Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa

Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa
main


__ADS_3

.


.


.


"mulai sekalang komputel ini milik Lose, kakak tidak akan bisa pakai". Rose memeluk Komputernya yang berwarna merah muda.


"kakak juga ini komputel kakak, adek nggak boleh makek kalna kakak akan buat sandi yang panjang sepelti keleta api". jawab Ren dengan arogan menepuk-nepuk meja komputernya yang serba hitam.


Ren menyukai warna hitam dan apapun yang disuka pasti hitam, Nana serta keluarganya tau itu sedangkan Rose suka warna merah muda bahkan suka gambar hello kitty.


Nana dan Arka mendekati sikembar ternyata memang mereka gemar dengan komputer yang Nana berikan,


"waah...?? mama bikin keyboaldnya ada gambal hello kitty nya". pekik Rose memeluk keyboard merah muda nya.


"makasih mama?? len suka". Ren berlari ke Nana dan memeluk Mama nya dengan sayang.


"hehe?? los juga". Rose berlari ke Nana dan memeluk mama nya juga.


"Papa bagaimana?". tanya Arka menunjuk dirinya sendiri.


"papa belikan Len mobil bial bisa main sama Aa dan Tina yang sedang belanak". Pinta Ren


Arka mengangguk, "papa akan belikan mobil anak yang bagus untuk Ren".


"motol uga". sambung Ren lagi.


"okeh, kamu sayang? kesayangan Papa mau dibelikan apa? ". tanya Arka dengan lembut menarik lengan Rose perlahan berada di hadapan Arka yang bersimpuh untuk menyamakan tinggi badannya dengan Rose yang masih kecil.


Rose tampak berpikir dengan wajah imutnya, Nana dan Ren saling berpegangan tangan walaupun tangan Ren kecil tapi lucunya Nana tidak geli berpegangan tangan dengan tangan mungil anaknya.


"kita keluar ya sayang? kamu harus mandi". Nana membawa Ren keluar sedangkan Arka dan Rose masih berada di Ruangan itu.


"papa? ". panggil Rose


"iya sayang". Arka menggendong Rose dan berdiri sambil mencium pipi Rose.


Rose tidak risih dengan kecupan sayang Arka karna tau Papanya sangat menyayanginya begitu juga sebaliknya.


bisa dikatakan Rose anak Arka sedangkan Ren anak Nana, sebenarnya Baik Arka maupun Nana sangat menyayangi anak-anaknya dan tidak pernah pilih kasih tapi memang Rose manja ke Arka dan Ren yang manja pada Nana.


bukan maksud Arka dan Nana membeda-bedakan anak, tapi sikembar pun bukan anak yang bodoh atau cemburuan, mereka pandai bermanja dengan caranya sendiri apalagi sikembar memang kompak.

__ADS_1


"bagaimana kalau papa belikan Lose boneka? sepatu loda? hmm?? pokoknya mainan yang ekstlim, kalau pellu buat pemanjat dinding disini papa, latihan tembakan dan memanah juga". pinta Rose


Arka menganga lebar, awalnya permintaan Rose masih normal namun saat minta dibuatkan pemanjat ketinggian dan bilang Rose suka hal ektrim membuatnya tercengang.


Arka sudah tau anaknya pintar dan jenius tapi tidak disangka malah anak perempuannya suka hal ekstrim, kalau Ren mungkin masih bisa diterima oleh Arka tapi bagaimana jika Rose? Rose kan perempuan masa iya suka hal estrim.


"papa? kenapa malah membuka mulut? nanti masuk lalat sama nyamuk bagaimana? ". tangan mungil Rose mengatup kembali rahang Arka yang terbuka.


"papa mau tuluti pelmintaan lose apa enggak? ". tanya Rose dengan kesal.


Arka mengangguk dengan senyum dipaksakan, "lalu kita mau kemana sayang? ". tanya Arka menyadarkan diri.


"lose udah bau acem, mau mandi". jawab Rose


Arka tertawa, "kamu tidak pernah bau sayang, bahkan saat berkeringat wangi mawarmu semakin menyeruak".


Rose menyeringai lebar, " kita jenguk Opa ya Pa? ". pinta Rose


"jenguk Opa? ". tanya Arka sekali lagi


"iya pa..! Kak Anna selalu sibuk kata Kak Caca". jawab Rose terlihat menggemaskan.


Arka tersenyum lembut dan mengangguk, "tapi kamu tidak boleh menangis didepan Opa ya? ".


Arka mengecup sayang hidung kecil Rose yang tertawa menggemaskan,


"papa?? cepetan..! kita sore ini halus ke mal balu ke mansion Opa". protes Rose


"iya sayang.. iya". jawab Arka menduselkan hidungnya dengan hidung kecil Rose.


"idung papa besal". Rose memegang hidung Arka yang mana Rose terlihat menggemaskan menatap dan meneliti bentuk hidung Arka yang lebih besar darinya.


Arka tak kuasa menahan senyumnya kembali menciumi pipi Rose bertubi-tubi.


.


Sore harinya,


Arka menggendong Rose ke Mal,


"beli boneka hello kitty Papa! telus beli sepatu loda". pinta Rose


"iya sayang..! iya, kita ke lantai 6 ya?". jawab Arka

__ADS_1


Arka memakai topi dan baju kasual biasa begitu juga Rose, tapi namanya saja Arka terkenal sudah pasti ada juga yang mengenal Arka kalau dilihat dari dekat.


Arka membeli apa saja yang Rose inginkan, namun ujung-ujungnya mereka malah bermain E-Zone yaitu mainan anak-anak, Arka membeli banyak koin dan anaknya bisa main apa saja.


Rose main tembak-tembakan, memanah, dan manjat tebing dengan pemandian bola dibawahnya, Arka mengikuti kemana saja anaknya main, bahkan Arka tidak membeli boneka lagi melainkan Rose yang mendapatkan boneka-boneka nya sendiri hadiah dari permainannya.


"hari sudah hampir gelap sayang..! Mama ngecat nih? katanya mereka udah di Mansion Anna". bujuk Arka


"coba los lihat? ". Rose menengadahkan tangannya dan Arka memberikan ponselnya ternyata benar Nana dan Ren sudah ada di Mansion Anna.


"ya udah ayo belangkat pa..! kita beli banyak buah ya?". ajak Rose semangat.


"iya..! ". jawab Arka membawa banyaknya boneka dalam plastik besar sambil menggendong Rose.


Rose begitu bahagia bisa mendapatkan boneka nya sendiri, bisa dikatakan kamarnya nanti pasti banyak boneka terutama Ruang Perpustakaannya.


mereka langsung pergi ke Mansion Anna, setibanya disana pintu gerbang langsung dibuka oleh para penjaga Mansion Anna yang memang sampai puluhan orang banyaknya.


Leonard memang banyak Pengawal sebab kemana-kemana ia membawa semua pengawalnya kecuali Anna yang hanya mau ditemani Caca namun setelah Leonard Sakit banyak yang mengincar Anna, hal itu membuat Leonard memberi pengawal bayangan untuk Anna tanpa sepengetahuan Anna.


Leonard bisa dikatakan lebih kaya-raya dari Keluarga Nana, dahulu sebelum Nana menikah kekayaan Wijaya hanya sepertiga dari kekayaan Leonard tapi setelah bekerja sama dengan Asia Group kekayaan Wijaya bahkan masih setengah kekayaan Asia Group, bayangkan saja bagaimana Kaya-raya nya Anna yang memang Cucu Tunggal Penguasa tapi Nana tidak pernah memperalat Leonard dan Anna.


ketulusan Nana bisa membeli harga diri Leonard sampai mau bersimpuh pada Nana, Nana bisa membuat seorang Penguasa Ternama se-Asia itu tunduk dan meminta maaf pada Nana mengaku kalah.


"salam hormat kami Tuan Muda Arkatama". hormat seluruh pengawal Leonard.


Arka mengangguk di dalam mobil, sedangkan Rose terlihat biasa saja karna sudah tau kalau Mansion Anna dijaga ketat.


.


"Roseeee?? ". Sekar berlari ke arah Rose


"hehe..? kak sekal? ". sapa Rose tersenyum lebar.


Sekar segera bersimpuh didepan Rose supaya sejajar dengan Rose,


"dimana Istriku Sekar? ". tanya Arka


"di Ruangan Kakek, Tuan". jawab Sekar yang masih memanggil Arka Tuan.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2