Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa

Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa
pusing mencari


__ADS_3

.


.


.


"Tuan? ". Noni kaget melihat Arka ada didapur.


"aah...! lanjutkan saja pekerjaanmu, aku hanya ingin memasak untuk istriku". kata Arka


"baik Tuan". jawab Noni


Arka memasak pasta spesial lalu membuat Roti kukus kesukaan Nana,


beberapa menit kemudian,


"makanan spesial sudah siap! ". Arka membawa nampan makanan untuk Istrinya yang diperlakukan seperti ratu.


Nana yang bahagia memakan Pasta buatan suaminya sampai habis tanpa ada yang tersisa, Arka begitu senang melihatnya.


"itu apa sayang? ". tanya Nana menunjuk makanan yang di tutup Arka.


Arka membuka tutupnya, mata Nana yang penasaran berbinar seketika.


"Roti kukusku". pekik Nana dengan gembira.


Arka memberikan Roti-roti isi Tiramisu itu pada Nana, makanan kesukaan Nana adalah Roti kukus buatan suaminya terutama rasa Tiramisu, Arka adalah suami pengertian.


"terimakasih sayang! ". ucap Nana mengecup pipi Arka.


Arka mengelus sayang kepala Nana, "makanlah sayang..! kamu semakin kurus akhir-akhir ini".


"masa sih? tapi berat badanku tetap sama kok". Nana melihat tubuhnya sendiri.


"aku melihat bukan dari berat badanmu tapi pipimu sayang". gemas Arka menoel-noel hidung Nana seperti Nana yang suka menoel hidungnya.


Nana menangkup kedua pipinya sambil tersenyum, "baiklah..! aku akan gembungkan pipiku lagi". jawab Nana ceria.


Arka terkekeh,


selesai makan Arka dan Nana duduk saling berhadapan diatas ranjang.


"kenapa sayang? ". tanya Arka menatap Istrinya dengan lekat.


"apa kamu ingin anak sayang? ". tanya Nana serius.


Arka tertegun mendengar pertanyaan Nana, "apa maksudnya sayang? kamu hamil? ". tanya Arka


"belum..! seperti biasa aku selalu mengecewakanmu ya sayang..! maaf ya? aku tidak berisi". Nana mengelus perutnya yang datar padahal habis makan banyak barusan.

__ADS_1


Arka tersenyum, "kenapa kamu berpikir seperti itu sayang? aku sudah bersyukur sekali Tuhan memberiku Ren dan Rose diwaktu yang bersamaan, jika ada yang harus punya keturunan lagi itu seharusnya Intan dan Celvin..! El harus punya adik supaya tidak mengganggu anakku lagi".


Nana cukup terhibur oleh kata-kata Arka, "terimakasih sayang..! aku baru mendengar kabar saat di Perusahaan tadi, karyawanku di ceraikan suaminya karna tidak bisa memberi anak kedua, aku cukup takut sayang".


"sayang..! laki-laki seperti itu hanya tau nikmatnya berbuat saja, apa dia tidak tau rezeki anak itu juga kehendak yang diatas? kita manusia biasa, lagian apa yang kamu takutkan sayang? aku sudah punya anak laki-laki dan perempuan sekaligus..! aku tidak mau serakah lagi". Arka berkata dengan serius.


Nana mengulum senyum manisnya, "kamu sangat romantis sayang".


Arka tertawa pelan, "aku hanya mengatakan apa yang ada dihatiku padamu sayang, tidak ada niat hatiku menjadikanmu sebagai wanita yang melahirkan banyak anak untukku, aku hanya menjadikan wanita didepanku sebagai temanku sampai hari tua nanti".


Nana mengalungkan tangannya dileher Arka dan mengecup bibir Arka berulang kali, "aku cinta kamu suamiku".


"aku lebih mencintaimu istriku, jangan takut apapun ya? aku tidak pernah mendesakmu harus punya anak, jangan dengarkan orang lain cukup puaskan saja hasr*tku". kata Arka dengan mesum.


Nana memukul bahu Arka yang tertawa lepas lalu Arka menarik pinggang Nana dan memeluknya dengan erat.


Arka memang seperti itu tapi rasa cinta Nana ke Arka semakin besar karna pengertian suaminya itu, jika wanita lain pasti diminta harus punya keturunan tapi Arka malah berbeda memperlakukan wanita.


mereka mau menghadapi suka-duka bersama, walau ingin keturunan tapi mereka juga bersyukur memiliki Sikembar lebihnya adalah urusan yang maha kuasa, mereka manusia hanya bisa berusaha.


.


waktu berlalu begitu cepat hingga tidak terasa hari pernikahan Ara dan Abi telah tiba,


di Mansion Arkatama,


semua orang sibuk berpakaian terutama Rose yang asik gonta-ganti gaun yang dibelikan oleh Kakek, Nenek dan Oma Putri nya, tak lupa juga Leonard dan Anna pun membelikan Rose gaun megah dan mewah.


"apaan sih dek? kakak capek lihat adek ganti baju melulu, apa adek enggak bosan? semua gaunnya tellihat sama". oceh Ren.


Rose mengerucutkan bibirnya,


situasi mereka seperti sepasang kekasih yang berbelanja pakaian hanya saja mereka berdua versi kecil, ditambah Ren sedang memakai jas walau kecil tapi hanya itu yang pantas untuk tubuh mungilnya.


Rose memandang penampilannya di cermin, "sepeltinya gaun yang dibelikan Opa sangat bagus, ini aja deh".


"kakak boleh pelgi kan? ". tanya Ren


"kakak pelgi kemana? ". tanya Rose berkacak pinggang.


"kakak ketemu mama..! mama pasti menunggu kita dek!". jawab Ren


"eeh... ? hehe..! lose kelamaan ya? ". cengir Rose berubah raut wajah.


Ren tak heran lagi perubahan cepat wajah adik kembarnya itu sebab adiknya itu bisa dikatakan calon ratu drama, mungkin keturunan Nana maka nya bisa akting.


.


"kenapa lama sekali sayang? mama khawatir kan? mana Rose nak? ". tanya Nana mengelus sayang kepala Ren.

__ADS_1


Ren tersenyum lebar ke arah Nana, bagaimana Nana bisa marah alhasil dirinya mencium sayang kening putranya.


"mana Rose nak? ". tanya Nana dengan lembut.


"Lose si tuan putli disini mama? ". Rose muncul dengan pose menggemaskan.


Nana terkejut melihat penampilan Rose, Putrinya sangat menggemaskan tapi juga dikatakan begitu cantik, setiap orang yang melihat paras Rose pasti ingin mencubit pipi Rose.


"waah...!! anak Papa cantik sekali nak". Arka tiba-tiba datang menggendong Rose.


"uluuuh...! pakaiannya berat ya nak? kok bisa? ". tanya Arka


"gaunnya berat sayang? terus kenapa dipakai? ". Nana khawatir


"lebih baik ganti aja ya? ". bujuk Nana


"cuma bercanda sayang". cengir Arka


Nana mendengus sebal, Ren dan Rose tertawa menggemaskan.


mereka berangkat bersama ke Hotel yang menjadi tempat acara pernikahan Ara dan Abi.


tadi pagi Nana dan Arka sudah disana melewati ijab kabul sebagai saksi dan pesta besarnya di sore hari sampai larut malam.


kedatangan Nana dan Arka menjadi sorotan publik terutama melihat sikembar yang digandeng oleh pasangan fenomenal itu.


tidak ada wartawan tapi hanya tamu undangan yang mengeluarkan ponsel memotret sikembar yang menggemaskan dengan wajah mereka yang terlalu imut.


.


"Rose..? adekk? ". Elvin memegang bahu Rose yang sedang makan kue bintang.


Rose memutar kepalanya dengan pipi menggembung menatap Elvin dengan tajam.


"abang mau apa? lose lagi nggak mau belantem". kesal Rose


El tertawa, "bagaimana?? Rose mau makan? adek mau makan itu? ". tanya El menunjuk kue tercantik tapi cukup tinggi


sebenarnya sejak tadi El memperhatikan gerak-gerik Rose yang lucu, El tidak tahan akhirnya mendatangi gadis mungil itu jujur saja El sangat menyayangi Rose tapi namanya anak kecil tidak tau apa itu Cinta hanya tau rasa sayang saja.


"adek mau kan?". tanya El


Rose mengangguk polos, seperti anak kecil yang teraniaya saja belum makan beberapa hari.


El menggandeng tangan Rose sementara Nana dan Arka sudah pusing mencari Putri kecilnya ditengah keramaian.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2