
.
.
.
sejak saat itu setiap sekali sebulan Leonard akan datang ke Indonesia untuk menemui Anna dan keluarga nya, terkadang diam-diam Leonard memperhatikan Anna dari kejauhan seperti hari ini.
"Kakaaakk? ". teriak Anna berlari riang ke arah Nana yang tengah menjemputnya pulang les bersama Ara.
Caca seperti biasa selalu menarik-narik tas Anna yang susah dibilangin untuk jangan berlari, Nana terkekeh gemas memeluk Anna.
"uuh.. sayang kakak sebentar lagi ulang tahun yang ke-17 tahun ya?? ". kata Nana dengan sayang menoel-noel hidung Anna.
Anna menyeringai lebar, "Anna mau hadiah liburan bersama Kakak dan Keluarga ke Pulau Bali".
"Bali? ". beo Nana
"iya..! kami ada acara pelajaran akhir tahun kak yang harus Anna cari itu bagaimana keindahan pulau Bali, kalau lihat di Hp atau komputer memang bagus kak tapi Anna tidak tau cara menggambarkan tempat itu". jelas Anna
Nana tersenyum manis, "baiklah..! kakak akan pesankan untuk tiket 1 keluarga kita pergi kesana".
"yeee...! ". Anna memekik senang
"tapi Blackcard Anna bagaimana kak? kenapa tidak pernah dipakai? ". tanya Anna sekarang terlihat bingung.
Nana terkekeh pelan, "karna Kakek Leonard keuangan kakak semakin berlimpah jadi kakak jamin kita tidak akan jatuh bangkrut sampai 10 turunan".
Anna tertawa cekikikan lalu memeluk Nana dengan senang,
"Caca tidak mau ikut kakak? ". tanya Nana merentangkan tangannya.
Anna menoleh ke Caca lalu menarik tangan Caca hingga masuk ke pelukan Nana, Anna tersenyum lebar ke Caca yang malah kikuk dan malu, Ara hanya tersenyum melihat mereka bertiga seperti saudara kandung padahal tidak.
"ayo kita pulang..! ". ajak Nana
Nana membawa pergi Anna dan Caca seperti adik kandung sendiri bagi Nana.
"bagaimana Tuan? ". tanya supir Leonard.
"ayo ikuti mereka, aku ingin melihat keseharian Cucuku". titah Leonard
Leonard yang mengawasi Nana tentu diketahui oleh Nana hanya saja ia pura-pura tidak tau, biarlah Leonard tau bagaimana kehidupan Anna disini bersama mereka.
mobil Nana masuk ke kawasan supermarket, mereka berempat masuk supermarket berbelanja.
__ADS_1
"Kakak..? Anna mau bawa Troly sendiri!". pinta Anna semangat.
Nana tersenyum mengelus kepala Anna, "iya sayang..! jangan jauh-jauh dari Caca ya? ".
"iya kakak". jawab Anna
Ara mengambilkan Troly untuk Anna lalu dengan senang hati Anna mendorong Trolynya bersama Caca yang setia mengikutinya.
Nana membawa Trolynya sendiri begitu juga Ara yang mau belanja untuk isi kulkasnya di Apartemen.
"Anna? ". panggil Caca
"iya Caca". sahut Anna menoleh ke Caca
"Kak Nana sangat menyayangimu, apa Kak Nana pernah marah padamu tanpa sepengetahuanku? ". tanya Caca
"tidak..? Kak Nana tidak pernah memarahiku hanya saja sekali aku pernah coba-coba berenang lalu hampir tenggelam kak Nana memarahiku sampai aku menangis". jawab Anna dengan senyuman
"hah?? kenapa aku tidak tau? ". pekik Caca hingga beberapa pembeli menoleh ke arah Caca yang dengan cepat membekap mulutnya menundukkan kepala pada mereka sebagai permintaan maaf.
"waktu itu kamu sakit Caca, aku berenang di Apartemen Kak Nana". jawab Anna
"lalu bagaimana??". tanya Caca
Anna mengatakan bahwa ia memang sempat menangis dimarahi oleh Nana tapi kemudian Nana meminta maaf karna memarahi Anna, sebenarnya Nana hanya takut terjadi sesuatu pada Anna, bagaimana jika Nana sedang pergi ke dapur tidak mendengar Anna yang minta tolong.
"sejak saat itu aku tidak pernah coba-coba berenang lagi Caca..! aku takut kena marah kak Nana". jawab Anna dengan senyum manisnya.
"apa kamu tidak mau belajar berenang Anna? ". tanya Caca
jujur saja Caca juga tidak bisa berenang, ia baru tau kelemahan Anna yang tidak bisa berenang membuatnya ingin belajar renang supaya bisa melindungi Anna kedepannya.
"iya juga ya? kenapa aku tidak sadar?? hehe.. baiklah.. aku akan minta kak Nana ajari kita berenang". kata Anna dengan senang.
"ambilkan jajanan itu Ca..! ". pinta Anna
Caca pun tanpa ragu memanjat dan Anna menahan supaya tidak tumbang.
Leonard mendengar cerita Anna pun terenyuh, ia tak menyangka Nana begitu melindungi Cucu kesayangannya, apa yang Nana lakukan itu memang benar karna rasa sayang Nana yang tulus membuat Nana bisa marah pada Anna yang membuatnya khawatir.
jika Leonard di posisi Nana mungkin akan melakukan hal yang berbeda yaitu menguras habis kolam berenang dan memecat semua pelayan yang bekerja dengannya tapi Nana malah memarahi Anna hingga Anna menyadari kesalahannya pasti tidak berani lagi main ke kolam berenang.
"sekali lagi aku dapat pelajaran baru lagi dari Nana..! dia belum berkeluarga tapi bisa membuatku kagum caranya mendidik Cucuku". batin Leonard
Leonard melihat betapa riangnya Anna membeli belanjaan untuk dirinya bersama Caca, ia membayarnya sendiri dengan Blackcard miliknya atas pemberian Kakeknya.
__ADS_1
Leonard melihat pengeluaran Anna untuk pertama kalinya membuatnya bahagia, Nana hendak menegur Anna mengapa memakai uangnya sendiri tapi tak sengaja ia melihat senyum bahagia Leonard bahkan sampai menghapus air mata harunya disana melihat ke arah Anna.
"ada apa Nona? ". tanya Ara
"aku terlalu memanjakan Anna sampai aku lupa kalau Anna punya Kakek yang Kaya-Raya bisa membelikannya sebuah istana untuknya jika Anna meminta pada Kakek Leonard". gumam Nana
Ara tersenyum lembut lalu mengatakan bahwa rasa cinta Nana pada Anna itu tulus, uang yang Leonard miliki tidak bisa membeli ketulusan Nana yang mahal.
.
Nana mendorong Troly nya ke Anna yang tadi heboh karna merasa senang bisa belanja dengan uang sendiri.
"Kakak? ". Anna menyimpan kebelakang kartu saktinya karna takut Nana marah padanya telah menggunakan uang kakeknya.
Nana tersenyum lembut, "apa belanjaannya kurang?". tanya Nana
"Kak..? Anna? ". Anna terlihat gugup
"sayang..? kakak bayar punya kakak dulu ya?". kata Nana mengelus sayang pipi Anna yang tersenyum lebar karna merasa Nana tidak marah padanya.
Anna mendekati Nana dan meminta Nana membantunya mengambil sesuatu yang tidak bisa mereka ambil tapi Anna ingin beli, Ara mengambil alih pembayaran Nana saat Nana memberikan kartu saktinya.
"dimana sayang? ". tanya Nana
"itu..! ". tunjuk Anna mendongak ke atas.
Nana melihat ke atas dan tertawa lepas, "boneka??".
"Kakaaakk? ". rengek Anna
"Itu Boneka Cinderella hanya 1, Anna mau itu tapi kami tidak bisa mengambilnya". gerutu Anna.
"iya sayang iya.. kakak ambilkan". Nana berjinjit mengambil boneka itu dan mendapatkannya lalu memberikan boneka itu pada Anna.
Anna menunjuk-nunjuk boneka yang ia inginkan lalu Anna dengan bangga meminta Nana memilih satu untuk Nana miliki, melihat semangat Anna tak mungkin Nana menolak, Nana mengambil boneka lumba-lumba.
.
Leonard masih melihat betapa gembiranya Anna bersama Nana apalagi tadi Leonard dengar sendiri bahwa Anna merengek pada Nana ingin belajar berenang tanpa ragu Caca juga ingin berlatih.
Ara dan Nana menyanggupinya berjanji akan mengajari Caca dan Anna berenang, padahal jika mau Nana membayar orang lain untuk melatih Anna dan Caca tapi malah mereka sendiri yang ingin mengajari Caca dan Anna berenang.
"aku bisa melihat keceriaan Anna tidaklah palsu..! dia memang bahagia bersama Nana". batin Leonard yang merasa bersalah memperhatikan Cucunya diam-diam seolah meragukan Nana.
.
__ADS_1
.
.