Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa

Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa
makan ala pasar


__ADS_3

.


.


.


Nana berada di dalam penjara tempat Celinne di kurung, pakaian Celinne berantakan hingga Arka dilarang masuk tapi suster sudah menjelaskan alasannya.


"apa aku bisa menyembuhkannya ya? dia bukan sakit biasa". gumam Nana melihat sepasang tangannya dengan teliti.


Nana di juluki tangan dewa tapi tidak tau apakah Nana bisa menyembuhkan penyakit Celinne yang akibatkan stres berat hingga kejiwaannya terganggu.


"aku takut salah saraf". gumam Nana sekali lagi menggeleng kepalanya.


Nana pernah menyembuhkan berbagai penyakit tapi kalau berhubungan dengan sakit kejiwaan belum pernah, hal itu membuatnya takut karna Dokter RSJ pun butuh waktu menyembuhkan Pasiennya.


Nana mendekat dan memegang jeruji besi tempat Celinne di kurung,


"Celinne??". panggil Nana


"Vano? kenapa aku tidak hamil juga? kita sudah lama menikah kan? kenapa belum hamil juga? ". tanya Celinne ke boneka beruangnya yang sudah kotor.


Nana memanggil sekali lagi tapi Celinne masih asik bertanya pada sebuah Boneka itu yang sampai hari kiamat pun tidak akan bisa menjawab pertanyaan Celinne.


"aku bisa membuatmu hamil! ". kata Nana tiba-tiba


perkataan Nana membuat Celinne menoleh, "lihat Vano...? ada dokter yang mau menolong kita".


Celinne merangkak ke arah Nana dan memegang tangan Nana, "benarkah? bagaimana caranya aku bisa hamil? kasihan suamiku yang butuh keturunan karna dia seorang Pengusaha yang butuh penerus".


Suster masuk membawakan obat dan Nana meminta sesuatu pada suster yang segera mengambilkan keperluan yang Nana butuhkan, saat kembali membawa sebuah bantal yang bisa diikatkan ke belakang.


"untuk apa Nona? ". tanya Suster


"berikan semua itu padaku suster..! aku akan masuk ke dalam sana". pinta Nana


"tapi terlalu berbahaya Nona". elak suster memperingati.


"tidak apa Suster..! baju gantinya dibawa kan? ". tanya Nana


"iya Nona". jawab suster


Nana dibiarkan masuk ke tempat Celinne dikurung lalu Nana membuka seluruh pakaian Celinne sementara Celinne terus bertanya pada Nana bagaimana cara membuatnya hamil, Nana seperti dokter sementara boneka yang ada disamping Celinne sekarang adalah suami Celinne.


"aku akan membuatmu hamil tapi tutup mata dulu ya?? ". bujuk Nana

__ADS_1


Celinne dengan patuh menutup matanya, Nana mengikatkan buntalan bantal di perut Celinne supaya tidak terlepas lalu dengan teliti mengganti pakaian dal*m Celinne dan memakaikannya baju bersih.


"sekarang buka matamu! ". pinta Nana


Celinne membuka matanya lalu ia memekik gembira melihat perutnya sudah buncit tanpa mengerti didalam sana hanyalah bantal, Nana merasa orang sakit seperti Celinne keinginannya harus di turuti supaya ia bahagia.


Suster yang melihatnya tersenyum dan diam-diam mengagumi Nana, bagaimana bisa Nana masih bisa membantu Celinne yang jelas mengaku-ngaku sudah menikah dengan Devano yang dikenal siapapun kekasih Nana.


"kandunganmu masih 5 bulan jadi harus rajin minum pil dari suster ya? supaya bayimu sehat-sehat selalu dan rajin makan untuk membuat bayimu tumbuh besar dan pintar". kata Nana mengelus perut Celinne


Celinne mengangguk-ngangguk patuh seperti anak kecil yang diberi nasihat tetua,


"terimakasih Dokter...! saya akan makan terus rajin minum obat". kata Celinne dengan riang.


Nana meletakkan nampan makanan tanpa banyak berpikir Celinne hendak memakannya tapi Nana meminta Celinne cuci tangan supaya anaknya Celinne tidak sakit didalam sana.


Celinne begitu patuh demi kebaikan anaknya, ia rela melakukan apa yang Nana suruh sampai terakhir minum obat.


"sekarang silahkan pulang dan istirahat ya Celinne? jaga kandunganmu baik-baik ya? ". pinta Nana yang kini main dokter-pasien dengan Celinne.


"terimakasih dokter". jawab Celinne menarik bonekanya seperti saling berpegangan tangan,


biasanya Celinne menggendong bonekanya tapi karna perutnya Celinne menyeretnya, hal itu membuat suster yakin bahwa cara Nana sangatlah hebat dengan memberikan Celinne mainan baru yang lebih berharga dari Boneka itu yaitu bayi berupa bantal diperut Celinne.


"Nona? ". sapa Suster dengan sopan dan semakin menghormati Nana


"terimakasih Nona". ucap Suster


Nana melihat ke arah Celinne yang terlihat bahagia mengajak perut buncitnya itu berbicara dan Boneka beruangnya juga seperti keluarga bahagia.


"cepat sembuh Celinne..! jalani kehidupan yang kamu mau tanpa harus membuat angan-angan seperti itu". batin Nana


Nana keluar dari sana meninggalkan suster yang juga melihat Celinne.


"kamu harus sembuh Nona Celinne karna memiliki teman seperti Nona Nana membuatmu beruntung". kata Suster dengan tulus.


.


didalam mobil


"kenapa sayang? ". tanya Arka menggenggam tangan Nana


"aku kasihan sama Celinne, Arka ". jawab Nana


Arka menghela nafas panjang, "iya sayang..! hatimu itu terbuat dari apa sih? kok bisa kasihan sama orang yang dulunya jahat sama kamu hmm? "

__ADS_1


"Arka jangan mengajakku berdebat..! dia sangat menderita, penyesalannya datang saat semua sudah tidak ada lagi didekatnya". kata Nana.


"lalu kita bisa apa hmm? kamu mau menyembuhkannya? ". tanya Arka


"jika aku bisa aku ingin menyembuhkannya". jawab Nana dengan lirih


"jika bisa? berarti kamu ragu tidak bisa menyembuhkannya sayang? ". tanya Arka menyadari makna kata-kata Nana.


"iya Arka..! aku belum pernah mengobati orang yang jiwanya sakit atau terganggu". jawab Nana


Arka semakin mencintai Nana yang hatinya selembut sutera, bagaimana bisa Nana ingin Celinne sembuh hanya sekali melihat Celinne yang berubah saat pertemuan pertama mereka setelah sekian lama di Mal sebelum Celinne sakit jiwa.


"iya sayang..! terserah mau mu apa yang penting kamu bahagia ya? ". kata Arka pasrah mengecup punggung tangan Nana.


"terimakasih atas pengertianmu Arka". ucap Nana dengan tulus.


setibanya di Ruangan mewah Restaurant ternama yang harga makanannya diatas ratusan ribu mencapai puluhan juta.


"Kakek? ". Nana menyalami Leonard yang merasa senang dengan sikap Nana yang menghormatinya sebagai orangtua


"Kakak? kenapa lama sekali?? ". Anna tiba-tiba datang langsung memeluk Nana.


Nana mengelus kepala Anna, "tadi kakak mampir menemui teman yang butuh bantuan kakak, kan kamu tau hoby kakak kan? ".


"iya..! Hobby kakak adalah menyembuhkan orang". jawab Anna


Arka dan yang lainnya tertawa sedangkan Nana tidak malu sama sekali karna dirinya memang suka menolong orang apalagi menyembuhkan penyakit seseorang.


.


Nana dan Anna saat makan dimanja oleh Yardan, Dewi, Diah dan yang lainnya berebut memberi kasih sayang pada Nana dan Anna.


Caca menoleh ke arah Diah dan Dewi yang juga memberi perhatian kecil padanya.


"makan yang banyak ya pengawal kecil? ". gemas Diah dan Dewi bersamaan.


Caca tersenyum malu dan mengangguk kecil.


Leonard yang biasanya makan elegan melihat cara makan keluarga Nana seperti pasar pun membuatnya ikutan makan seperti mereka, ia merasa bahagia malah tak henti-hentinya mengoceh pada Aman disampingnya sampai mulutnya penuh.


sebenarnya tidak sopan tapi kenapa Leonard merasa bahagia? apa karna Ramai? entahlah yang penting ia melihat cucunya yang paling berisik membuatnya semakin bahagia, jujur saja lebih bahagia dari saat ia memenangkan tender besar hingga mendapatkan keuntungan Triliunan.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2