
.
.
.
Arka mendatangi Perusahaan W Group dan langsung diantar ke Ruangan Yardan.
"Vano..? kau tau alasanku memanggilmu? ". tanya Yardan serius.
Arka duduk lalu berkata, "masalah Nana?".
"aku akan meminta Nana bekerja di Perusahaanku". kata Yardan serius.
"sebagai Anna? ". tanya Arka
"iya, tidak masalah dia menggunakan identitas Anna karna saat identitas sebenarnya terbongkar aku yang akan melindunginya". Yardan.
mereka berbicara serius membahas keamanan Nana yang akan menjadi banyak incaran orang, bahkan Yardan yakin bahwa Emma akan merencanakan hal licik lainnya bersama Celinne dan Yunus.
di Mansion Arkatama Group.
"nak..? Mamah mohon tolong bujuk putrimu supaya mau mendengarkan permintaan kami hmm? ". Sarah memegang tangan Dewi.
"jujur saja Dewi juga khawatir mah, tapi Nana sangat keras kepala". Dewi pun tidak tau mau menjawab apa.
"dia keras kepala sama seperti Yardan, dilihat secara langsung Nana sangat patuh tapi kebenarannya dia sangat teguh berpendirian dan membuat karakternya menjadi keras kepala". Aman pun berdecak.
"lalu apa yang harus kita lakukan? apa yang Nana katakan memang benar karna jika identitas sebenarnya diketahui orang-orang jahat maka mereka akan menargetkan Dewi". Diah
"itulah masalahnya". balas Sarah dan Aman serentak.
Dewi hanya bisa diam, "sejak dulu Nana memang pelindung Dewi Mah, pah, Diah. aku tidak minta dia menjadi pelindungku tapi inilah alasan kenapa aku tidak mau memberitaunya Diah. Dia memang gadis ceria, periang tapi jika dia tau orang tersayangnya menderita maka dia akan balas dendam..! dia sangat pendendam dan aku tau itu".
Diah memeluk Dewi yang tak kuasa menahan tangis,
"sifatnya yang pendendam ini mirip ibuku". keluh Aman
"jujur mamah bangga padanya, tapi kita tidak bisa berdiam diri kan? kenapa kita harus menjaga rahasia nya? sudah tidak bisa tertolong lagi kan? biarkan dia masuk ke keluarga kami supaya tidak keluyuran lagi dengan identitas Anna". Sarah mengomel.
__ADS_1
Dewi pun protes tapi mendengar penjelasan Sarah dan Aman pun ia tidak bisa berkata-kata lagi, Dewi tidak menyangka keputusannya pindah ke Jakarta akan membuat putrinya mengalami konflik seperti ini.
Dewi ingin melarang tapi itu hanya akan membuat sosok Nana menjadi pembangkang dan akan memilih pergi karna Dewi kenal Nana yang sangat keras kepala dan sulit diatur jika sudah membahas musuh yang menyakiti Dewi.
di tempat lain.
Nana dibikin galau karna Papanya meminta Nana untuk menjadi CEO Perusahaan W Group, tidak perlu di ekspos tapi menjadi CEO tersembunyi pun tidak masalah.
Nana menolak tapi Yardan mempermasalahkan umurnya yang sudah menginjak 42 tahun, Yardan ingin santai di umur segitu. itu sebabnya meminta Nana menggantikannya karna Yardan percaya kemampuan Nana.
"bagaimana ini? aku pasti tidak bisa leluasa lagi". gerutu Nana.
Yardan tau watak putrinya dari cerita Dewi, untuk itu Yardan sengaja mempermasalahkan umurnya dan mengeluh bahwa Yardan sudah mulai letih dan hampir tidak kuat lembur padahal tidak, hanya dramatis saja menghadapi Ratu Drama harus pandai juga berakting.
sepertinya bakat akting Nana yang hebat itu menurun dari Yardan, bahkan Nana saja yang Ratu Drama tidak bisa menolak untuk protes saja Nana tidak mampu.
"aku jadi CEO? huuh..! CEO?? CEO?? CEO?? aaaahhh... masalah Emma dan yang lainnya belum selesai kenapa harus muncul masalah baru lagi? ini semua karna ketiga Preman itu, mereka semua jadi mengekangku".
.
.
Nana tidak bisa menolak lagi hingga ia terpaksa menerima jabatannya menjadi pimpinan tertinggi W Group dibantu oleh Asisten.
Nana memakai masker dan topi, ia sengaja tidak memperlihatkan wajahnya karna dirinya belum mau dikenal sebagai Penguasa W Group, Pakaian Nana juga sangat casual tapi semua yang melekat di tubuh Nana bukanlah barang murah walau terlihat sederhana.
kelima perempuan yang lulus berbagai seleksi pun telah berjejer rapi menunggu calon Atasan mereka yang di katakan Yardan adalah Putri Kandungnya.
"salam hormat kami Nona Presdir". sapa mereka semua saat pintu terbuka dan mereka melihat sepatu perempuan.
Nana datang melewati mereka semua yang menunduk melihat tanah setelah mengucapkan rasa hormat mereka.
"duduklah". titah Nana
Yardan duduk disamping Nana, Nana menerima berkas-berkas data diri kelima calon asistennya itu.
sebenarnya Nana bisa saja menjadikan Abi yaitu orang kepercayaan Papanya menjadi asistennya tapi Nana ingin bekerja dengan perempuan dan meminta Abi dijadikan asisten kedua saja.
Abi yang dipercaya merasa terhormat menjadi kepercayaan Yardan dan Nana. tentu ia menerima keputusan itu sebab menjadi Asisten utama itu akan sering menghabiskan waktu berdua.
__ADS_1
"mari kita mulai". kata Nana
Nana menyeleksi mereka berbagai pertanyaan, siapa yang bisa menjawabnya dengan cepat ia jadikan poin tambahan.
"sebentar Pa? coba Papa lanjutkan? ". pinta Nana
"iya sayang". Yardan pun melanjutkan pertanyaan Nana
tidak tau saja panggilan itu membuat kelima calon pekerja Nana itu terdiam, ternyata mereka benar-benar akan bekerja menjadi asisten kepercayaan Putri Tersembunyi Yardan tentu saja mereka bersemangat dan akan melakukan yang terbaik supaya terpilih.
Nana memeriksa kelima identitas calon pekerjanya dengan kemampuan retasnya, hingga ia tertarik pada 1 perempuan yang bernama Arsyarah.
Nana menunjukkannya ke Yardan yang melihat ponsel Nana,
"kamu suka dia sayang? ". tanya Yardan dibalas anggukan oleh Nana.
"baiklah..! kalian semua memang terbaik tapi putriku hanya memperkerjakan 1 Asisten saja, yang tidak terpilih akan bekerja di Perusahaan tapi kalian tidak beruntung bisa melihat wajah putriku". kata Yardan
"Papa? ". tegur Nana dengan kesal hingga Yardan terkekeh.
"selain Arsyarah boleh pergi". kata Yardan
dan tinggallah Arsyarah didalam ruangan itu bersama Nana dan Yardan, Yardan memberi waktu untuk mereka lalu keluar mengantarkan ke empat perempuan yang mencalonkan diri menjadi asisten Nana keluar Mansion.
"baiklah..! kamu sudah tanda tangan kontrak dan kedepannya aku harap kamu bisa merahasiakan identitasku ara". kata Nana melepaskan topinya dan membuka maskernya hingga Arah kaget melihat Nana.
"Eh..? hmm? ". Arsyarah yang dipanggil ara pun tergagap karna tidak menyangka kekasih sempurna Tuan Muda Arkatama adalah Putri Penguasa yang sebenarnya.
"kenapa? kamu kaget? perlu aku memperkenalkan diri? ". tanya Nana tersenyum tipis.
"t.. tidak Nona..! s.. saya kenal". jawab Ara malu-malu.
Nana pun menjelaskan jam kerjanya pada Ara dan Ara memahaminya, karna mengerti alasan Nana yang ingin bersembunyi.
Ara menerima semua limpahan pekerjaan yang diberikan Nana untuknya, sejak Ara telah resmi menjadi asisten Nana banyak yang bertanya-tanya pada Ara siapakah Putri Penguasa yang sebenarnya.
Ara hanya menjawab sangat cantik tapi tidak mengatakan identitas Nana, ia bekerja sebagai mestinya tidak membeberkan rahasia yang sudah ia ikrarkan pada sang Nona Presdir.
.
__ADS_1
.
.