Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa

Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa
perubahan Arka


__ADS_3

.


.


.


sesampainya di Mansion Arkatama


"hei....? Anna...? Nenek kangen tau". Sarah langsung mendatangi Anna dan memeluk Anna dengan lembut.


Anna tersenyum lebar membalas pelukan Sarah, "Nenek bagaimana?". tanya Anna


"baik sayang..! bagaimana sekolahmu hmm? apa ada yang jahat? sekarang lagi maraknya kasus pembulian". cecar Sarah


"tidak Nek..! ada Caca disamping Anna, maka Anna akan baik-baik saja". jawab Anna tersenyum lebar


Sarah terkekeh lalu mengelus kepala Caca, "jaga kesehatanmu baik-baik ya Ca? kamu harus sehat untuk bisa menjadi pelindung Anna sampai Pelindungnya yang sebenarnya muncul".


"pelindungnya yang sebenarnya? ". beo Caca dan Anna saling pandang bingung.


Sarah tertawa, "seperti Kak Nana yang punya pelindung sebenarnya abang Arka atau malah mungkin sebaliknya, haha.. ".


"pacar Anna nanti Nenek? ". tebak Caca


"pintar sekali". puji Sarah


Anna menggeleng kepalanya, "Kak Nana bilang Anna tidak boleh pacaran".


Sarah tergelak, "iya kamu tidak boleh pacaran sampai tamat sekolah, setelah itu baru bisa pacaran".


"benarkah? kok Anna nggak tau". gumam Anna malah terlihat linglung


Caca tampak berpikir, "berarti Caca melindungi Anna sampai tamat sekolah Nek? "


Sarah balas dengan anggukan, Sarah mengerutkan keningnya melihat Caca terlihat tidak suka seolah mengerti, Sarah langsung menjelaskan bahwa Caca bisa melindungi Anna sampai kapanpun hanya saja pelindung Anna yang sebenarnya kelak akan menjadi suami Anna.


Caca tidak lagi sedih, ia tentu setuju karna sebenarnya Caca sangat menyayangi Anna yang lembut dan baik hati sama seperti alm. ibu nya Anna yang baik hati hingga kedua orangtuanya mengenang kebaikan Ibu nya Anna bahkan sampai tiada sekalipun.


.


Nana menghela nafas pasrah saat ada tangan melingkar di perutnya.


"kenapa tidak mengabariku? ". tanya Arka dengan lemas dibelakang Nana.


"Arka..? aku sudah bilang kalau Kakek dan Nenekku ngambek padaku, aku harus bisa membujuk mereka". jelas Nana


"setidaknya kirim pesan padaku sayang". bisik Arka

__ADS_1


Nana memutar tubuhnya menghadap Arka lalu tangan Nana mengelus rahang Arka dan tersenyum manis,,


"kapan pacarku ini besarnya hmm? apa tetap bayi seperti ini terus hmm?". Nana


Arka tersenyum tampan dengan manja nya ia memeluk tubuh Nana, hingga Nana hanya bisa terkekeh sambil geleng-geleng kepala.


Nana melepaskan pelukannya dari Arka, "temani aku beli gaun Arka!".


"aku sudah pesankan untuk kita berdua". jawab Arka sambil menyibakkan rambut Nana


"hah? jangan warna putih nanti mengalahkan pengantinnya". pinta Nana serius


"bukan warna putih tapi hitam". jawab Arka terkekeh


"tidak mau hitam, kenapa warna hitam? nanti jenguk orang meninggal". geleng-geleng kepala Nana


Arka tertawa keras hingga Nana memukul-mukul bahu Arka sedangkan Arka merangkul pinggang Nana masih asik tertawa.


"Arka..?". kesal Nana


"maaf sayang..! aku hanya bercanda". jawab Arka masih tertawa


.


.


"iya sayang, aku belajar darimu". jawab Arka merangkul pinggang Nana mengecup pipi Nana


"hmm? ". sahut Nana tidak mengerti


"toko ini tidak seramai Toko di depan sana, setidaknya kita bisa membuatnya ada uang masukkan? ". kata Arka


Nana mengerti pun menganga hingga Arka gemas mencium pipi Nana berkali-kali, Nana tidak percaya Arka bisa berubah bisa memikirkan orang yang tidak punya pemasukan uang dan hampir bangkrut.


"jadi toko ini mau bangkrut? ". tanya Nana


"iya.. Ayo masuk! ". ajak Arka


pelayan yang terlihat bosan di meja kasir pun terperanjat kaget melihat pasangan yang sangat fenomenal itu, siapa yang tidak mengenal Arka dan Nana.


"selamat datang Nona, Tuan! ". ucap pelayan kasir dengan hormat


2 pelayan yang bekerja ditoko itu pun berlari mendekati Arka dan Nana dan melakukan hal yang sama, si kasir memberi tau atasannya.


Nana dan Arka dibawa ke Ruangan tunggu dan seorang wanita berumur 26 tahunan pun tiba dengan nafas terengah-engah lalu meminta maaf pada Arka dan Nana telah membuat mereka menunggu karna anaknya baru saja tidur.


"tidak apa Nyonya Qila". jawab Arka

__ADS_1


Qila melihat Nana secara langsung pun dalam hatinya berdecak kagum, ia tidak menyangka akan menjadi desaigner khusus untuk membuatkan Nana gaun mewah namun sederhana di hari pernikahan Intan dan Celvin.


"Nona perkenalkan nama saya Qila". ucap Qila dengan sopan


Nana mengatakan bahwa tidak usah terlalu formal padanya karna membuat Nana tidak nyaman, tentu saja Qila menurutinya walau ia sendiri yang tidak nyaman karna membuat Nana nyaman adalah prioritasnya.


Nana memakai gaun yang dibuatkan Qila dibantu oleh 2 pekerja toko butik itu,


"bagaimana Nona? saya hanya melihat ukuran tubuh Nona lewat Online tapi tidak tau pas atau tidak dengan Nona". tanya Qila merapikan rambut Nana yang sangat indah.


"hebat sekali Mbak ya? kok aku baru tau ada desaigner yang bisa menebak ukuran tubuh dengan akurat hanya lewat Online? aku kagum Mbak". puji Nana merasa nyaman dengan pakaiannya yang tidak terlalu sempit dan tidak terlalu longgar.


"apa gaunnya terlalu tertutup Nona? saya cukup kesulitan menerima pemasukan dari Tuan Muda yang tidak ingin gaun terbuka". kata Qila menggaruk kepalanya yang tak gatal.


bagi seorang perempuan yang memiliki tubuh sempurna pasti suka pakaian terbuka tapi pakaian Nana malah diatur oleh Kekasihnya tertutup membuatnya ragu, Arka kan hanya pacar bukan Suami Nana.


"tidak apa Mbak..! cuaca akhir-akhir ini memang dingin ditambah Aula pesta mereka nanti pasti ada AC kalau tidak bisa pengap, jadi harus memakai gaun tertutup biar tidak terlalu dingin". jawab Nana tersenyum


Nana tidak protes kedua gaun yang dibuatkan Qila karna sangat pas di tubuhnya, mereka sendiri heran mengapa Nana tidak mau menunjukkan penampilannya pada Arka yang tengah menunggunya, Nana dengan entengnya menjawab terlalu malas karna kekasihnya itu pasti banyak komentarnya yang terbuka lah, inilah, itulah, alhasil mereka hanya menuruti Nana.


"kalau penata riasnya bagaimana mbak? mbak bisa datang untuk meriasku? ". tanya Nana


"bisa Nona tapi anak saya?". Qila tidak berani melanjutkannya.


Nana tersenyum, "tidak masalah..! bawa saja anak Mbak".


"terimakasih Nona". Qila menunduk berkali-kali


sebenarnya dulu Qila punya banyak pelanggan tapi sejak menikah dan mengurus anak dalam kandungan dan suami membuat pelanggannya mengurang sedikit demi sedikit, tapi karna Qila punya suami membuat Qila tidak terlalu memikirkannya namun kejadian naas menimpa Qila dan suaminya meninggal dunia padahal anak mereka masih berumur 2 tahun.


Qila tidak bisa mengharapkan pemasukan suaminya yang telah tiada, alhasil Qila kembali menjadi penjahit butik namun karna pelanggannya sudah berpindah Qila harus menjalani jatuh bangun keuangannya hingga hampir menyerah dan Arka tiba.


.


Nana mendengar cerita Arka sampai terharu, "pacarku hebat sekali mau menolong orang lain". puji Nana


Arka tersenyum, "aku akan menjadi suamimu sayang aku harus ikuti apapun yang kamu suka dan membantu orang lain karna itu bisa membuat kekasihku bahagia".


Nana tersenyum manis langsung mencium pipi Arka hingga Arka langsung ngerem mendadak beruntung tidak ada pengendara lain dibelakang mereka,


"hebat sekali bayi besarku, sayangku". kata Nana mengelus kepala Arka.


segera Arka menepikan mobilnya supaya tidak ada mobil lain yang mengganggunya nanti.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2