Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa

Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa
Pesta Pernikahan


__ADS_3

.


.


.


Arka dan Nana berjalan melewati redcarpet menuju altar pengantin, mereka ditaburi bunga dan juga dapat tepuk tangan dari banyak orang yang hadir demi melihat sepasang kekasih fenomenal telah mengikrarkan janji suci pernikahan.


Arka merangkul pinggang Nana, sementara tangan kiri Nana memegang gaunnya dan tangan kanannya juga melambai ke arah orang-orang yang melambai ke arahnya.


Nana sangat cantik menjadi seorang pengantin wanita, bisa dikatakan Nana adalah Pengantin wanita tercantik sampai masa kini.


.


"kenapa menatapku seperti itu Arka? ". tanya Nana dengan heran.


"kamu cantik sekali sayang, lebih cantik saat Ijab kabul tadi". puji Arka dengan senyuman mengelus pipi Nana.


"kalau ada perempuan yang lebih cantik dari aku bagaimana? ". tanya Nana penasaran


"kalau memang wajahmu tidak cantik sayang tapi kamu adalah orang yang menyelamatkanku hari itu, aku akan tetap mencintaimu dan menikahimu". jawab Arka dengan serius.


Nana tersenyum, "kapan kamu jatuh cinta padaku Arka?? ". tanya Nana


"saat aku melihat seorang bidadari kumel tiba-tiba ada dihadapanku dan mencoba memegang keningku". jawab Arka


Nana mengerutkan keningnya, "sejak kamu menepis tanganku saat itu? ".


"iya..!". jawab Arka


Nana terkekeh dan Arka hanya menoel-noel hidung istrinya itu, semenjak Nana suka sekali menoel hidungnya Arka, ia juga jadi ketularan.


"tapi tunggu..! ". Nana seakan menyadari sesuatu


"hmm? ". Arka menyibakkan rambut Nana


"kamu bilang aku Bidadari Kumel?". tanya Nana sekali lagi dengan raut wajah serius.


Arka mengangguk sambil tertawa, "Bidadari kumel tidak memakai bedak atau lipstik tapi mengapa terlihat sangat cantik? ".


"aku tidak Kumel Arka, itu karna tempat aku tinggal yang kumuh dan disana tidak ada perempuan berpakaian seperti dikota". protes Nana


"iya.. iya.. aku mengerti hanya sedikit Norak". ralat Arka


"Arka..! ". Nana memukul Bahu Arka dengan mata melotot galak


Arka tertawa lepas hal itu dilihat oleh tamu undangan bagaimana menggemaskannya Nana dengan mata melotot dan hati siapa yang tidak meleot melihat Arka yang tengah tertawa sangat tampan bahkan berkali-kali lipat tampannya dari pada saat berpakaian formal biasa.


semua keluarga Nana dan Arka sibuk menyambut tamu, Anna dan Caca mengikuti kemana Leonard mengajak mereka tanpa protes ataupun bertanya.

__ADS_1


"selamat atas pernikahan kalian ya? ". kata Celvin yang kini menggendong El dan ada Intan disamping Celvin.


Nana dan Arka segera berdiri dan menyambut salaman Celvin.


"terimakasih..!". ucap mereka serentak


"semoga langgeng sampai kakek nenek ya? ". sambung Intan lagi.


"Hai.. El..? makin gembul aja ya?? ". goda Nana memegang jemari tangan Elvin yang memang semakin berisi.


mereka segera pamit pulang dan Nana tidak bisa memaksa Intan dan Celvin harus tetap diacara pesta sebab tau mereka sudah punya anak, El bahkan terlihat mengantuk saat ini.


"hati-hati dijalan ya? ". teriak Nana


"iya..! ". sahut Intan


keluarga kecil Celvin pun berpamitan pada Keluarga Nana dan meminta maaf tidak bisa bertahan lama di acara pesta, mereka juga mengerti tidak memaksa Intan harus tetap bersama mereka.


sedangkan sepasang suami istri yang pernah Nana tolong hanya datang di sore hari tadi dan sudah mengucapkan selamat berbahagia pada Nana.


.


"kenapa sayang? ". tanya Arka


"tadi aku belum makan Arka! ". Nana mengelus perutnya


"apa dia memang manusia? ". gumam Nana terheran-heran


Nana tau Arka mengambilkan makanan untuknya, Kaki Nana terasa pegal pun memilih duduk dan para tamu masih pada sibuk memakan hidangan mewah yang tersedia.


Arka kembali membawa makanan, Nana tersenyum manis melihat hal itu.


Nana tertawa mendengar Arka mengomelinya persis seperti Aman dan Yardan saat mengomelinya yang suka menahan diri kalau lapar bukannya berkata jujur jika lapar, percuma banyak manusia dan pelayan di Acara ini.


"sudah Arka..! aku mau makan". Nana menusuk pipi Arka yang menekuk alisnya tak henti-henti mengomel.


"nanti kalau kamu sakit bagaimana sayang? lain kali jangan ditahan kalau lapar tinggal makan mengerti? apa kamu mau aku sendiri yang menyuapimu hmmm? ". cecar Arka


"issh.. kamu mengomel lagi Arka? kamu itu Laki-laki kenapa mengomel seperti perempuan bahkan mengalahkan Mamaku". Nana sekali lagi menusuk pipi Arka.


Arka mengabaikannya, ia terus saja menyuapi Nana sesekali Nana memutar sendoknya dan Arka memakannya lalu ujung-ujungnya mereka makan sepiring berdua.


Yardan melihat kemesraan Arka dan Nana dari jauh, Dewi merangkul lengan Yardan dan berkata,, "sudah aku bilang kalau kamu tidak salah pilih Mas".


Yardan tersenyum, "Nana sangat beruntung atau aku yang beruntung memilikinya sayang? terimakasih telah memberiku seorang Putri yang luar biasa". kata Yardan dengan lembut.


Dewi hanya bisa tersenyum lebar, sebab sejak tadi semua rekan-rekan kerja Yardan dulu memuji kualitas kerja Nana yang sangat hebat tidak berbeda jauh dengan Yardan bahkan lebih baik.


"Mas tidak marah mereka bilang Nana lebih baik dari kamu Mas?". tanya Dewi menggoda

__ADS_1


"anakku memang lebih baik dariku..! lihatlah bagaimana meledaknya Perusahaan ku semenjak menerima kontrak kerja dengan Tuan Leonard bahkan Tuan Leonard sendiri mengakui anakku sangat luar biasa". kata Yardan malah membanggakan Nana tidak marah dirinya dijadikan kedua jika kemampuannya dibandingkan dengan Nana.


"ya sudah..! ayo kita membantu Papah dan Mamah..! mereka kewalahan". ajak Dewi


Yardan pun menuruti perkataan Dewi, tamu undangan semakin banyak berdatangan berbagai kalangan datang di aula Pesta itu namun masuk teratur dan keluar teratur tidak berebut satu sama lain.


sekitar jam 9 lewat acara sudah mau selesai sebab Nana meminta Pesta pernikahannya hanya sampai jam 10 malam saja.


semua tamu undangan juga ikut berbahagia atas pernikahan Nana dan Arka, hingga tepat jam 10 malam acara selesai dan hanya para pelayan saja yang masih ada di Aula pesta merapikan semua sampah-sampah minuman yang berserakan.


"kenapa sayang? tidak kuat berjalan? ". tanya Arka


"tolong bantu aku melepaskan Heelsku Sayang! ". pinta Nana


Arka pun segera berjongkok mengangkat gaun Nana dan melepaskan heels Nana,


"terimakasih sayang..!". ucap Nana dengan tulus


Arka tersenyum tampan, "aku semakin berdebar mendengar panggilanmu itu sayang".


Nana tersenyum mengelus rahang Arka, "maaf aku membuatmu harus melepaskan heelsku". kata Nana dengan lembut.


"hmm? ". Arka menautkan alisnya tidak mengerti


"kata Mama derajatmu lebih tinggi dariku sayang..! surgaku ada ditelapak kakimu". kata Nana


Arka menggeleng kepalanya pelan, "aku tidak pernah menganggapmu dibawahku sayang, kita setara sayang..!! apapun yang aku lakukan pasti kamu bisa melakukannya".


"baiklah..! terimakasih". ucap Nana


Arka menggendong Nana yang tersenyum manis mengecup pipi Arka.


"masih punya tenaga ya? ". tanya Nana dengan gemas menoel hidung Arka.


Arka tertawa, "bahkan untuk malam pertama aku masih kuat". bisiknya pelan.


Nana mendengus, "kamu yakin Arka? aku sangat kelelahan dan besok aku harus berangkat ada rapat penting di Dubai".


"kalau begitu sekalian saja kita bulan madu". jawab Arka


Nana pun mengangguk, "iya Sayang".


Arka meradu keningnya dengan kening Nana.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2