Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa

Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa
merasa tenang


__ADS_3

.


.


.


Kini Nana ada di Toko Roti tempat Celinne bekerja, ia menatap Toko itu dengan teliti.


"apa kamu baik-baik saja Celinne? ". gumam Nana tersenyum tipis.


Nana menarik nafas dalam-dalam lalu perlahan memasuki toko itu.


"selamat datang Kak..! selamat datang Ibu..! selamat datang semuanya di Toko kami selamat berbelanja..! ". kata Celinne dengan tubuh setengah membungkuk.


Nana mengangguk lalu mengedarkan pandangannya, Celinne belum menyadari ada Nana di Toko tempatnya bekerja, jujur saja Celinne merasa bahagia dengan keadaannya yang sederhana.


memang jika ingin bahagia harus membersihkan hati sebesar-besarnya, walau masa lalunya kelam dan menyakitkan penuh penyesalan tapi tidak ada yang bisa merubah masa lalu setidaknya sekarang hatinya sudah begitu tenang sejak setelah keluar dari RSJ.


Nana berbelanja Roti-roti enak juga tak lupa juga beli Bronies,


"permisi..! sudah mbak". Nana


"baik Kak..! apa kakak ada Kartu member? ". tanya Celinne ramah mendongakkan pandangannya yang sedari tadi menunduk.


Celinne terbelalak melihat Nana,


"Celinne? ". panggil Nana pura-pura kaget.


Nana kan Ratu Drama, apapun bisa ia tutupi meski harus berbohong (direncanakan).


"N.. N.. Nana? ". gumam Celinne pelan dengan syok dan kian memucat.


"hei...! kenapa dengan raut wajahmu? apa aku terlihat mengerikan? kenapa kamu terlihat ketakutan? apa aku seseram itu? ". cecar Nana.


Nana menangkup kedua pipinya sendiri,


"Ma.. Maaf". cicit Celinne dengan tangan gemetar ia mengscan belanjaan Nana.


"T.. Totalnya 360 Ribu Rupiah Nona". gagap Celinne


"kenapa tegang sekali ya? apa aku terlihat menakutkan? ". tanya Nana sekali lagi.


"t.. tidak". jawab Celinne


Nana menatap Celinne dengan seksama, terlihat oleh Nana keringat dipelipis Celinne itu sangat banyak dan lumayan terlihat jelas mungkin Nana tebak sebesar biji jagung.


glek...!


"apa Nana akan memecatku? apa dia akan mengatakannya pada Managerku? mampus aku..! baru saja aku hidup senang tapi masalalu terungkit lagi, bagaimana jika Nana masih dendam? ". batin Celinne ketakutan.


"heiii...! ini bayarannya..! aku mau pergi". Nana menepuk tangan didepan wajah Celinne.


Celinne menuruti permintaan Nana walau gugup seperti baru saja belajar padahal sudah lama juga Celinne bekerja.


"terimakasih". ucap Nana dengan tulus.


Celinne tertegun lalu menatap Nana yang tersenyum seindah itu setelah apa yang pernah Celinne lakukan pada Nana bagaimana bisa Celinne melihat wajah cantik Nana tengah tersenyum secantik itu seolah dirinya tidak punya salah pada Nana.

__ADS_1


"semoga kamu bahagia ya? aku pergi...! ". kata Nana lalu melenggang pergi dari toko Celinne,


Celinne berlari mengitari meja kasirnya lalu menarik tangan Nana, Nana memutar kepalanya dan menautkan kedua alisnya menatap Celinne dengan tanda tanya?


"ada apa? ". tanya Nana


"ma.. maafkan aku Nana..! eeehh.. maksudku Nyonya, aku mohon jangan rebut pekerjaanku, sebenarnya aku baru saja bebas dari RSJ". cicit Celinne.


Nana terkekeh, "iya..! aku tidak akan mengambil pekerjaanmu ini, tapi kamu harus bekerja keras ya? ". jawab Nana.


Celinne tersenyum lebar, "terimakasih Na.. eh.. Nyonya..! terimakasih banyak".


"kamu bisa memanggilku Nana, aku bukan Tuanmu atau kamu bawahanku, hanya pekerja ku saja yang suka memanggilku seperti itu". Nana


"baiklah akan saya coba". Balas Celinne tersenyum lebar.


Nana mengangguk pun izin pulang, dengan cepat Celinne menunduk berkali-kali lalu mengucapkan terimakasih berulang kali.


Celinne tersenyum lega, ia membenarkan rambutnya dan berlari kembali ke meja kasir sambil tersenyum lebar, ia langsung berubah riang seperti anak kecil yang bahagia setelah diberi hadiah mainan baru.


Nana meninggalkan Celinne yang semakin bahagia apalagi Nana tidak dendam padanya.


"uuh... bahagianya hatiku". senyum lebar Celinne.


.


Nana pergi ke Hotel dan melihat Aula pernikahan Ara dan Abi.


"Ara..? ". panggil Nana


Ara berbalik lalu segera menyelesaikan urusannya dan berlari ke arah Nana,


"tidak ada, aku bahagia mendengar kalian akan menikah". jawab Nana


"hmm? maksud Nyonya? ". tanya Ara tersenyum.


"aku merasa baru kemarin kalian bertengkar hebat bagaimana kalian bisa berpacaran hmm? dan juga jangan panggil Nyonya, panggil Nana bagaimana? ". tanya Nana.


Ara tersenyum, "baiklah Nana". jawab Ara malu-malu.


"nah.. kan gitu enak didengarnya, memangnya aku udah emak-emak apa dipanggil Nyonya hanya karna aku punya sikembar? aku belum terbiasa dipanggil Nyonya oleh teman dekatku". keluh Nana.


Ara tertegun, "t.. teman dekat? ". gagap Ara.


"apa maksudmu memasang ekspresi itu Ara? tentu saja kamu temanku kamu menganggapku apa? musuhmu? ". cecar Nana dengan kesal.


"tidak Nyonya eh... Nana". jawab Ara menggeleng kepalanya.


"ya sudah...! aku ingin melihat apa saja yang sudah dipersiapkan oleh mu". kata Nana sambil berjalan melewati Ara yang tersenyum lebar.


di hari pernikahannya dengan Abi ada Nana yang seorang atasannya mengawasi Ara, sebagai teman dan bawahan sangat bahagia, betapa beruntungnya Ara bekerja dengan Nana.


.


.


di Mansion Arkatama,

__ADS_1


"nak..?? ". Yardan dan Dewi merentangkan tangan melihat kedatangan kedua cucunya.


"Kakek? Nenek?? ". beo sikembar serentak lalu berlari semangat ke arah mereka lalu memeluk Yardan dan Dewi begitu riang.


"kakek sama nenek kemana aja? kenapa lama sekali? ". tanya Rose mengerucutkan bibirnya.


"wah....Rose begitu mengkhawatirkan kami ya? lalu kenapa tidak mengunjungi Kakek dan nenek hmm?". tanya Yardan mengelus punggung Rose.


"hehehe". cengir Ren.


"kalian sudah datang besan! ". Diah tersenyum ke arah Yardan dan Dewi.


"kami merindukan sikembar". jawab Yardan dan Dewi kompak.


"kalian boleh datang kapan saja kalian mau, ayo duduk di sofa !". seru Diah.


"Los kangen sama kakek". Rose dengan manja memeluk kembali Yardan.


Yardan terkekeh, "mau main keluar nak? kita main E-zone bagaimana?? ".


"boleh..! Lose mau". jawab Rose paling semangat membuat mereka tertawa.


"ayo kak..! kita ganti baju dulu! ". Rose menarik tangan Ren.


.


.


"sayangg...? Ren...? Rose?? ". panggil Nana menggema.


"Nakk?? kalian dimanaaa? ". tanya Arka


Noni berlari kecil ke arah Nana dan Arka, "Nyonya.. Tuan..! Nona kecil dan Tuan kecil pergi ke Mal bersama Tuan Besar dan Nyonya Besar".


"Papa dan Mamaku Noni? ". tanya Nana


"benar Nyonya, bersama Nyonya Besar Arkatama juga". jawab Noni


"ya sudah..! lanjutkan pekerjaanmu". Arka


"baik Tuan.. saya permisi Nyonya.. Tuan". izin Noni lalu meninggalkan Nana dan Arka dan melanjutkan pekerjaannya yang tertunda.


"ayo sayang..!! ". ajak Arka menyeringai licik.


Nana melihat gelagat suaminya pun memutar bola matanya dengan jengah, seolah ia sudah tau isi pikiran suaminya itu.


Nana dan Arka membersihkan diri dan melakukan adegan percinta*n mereka di Bath up, Arka tidak pernah sepuas ini setelah sekian lama bersama Nana, sejak ada dikembar mereka sangat berhati-hati.


walaupun sikembar jenius tapi belum tau hubungan seperti itu, pernah sebelumnya Arka mengunci Pintu tapi Ren dan Rose malah menggedor-gedor pintu kamar kedua orangtuanya.


"sudah kan sayang..? cepat siapkan aku makanan..! tanggung jawablah kenapa malah melakukannya sampai aku lelah? kakiku lemas karnamu". omel Nana


Arka tertawa keras, "baiklah istriku! ".


Arka membersihkan diri terlebih dahulu lalu segera keluar menyiapkan makanan untuk Istri tercintanya.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2