Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa

Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa
keluarga posesif


__ADS_3

.


.


.


"ayo sayang! ". ajak Arka


"hah? iya-iya". jawab Nana tersenyum kikuk.


Nana dirangkul kembali oleh Arka, Nana bertanya-tanya pada Arka tentu dijawab oleh suaminya tapi pandangan Arka serius kedepan sambil memperhatikan jalan.


Arka tidak mau ada orang yang berani menyenggol istrinya, tiba-tiba ada orang yang main Skateboard.


Arka menarik lengan baju Pria itu hingga Skateboardnya berjalan sendiri ditangkap oleh pengawal bayangan Nana utusan Arka yang sudah berkumpul 6 Orang.


"kau..? siapa yang menyuruhmu hah? kau fikir ini area bermain? ". tanya Arka dengan dingin pada anak yang bermain Skateboard tadi.


"sayang..? udah ya? ramai sayang, dia hanya anak remaja". bujuk Nana ke Arka mengelus dada bidang suaminya.


"tidak bisa sayang..! dia bisa saja mencelakai orang lain dengan permainannya tadi". tolak Arka.


Anak laki-laki berumur 20 tahunan itu meminta maaf pada Arka dan Nana, beberapa menit kemudian ada Ibu-ibu yang tiba-tiba menarik kerah baju anak itu.


"kau yang melukai anakku kan? ". bentak wanita itu.


Arka membawa pergi istrinya, tidak ada yang mencela Arka karna anak yang bermain Skateboard itu yang salah bermain di Mal.


Nana menarik nafas berkali-kali, "gara-gara Sari aku jadi begini dan suamiku berubah". gerutu Nana pelan.


"kamu bicara apa sayang? apa ada yang kamu mau?? ". tanya Arka


"nggak ada". jawab Nana tersenyum manis


Arka menghentikan langkah kakinya hingga Nana juga berhenti.


"nggak ada sayang". jawab Nana sekali lagi.


Nana berpikir Arka tidak puas dengan jawabannya jadi memperjelas lagi tapi nyatanya Arka malah membawanya ke Toko Perhiasan.


Nana hanya menganga saja Arka membelikannya berlian dan segala perhiasan (pernak-pernik) wanita pada umumnya.


"sayang? ". panggil Arka merangkul Nana lebih dekat dengannya.


"yang ini tolong ya? ". Arka menunjuk sebuah kalung berlian kecil yang menarik matanya.


pelayan Toko Perhiasan pun mengambilkan Perhiasan yang Arka mau lalu diberikan pada Arka, Arka memasangnya dileher Nana dengan posisi intim hingga para pelayan dan pembeli malu-malu melihat pasangan fenomenal itu.


Arka membenarkan mata kalung berlian itu dileher sang Istri, "cantik..! "

__ADS_1


"ini..! ". Arka memberikan Blackcardnya ke Pelayan toko karna suka kalung yang melekat dileher istrinya.


Pelayan langsung melakukan Transaksi lalu Arka tak sengaja melihat ada anak kecil didekatnya, gadis kecil itu menatap sebuah kalung cantik.


Arka melihat hal itu pun melirik anak itu, "sedang apa kau anak kecil? ". tanya Arka ke anak berumur 7 tahun itu.


"sekarang hari ulang tahun ibuku tapi tabunganku belum cukup beli kalung itu Om". jawab anak perempuan itu dengan polos memegang celengan sederhana isi nya adalah uang tabungan anak itu yang pakai gembok kecil.


Nana mengintip dibalik punggung Suaminya saat Nana hendak berbicara


"berikan yang dia mau". titah Arka ke Pelayan


"baik Tuan". jawab Pelayan toko dengan sopan lalu mengambilkan kalung yang gadis kecil itu inginkan.


senyum manisnya terbit secerah mentari, walau giginya ompong tapi gadis itu manis dan pasti sangat mengasihi Ibunya berharap bisa membeli kado ulang tahun untuk sang Ibu tercinta.


Nana tersenyum menatap suaminya, ia mengelus perutnya sambil berkata dalam hati,,


"sayang..? Papa kalian sangat baik, walaupun Papa kalian membunuh orang tapi perbuatannya hanya ingin melindungi kita, Mama harap kalian memiliki sifat yang baik nanti walau ada sisi kejamnya".


"terimakasih Om baik.. terimakasih Tante cantik". ucap anak itu berkali-kali menunduk 90° ke Nana dan Arka.


Arka mengangguk sedangkan Nana tersenyum manis.


"ini tabungan saya Om! ". gadis kecil itu hendak membayar dengan uang yang ia miliki.


"simpan saja! ". jawab Arka lalu melenggang pergi membawa istri tercintanya.


gadis kecil itu pun berlari riang, melompat kesana-kemari membawa tas berisi kalung yang dibelikan Arka untuknya beserta celengannya yang berharga, ia begitu bahagia bisa membeli hadiah untuk tahun ini pada Ibunya yang seorang pengutip barang bekas.


di Lobi


"sayang tunggu..! aku mau makan itu! ". tunjuk Nana dengan manja ke toko kecil yang bertulis Siomay


"somay? kamu mau itu sayang? ". tanya Arka


Nana manggut-manggut semangat, Arka merangkul Nana membawa Istri kesayangannya kesana tanpa ragu membelikan apa yang diinginkan Nana.


Nana sibuk dengan Somaynya sementara Arka tetap bersiaga melindungi Nana, Istrinya ini sangat senang bebas seharian bisa makan apapun.


"mau makan siang dimana sayang? ". tanya Arka


"tidak mau..! pulang aja". jawab Nana dengan mulut penuh.


Arka tak lagi bertanya, ia membawa kembali Nana ke Mansion Arkatama yang disana sudah ada Mobil Yardan.


"Papa datang? ". Nana menoleh ke Arka.


namun mata Nana tertuju pada Mobil Coklat impiannya, "S.. sayang? ". Nana menunjuk ke Mobil Coklat yang ada diparkiran.

__ADS_1


"mobilmu sudah datang sayang". jawab Arka


Nana memekik hendak berlari tapi pinggangnya sudah dirangkul oleh Sang Suami yang menatap datar Nana.


"jangan berlari sayang". peringatan Arka.


"hehehe, jangan galak-galak dong sayang". keluh Nana dengan raut wajah lucunya.


Arka menggendong Nana yang protes masih ingin melihat mobil barunya tapi Arka seolah tidak mendengarkan perkataan Istrinya malah meminta Nana untuk beristirahat setelah berkeliling di Mal cukup lama.


Nana yang digendong masuk ke Mansion masih merengek pada Arka membuat Yardan serta yang lainnya khawatir, Arka menjawabnya dengan santai lalu mendudukkan Istrinya di Sofa.


Nana memajukan bibirnya, ia dikekang habis oleh Suaminya.


"Mama?? Arka jadi menyebalkan Ma..! kenapa dia berlebihan sekarang padahal sebelumnya kami baik-baik saja". adu Nana ke Dewi.


"semua yang Arka lakukan itu benar sayang". Sarah yang menjawab dan membela Arka.


Nana menjatuhkan rahangnya, keluarganya pun jadi sama seperti Arka makin posesif dan mengikatnya kuat seolah dirinya tidak boleh terbang ke udara.


Dewi, Diah dan Sarah membawa Nana ke Kamar, pelayan sudah mengantarkan belanjaan Nana ke Kamar lalu pergi dari sana setelah merapikan semua nya.


Arka berbicara serius dengan Yardan dan Aman di ruang kerja Arka, mereka membahas pelaku yang berhasil membuat Arka hampir gila hingga nekat menghabisi nyawa pelaku nya.


di kamar Nana,


"bagaimana Diah? ". tanya Dewi begitu lembut membelai rambut Nana yang tidur dipangkuannya.


"maafkan kami ya Dewi ! Arka melakukan semua ini demi kebaikan Nana sendiri, kami tau Nana adalah wanita yang bebas dan tidak suka dikekang tapi kami melakukan semua demi dirinya Wi". jelas Diah.


"wajar saja Arka seperti itu Diah, jika aku menjadi Arka mungkin akan mengurung Nana berhari-hari". sahut Sarah.


Sarah, Diah, Dewi berbicara dengan nada berbisik sementara tangan mereka malah sibuk memijit tubuh Nana, Nana tengah pusing karna tingkah suaminya itu sebabnya mereka harus membuat Nana Rileks jangan sampai stres hingga nanti takut menyebabkan kandungan Nana bermasalah.


Nana tertidur pulas karna kelembutan Dewi membelai kepala anaknya, memang hanya seorang Ibu yang bisa membuat hati dan pikiran anak merasa tenang.


.


"maafkan Arka Papa... Kakek". ucap Arka serius tapi tidak ada raut wajah merasa bersalah didirinya telah mengurung keturunan Emas mereka.


"tidak apa Nak..! Papa mengerti". Yardan tidak menyalahkan Arka.


"kamu harus jaga Cucuku dengan baik Arka..! kalau dia bilang mau keluar temani dia jangan sampai Stres membuat kandungannya dalam masalah". sahut Aman.


"iya Kek". jawab Arka mengerti.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2