Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa

Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa
memaksa


__ADS_3

.


.


.


"Kakak...? ingat Kakak udah punya Bang Arka, nanti dia ngamuk bisa hilang lesung Pipi Pria ini". kata Anna menutupi mata Nana.


Nana terdiam, "iya juga..!".


Nana izin pada Adi dan Anna lalu meninggalkan mereka yang berdua.


"maaf ya di..! kakakku gemar Pria tampan". ucap Anna


"tidak apa..! aku merasa terhormat dipuji oleh wanita secantik kak Nana". kata Adi


"Tunggu...? kamu memanggil Kakakku apa? ". tanya Anna dengan serius.


"Kakak". jawab Adi santai.


"dia kakakku bukan kakakmu". ralat Anna dengan datar.


"kakakmu kakakku juga". jawab Adi tanpa beban.


Anna menganga lebar, "ternyata kamu menyebalkan juga sana pergi..!". usir Anna.


"tunggu...! bukannya kamu dokter? ". tanya Adi


Anna mengangguk tapi tangannya memberi kode untuk Adi pergi.


"dadaku terluka boleh kamu melihatnya? ". tanya Adi


"terluka? luka karna apa?". tanya Anna dengan malas.


"karna pisau, sebelumnya sudah di jahit tapi terasa perih aku yakin ada yang salah dengan lukanya". Keluh Adi.


"perih? ". beo Anna


"iya..! sakit.. perih". jawab Adi


"huh..! jangan disini aku tidak bawa alat untuk pengobatan mu". kata Anna


"lalu aku datangi kemana?". tanya Adi


"ya Kerumah Sakit lah..!". jawab Anna


Anna mendekati Adi lalu memukul dada Adi yang pura-pura meringis,


"kamu akting ya? ". tanya Anna memicing Curiga.


"tidak..! ". Adi memegang tangan Anna dan membawanya entah kemana.


Anna menatap tangannya yang dipegang oleh Adi dengan bingung, "hei... Anna...? kenapa kamu diam saja heh? kenapa dengan dirimu? kenapa diam saja dibawa oleh si gendut ini? ". rutuk Anna dalam hati.


"hei... gendut..! kamu membawaku kemana?? ". tanya Anna dengan kesal.


"aku tidak lagi gendut Anna". bela Adi dengan senyuman.


"lalu katakan padaku aku harus memanggilmu apa?". tanya Anna

__ADS_1


"sayang boleh, atau abang". jawab Adi


Anna berusaha melepaskan pegangan tangan Adi, "enak aja...! aku tidak mau memanggilmu begitu, kita seumuran kan? jangan macam-macam ya? ". ketus Anna


"lepaskan tanganku..! kamu mau menculikku ya? ". kesal Anna


"kenapa masuk hotel? woiii. ..lepaskan aku..! aku akan membunuhmu". maki Anna langsung gelagapan saat keluar dari Lift Adi membawanya masuk Hotel.


Adi tidak merespon tetap menarik tangan Anna masuk lalu mendudukkan Anna di Sofa,


"itu perlengkapan Kalian kan sebagai dokter". tunjuk Adi.


Anna melihat semua alat-alat medis dan perlengkapan P3K pun menganga lebar,


"kamu sudah menyiapkan semua ya? ". Anna menatap Adi tak percaya.


Adi melepaskan dasi pita nya lalu membuka Jasnya tak lama melepas kancing kemeja nya satu persatu, ia tidak membuka semua kemejanya takutnya Anna malah lari mengira Adi adalah Pria cab*l.


Anna tertegun melihat dada bidang Adi terluka bagian tengahnya,


"kenapa tidak di obati? lukamu infeksi bodoh". kesal Anna yang berdiri di hadapan Adi melihat luka Adi.


Adi senyam-senyum seperti orang tidak waras,


Anna menarik tangan Adi lalu melepaskan satu kancing kemeja Adi lagi, Anna mengobrak-ngabrik obat-obatan yang ada di meja, seperti seorang dokter profesional Anna bergerak cepat.


"Adi..! ini Infeksi, luka mu harus di korek". kata Anna serius.


"tidak apa..! pantas saja terasa sakit, korek saja". jawab Adi


"disini tidak ada obat bius, apa kamu bisa menanggung rasa sakitnya? ". tanya Anna khawatir.


"aku bisa menahan rasa sakitnya". jawab Adi sambil tersenyum.


Anna melihat luka Adi pun menghela nafas, "kenapa kamu tidak ke dokter sebelumnya hah? aku yakin kamu mengobati lukamu sendiri kan? ". cecar Anna.


"aku bawa ke dokter loh Anna". jawab Adi serius.


"dokter tidak becus..!". umpat Anna sambil memasang sarung tangan khusus.


Anna meminta Adi untuk berbaring, segera Adi menurutinya dengan cepat Anna bergerak mengambil pisau untuk mengorek luka yang telah infeksi itu.


Anna mengkerutkan keningnya dengan ngilu membelah luka itu, bukan karna geli tapi rasa sakit yang ditahan Adi pasti besar sekali apalagi Adi tidak dibius.


"apa sakit? ". tanya Anna menoleh ke Adi yang ternyata menatapnya.


"tidak apa..! rasa sakitnya sedikit demi sedikit terangkat". jawab Adi.


"dasar bodoh..! rasa sakitmu itu karna luka ini infeksi". kesal Anna.


Adi malah menikmati pemandangan indah didepannya yaitu wajah cantik Anna yang terlihat seksi saat mengobatinya, inikah yang membuat seorang dokter dikatakan sebagai tangan Tuhan? bisa menyembuhkan rasa sakit manusia.


1 jam Anna membersihkan luka Adi, Anna menjahit ulang luka yang dikorek lagi olehnya.


membedah luka lama yang hampir menutup adalah hal yang paling menyakitkan tapi mengapa Adi tidak meringis atau bahkan berteriak.


Anna menjadi heran, "sepertinya kamu harus melewati berbagai tes..! penyakitmu serius".


"apa?? ". tanya Adi.

__ADS_1


"kamu tidak merasakan sakit itu tidak normal Adi, kamu harus diperiksa". kata Anna


Anna adalah seorang dokter, ia langsung tau ada yang salah dengan tubuh Adi yang tidak merasa sakit saat Anna mengorek luka lama dan mengupasnya seperti bawang jika tubuh Adi normal pasti menangis atau setidaknya memekik dan berteriak kesakitan.


"baiklah..! kapan aku harus datang ke Rumah Sakit?". tanya Adi


"sekarang pakai bajumu..! lukamu sudah aku sterilkan". Anna melepas sarung tangan nya


Adi memasang kemejanya sambil memperhatikan Anna.


.


.


"kenalkan ini Radit..! Asistenku". Adi menatap Anna tapi memegang bahu Radit.


"hmm..! hai.. aku Anna". jawab Anna tersenyum ramah ke Radit.


"Radit Nona". Radit menundukkan kepalanya dengan sopan.


"besok bawa Tuanmu ke Rumah Sakit Kasih ya? atur jam kerja si bandel ini". pinta Anna


Radit membelalakkan matanya ke Adi, "Tuan mau diperiksa? ". tanya Radit ke Adi


"ckk..! diamlah". Adi membenarkan dasi pita nya dengan kikuk.


Radit menatap Anna tak percaya, betapa hebatnya Anna bisa membuat Adi mau diperiksa ke Dokter, padahal sebelum ini sekeras apapun Radit meminta Adi untuk diperiksa ke dokter tapi tetap saja teman atau Tuannya itu tidak mau diperiksa.


"kenapa? apa ada yang aneh diwajahku? ". tanya Anna


"Radit..? ". tegur Adi dan Radit melihat ke arah Adi.


"bukankah aku sudah sampai muntah memintamu untuk periksa ke dokter tapi saat Nona Anna yang memintamu kau langsung menurutinya". omel Radit.


Anna tertegun sedangkan Adi menginjak kaki Radit sambil tertawa canggung.


"Annaaa? ". panggil Caca dan Sekar


"kamu dari mana aja sih? ". tanya Caca khawatir.


"kamu menghilang hampir 1 jam Anna..! Kakek sampai mengedarkan bodyguardnya untuk mencarimu". sambung Sekar.


giliran Anna yang malu sendiri, "diam..! kenalkan ini teman kecilku Adi".


Sekar dan Caca memutar kepalanya ke arah Adi,


"kamu apain Anna tadi hah? ". tanya Caca dengan tajam.


Radit terkekeh dengan keberanian Caca membentak seorang Adi (Tuannya),


"Caca.. jangan..! dia Presdir Mal ANA". kata Sekar.


"apaaa??? ". kaget Caca dan Anna.


"dia pernah datang ke Pameranku di China". jawab Sekar.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2