Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa

Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa
sabar


__ADS_3

.


.


.


Nana ingin sekali membuka isi otak Ara dan memperbaiki saraf Otak Ara yang konslet, entah bagaimana Ara bisa berpikir kalau Abi membencinya hanya karna menolongnya karna itu Ara sengaja membenci Abi merasa kalau Abi juga akan membencinya.


"kenapa Nona? ". tanya Ara


"kenapa?? masih bertanya begitu? apa kamu tidak bisa berpikir? kenapa membencinya? kakinya sampai patah dan dia dipecat bukannya minta maaf atau berterimakasih kamu malah memusuhinya! itu tidak benar Ara". omel Nana


Ara tersenyum, "tidak apa Nona..! saya yakin suatu saat nanti dia akan tau siapa saya dan saat itu saya tidak akan kaget lagi kalau dia memusuhi saya".


Nana memijit pelipisnya yang berdenyut nyeri memikirkan masalah Ara, entah apa yang ada diotaknya Ara saat ini.


"kalau begitu saya permisi Nona! ". izin Ara memberi tundukan sopan pada Nana lalu pergi dari Nana.


Nana menatap kepergian Ara lalu berdecak kesal, "bisa-bisanya Ara memusuhi Abi yang menolongnya, kalau orang lain pasti berbuat baik demi balas budi tidak peduli orang itu membenci tapi dia malah memusuhi orang yang menolongnya, ck.. ck.. ck.. aku yakin saraf otak Ara pasti ada yang Konslet, kepalanya harus dibedah". gerutu Nana.


"sayang? ". Arka masuk dan tak sengaja mendengar dumelan Nana.


"kenapa sayang? apa Ara melakukan sesuatu? ". tanya Arka duduk disamping Nana yang betah dikursi roda.


"sayang..?". panggil Nana ke Arka


"hmm? kenapa sayang? ada apa? ayo katakan? ". cecar Arka


"aku ingin membedah kepala Ara". pinta Nana


Arka menganga, "bedah kepala Ara? ". beo Arka


Nana menjelaskan alasannya hingga Arka manggut-manggut lalu tertawa terpikal-pikal melihat wajah masam Nana yang menggemaskan.


"Sayang? ". Nana menatap tajam suaminya yang malah menertawainya.


"maaf sayang..! kenapa sibuncit kesayanganku ini semakin menggemaskan ya? ". gemas Arka


Nana melototkan matanya lalu mendorong Arka hingga bersandar disofa sambil tertawa, Nana mendengus melajukan kursi rodanya keluar dari ruangan itu.


"punya suami selalu saja mengejekku! awas saja dia tidak akan aku kasih jatah". gerutu Nana


benar saja beberapa saat kemudian Arka tiba di kamar Nana pintunya tidak bisa dibuka, Arka mencoba mengetuk kamar Istrinya.

__ADS_1


"lah..? beneran ngambek dia? ". gumam Arka yang tau Nana marah karna ejekannya.


Arka duduk dan tidur di Ruang tamu, tengah malam seperti biasa Nana mencarinya disemua kamar tamu tapi tidak ada sampai Sarah keluar dan melihat Nana dengan kursi rodanya.


"sayangg?? kamu kenapa keliaran tengah malam gini hmm? ". tanya Sarah dihadapan Nana.


"Nenek? Nana mencari Arka". jawab Nana terlihat kesal.


"hmm? bukannya dia tidur di kamarmu? kenapa tidak ada? di Ruangan kerjanya? ". tanya Sarah


"sudah nek..! Nana sudah cari disemua tempat, masalahnya tadi Nana ngambek dia mengejek Nana buncit jadi Nana kunci kamar Nana supaya dia tidak bisa masuk". jawab Nana


"hmmmfff...? ". Sarah menahan tawanya.


Sarah hendak ke dapur mengambil air minumnya yang sudah habis tapi ternyata malah menemukan Nana yang sedang kecarian sesuatu.


"nenek kenapa tertawa? ". tanya Nana dengan kesal.


"kenapa kamu marah diejek buncit sayang? bukankah kamu sibuncit kesayangannya? dia hanya gemar menggodamu supaya kamu tidak stress tapi kamu malah memasukkan hati kata-katanya". jelas Sarah.


"isssh..! Nana nggak tau Nek..! lebih baik Nana mencarinya". Nana melajukan kursi rodanya sedangkan Sarah berteriak meminta Nana untuk berhati-hati.


Sarah pun masuk lift turun ke lantai bawah untuk mengambil air minum dengan membawa teko besar, sesampainya di dapur Sarah melihat sepasang kaki dari sofa tamu lalu ia tertawa menebak kalau itu adalah Arka, Sarah lanjut masuk lift dan mencari Nana yang masih sibuk mencari Suami Nana itu.


Nana mengucapkan terimakasih lalu melajukan kursi rodanya masuk lift, Sarah senyam-senyum melanjutkan perjalanan ke kamarnya.


.


Nana tiba didekat Arka dan menatap datar suaminya yang enak-enakan tidur sementara Nana tidak bisa tidur tanpa pelukan dan belaian lembut di kepala oleh suaminya.


Nana mencubit hidung Arka dengan kuat hingga memerah, Arka terduduk mengedarkan pandangannya hingga matanya yang masih mengantuk melihat Nana yang tengah menatap datar dirinya.


"sayang? ". Arka memanggil dengan suara khas bangun tidur.


"enak ya tidur? sementara aku tidak bisa tidur mencarimu". ucap Nana dengan datar.


"bukankah kamu mengusirku sayang? aku mengetuk berkali-kali tapi kamu tidak juga membukanya, jadi aku pergi kesini". jelas Arka.


"ooohh.. kamu menyalahkanku ya?". tanya Nana dengan marah.


Arka memegang tangan Nana lalu meminta maaf, Nana memang sangat sensitif sejak hamil.


Nana melenggang pergi dengan kursi rodanya tapi Arka mengejar Nana dibelakang, ia tidak mau mencari amarah Nana lagi.

__ADS_1


"kenapa masuk hah? ". bentak Nana saat Arka masuk ke kamarnya.


"sayang? aku akan tidur di sofa kamarmu ya?". bujuk Arka dengan lembut.


Nana memilih diam, Arka membawa Nana ke Ranjang dan Nana menatap tajam suaminya hingga Arka pun memilih mundur sambil angkat tangan seperti buronan yang baru saja ditangkap polisi.


Arka duduk disofa memilih memainkan ponselnya, ia menunggu Nana tertidur.


baru saja beberapa menit Arka memainkan ponselnya Nana berjalan ke arahnya dengan langkah pelan memeluk bantal guling dan merebahkan kepalanya di pangkuan Arka.


Arka meletakkan ponselnya lalu mencium kening Nana sebisanya, ia mengambil selimut didekatnya dan menyelimuti istrinya, bibirnya terus saja tersenyum menatap Nana yang tingkahnya seperti anak kecil tapi tak memudarkan perasaan Cinta Arka.


.


.


pagi-pagi Arka tertidur bersandar disofa sedangkan Nana masih tertidur pulas di pangkuan Arka, ia cukup lelah mencari suaminya padahal tidak jalan kaki naik kursi roda tapi bisa lelah juga Nana.


Keluarga Nana tidak membangunkan Nana dan Arka karna mengira mereka sudah cukup dewasa, kalau lapar pasti akan keluar cari makanan.


Nana menggeliat di pangkuan Arka dan Arka terbangun mengucek matanya sambil melihat jam tangannya.


"sudah siang? ". Arka mengucek matanya sekali lagi ternyata memang sudah siang sekitar jam 11.


Arka melihat ke Nana yang masih betah di pangkuannya, "sayang? kamu tidak lapar hmm?". tanya Arka merapikan rambut Nana.


"hmm..! lapar tapi malas". jawab Nana dengan suara serak.


Arka tersenyum, begitulah hari-hari yang Arka lalui terkadang Nana sangat dewasa tapi terkadang seperti anak kecil, bisa dikatakan kebanyakan sifat Nana seperti anak kecil namun Arka begitu sabar menghadapi tingkah istrinya walaupun Arka tidak bersalah ia tetap meminta maaf pada Nana.


Arka tau Nana seperti itu karna Wanita yang sangat dicintainya itu berubah efek kandungan alias ngidam anaknya, Arka malah dengan senang hati membuat pribadinya lebih sabar dan sabar dengan tingkah anaknya diperut Nana, mengendalikan pemikiran Nana untuk mengerjainya seolah menguji sebesar apa rasa cinta Arka ke Nana.


"aku mencintaimu si buncit kesayanganku". batin Arka menatap penuh Cinta Nana yang tengah sarapan dihadapannya.


sesekali Arka memberikan susu ke Nana walau diminum sedikit demi sedikit tapi yang penting Nana memang mau meminum susu itu.


sejak hamil Nana tidak mau makan nasi hanya makan apa saja yang Nana inginkan seperti Roti, ayam bakar tapi tidak pakai nasi.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2