengan jujur hingga Sarah tertawa diujung telfon.


Nana memiliki kulit bersih seputih salju tapi Arka membiayai perawatan Kulit Nana yang memang sudah bersih, sepertinya Arka memang Pria yang tepat untuk Cucu kesayangannya.


Nana menerima pesan dari Arka,, "sayang. ? katakan padaku apa saja yang kamu butuhkan..! ". pesan Arka


Nana membalas,, "tidak ada Arka..! jaga kesehatanmu". balas pesan Nana


Arka tersenyum bahagia di Ruang kerjanya didalam Mansion.


Arka tidak mau berkendara jelang pernikahannya dengan Nana karna hatinya selalu gelisah semakin tidak sabar menunggu hari bahagia mereka, lebih baik Arka menahan diri saja di Rumah.


"sabar Arka.. sabar...! kalian akan menikah". Arka terus saja mengatakan hal yang sama sambil mengelus dada


Arka fokus dengan berkasnya yang harus ditandatangan sambil senyam-senyum.


.


.


di kamar Nana


"kenapa sayang? ". tanya Dewi melihat Nana terlihat lelah.


Nana bangkit lalu mengomel-ngomeli perbuatan Arka yang membuat Nana lelah harus perawatan ini dan itu sampai badan Nana pegal-pegal padahal dirinya sudah cantik untuk apa perawatan hingga Dewi tertawa lepas.


"Mamaaa? ". kesal Nana melihat Mamanya malah menertawainya.


"itu karna calon suamimu sangat memanjakanmu sayang.. Mama yakin kamu akan bahagia dengannya". kata Dewi mengelus kepala Nana.


Nana mengerucutkan bibirnya, "lihat saja apa yang akan Nana lakukan besok untuknya". seringai Nana


"tidak boleh bertemu dengan calon suamimu sayang". peringatan Dewi


"tidak bertemu Ma". jawab Nana sambil tersenyum


Dewi pun hanya tersenyum karna tau kepribadian Putrinya yang pendendam.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2