Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa

Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa
kuat asi


__ADS_3

.


.


.


Nana menggendong Ren dan menciumi wajah putranya yang sangat mirip dengan Pria yang ia cintai yaitu Arka.


"Mama nyusu* adek Rose dulu ya sayang". Nana mengecup sayang kening Ren.


Ren seolah tidak beraksi hanya menggeliat kecil sambil mengerjab-ngerjabkan matanya lalu Nana meletakkan Ren terlebih dahulu dan Nana menggendong permata kecilnya yaitu Rose,


"sayaaangg? ". teriak Arka dengan semangat hingga Nana kaget.


Nana mendengus saja padahal belum sore tapi suaminya sudah pulang, alasannya sudah pasti ingin melihat anaknya.


"ada Papa sayang? ". Nana berkata ke Rose yang mengerjab-ngerjabkan mata bulatnya.


"nahh..?? disini semuanya ya? ". Arka berlari kecil mencampakkan tas kerja nya sembarangan lalu mengambil alih Rose dari Nana.


Arka mencium pelipis Nana lalu beralih menatap putri kecilnya,


"baru papa tinggal 3 jam, papa udah rindu aja sama Rose". kata Arka ke Rose yang mengerjab-ngerjab.


Nana menghela nafas tapi tersenyum, ia mengambil Ren lalu menyus*i bayinya dengan penuh kasih sayang tak lupa Nana meminta Arka memberi Asi pada anaknya lewat botol yang ada dilemari es.


Arka dengan senang hati memberi makan anaknya sambil menimang-nimang Rose sesekali memberi kecupan sayang di kening Rose yang tubuhnya sangat wangi.


"sayang..? kenapa nak? ". tanya Nana ke Ren yang begitu rakus menyed*t put*ngnya tapi mata Ren terus saja memandangnya.


"Anak Mama tidak mengantuk hmm?". tanya Nana dengan gemas menoel-noel hidung Ren.


Nana menimang-nimang putranya, sepertinya Ren ngambek pada Mama nya yang terlalu lama datang bahkan tidak mau memejamkan matanya tapi Nana malah gemas terus menciumi Putranya dan bergantian dengan sang suami.


"ini Putra Papa kenapa kok nggak mau tidur? ". tanya Arka dengan lembut ke Ren.


Ren dan Rose jarang menangis, kalau bangun ya matanya saja yang terbuka lebar hal itu membuat Nana dan Arka semakin mencintai anak-anaknya yang sangat pintar.


beberapa menit kemudian, Diah dan Dewi nyelonong masuk langsung menargetkan cucu-cucunya mengabaikan anak-anak kandung mereka sendiri.


Arka dan Nana hanya bengong ditempat melihat kepergian Mommy serta Mama kandung mereka itu.


"apa bayiku baru saja di culik sayang? ". tanya Arka menatap lurus ke arah pintu.


"iya sayang..! Bayi kita di culik". jawab Nana lalu mereka saling pandang dan tertawa bersama.

__ADS_1


"bagaimana sayang? apa masih masa nifas?". tanya Arka


Nana terkekeh, "tentu saja sayang..! kamu harus berpuasa panjang".


Arka tersenyum, "tidak apa sayang..! aku bisa menahannya".


Nana berjalan pelan ke arah kursi rodanya, "aku bisa berjalan sayang tapi masih lemas, aku tidak mau lelah jadi tidak ada salahnya aku duduk dikursi roda".


"iya sayang..! aku tidak melarangmu naik di kursi roda, lakukan apa saja yang membuatmu nyaman, kursi roda ini sudah menjadi milikmu". jawab Arka mengelus kepala Nana yang sudah duduk di kursi Roda.


Nana mendongak manja ke Arka yang menciumi puncak kepala Nana.


Ren serta Rose dibawa oleh Diah dan Dewi, Nana beserta Arka mengambil kesempatan itu untuk membersihkan diri.


"sayang? mau kemana? ". tanya Arka


"kemana lagi sayang? aku lapar". jawab Nana


Arka terkekeh lalu mendekati Nana mengelus pipi Nana yang memasang wajah kesal, "mau makan apa?? apa mau roti kukus buatanku?? ".


Nana berbinar seketika dan mengangguk pelan,, "hanya kamu sayang yang bisa membuat Roti kukus terenak, aku sudah coba tapi tidak seenak buatanmu". gerutu Nana.


Arka berdecak bangga sedangkan Nana balas hanya memutar bola matanya dengan malas akan tingkah suaminya selalu narsis terutama padanya.


di Ruang tamu,


Nana tersenyum bahagia melihat itu dan Arka terkekeh pelan tapi terus mendorong kursi roda Nana sampai masuk Dapur.


tanpa persetujuan Nana dan Arka keluarganya itu mengambil wewenang penuh atas diri Ren dan Rose dari memandikannya, mengajak bayi itu bersenang-senang alias bermain.


.


"sudah? ". tanya Nana yang sedang menunggu masakan suaminya.


"iya sayang..! sudah, kamu belum makan dari tadi Siang sayang? ". tanya Arka serius


Nana nyengir, "iya sayang..! aku terlalu asik bermain dengan anak-anakku".


"kamu harus jaga kesehatanmu sayang, aku tidak mau kamu pingsan saat merawat bayi kita. jangan terlalu memaksakan diri". Arka berkata dengan serius.


Nana mengangguk patuh sambil tersenyum lalu Arka menghidangkan banyak makanan di meja.


"makan yang banyak ya? ". Arka mengelus pipi Nana.


Nana tersenyum senang, suaminya tetap sama tidak ada yang berubah meski kedua bayinya sudah terlahir di dunia ini.

__ADS_1


.


malam harinya


Nana benar-benar tertidur pulas di kamar Ren dan Rose, Arka mencari keberadaan Istrinya sebab ia tadi bekerja di Ruangan Kerja tapi tak melihat Istrinya di Kamar tentu tujuannya ke Kamar Ren dan Rose.


"ya ampun..! sayang? kenapa ketiduran disini". gemas Arka membenarkan cara tidur Nana di atas Ranjang lalu menyelimuti Nana sampai perut lalu memasangkan kembali baju Nana, ia juga memberi kecupan lembut di dad* Nana menaikkan selimut itu sampai menutupi leher Nana.


Arka melihat banyaknya botol yang diisi Asi Nana, Arka mendekati kedua box bayi yang mana mata bulat Rose melihat ke Papa nya dan Ren juga sudah terbangun.


Arka terkekeh lalu menyusu* Rose dan Ren dengan botol yang sudah diisi oleh Istrinya, sesekali Arka mengayun box bayi milik Ren, Rose bergantian.


"anakku menggemaskan sekali". gumam Arka menatap Ren dan Rose bergantian.


Arka tidak mengeluh menunggu anaknya tertidur, botol yang di isi Nana sampai habis oleh kedua anak-anak Nana yang rakus itu serta kuat asi, 2 jam menunggu anaknya tertidur tak juga ada tanda-tanda anaknya akan tertidur beruntung Arka sabar dengan penuh kasih sayang Arka merawat Anaknya ternyata semua yang Arka lakukan tidak sia-sia, kedua bayinya sudah tertidur pulas.


Arka menggaruk kepalanya yang tak gatal, "semua asi yang diisi Nana jadi habis". gumam Arka


Arka berharap anaknya bisa tidur sampai pagi lalu ia berbaring disamping Nana.


pagi-pagi Nana tersentak bangun, ia mengedarkan pandangannya melihat Arka tidur disampingnya perlahan Nana melepaskan lilitan tangan Arka lalu Nana melihat kedua bayinya yang tertidur pulas.


"tumben? ". gumam Nana


Nana melongoh melihat botol-botol yang diisi olehnya sebelum ketiduran sudah habis, ia memutar kepalanya melihat Arka.


"apa tadi malam anakku terbangun lagi? ". gumam Nana


Nana memperhatikan kedua anaknya yang memang tertidur pulas, ia menoleh ke Arka dan tersenyum lembut berjalan mendekati sang Suami.


"sayang? ". panggil Nana mengelus rahang Arka.


Arka terbangun dengan wajah bantalnya ia terduduk, "iya sayang? apa Baby Ren dan Baby Rose terbangun? ". tanya Arka dengan suara serak.


"Baby? bagus juga diselipkan kata itu". kekeh Nana.


"kenapa sayang? kok ketawa? ". tanya Arka mengucek matanya.


"ahh.. kamu menghabiskan semua asi yang aku isi sayang? ". tanya Nana


Arka nyengir, "aku juga tidak mengerti kenapa baby kembar itu sangat rakus sayang, mereka tidak ada kenyang-kenyangnya sampai dibotol terakhir aku hampir saja ingin menyerah tapi ternyata mereka benar-benar tertidur pulas sampai ditetesan terakhir".


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2