
.
.
.
"kamu sangat berbakat sayang". Nana memegang tangan Sekar dan melihat jemari itu dengan seksama.
Sekar tidak tau mau berkata apa lagi, "nanti aku akan belajar lebih giat kak dan bekerja supaya dapat bayar uang kuliah".
"kata siapa? siapa yang memintamu bekerja? ". tanya Nana tak senang.
Caca dan Anna menepuk jidatnya akan kata-kata polos Sekar, bukan maksud Nana menyombong tapi Nana sangat suka membantu orang apalagi untuk kunci kesuksesan seseorang suatu saat nanti.
"hah? ". Sekar menoleh ke Caca dan Anna yang geleng-geleng kepala sambil menepuk jidat mereka masing-masing.
"apa aku salah bicara? ". batin Sekar
Nana menghela nafas lalu meminta Sekar duduk disampingnya, "kakak yang akan membiayai seluruh sekolahmu kamu hanya fokus dengan ilmu yang dipelajari nanti untuk bekalmu dimasa depan". jelas Nana.
"Kakak yang biayai?". tanya Sekar
"iya..! kakak yang biayai, mungkin dalam waktu 4 tahun Papamu sudah keluar dari Penjara dan kamu bisa menghasilkan uang dengan tanganmu ini". jawab Nana
Sekar berkaca-kaca mendengarnya lalu memeluk Nana yang tersenyum mengelus punggung Sekar, Anna dan Caca terkikik lucu.
"sayang? ". panggil Arka
Sekar menghapus air matanya saat Arka datang menatap bingung Sekar yang memeluk Nana, Sekar pun berpamitan pada Nana dan Arka disusul oleh Anna serta Caca lalu pergi meninggalkan Nana bersama Arka.
Arka duduk disamping Istrinya, "kenapa sayang? kenapa Sekar menangis? ". tanya Arka lembut mengelus kepala istrinya.
"tidak apa hanya saja ini". Nana memperlihatkan hadiah yang diberikan Sekar.
Arka sampai kaget melihat mahakarya indah itu lalu bertanya dan Nana menjawab Sekarlah yang memberikannya.
"ini.. dia akan menjadi seorang pelukis terkenal kalau diasah sayang". ujar Arka
"iya sayang maka nya aku menyekolahkannya dan dia terharu". jelas Nana.
Arka tersenyum lembut, "kamu sedang hamil muda sayang bisakah kamu dirumah saja selama 1 bulan, kata Mommy dan Mama itu sangat rawan keguguran".
Nana tersenyum, "baiklah". jawab Nana patuh tanpa berpikir lagi karna suaminya sangat menyayanginya.
Nana yakin Arka hanya ingin buah Cintanya baik-baik saja, sebelumnya Arka membebaskannya dan Nana sangat menghormati suaminya tapi sekarang Arka mengikatnya karna ada anak diperut Nana tentu saja sebagai Istri Nana harus menuruti Suaminya.
__ADS_1
Arka mencium lama kening Nana,, "aku juga akan bekerja di Rumah saja".
Nana tersenyum cerah memeluk Arka dengan manja, "kita ke Mansion Arkatama ya?". bujuk Arka.
"iya... tapi belikan aku komputer baru sayang". syarat Nana.
"iya sayang..! aku akan belikan komputer untuk tangan hebatmu ini". jawab Arka mencium Nana sekali lagi yang terkekeh.
Arka tau Nana pasti bosan nanti, itu sebabnya Arka akan menuruti apapun yang Nana inginkan.
.
di Mansion Arkatama
"ayo sayang! ". ajak Diah merangkul bahu Nana dengan penuh kasih sayang seorang Ibu.
Nana hanya bisa tersenyum memeluk hadiah dari Sekar dengan perlakuan Diah, tadi juga saat Nana mau ke Mansion seluruh keluarga Nana mengantarkannya dari Papa, Mama, Kakek, Nenek mengantarnya.
Anna, Caca dan Sekar sekarang tinggal di Mansion Asia milik Leonard, Nana tidak bisa mencegah kemauan Leonard yang tinggal sendiri tidak punya siapa-siapa hanya Pelayan di Mansion itu jadi memberi kebebasan pada Anna yang merupakan cucu Leonard dengan syarat Leonard tidak mengekang Anna sesekali tidur dengannya.
"minum ini sayang! ". Arka membawa buah segar untuk istrinya.
Diah pun berdiri memberi jalan untuk Arka merawat Istrinya, Diah tak henti-hentinya tersenyum membayangkan dirinya Punya cucu perpaduan antara Nana dan Arka pasti Cucunya akan jenius sekali.
Nana menutup hidungnya, "nggak mau sayang". tolak Nana.
"sayang kenapa kamu sangat bau? ". tanya Nana melenceng.
Arka mengendus tubuhnya sendiri dan menggaruk kepala hingga Diah yang sejak tadi menahan diri untuk tidak tertawa pun kini tertawa terpikal-pikal dan Arka menatap kesal Mommynya itu.
"sayang minum jus nya ya? ". pinta Arka
"tidak mau, sayang bau". tolak Nana
Arka mengendus tubuhnya sekali lagi tidak ada yang bau sama sekali, wangi seperti biasa.
"ganti bajumu Vano..! Nana tidak suka bau parfummu, kedepannya buang Parfum mu itu". jelas Diah yang sudah berpengalaman.
"hah? Parfum? tapi itu parfum sangat mahal Mom". bela Arka
"setidaknya sampai Morning sickness nya Nana selesai". jawab Mommy Diah santai lalu pergi begitu saja.
Arka melihat ke Nana yang sibuk menutupi hidungnya dengan kening mengkerut menggeleng-geleng kepalanya tak senang, entah mengapa ia menjadi aneh tapi bawaannya ingin sekali menjambak rambut suaminya.
Arka buru-buru pergi ke Ruang ganti lalu mengganti pakaiannya dan dengan sangat berhati-hati menyimpan Parfumnya yang limited masuk ke Lemari.
__ADS_1
"kalian harus tidur beberapa bulan ya? jangan terlalu sedih". bisik Arka
Arka pun menutup lemarinya lalu kembali ke Nana yang tak lagi menutup hidung.
"sayang aku sudah tidak bau lagi kan? ". tanya Arka
Nana mendekat lalu mengendus-ngendus tubuh suaminya hingga Arka terheran-heran,
"sayang? ". panggil Arka lembut mengelus punggung Nana.
"hhmmmm?? bauuu". pekik Nana
"hah? ". Arka dibuat keheranan.
padahal sebelumnya hamil Nana sudah 3 minggu tidak ada bertingkah seperti ini, apa anaknya semakin bertingkah karna sudah ketahuan oleh Papanya, apa sebelumnya anak Arka bersembunyi? anak masih kecil seperti telur cicak itu juga bisa mengerjai Papanya? nakal sekali anaknya.
Arka harus mandi sampai aroma tubuhnya hilang lalu Arka dibuat melongoh saat Istrinya mengusirnya dari Kamar dengan alasan Nana benci dengan Arka, bahkan Arka sampai tidak bisa berkata-kata.
"aku diusir oleh Istriku hanya karna membenciku? ". gumam Arka menatap pintu kamarnya sendiri sudah tertutup didepan matanya.
"anakku sangat nakal". gerutu Arka tapi terkekeh pelan.
Arka tidur di kamar sebelah lalu mencari tau tentang wanita hamil dan ternyata apa yang ada di Artikel itu sangat pas dengan yang dialami Arka tadi.
"hah? apa nanti Sayangku mencariku? ". gumam Arka pelan lalu menatap pintu kamarnya.
Arka sengaja tidak mengunci kamarnya, ia pun kembali tidur memeluk bantal guling disampingnya.
"walau nakal Papa sangat menyayangimu nak! jangan terlalu menyusahkan Mamamu ya? ". gumam Arka pelan lalu memejamkan matanya.
tengah malam, Nana mencari suaminya
"sayang? kamu dimanaa?? ". rengek Nana mengedarkan pandangannya mencari sang suami tercinta.
Nana keluar dari Kamar nya lalu melihat kamar disamping kamarnya tanpa berpikir ia masuk ke sana dan melihat Arka tengah tertidur pulas disana.
Nana mendekati suaminya lalu mengguncang bahu Arka yang tersentak bangun seketika, Arka yang mengantuk melihat wajah kesal Istrinya membuatnya ingin tertawa dan memakan istrinya tapi kebahagiaan Istrinya tengah hamil membuatnya bisa menahan diri.
"apa sayang? bukankah kamu tadi mengusirku? ". tanya Arka dengan gemas sambil duduk dan mengelus pipi Nana.
"aku hanya kesal karna kamu bau sayang maka nya aku usir". bela Nana dengan raut wajah lucunya itu yang sedang kesal.
.
.
__ADS_1
.