
.
.
.
di dalam mobil,,
Rose mengerucutkan bibir mungilnya,
"kenapa sih Papa sama Mama suka sekali ke lumah tante Intan? Los nggak mau kesana, Lose selalu saja di galain sama bang El". oceh Rose dengan kesal.
Nana tertawa kecil melihat tampang menggemaskan anaknya,
"kan tadi udah kakak habisi dia". jawab Ren.
"dia tidak kapok kak..! los udah capek omelin dia, bahkan badannya mungkin sudah sakit semua tapi tidak juga belubah selalu mencali masalah dengan Los". adu Rose dengan kesal.
Arka diam saja sambil tersenyum, lagian bukan Rose yang rugi jika El menggoda Rose, El memang bodoh mau menjadi samsak tinju Rose yang tubuhnya kecil tapi kekuatannya tidak bisa diremehkan.
bahkan saat anak bernama Riyan membuang makanannya itu membuat Rose marah memukul Riyan sampai babak belur bahkan bisa koma ditambah pukulan kakaknya.
"tapi lihat kamu dapat hadiah sayang". kata Nana
Ren melirik miniatur menara Eiffel yang dipeluk adik kembarnya,
"ini kan pelmintaan lose". bela Rose memeluk Miniatur cantik itu.
"bagaimana kak? ". tanya Rose pamer ke Kakaknya.
Ren mendelik, "katanya benci sama abang El tapi senang sekali dibeli mainan ini".
"telserah Los lah, kan yang penting Lose suka mainan ini". jawab Rose dengan santainya.
Nana dan Arka saling melirik satu sama lain lalu tersenyum lembut, tangan Arka dan Nana bertautan mesra.
.
diKamar,
"apaa?? bagaimana bisa? ". tanya Arka seakan tidak percaya permintaan Intan pada Nana.
"aku tidak mempermasalahkannya sayang tapi kenapa dia begitu keras kepala? apa dia tidak lihat bagaimana kelakuan anak kita? aku hanya tidak mau El langsung koma gegara tau saat dewasa nanti kalau Rose sudah dijodohkan dengan Pria lain yang ternyata El". Nana
"aku rasa mereka sudah gila". gumam Arka
"aku juga tidak mengerti, kenapa jadi begini coba? aku tidak mau memaksa anakku tapi Kak Intan bersikeras mengatakan tidak memaksa biar waktu yang menjawab". Nana
" huuh....!! lagian El sudah dewasa nanti pasti bisa memilih sekarang Rose hanya dianggap adik yang menggemaskan baginya". Nana
__ADS_1
"nah itu dia..! benar itu sayang, aku rasa juga begitu mana mungkin El suka dengan Rose, udah tau anaknya hanya ingin punya teman dan kebetulan Rose itu adalah adik yang pantas". jelas Arka
Nana mengangguk lalu ingin berbicara lagi tapi ponselnya bergetar, Nana mengangkat panggilannya didepan Arka.
"iya.. Ara..! ada apa? ". tanya Nana
"Nyonya..! saya dan Abi akan menikah 1 bulan lagi". suara Ara dengan serius.
"hmm?? benarkah? kalian akan menikah? apa Abi melamarmu? ". tanya Nana terdengar senang dan antusias.
"Iya Nyonya..!! kami akan dalam waktu dekat, saya harap Nyonya menepati janji, heheh". Ara tertawa malu diujung telfon.
Nana terkekeh, "baiklah..! aku tidak akan ingkar janji setiap kata yang aku lontarkan pasti aku ingat, tidak perlu mengingatkanku ya? ".
panggilan terputus,
"kamu mau membiayai pernikahan mereka sayang?". tanya Arka menebak.
"iya sayang...! kenapa? kamu marah? ". tanya Nana
"tidak..! aku hanya heran bagaimana mereka bisa menikah? apa menurutmu mereka hanya ingin memerasmu sayang? ".tanya Arka
Nana memukul bahu Arka hingga meringis,
"sakit yang..? ". rengek Arka.
"kebiasaan kalau ngomong itu tidak ada remnya sama sekali, gaji mereka sebagai Asistenku selama 4 tahun sebelum aku kerja sangat besar sayang, satu bulan gaji bisa merayakan Pesta besar dalam 1 hari". Nana
.
pagi-pagi,
Rose yang ceria berangkat sekolah seperti biasa bersama kakaknya, namun saat didepan Mansion ternyata ada El yang menunggu mereka, seperti biasa buyarlah senyum ceria si gadis menggemaskan itu.
"ayo naik dek..! ". ajak El.
"maaf El..! tapi kami yang mengantar mereka, kamu ngapain kesini El? ". tanya Nana heran
"El ingin melihat wajah Angry bird Tante". jawab El.
Rose membulatkan mata besarnya, entah keluarganya akan mengerti atau tidak karna menurut Rose El memang sudah gila dan tidak harus dipercaya.
(Rose tau orang Gila itu tidak bisa berpikir),
Ren melangkahkan kakinya ke Mobil Papa dan Mama nya lalu Sikembar mengabaikan El yang tidak tersinggung mengikuti mobil sikembar.
setibanya di sekolah,
"sebentar lagi adek tamat TK kan? adek mau sekolah dimana? ". tanya El.
__ADS_1
Rose menatap kesal El, "apa-apaan sih abang, adek nggak mau ketemu abang titik..!".
"kenapa? ". tanya El dengan senyuman.
"Papa..? Papa usil dia Pa..! Lose mau sekolah, dadahh". Rose berpamitan mesra dengan orangtuanya lalu pergi bersama Ren.
El tertawa cekikikan lalu berpamitan pada Nana dan Arka,
Nana menatap kepergian mobil El yang diantar oleh supir, "sebenarnya El anak yang sopan".
"lalu kenapa kalau dia sopan? apa gunanya sopan kalau dia suka mengejek anakku?". keluh Arka.
"sudah..! ayo berangkat! ". ajak Nana menarik kerah jas suaminya yang terhuyung mengikuti istrinya.
selama 2 minggu menjelang pernikahan Nana memberi waktu untuk Ara dan Abi pulang cepat supaya bisa mengurus pernikahan mereka, lalu setelah itu bisa libur panjang untuk bulan madu.
di tempat lain,
Anna sedang berada di luar negeri tepatnya di Singapura, ia harus mengurus seorang Pasien yang memiliki penyakit langka yaitu tidak bisa disentuh oleh Wanita atau Pria lain,
"apa ini? ". tanya Anna melihat map coklat bertali yang diberikan seorang Suster padanya.
"maaf Nona..! saya juga tidak tau tapi sudah ada pagi-pagi di kotak pos depan". jawab Suster dengan sopan.
Anna tinggal di Mansion Singapura, awalnya Leonard ingin menjualnya tapi kalau dipikir-pikir mereka tidak kekurangan uang jadi tidak perlu lah menjual Mansion itu.
Anna mengangguk lalu Suster itu pun pergi, Anna membuka tali map itu lalu mengeluarkan isinya.
"aaah...! ". Anna memekik kaget melihat isi map itu ternyata adalah amplop merah yang selalu datang padanya.
"sebenarnya siapa sih orang ini? kenapa dia kurang kerjaan sekali? apa perlu aku suruh dia bekerja menjadi tukang tanda tanganku hah? dasar menyebalkan...! kali ini apa isinya". dumel Anna dengan geram.
anehnya walau geram ia tetap ingin melihat isi surat itu, sebab surat itu biasanya datang 1 bulan sekali tapi mengapa bisa lebih cepat?
Anna membuka surat itu yang isinya,
"hai.. Anna...?? apa kabar? aku sangat merindukanmu tunggulah 1 bulan lagi, aku akan datang menemuimu dalam wujud asliku bukan melalui Pena lagi".
tak lupa pengagum rahasia dan tanda hati di ujung suratnya.
"dia benar-benar sudah gila.! kenapa harus menunggu 1 bulan lagi? apa dia pikir aku mau bertemu dengannya? siapa dia memangnya? isssh... kalau minta bantuan sama Kak Nana juga tidak mungkin, nanti kak Nana salah faham lagi". Gumam Anna.
Anna membaca Surat itu lagi terutama di kata yang membuat mata birunya fokus ke perkataan itu saja yaitu 1 bulan lagi,
"acara apa 1 bulan lagi? apa ada acara di Rumah Sakit? tapi tidak mungkin... mereka tidak mungkin mau menghabiskan waktu bersenang-senang dengan orang lain karna Pasien lebih penting, tapi acara apa lebih penting sampai dia yakin aku akan datang ke acara itu". Anna tampak berpikir.
"bodo'lah..! aku tidak peduli dia". kesal Anna.
.
__ADS_1
.
.