Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa

Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa
membiarkan


__ADS_3

.


.


.


kabar Rezantara Hindiro bekerja di Perusahaan W Group sampai ke telinga Qiki,


"kenapa Nyonya Nana bisa memperkerjakan seorang penghianat? apa dia tidak tau kesalahan bedeb*h itu sampai aku memecatnya? ". gumam Qiki terheran-heran.


Qiki tak habis fikir mengapa Nana memberi kesempatan pada seorang pembongkar rahasia orang? ia menemui ingin Nana secara langsung tapi tidak bisa karna jam nya temu nya tidak ada.


Qiki menghubungi nomor ponsel Reza yang didapatkan lewat berkas lama di Perusahaannya tapi tidak bisa di hubungi, yang artinya nomor ponsel Reza sudah berganti.


seorang Pria kurus memasuki Ruangan Qiki dan memberi hormat.


"anda memanggil saya Pak?".


"hmm... cari tau kenapa Nyonya Nana memperkerjakan penjahat yang sok suci itu". titah Qiki


"baik Pak". jawab orang kurus itu segera pergi dari hadapan Qiki.


"ada yang aneh disini..! aku yakin Nyonya Nana tau tentang peretas itu tapi aku tidak punya bukti, kenapa para Peretas yang aku bayar belum juga mendapatkan bukti? ". geram Qiki.


sudah berhari-hari lama nya Qiki membayar seorang Hacker hebat dari Luar Negeri mencari tau tentang Peretas Misterius itu tapi sampai sekarang tidak ada tanda-tanda keberadaan si Misterius itu, sama seperti julukannya misterius dicari tau pun tidak ada alias tetap si misterius.


.


di tempat lain


Nana menggendong Ren yang semakin menggemaskan saja, Ren sekarang begitu manja pada Mama nya berbeda dengan Rose malah sering mencari Papa nya.


"sayang..? mau mam iya? ". tanya Nana pada Putra kesayangannya.


Ren menyeringai lebar, Nana terus menatap penuh kasih pada Ren sambil membuka kancing baju nya menyusu* sang Putra, betapa menggemaskannya Ren saat menyed*t put*ngnya


anaknya tetap rakus seperti biasa walau sudah bisa makan bubur tapi tetap saja Asi adalah yang paling penting bagi kedua anaknya itu.


Nana tersenyum lembut menimang Putranya yang mana tangan mungilnya memegang dagu serta bibir Nana.


"sayang..sayang.. apa hmm..? mau dengar mama nyanyi? ".


Nana bernyanyi dan bersenandung sambil menimang Putranya, mata Ren terus menatap Mama nya sesekali mengerjab namun bibir mungilnya tetap sibuk makan asi mama nya.


"sayang? ". Diah masuk ke kamar Nana.


"Mommy? ". Nana tersenyum lebar mendekati mertuanya.

__ADS_1


"uluh.. uluh... ternyata Ren anak Mama ya? ". ledek Diah mengelus-ngelus kepala Ren.


"sudah berapa lama kamu menyusu* si rakus ini sayang? ". tanya Diah.


Nana melihat jam dinding, "hampir 2 jam Mom".


"ya Tuhan...! kenapa anak ini rakus sekali hmm? sudah menyus* 2 jam tapi matanya masih terbuka lebar seperti ini? ". kekeh Diah.


"tidak apa Mom..! lagian Nana juga banjir Asi kalau bukan mereka berdua yang abiskan siapa lagi? ". sahut Nana menciumi kening Ren.


Diah tersenyum lembut, "sama Oma sayang? Oma Cantik akan membawamu tidur ya? kasihan Mama mu hmm..? kamu tempelin meluluk". gemas Diah mengambil alih Cucunya.


"Mom.. mom.. mom". Ren terlihat tidak rela lepas dari Mama nya.


Diah dan Nana tertawa lebar, Diah membawa Ren pergi dari Nana yang segera membenarkan pakaiannya sambil senyam-senyum.


Nana menoleh ke Komputernya yang mati, Nana tau ada yang mencoba melacaknya tapi tidak bisa karna Nana mematikan semua akun nya yang berhubungan dengan aktifitas untuk mengHack nya.


"biarkan mereka bermain terlebih dahulu". kekeh Nana merasa senang membuat orang lain ketar-ketir mencari tau tentangnya.


di Ruangan kerja Arka.


Arka sedang mengadakan rapat Online, ia begitu serius dengan berkas-berkasnya mendengarkan penjelasan Karyawannya.


Arka memutar kepalanya dan tersentak melihat seorang anak lucu yang memegang kaki Arka, mata bulatnya mengerjab ke arahnya juga memiringkan kepala mendongak menatap polos Papa nya.


"sayang..? Rose? ". Arka tersenyum lebar melupakan para karyawannya yang kamera nya sedang ON.


Rose memekik riang di gendong Papanya lalu Arka mendudukkan Putri kecilnya di pahanya.


"silahkan dilanjutkan! ". titah Arka.


Rose diberikan mainan lembut oleh Arka, ia bermain dengan tenang dipangkuan Papanya tanpa mengganggu pekerjaan sang Papa.


tidak tau saja para bawahan Arka tengah penasaran pada sosok tangan mungil yang keliatan asik memegang dagu, bibir dan hidung Arka, tapi sepertinya Arka tidak terganggu oleh sentuhan tangan mungil itu.


.


.


"Pah. pah.. Pal... Pal". rengek Rose


"pal? lapar sayang? ". tanya Arka membenarkan gendongannya hingga Rose tepat di depan Arka.


Arka mengambil botol berisi asi milik Istrinya lalu memberikannya ke Rose yang bisa memegangnya sendiri.


Arka kembali fokus dengan pekerjaannya, hanya rapat saja sesekali Arka mencium kening Rose.

__ADS_1


Rose terlihat dari sisi samping saja sangat menggemaskan bagaimana jika mereka melihat langsung? tidak ada yang tau wajah anak-anak Arka dan Nana karna Nana sendiri yang tidak mengizinkan putra-putrinya terkenal.


bisa dikatakan bawahan Arka sedang beruntung bisa melihat sisi wajah Putri Calon Penguasa itu.


"ya sudah..! rapat selesai". ujar Arka


Arka mematikan Kameranya, Suasana di Ruangan Rapat Perusahaan Arkatama Group seketika heboh memuji betapa imut dan lucunya Anak perempuan Arka, mereka dapat kabar kalau Bos mereka punya anak perempuan dan laki-laki alias kembar, tapi tidak tau wajah anak-anak penguasa itu.


ditempat Arka,


Arka menciumi permata kecilnya, satu tangan kecil Rose sibuk meremas dan memainkan dagu Papanya.


"sayangg??? Kesayangan Papa? ". Arka asik menciumi Rose berjalan keluar ruangannya hingga sampai ke kamarnya.


"eeh...? anak mama sama Papa ya?". Nana tersenyum lembut mendekati Arka.


Nana mengelus kepala Rose yang mengerjab polos melihat Nana dan Arka bergantian.


"apa bocah ini mengganggumu lagi sayang? ". tanya Nana dibalas kekehan oleh Arka


Nana menggeleng kepalanya tak mengerti mengapa Putrinya suka sekali mengganggu Papanya tapi Arka tidak marah malah semakin mencintai Putrinya.


"sayang..? besok aku mau ke Kampus Anna, Caca dan Sekar sayang, aku boleh pergi kan? ". tanya Nana memelas ke Arka.


"tidak menginap di Mansion Wijaya kan? ". tanya Arka


"enggak sayang, aku akan pulang sore hari". jawab Nana sambil tersenyum.


"pergi saja sayang..! asalkan kamu meninggalkan banyak asi untuk anak-anak kita yang rakus ini". kekeh Arka mencium kening Rose.


"udah habis sayang? ". Nana mengambil alih Rose dari gendongsn Arka dan seperti biasa menyus*i Putrinya yang juga kuat asi sama seperti Ren.


Arka memberi kecupan-kecupan manis di leher Nana sambil memegang botol asi yang sudah kosong dihabiskan Rose, Nana memukul bahu Arka.


"kamu kebiasaan sayang, kamu mengotori mata anakku". kata Nana


Arka tertawa, "kenapa tubuhmu bisa langsing dan seksi lagi sayang? sepertinya aku harus membuat sesuatu di keningmu biar orang tau kalau kamu sudah bersuami dan punya anak".


Nana tertawa lepas, "semua orang sudah tau sayang, aku ini milik Tuan Muda Arkatama".


Arka nyengir karna lupa 1 Negara sudah tau kalau Nana dan Arka suami istri dijuluki Pasutri Sempurna.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2