
.
.
.
Nana sibuk mengotak-ngatik komputernya sedangkan Rose terus menatap permainan tangan Mama nya yang sangat hebat, seperti otak monster Rose mengingat semua gerakan tangan Nana berjanji akan mempraktekkan nya nanti.
"ini rekaman CCTV di Rumah Sakit sayang, bantu mama mencari dimana dia". pinta Nana
"iya ma". jawab Rose menonton semua CCTV yang ada di layar Komputer Nana.
"ini ma..! ". tunjuk Rose
Nana menggerakkan kursornya dan menekan enter ke CCTV di tunjuk Rose seketika membesar, lalu menandai baju terakhir yang dikenakan Riyan.
"mama buat apa? ". tanya Rose dengan polos.
"kita hack semua Ponsel manusia dan menunjukkan gambarnya yang hilang, mama akan masukkan nomor Bu Nensy ya? ". Nana
"eeh..? iya ma". jawab Rose semangat melihat gerakan tangan Nana untuk mengingat caranya.
Rose menyeringai lebar dengan senang akhirnya menangkap ilmu baru yang ditunjukkan Nana sungguh Nana tidak mengira kalau Rose mempelajari Komputernya karna gadis mungil itu tau cara menghapus jejak.
Ren yang sedang main game di ponselnya terkejut melihat Ponselnya yang tiba-tiba saja mati, "eeh..? kok mati?? ". gumam Ren dengan suara khas cadelnya.
Ren mendengus membolak-balik ponselnya yang baru saja dibelikan oleh Eyang Putrinya, tapi saat ia membalik ponselnya Ren terkejut ada Foto Riyan yang dinyatakan anak hilang.
"pasti keljaan mama". gumam Ren menebak.
dalam hitungan menit Nensy mendapat kabar setelah melihat foto Riyan tersebar luas di ponsel setiap orang hingga Nensy cukup kewalahan mengangkat panggilan orang yang membantu si Peretas misterius menemukan anak itu.
banyak orang menyukai si peretas misterius yang menegakkan keadilan,
"apaaa? ". pekik Nensy
"kenapa? ". tanya Bunga disamping Nensy.
"kita ke danau Mayuri". ajak Nensy segera mematikan panggilannya.
Bunga pun mengangguk, mereka sama-sama masuk ke mobil dan melaju kencang ke tempat tujuan.
__ADS_1
ke esokan harinya,
Sikembar sekolah seperti biasa dengan ceria bahkan sudah membersihkan diri sendiri tanpa dibangunkan tapi Nana tiba-tiba meminta sikembar berganti baju.
"maksud mama apa? ". tanya Rose terlihat bingung.
"ada apa ma? ". tanya Ren
"Teman sekelas kalian Riyan meninggal dunia". jawab Arka
Ren dan Rose terkejut karna ia tau orang meninggal dunia itu tidak bisa dilihat lagi, mereka mengetahui itu dari Anna yang profesinya sebagai dokter dan pembisnis seperti Nana.
"hah? ". sikembar menjatuhkan tas yang mereka pegang.
Noni memungut tas Sikembar lalu membawa tas itu kembali ke kamar Ren dan Rose,
"ganti baju sekolah kalian sayang..! kami akan jenguk ke Rumah nya ya? ". kata Arka dengan senyuman tanpa tau ia tengah menahan geram.
bagaimana bisa seorang anak malah sampai bunuh diri? bukannya Arka sudah beri pelajaran untuk kedua orangtua Riyan lalu kenapa Riyan malah memilih bunuh diri? apa yang dikatakan Adre dan Melia pada anak yang masih haus akan kasih sayang itu.
"los boleh ikut pa? ". tanya Rose memegang baju Arka mendongak menatap Papanya.
"tidak bisa sayang..! kalian masih kecil, tubuh Riyan cukup mengenaskan, kalian terlalu kecil untuk melihat hal seperti itu". sahut Dewi
"anak itu kasihan juga tapi siapa suruh kedua orangtuanya tidak peduli". gerutu Yardan.
"manusia tidak pernah bersyukur". gumam Aman
meninggalnya Riyan menjadi penyesalan terbesar Adre dan Melia, mereka berubah gila beberapa minggu setelahnya
sejak kematian Riyan Perusahaan Adre langsung jatuh bangkrut tidak bisa di selamatkan lagi walau Adre sudah berusaha keras, Melia juga kehilangan pelanggannya karna ketahuan Melia tidak punya hati membuang anak nya demi pekerjaan hingga anaknya memilih tiada.
Adre dan Melia sebenarnya bukan orang kaya raya hanya keluarga biasa tapi sejak mengandung Riyan mereka selalu saja mendapat rezeki dimana-mana, tanpa mereka sadari Riyan anak yang mereka anggap tidak berguna itu adalah keberuntungan mereka berdua, saat keberuntungan itu mati semua kekayaan Adre dan Melia hilang seolah dibawa pergi oleh Riyan.
penyesalan yang tidak bisa mereka tanggung membuat kedua orangtua Riyan menjadi tidak waras hingga berujung di Rumah Sakit Jiwa,
Sekolah Ren dan Rose berkabung beberapa minggu lalu berjalan seperti biasa, banyak anak-anak yang menyesal sudah membenci Riyan tanpa tau masalah anak itu adalah kekurangan kasih sayang, dianggap tidak berguna, tidak diinginkan lalu memilih mengakhiri hidupnya sendiri bahkan setelah kematiannya pun baru membuat kedua orangtuanya sadar betapa berharganya Riyan selama ini.
"sejak meninggalnya liyan sekolah kita semakin liang ya kak? olangtua yang sebelumnya sibuk kini seling menjemput anak-anak, hehe.. meleka tidak diabaikan lagi". oceh Rose
Ren mengangguk sebab ia sering melihat orangtua anak-anak TK mau menyempatkan diri menjemput anaknya di sekolah, dari kisah Riyan mereka semua belajar bahwa anak butuh diberi kasih sayang sebelum semua terlambat seperti Orangtua Riyan mereka berubah dan mau meluangkan waktu untuk anak-anaknya.
__ADS_1
"hmm..! ". jawab Ren
"kakak kenapa sih? apa kakak tidak tau kalau liyan itu pintal? ". tanya Rose dengan kesal.
"lalu untuk apa? dia pintal tapi tellalu lemah, kenapa dia malah mengakhili hidupnya sendili? bukannya balas dendam, dia lemah". ketus Ren
Rose mendengus saja mendengar perkataan Ren, ia memilih memakan bekalnya sedangkan Ren malah sibuk membaca dongeng dalam bahasa inggris.
sedikit demi sedikit mereka bisa belajar bahasa asing tapi belum mahir,
"bagaimana kita bilang papa kalau kita mau belajal bahasa asing kak? ". tanya Rose tiba-tiba
Ren melirik adiknya, "boleh, kamu yang bilang ya dek? ".
"hehe". cengir Rose tapi menganggukkan kepalanya.
di tempat lain (Perusahaan Arkatama Group),
Arka sibuk mencari tau kematian Papanya belasan tahun yang lalu, mencari data lama tidaklah mudah tapi Arka tidak menyerah akan membuka kedok orang yang berusaha membunuh Papanya, jika pelakunya memang Om Roni maka Arka akan puas kalau bukan, ya Arka tidak akan berhenti tentu akan terus mengejar si pembunuh itu sampai Arka puas membalaskan dendam kematian papanya.
.
di Perusahaan W Group,
"jadi Bianka ini seorang suster yang sudah menikah? tapi suaminya punya kelainan? ". tanya Nana ke Ara.
"benar Nyonya, tapi Suaminya mencintai Bianka Nyonya, Bianka tidak mau bekerja menjadi perawat karna banyak dokter dan Pasien takut padanya bekas luka nya itu sangat tidak normal, dia diterima di Restaurant Caca yang mana Bos nya sangat baik.
Bianka adalah Pelayan yang dulu pernah Nana lihat sekujur tubuhnya penuh luka di Restaurant Caca tapi bukan karna pelec*han atau KDRT, jika memang iya bukankah Bianka seharusnya melaporkannya pada pihak yang berwajib?
"lalu bagaimana detailnya? ". tanya Nana
Ara menceritakan apa yang terjadi pada Bianka, setiap Suaminya menyentuh Bianka memang diperlakukan dengan lembut tapi setelah bangun akan di pukul habis-habisan karna penyakit yang merusak saraf kepala suaminya,
"apa cinta itu memang buta? ". tanya Nana tiba-tiba
"iya Nyonya, Cinta itu memang Buta bisa membuat orang pintar atau jenius sekalipun akan menjadi orang paling bodoh di dunia ini". jawab Ara.
.
.
__ADS_1
.