Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa

Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa
ingin menyatukan


__ADS_3

.


.


.


Nana kembali ke Apartemennya sambil berpikir.


"terakhir aku bertemu Intan malam itu, aku meninggalkannya saat dia berkenalan dengan Celvin kan? terus ada apa dengan mereka? ". gumam Nana penasaran.


Nana mendengar seseorang menekan sandi Apartemennya dan pintu Apartemennya terbuka lalu tertutup kembali.


"Nona..? ". panggil Ara


Nana keluar dari kamarnya dan melihat Ara tersenyum bahagia ke arahnya.


"kenapa wajahmu ceria sekali Ara?". tanya Nana


"Nona..? Saham Perusahaan kita melejit pesat di pasar International Nona..! Nona sukses besar semenjak menjalin kerja sama dengan Asia Group". jawab Ara


"ooh...!". jawab Nana melewati Ara dan duduk disofa Ruang tamu disusul Ara.


"Nona kenapa? kok tidak senang? ". tanya Ara


Nana menghela nafas panjang lalu menceritakan kegelisahan juga kekhawatirannya pada Intan yang sudah ia anggap teman baik, Ara mendengarnya dengan serius bahkan Ara semakin mengagumi Nana yang hatinya baik


bukannya bahagia dengan saham Perusahaannya yang begitu sukses hingga Nana akan berada di puncak kejayaan tapi Nana tidak bahagia malah memikirkan teman baiknya yang tidak dilihatnya lagi.


"coba tanya Tuan Celvin itu, Nona". saran Ara


Nana terdiam lalu melihat ke arah Ara yang tersenyum manis, "aah.. iya juga kenapa aku tidak menyadarinya". gumam Nana memukul pelan kepalanya sendiri.


"Nona jangan memukul kepala Nona". Ara memegang tangan Nana yang tersenyum lebar tanpa beban tuh telah membuat Ara khawatir.


Ara menemani Nana yang berkunjung ke Rumah Celvin dan disambut baik oleh Celvin, Nana meminta bertemu tentu saja Celvin membiarkan Nana dan Ara masuk ke Rumahnya.


"aku langsung saja Celvin". kata Nana


"loh.. tidak mau bicara dengan Kakekku Nana? ". tanya Celvin


"biarkan Kakekmu istirahat". kata Nana


Celvin pun memilih duduk dan melihat Nana dan Ara bergantian, Nana menanyakan keberadaan Intan hingga Celvin memukul kepalanya sendiri seolah tengah menyadari kebodohannya.


Nana dan Ara saling pandang tidak mengerti.


"kenapa Vin? ". tanya Nana

__ADS_1


"Nana.. malam itu aku terkena jebakan yang membuatku melakukan hubungan seperti itu padanya, akhir-akhir ini aku mencarinya tapi dia hilang entah kemana aku baru sadar dia temanmu, aku ingin bertanggung jawab". Celvin


Ara membekap mulutnya dan Nana terperangah karna apa yang Intan alami sama seperti Mama nya dulu.


"kamu yakin kalau perempuan itu Intan? ". tanya Nana serius


"iya..! aku sangat yakin karna hanya dia yang menolongku, dan robekan gaunnya aku pegang". kata Celvin


"pantas saja aku tidak melihatnya lagi, aku tidak berguna sama sekali tidak sadar kalau temanku sedang menderita". Nana menjambak rambutnya sendiri hingga Ara memegang tangan Nana dan merapikan rambut Nana.


"Nona tidak bersalah". Ara berkata dengan serius


"kenapa kamu yang merasa bersalah Nana? aku yang salah, apa kamu tau dimana dia Nana? ". tanya Celvin.


bukan maksud Celvin memaksa untuk Intan menikahinya tapi Celvin tidak pernah menidu*i gadis dan ternyata Intan masih peraw*n apalagi hari itu Celvin tidak memakai pengaman.


Celvin memang Pria brengs*k tapi juga manusia yang punya hati walau sedikit apalagi ia merebut paksa apa yang berharga bagi perempuan, kecuali dia wanita tapi beda kasusnya jika gadis.


"jadi dia ke luar negri? ". tanya Celvin tak percaya


"iya". jawab Nana


"kalau begitu tanyakan pada Mamanya Nana, aku harus pergi menemuinya". pinta Celvin memegang tangan Nana


Ara yang menepis tangan Nana hingga Celvin tersadar menggaruk kepalanya yang tidak gatal,


"tidak apa..! apa yang menimpa Intan sama seperti apa yang pernah mamaku alami dulu". jawab Nana


Nana dan Ara kembali ke Rumah Ibu Ida dan meminta pada Ibu Ida supaya mengizinkannya ikut untuk bertemu dengan Intan.


"baiklah nak...!". pasrah Ibu Ida yang memang menyayangi Nana yang merupakan malaikatnya


Nana tersenyum lebar lalu memeluk Ida sambil mengucapkan terimakasih, Nana menawarkan diri membelikan tiketnya tentu saja Ida mengatakan negara tujuannya adalah Jerman.


.


"kenapa Nona membantu Tuan Celvin? bukankah Nona Intan yang mau lari? artinya dia tidak mau bertemu dengan Tuan Celvin kan Nona? ". tanya Ara penasaran


Nana menghela nafas, "Ara..! Perempuan itu sangat tangguh tapi tidak akan mengakui kelemahannya, apalagi Intan yang memiliki harga diri yang sangat tinggi, dia tidak akan mau meminta Celvin untuk bertanggung jawab karna jika ditolak bagaimana? Intan merasa bisa menanggung semuanya sendiri maka nya dia kabur".


Ara mencerna kata-kata Nana pun tersenyum lembut.


"aku pernah merasakan hidup tanpa Ayah dan itu sangat menyedihkan, aku tidak pernah mengatakannya pada Mamaku karna aku takut membuatnya sedih, aku yakin Intan sedang hamil itu sebabnya dia pergi". gumam Nana begitu yakin


"jadi apa rencana Nona? ". tanya Ara


"apalagi? tentu saja menyatukan mereka berdua". jawab Nana dengan kesal hingga Ara terkekeh.

__ADS_1


2 hari kemudian


Nana, Ara dan Ibu Ida pergi ke Bandara untuk terbang ke Jerman, Ida tidak tau bahwa Celvin mengikuti mereka di Pesawat yang sama namun beda kelas, Celvin di kelas atas (VVIP) sedangkan Nana dan yang lainnya kelas menengah (VIP).


"apa Tuan Yardan mengizinkanmu ikut Tante sayang? ". tanya Ida penasaran


"iya Tante..! semua mengizinkan kecuali Arka yang merengek minta ikut". jawab Nana dengan senyuman hingga Ida terkekeh.


.


di tempat Celvin


"apa dia memang hamil? kalau iya pasti anakku sudah lahir". gumam Celvin tersenyum kecil.


Nana mengatakan pada Celvin kemungkinan saja Intan mengandung, tentu saja Celvin senang terutama kakeknya yang sangat ingin punya cucu dengan senang hati membiarkan Celvin pergi sebab Cucunya lebih penting.


Celvin berdoa dalam hati semoga saja diberi kelancaran untuk berbicara dengan wanita yang memiliki harga diri tinggi seperti Intan.


.


.


setibanya di Bandara Jerman


Nana mengaktifkan ponselnya dan melihat layar ponselnya banyak panggilan tak terjawab dari Arka, Nana menghubungi Arka karna ia sangat tau kekasihnya itu sangat posesif.


Nana memperingati Arka untuk tidak menyusulnya, bahkan mengancam akan memutuskan hubungan tentu saja Arka tidak berani menyusul Nana, hingga Ara dan Ida tertawa didekat Nana saat ponselnya sudah di matikan.


"maaf Tante..! Pria itu memang terlihat angkuh dan sombong tapi sebenarnya dia itu hanya bayi menurutku". jawab Nana serius


"wajar saja..! dia takut pacarnya diambil orang". gemas Ida


Ara pun tersenyum saja, Nana mengerucutkan bibirnya dengan kesal.


Celvin mengikuti di belakang mereka dengan jarak 10 meter supaya tidak disadari oleh Ida.


setibanya di Apartemen mewah milik Intan,


"ini Apartemen Intan Tante? ". tanya Nana


"iya sayang". jawab Ida tersenyum lembut.


Ida membawa Nana dan Ara disusul Celvin yang bisa masuk beralasan ingin melihat-lihat kawasan itu siapa tau tertarik, tidak ada yang melarang Celvin sebab negara mereka sangat ramah pada pembeli.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2