
.
.
.
Nana dan Arka bersama sikembar menginap di Mansion Anna,
di kamar Anna memejamkan matanya lalu tertidur pulas beberapa jam tiba-tiba saja dia tersentak karna mimpi dikejar-kejar ular, Anna berkeringat dingin mengelap keringat di pelipisnya.
"issh...! kok mimpinya seram sih?? ". gerutu Anna.
Anna tidak bisa tidur namun tidak tau mau melakukan apa lagi menunggu hari menjelang pagi ia melihat sebuah amplop warna merah yang paling menonjol dari semua Amplop yang terlihat.
Anna menghela nafas, sebelumnya ia tidak memperdulikan Amplop itu tapi sungguh Ia merasa penasaran mengapa Amplop berwarna merah itu selalu ada setiap bulan? siapa yang mengirimnya? ini sudah yang kesekian kalinya diantar oleh Pelayan Anna.
"sebenarnya siapa sih yang kurang kerjaan mengirim surat ini? ". gumam Anna mendekati meja panjang dan mengambil salah satu Amplop yang membuatnya penasaran.
"Rajin banget ngirimnya". gumam Anna lagi,
Anna perlahan membuka amplopnya dan melihat isinya ada sebuah Surat yang wangi,
"hmm..?? ini wangi cendana kan? wanginya". oceh Anna untuk sesaat terbuai oleh wangi khas surat itu yaitu bau cendana namun tiba-tiba hidungnya mencium aroma maskulin.
"issh..! pasti tangannya mengenai bagian yang ini". kesal Anna.
"apa isinya ya? ". merasa penasaran Anna membuka lipatan demi lipatan surat itu.
"Anna?? apa kabar? ini sudah suratku yang ke 50 ya? tidak terasa sudah 4 tahun lebih aku mengirim surat padamu, terimakasih sudah menolongku. aku berjanji akan membalas kebaikanmu ❤".
isi surat nya hanya singkat dan di sudut paling bawah ada pertanda hati (pengagummu).
"ahhh?? ". Anna menjatuhkan surat dan amplop itu.
"apa-apaan itu? siapa yang mengirimnya? kapan aku menolongnya? bagaimana dia tau namaku Anna? eehh.. wajar sih orang tau namaku Anna tapi ini malah aneh". gerutu Anna
Anna merasa itu hanya orang iseng kalau memang asli kenapa tidak memberitau namanya, Anna tidak percaya, lebih baik mengabaikannya saja karna menurutnya surat itu dari orang tidak waras atau orang kurang kerjaan.
amplop itu sudah kesekian kali datang, entah apa yang salah dari si pengirim mengapa rutin sekali mengirimnya? memangnya Anna siapa bagi si Pengirim? Istri atau Kekasih? Anna tidak punya kekasih atau bahkan tidak peduli pada lelaki
menurut Anna semua lelaki itu sama hanya ingin harta dan properti yang ia miliki saja.
pagi-pagi
__ADS_1
di kamar lain,
Nana menerima kabar dari RSJ bahwa Pasien bernama Celinne sudah keluar,
"benarkah??". tanya Nana tersenyum lebar
"benar Nyonya..! seperti yang anda perintahkan kami selalu menuruti apapun kemauannya dan berperan sebagai teman baiknya, butuh waktu lama Nyonya..! akhirnya dia bebas karna kami tidak punya alasan untuk mengurungnya". jawab si Suster diujung telfon.
"terimakasih..!". ucap Nana.
panggilan terputus
Nana tersenyum manis, "semoga kamu bisa hidup bahagia Celinne, maaf aku tidak bisa ikut campur karna Suamiku tidak akan mengizinkannya". gumam Nana pelan nyaris tidak didengar.
"siapa sayang? ". tanya Arka.
Nana kaget melihat kebelakang, "kamu ngagetin aku sayang".
Arka tersenyum, "siapa yang menghubungimu sampai sayangku berbinar begitu? ".
Nana tersenyum kikuk, "sayang tidak marah kan? ".
"jujur saja". pinta Arka dengan lembut.
Nana pun menarik nafas dalam-dalam lalu menceritakan yang sebenarnya, Arka tidak marah hanya memejamkan matanya sebab ia heran saja.
"sayang.! dia tidak akan melakukan hal itu lagi, dia sendiri yang minta boneka-bonekanya di bakar dan dibuang saja, butuh waktu hampir bertahun-tahun baginya bisa sembuh sayang". bujuk Nana
"hmm..! asalkan memang dia sudah sembuh dan tidak mau mencari masalah, kalau dia berani menyakiti anakku sekali saja nyawanya taruhannya". kata Arka dengan serius.
"sayang..! percayalah penilaianku, dia sudah berubah sejak kehilangan segalanya". jelas Nana lagi.
"aku tidak mau dengar tentang dia sayang". pinta Arka.
Arka tidak semurah hati itu bisa memaafkan karna hatinya memang keras tidak menerima penghianatan berbeda dengan Nana hanya pemikirannya yang keras kepala tapi hatinya lembut juga punya perasaan tau cara membedakan yang sudah berubah sebelum berubah.
hati Arka melembut jika bersama Istri dan Anak-anaknya saja tapi kalau ada yang berusaha menyakiti orang terkasihnya sudah pasti Arka marah dan bisa berbuat kejam.
sarapan bersama di meja makan Mansion Anna,
ketiga gadis cantik di meja makan (Anna, Caca, Sekar) tengah menatap Rose makan, bahkan saat makan pun Rose terlihat menggemaskan dan lucu namun anehnya makannya tidak berserakan alias bersih hanya pipinya Rose saja gembung dan itu terlihat lucu.
"makanlah..! melihat Rose makan tidak akan mengenyangkan perut kalian bertiga". tegur Nana
__ADS_1
"hehehhheee. .. iya kak". sahut Anna, Caca dan Sekar serentak.
mereka cengar-cengir makan menatap Rose yang makin lucu, mata besarnya itu mengerjab-ngerjab ke arah mereka.
Arka berdecak sebal lalu ditatap datar oleh Nana segera ia fokus sarapan,
Ren menggeleng kepala melihat hal itu seperti orang dewasa saja, terkadang Ren lupa kalau dia itu masih kecil.
.
.
di tempat lain,
Celinne yang sudah keluar dari RSJ pun mendatangi Mansion Wijaya bukan maksud apa-apa hanya melihat saja.
"Mama...?? kenapa semua ini harus terjadi padaku ma? aku hanya ingin hidup bahagia tapi semua perbuatan Mama yang curang membuat hidupku berantakan, lalu Mama? malah meninggalkanku". batin Celinne.
Celinne menghapus air matanya, ia pun pergi dari Mansion itu tanpa berkata-kata hanya bisa bicara didalam hati saja.
Celinne mendapat uang saku dari Suster, awalnya Celinne menolak uang itu karna dirinya merasa tidak pantas tapi Suster mengatakan uang itu berasal dari orang baik yang ingin membantu,
dengan modal uang itu Celinne mencari kontrakan kecil, ia hanya ingin hidup tenang dan bekerja siang malam untuk mengisi kekosongan hati dengan menyibukkan diri.
"aku ingin bekerja saja siang malam supaya tidak ada waktu untuk bersedih dan meratap, tidak ada guna nya meratapi semuanya". gumam Celinne menghapus air matanya.
Celinne mencari tempat kost yang bagus, tempatnya mewah namun kecil pantas untuk 1 orang saja dan tempatnya dipagar jadi pasti aman tidak takut di bobol perampok jika ditinggal lama oleh Celinne pergi bekerja.
.
"bagaimana Ara? ". tanya Nana meletakkan ponselnya di telinganya.
"dia diterima bekerja di toko kue, saya sudah konfirmasi itu Nyonya". sahut Ara.
"ya sudah..! aku harap kamu memperhatikannya Ara, aku yakin dia sudah berubah". Nana
Ara pun tidak protes hanya menerima perintah Nana, lalu beberapa menit kemudian Nana mematikan panggilannya.
"semua beres..! biarkan takdir baik yang menyambutmu kelak Celinne..! aku hanya bisa membantumu sampai disini". gumam Nana tersenyum tipis.
kerja di toko Kue itu gajinya lumayan besar bagi orang yang bisa berhemat, Celinne pasti bisa berhemat karna Ia sendiri yang mencari uang dengan keringat sendiri tidak lagi menjual tub*hnya, orang yang bekerja banting tulang pasti tau cara berhemat sebab tau mencari uang itu susah.
.
__ADS_1
.
.