
.
.
.
di Restaurant.
"Arkaa? udah dong..! jangan ngambek!! ". bujuk Nana yang kini merangkul lengan Arka.
Arka mendengus, "aku berapa kali bilang padamu sayang, jangan pakai heels karna kamu itu udah tinggi nggak usah pakai heels lagi". Arka
"Arka..? aku pakai Heels karna keliatan sangat cantik, bahkan kakiku terlihat semakin panjang". jawab Nana
"untuk siapa? untuk siapa memperlihatkan kaki panjangmu hmm? ". tanya Arka dengan serius
Nana terdiam, "iya.. iya..! lain kali aku tidak akan pake heels terlalu sering".
Arka dan Nana terus saja berbicara, beberapa pelayan Restaurant yang mendengar alasan Arka ngambek pun menahan senyum, mereka tengah antar makanan ke ruang-ruangan tertentu dan berpapasan dengan Nana serta Arka.
para pelayan bergosip tentang sosok Queen yang selama ini menggunakan identitas bernama Anna untuk membalas dendam pada Nyonya terdahulu, mereka tidak pernah menyangka Nana lebih cantik dari sebelum-sebelumnya tanpa mereka sadari Hemachandra mendengarnya.
"Nana? Nana disini? ". gumam Hema tersenyum lebar.
Hema segera mencuci tangannya dan pergi terburu-buru ke Ruangan makannya menemui Toni, Toni melihat kedatangan putranya terburu-buru pun bertanya dengan raut wajah heran.
"Nana... Nana disini Pa". jawab Hema
"hah?Queen Nana itu ya? bagaimana bisa? coba Papa lihat? ayo kita menemuinya, jika kau berhasil mendapatkan hati gadis itu sudah pasti W Group berada ditanganmu". Toni menurunkan sendoknya yang tadinya mau makan.
"tunggu Pa..! kita susun rencana, Papa makan aja dulu aku akan telfon seseorang untuk membantuku mengatasi Lelaki sombong itu". kata Hema lalu merogoh ponselnya tampak sumringah menghubungi seseorang.
Toni semakin tidak sabar mendapatkan besan seperti Yardan, sudah pasti kekuasaannya semakin berlimpah dan bisa mengalahkan Perusahaan Arkatama Group, Toni akan membeli saham Arkatama Group dengan uang Keluarga menantunya nanti (Nana) sedikit demi sedikit hingga pada akhirnya dirinya lah yang menjadi pemegang saham terbesar di Arkatama group.
Toni bisa menyepak Devano dan mengusirnya jauh dari kehidupan mereka, tiang utama keberhasilan mereka saat ini adalah Nana.
.
"kenapa Arka? kamu mau makan apa? ". tanya Nana
"aku mau disuapin". jawab Arka
Nana tersenyum lalu melihat ada kacang, "Mbak..? tolong ganti menu ini ya? Ar..? eh..? maksud saya Tuan Devano alergi Kacang ini".
"baik Nona". jawab pelayan dengan sopan mengambil piring berisi kacang itu dan membawa pergi.
__ADS_1
Arka terkejut Nana tau dirinya alergi kacang, bahkan Arka pun tidak bisa melihat ada kacang didalam piring itu.
"dari mana kamu tau ada kacangnya dimakanan tadi sayang? aku tidak melihat ada kacang disana". Arka bertanya
"aku pernah menjadi petani kacang Arka dan aku tau bau khasnya". jawab Nana tersenyum
"ayo jawab dari mana kamu tau aku alergi kacang sayang? aku yakin tidak pernah mengatakannya". tanya Arka sekali lagi.
Nana masih tersenyum, "sudah aku bilang aku tau ini sangat pintar".
Arka terkekeh dan mengecup pelipis Nana, Nana hanya menonyor pelan kening Arka yang terus saja menempel padanya, rasanya baru tadi Arka ngambek padanya sekarang udah baikan saja hanya karna Nana tau Arka alergi kacang tanah.
selesai makan,
Arka membayar tagihan lalu tersenyum melihat Nana tengah memperhatikan akuarium raksasa berisi banyak ikan hias yang cantik.
Nana menjerakkan jari telunjuknya, "ini cantik..! ekornya seperti payung". gemas Nana yang hanya bisa menoel-noel kaca tanpa menyentuh ikannya.
Arka pun berjalan ke arah Nana hingga ia menabrak seorang wanita dari arah lain, Arka tidak menolong malah menatap datar wanita yang sedang tersungkur itu.
Mendengar suara itu Nana menoleh hingga matanya bisa melihat Arka tengah bersama dengan Wanita yang terjatuh, Nana mengerutkan keningnya. Ia berjalan cepat ke arah Arka.
"Arka ada apa? ". tanya Nana
"tidak tau..! wanita ini tiba-tiba menabrakku padahal aku sudah menghitung langkah kakiku dan tidak akan menabraknya jika dia memang tidak sengaja". jawab Arka
"hmm". jawab Arka tanpa mengelak
"Tuan..? inikah sifatmu yang sebenarnya? kenapa tidak sopan pada wanita? padahal kami adalah bangsa yang melahirkan kalian di muka bumi ini". kata wanita itu dengan tatapan tajam.
Arka terkekeh, "yang jelas aku bukan terlahir dari rahimmu jadi tidak usah mengaturku".
Nana mendengarkan perdebatan mereka lalu melihat Arka hendak pergi tapi Nana bisa melihat gerakan wanita itu yang ternyata sengaja diperbuat supaya lebih dekat dan intim dengan Arka.
Arka dengan gerakan cepat pula memutar tubuhnya kebelakang hingga wanita itu sekali lagi terjatuh, Arka merangkul bahu Nana.
"ayo pergi. !". ajak Arka
Nana menoleh kebelakang, "siapa wanita itu? kenapa dia mencoba mencari perhatian Arka? apa dia ingin merebut Arka? ckkk... coba saja jika bisa". batin Nana
tidak ada yang membantu wanita itu sementara dibalik tembok ada Hema yang berdecak sial karna rencananya gagal membuat Nana salah faham, nyatanya Arka bisa mengelak sehebat itu? bagaimana bisa?
bagi Arka sudah banyak spesies wanita yang mencoba merayunya dengan gelagat seperti itu, jadi ia sudah terbiasa dengan gerakan menghindar itu.
"sombong sekali dia". gumam wanita itu dengan kesal.
__ADS_1
Sosok Nana memang sangat hebat, Nana bisa membuat Pria sombong, egois dan benci dengan perempuan itu tunduk pada pesona Nana.
.
di dalam mobil.
"kenapa sayang? kamu marah padaku? ". tanya Arka menggenggam tangan Nana
Nana menggeleng kepalanya,
"terus kenapa diam kalau memang enggak marah". tanya Arka
Nana menjawab,, "aku tidak mengerti dengan wanita tadi Arka, dia seperti sengaja".
Arka terkekeh, "aku juga tau dia sengaja sayang maka nya aku tidak menangkapnya".
"tapi aku penasaran alasannya Arka, apa hanya memang berniat menggodamu saja? kalau memang iya, kenapa harus didepanku? kenapa tidak diam-diam dibelakangku? ". cecar Nana serius.
Arka pun tersadar berkat pertanyaan Nana, "iya juga..! aku juga baru mengerti, kenapa dia sengaja jatuh padahal ada kamu didekatku".
"nanti aku lihat apa motifnya". kata Nana
Arka kembali fokus dengan kendaraannya, "situasi apa ini? apa wanita tadi sengaja membuat aku dan Nana salah faham? benar juga apa yang Nana katakan, apa motifnya?".
jujur saja Arka juga penasaran tentang hal tadi, sebenarnya wanita tadi bukan wanita pertama yang mencoba menggodanya tapi tadi itu berbeda, karna wanita itu ternyata sengaja melakukannya dan baru Arka sadari dia berani melakukannya didepan Nana yang sudah dikenal kekasih sempurna milik Arka, bahkan Nana melihat akting buruknya secara langsung.
"mau kemana sayang? ". tanya Arka
"antar aku ke Perusahaanmu Arka..! mobilku disana". jawab Nana serius.
Arka pun mengangguk, sesampainya diPerusahaan Arkatama Group Nana pamit pergi dari Arka yang tengah menunggunya pergi.
"hati-hati sayang..! tidak usah lewat jalan sepi". peringatan Arka
"iya". jawab Nana
"mentang-mentang ada pengawal bayanganmu tapi jangan membuat kekacauan sayang, aku tidak mau kamu terluka". kata Arka lagi
"iya.. bawel banget sih, udah kayak Papa aja". gerutu Nana
"itu karna kami mencintaimu". jawab Arka tersenyum lembut sedangkan Nana hanya mendengus pasrah.
.
.
__ADS_1
.